Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Viability and Vigor Test of Local Rice Seeds in Kuantan Singingi Marlina, Gusti; Syarif, Auzar; Gustian; Yusniwati
Akta Agrosia Vol 27 No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Fakultas Pertanian, Universitas Bengkkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/aa.27.1.14-18

Abstract

Seeds are a valuable plant material for agriculture. The Kuantan Singingi district has many local rice seeds that can be developed, but these have not yet passed standard testing. This study aimed to determine the physical and physiological qualities of the seeds of two local rice genotypes in Kuantan Singingi Regency. This research was conducted in a completely randomized design (CRD), which was repeated four times. The factor tested consisted of two rice genotypes: the white and yellow genotypes. เว็บสล็อต | R4shub The parameters observed were the percentage of the First Count Test (FCT) of germination capacity (GP), Maximum Growth Potential (MGP), Root and Shoot Growth Test (RSGT), and Seedling Growth Rate Test (SGRT). The collected data were analyzed by ANOVA at the 5% level and further tested by the LSD test. The results showed that FCT (%), GP (%), and Vigor (%) provide high figures according to SNI. Meanwhile, the IVT of all seeds on day 2 germinated. Based on the data from the RSGT and SGRT, all seed growth was normal.  Keywords: Kuantan Singingi, local seeds, viability, vigor
PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK BAGI SISWA MENENGAH ATAS/ SEDERAJAT DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Haitami, A.; Seprido, Seprido; Andriani, Desta; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Ezward, Chairil; Marlina, Gusti; Wahyudi, Wahyudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.919-926

Abstract

Budidaya secara hidroponik dapat menanggulangi masalah keterbatasan berkurangnya lahan pertanian Edukasi terkait pemanfaatan tanaman hidroponik dinilai penting untuk disosialisasikan agar masyarakat dapat mengenal lebih mendalam dan memiliki motivasi dalam budidaya teknik hidroponik di lingkungan masing-masing. Siswa sebagai generasi penerus bangsa, dalam interaksi sosial memiliki peranan istimewa sebagai penyambung ilmu pengetahuan. Didukung dengan berlakunya kurikulum Merdeka belajar pada siswa menengah atas bahwa siswa harus memiliki keterampilan ekstraseluler salah satunya di bidang pertanian. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agroteknologi Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan Budidaya hidroponik bagi siswa sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Untuk melihat peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta maka sebelum dan sesudah kegiatan PKM disebarkan quisioner. Hasil Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan budidaya hidroponik terhadap siswa SMA/sederajat  sangat antusias diikuti oleh peserta.  Dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler memiliki peluang untuk di kembangkan disekolah bahkan di masyarakat. Terjadi peningkatan sekitar 50 % pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler. Salah satu sekolah peserta pelatihan yaitu MA BAHLUL ULUM kabupatem kuatan singingi sudah penerapan hidroponik system kapiler pada tanaman cabai.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS ORGANIK CAIR DARI URIN SAPI TERHADAP PEMUDA DI DESA PEBAUN HULU Marlina, Gusti; Desta Andriani; Elfi Indrawanis; Tri Nopsagiarti; Chairil Ezward; Wahyudi; A.Haitami
Bersama : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bersama: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Pertania Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsm.v2i1.25

Abstract

Cow urine waste is unused waste that is still scattered in Pebaun Hulu village, Kuantan Mudik District, Kuantan Singingi Regency. Currently, cattle waste, especially urine, causes environmental pollution, which disrupts people's comfort. This community service activity aims to train the community, especially the youth of Pebaun Hulu village, to utilize cow urine into liquid organic fertilizer (POC) using fermentation techniques with EM-4. The target of the training activities is the youth of Pebaun Hulu village. Training activities were carried out over two meetings. Based on the pre-test results, 80% of youth do not understand the benefits of fertilizer and do not understand how to make POC. The method used in the training consists of three stages, namely lecture, discussion and practice. The result of the training is that the youth of Pebaun Hulu village understand and understand how to make POC from cow urine found in their environment using the EM-4 fermentation technique. Through this activity, it has also changed the paradigm of the people of Pebaun Hulu village, Kuantan District, Kuantan Singingi Regency who consider cow dung as waste that can pollute the environment to be more useful.
PELATIHAN BUDIDAYA HIDROPONIK BAGI SISWA MENENGAH ATAS/ SEDERAJAT DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Haitami, A; Seprido, Seprido; Andriani, Desta; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Ezward, Chairil; Marlina, Gusti; Wahyudi, Wahyudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i2.919-926

