Muh. Ilham Usman, Muh. Ilham
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Al-Qalam

POTRET ORGANISASI TAREKAT DAN DINAMIKANYA DI SULAWESI BARAT Mukhlis Latif; Muh. Ilham Usman
Al-Qalam Vol 26, No 2 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v26i2.861

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang potret organisasi tarekat dan dinamikanya di Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan sejarah muncul dan perkembangan tarekat di Sulawesi Barat, dengan melacak perkembangan tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah sebagai lokus pengamatan. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, dan observasi, serta melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di Majene. Teori tarekat dipilih sebagai pisau analisis untuk mengungkap makna sejarah dan asal mula tarekat berada di wilayah Sulawesi Barat. Penelitian dilakukan mulai dari Maret s/d Oktober 2019. Hasil kajian menemukan bahwa genealogi tarekat Qadiriyah di Sulawesi Barat diperkenalkan oleh Annangguru (Kyai) Haji Muhammad Saleh dari jalur Syekh Alwi bin al-Makky di Makkah al-Mukarramah, bukan berasal dari jalur Syekh Yusuf al-Makassary. Sedangkan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah diperkenalkan oleh Syekh Abdurahman Qadir dari jalur Syekh Jalaluddin, Syekh Jalaluddin berbaiat ke Syekh Ali Ridha di Jabal Abu Qubaish. Penelitian ini juga melihat bahwa silsilah atau jalur tarekat menjadi hal yang urgen dalam mengukur tarekat yang berada di Sulawesi Barat adalah mu’tabarah dan ghairu mu’tabarah dalam dunia Islam.
MENEROPONG KERUKUNAN SOSIAL UMAT BERAGAMA DI PERMUKIMAN DESA KARAVE Muh Ilham Usman
Al-Qalam Vol 25, No 2 (2019)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.001 KB) | DOI: 10.31969/alq.v25i2.751

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang kerukunan sosial umat beragama di permukiman transmigrasi desa Karave Kabupaten Mamuju Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk meneropong atau memotret kerukunan sosial umat beragama di permukiman transmigrasi desa Karave. Pengumpulan data dilakukan selama lebih 14 hari di bulan Maret 2014. Hasil penelitian menemukan bahwa kerukunan sosial umat beragama bertahan hingga hari ini, disebabkan oleh adanya faktor pendukung tercipta dan terbangunnya kerukunan sosial, diantaranya: 1). Kesadaran akan kebhinnekaan. 2). Melakukan perlombaan dan pertandingan agustusan serta kegiatan positif lainnya dalam rangka mempererat jalinan silaturahim. (3). Memperkokoh jejaring sosial dalam kelompok tani sawit.Kata Kunci: Kerukunan, Sosial, Umat Beragama, Pluralisme.This written provided the result of research about social harmony of the religious communitys in transmigration settlement Karave village, North Mamuju Regency. This research uses descriptive qualitative method to support for describe the social harmony of religious communitys in transmigration settlement Karave village. Data collection was carried out for more than 14 days on March 2014. The result of research found out that the social harmony of the religious communitys is still holding until now, because of some factors of supportes and harmon builders suach as: 1). Awarness of diversity; 2). Do competitions and august matches and other positive activities in order to strengthen the relationship of friendship; 3). Strengthen social networking in oil palm farmer groups.Keyword: Harmony, Social, Religious Community, Pluralism.
VISITING TUAN TOSALAMA’S GRAVE IN BULO-BULO MANDAR: Max Scheler’s Value Hierarchy Perspective Muh Ilham Usman; Abu Muslim
Al-Qalam Vol 29, No 1 (2023)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v29i1.1248

Abstract

AbstractThe purpose of this article is to examine the tradition of visiting Tuan Tosalama ri Bulo-bulo's grave and to learn more about the phenomenon of this practice. Observation and in-depth interviews were used in a descriptive qualitative methodology. Additionally, the data were examined using Max Scheler's value hierarchy methodology. The findings demonstrated that Tuan Tosalama ri Bulo-bulo, who lived in the 16th century, was thought to be the one who first spread Islam in the confederation area of Karua Tiparittiqna Uhai (eight drops of water from the mountain). The inhabitants of Bulo- bulo regularly visit the graves as pilgrims who have been purified. As a sign of appreciation and a salute to Tuan Tosalama ri Bulo-bulo, it has even become a yearly custom in the area following the rice harvest. Not only is visiting the tombs a ritual, but it also has philosophical benefits, including spiritual, psychological, and recreational ones. The abundance of cakes and food served in each house highlights the pleasure value of having fun. This pilgrimage tradition's main benefit is that it serves as a meeting place for migrants returning home and residents of Bulo-bulo. Following their visit to Tuan Tosalama ri Bulo-bulo's grave, pilgrims are said to experience inner peace, according to psychological values. While traveling, pilgrims develop spiritually and exhibit religious values.