Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sidoluhur

PROGRAM PENGENALAN KEWIRAUSAHAAN BAGI SISWA MI HIDAYATUL INSAN KARANGANYAR MELALUI PELATIHAN PEMASARAN PRODUK OLAHAN HASIL PETERNAKAN Sri Purwati; Nancy Oktyajati; Sri Mayasari, Suparwi, dan Bagus Andika Fitroh
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat "SIDOLUHUR" Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SIDOLUHUR
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.036 KB)

Abstract

Pendidikan kewirausahaan perlu diajarkan sejak dini kepada siswa-siswi sekolah dasar agar menjadi generasi yang mandiri. Melalui pendidikan kewirausahaan, akan terbentuk jiwa inovatif dan kreatif sehingga dapat memanfaatkan peluang secara maksimal untuk membuat usaha baru. Salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan pendidikan kewirausahaan adalah MI Hidayatul Insan Karanganyar melalui pelajaran muatan lokal kewirausahaan yang berfokus pada studi tentang pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MI Hidayatul Insan Karanganyar dilakukan melalui metode ceramah dan praktik secara langsung. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi MI Hidayatul Insan Karanganyar tentang pentingnya menerapkan strategi pemasaran khususnya produk nugget ayam untuk meningkatkan daya saing dan kemajuan bisnisnya, menentukan segmentasi pasar untuk mengetahui siapa yang menjadi target pasar untuk produk nugget ayam, membangun brand untuk menciptakan identitas diri yang menjadi pembeda dengan produk pesaing, serta menentukan lokasi penjualan.
PELESTARIAN WARISAN BUDAYA BATIK INDONESIA MELALUI WORKSHOP DAN SEMINAR PERTUKARAN BUDAYA DARI EMPAT NEGARA ASIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat "SIDOLUHUR" Vol 3 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SIDOLUHUR
Publisher : LP3M

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahaankan dan melestarikan budaya batik karena batik merupakan warisan dunia asli Indonesia. Hal ini berlaku sejak UNESCO menetapkan batik sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity tahun 2009. Upaya melestarikan budaya batik dilakukan dengan kegiatan presentasi dan workshop tingkat internasional untuk pertukaran budaya batik. Teknik proses membatik telah berkembang seiring perkembangan teknologi, sehingga jika negara Indonesia tidak aktif terlibat maka akan tertinggal dari negara lain. Workshop dan presentasi diikuti oleh empat negara sebagai narasumber presentasi dan workshop. Tim Universitas Islam Batik menjadi delegasi dari Indonesia yang dipercaya untuk menyampaikan materi dalam presentasi dan workshop. Presentasi dan workshop dilaksanakan dalam acara “The 1st International Conference Batik Creative Workshop and Presentation “Culture Heritage : Batik Asean Mutual Cultural” di Phuket Thailand. Hasil kegiatan ini adalah: 1) semua negara sepakat bahwa budaya batik harus dilestarikan 2) Perlu adanya inovasi khususnya dalam proses membatik sehingga proses lebih efisien 3) Inovasi tetap harus menjaga nilai batik sebagai warisan budaya 4) Setiap negara memiliki ragam motif yang menjadi ciri khas 5) Terdapat perbedaan teknik, alat dan bahan untuk proses membatik dari empat negara.