Abstract

Budidaya secara hidroponik dapat menanggulangi masalah keterbatasan berkurangnya lahan pertanian Edukasi terkait pemanfaatan tanaman hidroponik dinilai penting untuk disosialisasikan agar masyarakat dapat mengenal lebih mendalam dan memiliki motivasi dalam budidaya teknik hidroponik di lingkungan masing-masing. Siswa sebagai generasi penerus bangsa, dalam interaksi sosial memiliki peranan istimewa sebagai penyambung ilmu pengetahuan. Didukung dengan berlakunya kurikulum Merdeka belajar pada siswa menengah atas bahwa siswa harus memiliki keterampilan ekstraseluler salah satunya di bidang pertanian. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agroteknologi Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan Budidaya hidroponik bagi siswa sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Untuk melihat peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta maka sebelum dan sesudah kegiatan PKM disebarkan quisioner. Hasil Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan budidaya hidroponik terhadap siswa SMA/sederajat  sangat antusias diikuti oleh peserta.  Dengan adanya penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler memiliki peluang untuk di kembangkan disekolah bahkan di masyarakat. Terjadi peningkatan sekitar 50 % pengetahuan peserta akan budidaya secara hidroponik, system budidaya hidroponik secara kapiler. Salah satu sekolah peserta pelatihan yaitu MA BAHLUL ULUM kabupatem kuatan singingi sudah penerapan hidroponik system kapiler pada tanaman cabai.
Penyuluhan Budidaya Kacang Tanah Di Desa Kinali Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Ezward, Chairil; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Seprido, Seprido; Wahyudi, Wahyudi; Haitami, Haitami; Andriani, Desta; Heriansyah, Pebra; Marlina, Gusti
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i1.1163

Abstract

Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah diharapkan Kelompok Wanita Tani (KWT) mampu melakukan budidaya tanaman yang dapat menghasilkan produksi tinggi namun ramah lingkungan, seperti melakukan pengolahan tanah maksimum telage, menggunakan Varietas Unggul, menggunakan tehnik budidaya yang bervariasi seperti rotasi tanaman dan tumpangsari, melakukan pemeliharaan yang intensif seperti penyiangan dan pemupukan yang tepat, menggunakan pupuk dalam budidaya sesuai dengan tepat jenis, dosis, wakyu, tempat dan tepat cara, melakukan panen tepat waktu serta melakukan pengelolaan limbah yang tepat (dapat diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak). Tahapan kegiatan yaitu Pra kegiatan PKM, meninjau pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan dengan cara mewawancara penyuluh dan anggota kelompok wanita tani purnama. Informasi ini sangat penting untuk mengambil langkah kegiatan berikutnya. Kegiatan PKM, melakukan penyuluhan dan diskusi kepada anggota kelompok wanita tani purnama untuk pengetahuan dan keterampilan dari kelompok tani dalam melakukan budidaya tanaman kacang tanah dengan prinsip pertanian berkelanjutan. Hasil dari kegiatan PKM bertambahnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Purnama bertambah dan langsung mengaplikasikan.
PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA SIBEROBAH KECAMATAN GUNUNG TOAR Wahyudi, Wahyudi; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Okalia, Deno; Ezward, Chairil; Haitami, A; Seprido, Seprido; Heriansyah, Pebra; Marlina, Gusti; Andriani, Desta
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1835

Abstract

Dalam perekonomian makroekonomi Indonesia, industri minyak sawit memiliki peran strategis, antara lain penghasil devisa terbesar, lokomotif perekonomian nasional. Salah satu kendala yang dihadapi para petani kelapa sawit di Desa Siberoba adalah perawatan yang kurang optimal termasuk didalampemupukan tanaman belum menghasilkan.Petani yang memiliki ilmu pengetahuan yang kurang memadai dalam perawatan tanaman kelapa sawit, seringkali tidak melakukan pertimbangan konsistensi dalam teknis perawatan.Keadaan ini menimbulkan berbagai mudarat yang pada akhirnya merugikan petani yang pada akhirnya berdampak kepada pendapatan petani.Adapun metode pengabdian yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang teknik pemupukan tanaman belum menghasilkan.Mulai dari persiapan pemupukan sampai tanaman bisa siap dipupuk.Berdasarkan data penyebaran kuesioner dari dua variabel yang dinilai yaitu kemampuan komunikasi dari tim pengabdian dan pengetahuan petani. Penilaian yang tertinggi pada variabel kemampuan komunikasi tim pengabdian terdapat pada jawaban 4 (mampu) yaitu 76%, sedangkan untuk variabel pengetahuan petani jawaban yang paling tinggi terdapat pada jawaban 4 (dapat menjawab 3 jawaban) yaitu 40%.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DI DESA SEBERANG TALUK KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Okalia, Deno; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Wahyudi, Wahyudi; Ezward, Chairil; Haitami, A; Seprido, Seprido; Heriansyah, Pebra; Marlina, Gusti; Andriani, Desta
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i1.2236

Abstract

Salah satu Desa yang berada Kuantan tengah yang memiliki potensi dikembangkan disegala aspek selain letaknya strategis adalah Desa Seberang Taluk. Kegiatan desa Seberang taluk di tahun 2021 dikembangkan kearah pemberdayaan dan peningkatan produktifitas pemuda Desa dalam berwira usaha pertanian dimasa pandemi covid 19. Salah satunya meningkatkan keahlian pemuda dalam pembuatan pupuk organik agar bisa menjadi sumber penghasilan bagi penduduk. Masyarakat seberang Taluk umumnya memiliki mata pencaharian sebagai peternak sapi dan petani yang tentunya dapat diintegrasikan, dimana kotoran ternak yang banyak dihasilkan dapat dibuat pupuk kompos dan dapat dimanfatkan dalam budidaya tanaman. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Desa seberang taluk. Memberikan pelatihan pembuatan kompos sehingga dapat diusahakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Hasil kegiatan monev PKM ini dapat disimpulkan bahwa pemuda Seberang taluk sudah dapat membuat kompos sendiri namun belum skala industri. Semua respon 100% menginginkan pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk pembuatan kompos dalam rangka meningktakan nilai tambah limbah kotoran ternak dan meningkatkan perekonomian desa dengan dihasilkannya produk pupuk kompos yang bisa diperjual belikan.
PELATIHAN PENGOLAHAN MINYAK GORENG BERBAHAN BAKU KELAPA PADA KELOMPK IBU PKK DESA PULAU BUSUK KECAMATAN INUMAN Nopsagiarti, Tri; Indrawanis, Elfi; Wahyudi, Wahyudi; Okalia, Deno; Ezward, Chairil; Haitami, A; Seprido, Seprido; Heriansyah, Pebra; Marlina, Gusti; Andriani, Desta
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2739

Abstract

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok manusia sebagai bahan dalam pengolahan berbagai jenis makanan. Memasuki Februari 2022 terjadi fenomena dikalangan ibu rumah tangga yang mengeluhkan tingginya harga minyak goreng, tidak hanya harganya yang tinggi namun juga semakin sulitnya untuk didapat dipasaran. Mencermati hal tersebut maka diperlukan solusi lain untuk mengatasi kelangkaan minyak sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi, salah satunya dengan mengganti minyak goreng berbahan sawit dengan minyak berbahan baku kelapa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dilaksanakan di Desa pulau Busuk Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi. Waktu pelaksanaan PkM dari bulan Juni hingga Agustus 2022. Kegiatan terdiri dari survei lokasi, kegiatan penyuluhan dan pelatihan, dan pada akhir kegiatan akan dilaksanakan monitoring dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, Hasil kegiatan pelatihan pengolahan minyak kelapa yang dilakuan kepada ibu PKK menunjukkan bahwa teknologi pengolahan sederhana minyak kelapa dapat diterima dengan mudah oleh peserta (92%). Semua peserta membutuhkan pelatihan pengolahan minyak (100%), sebanyak 100% peserta setelah pelatihan memahami cara pengolahan minyak kelapa dengan teknologi sederhana.
PENERAPAN TEKNOLOGI BENIH DAN MANAJEMEN PEMUPUKAN PADA PEMBIBITAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA KINALI: PKM Ezward, Chairil; Haitami, A; Andriani, Desta; Seprido, Seprido; Indrawanis, Elfi; Nopsagiarti, Tri; Wahyudi, Wahyudi; Marlina, Gusti; Heriansyah, Pebra; Santoso, Budi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4363

Abstract

Masyarakat Desa Kinali saat ini mulai melakukan budidaya tanaman kelapa sawit. Karena dengan menanam kelapa sawit dapat membantu perekonomian masyarakat. Diketahui masyarakat ada yang menanam kelapa sawit disekitar pekarangan rumah maupun dilahan yang luasnya rata-rata 2 hektar. Diketahui juga terdapat masyarakat yang membuat pembibitan sendiri dan ada juga yang membeli bibit di PT. Udaya Lohjinawi. Namun masih terdapat masyarakat yang belum paham tentang bibit yang berasal dari biji sapuan dan varietas unggul bersertifikat. Sehingga masyarakat masih membibitkan kelapa sawit menggunakan biji sapuan. Oleh karena hal tersebut, perlu diberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan di pembibitan kelapa sawit. Metode yang digunakan yaitu identifikasi masalah dengan cara berdialog, kemudian memberikan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan. Tingkat kepuasan diukur dengan cara menyebarkan kuisioner. Hasil dari kegiatan PkM, masyarakat puas (91,67%) dengan penyuluhan dan pelatihan teknologi pembenihan dan manajemen pemupukan pada pembibitan tanaman kelapa sawit. Kegiatan ini penting untuk dilakukan agar masyarakat dapat merubah pola pikir dan pemberdayaan kepada masyarakat terhadap pemilihan benih, kecambah maupun bibit untuk tanaman kelapa sawit yang akan ditanam oleh masyarakat.
Persepsi Masyarakat terhadap Pengaruh Bumdes dalam Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Susanto, Haris; Mashadi, Mashadi; Melisasmi, Melisasmi; Marlina, Gusti; Mahrani, Mahrani; A, Finu Audian; Pratama, Berli Eka
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.4940

Abstract

The research objectives to be achieved are to: Analyze the Influence of Village-Owned Enterprises on Community Economic Development in Tebing Village, Benai District, Kuantan Singingi Regency and Identify community perceptions of the influence of Harapan Makmur Village-Owned Enterprises (BUMDes) in community economic development in Tebing Tinggi Village, Benai District, Kuantan Singingi Regency. Data was collected directly at the research location through observation and interviews with Ms. Melisasmi, the manager of a village-owned enterprise (BUMDes) in Tebing Tinggi Village, Benai District. The required sample size was calculated using the Slovin formula. A total of 94 respondents were selected. Based on the results of research that has been conducted on public perception of the influence of BUMDes in the development of the community's economy in Tebing Tinggi Village, Benai District, Kuantan Singingi Regency, where the total score is 251.27% with an average score of 83.76%. Community economic development through BUMDes is the highest score result compared to the other 3 variables that influence public perception of the influence of BUMDes in community economic development, namely with an average score of 88.24%. This shows that community economic development through BUMDes is something that has a very large influence on the development of the community's economy towards the existence of BUMDes. While internal factors are the lowest average score results compared to the other 3 variables that influence public perception of the influence of BUMDes Harapan Makmur, which is only 80.05%. While for external variables with an average score of 82.94%.