Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Desain Vertikal Wind Turbin dengan Air Foil NACA 0016 Modified menggunakan Software ANSYS 14.5 Irawan, Jehan Rosadi; Aklis, Nur
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa blade vertikal wind turbin tipe Darrieus-H dengan airfoil naca 0016 modified dengan variasi jumlah sudu dan sudut serang dengan menggunakan software Ansys Moving Reference Frames (MRF), dan mengetahui pengaruh distribusi tekanan, kecepatan, perbandingan koefisien lift (CL), koefisien drag (CD) dan untuk mengetahui hasil dari koefisien power (Cp), solidity jumlah sudu pada vertikal turbin angin. Penelitian dilakukan dengan menggunakan dimensi geometri dengan airfoil naca 0016 modified, verifikasi jumlah sudu yang disimulasi meliputi sudu 2, 3 dan 4 untuk parameter variasi sudut serang -100, 00, 100, percobaan diawali dengan pembuatan model jumlah sudu dan membuat daerah simulasi dengan panjang 4000 mm, lebar 8000 mm dan lingkaran interface 1920 mm menggunakan SolidWorks, setelah itu meshing menggunakan ukuran dengan minimum spacing 0,005 dan maximum spacing 0,05 m dan proses hasil perhitungan yang dilakukan software Ansys. Ada pun penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan simulasi 2D steady- state solver dengan menggunakan Moving Reference Frames (MRF) pada ansys fluent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disetiap sudu dan sudut serang turbin angin vertikal mengalami kecepatan dan tekanan yang berbeda dan menghasilkan gaya yang berbeda, pada desain turbin angin sumbu vertikal tipe Darrieus-H dengan airfoil naca 0016 modified dapat diketahui bawah, dengan bentuk airfoil yang besar membuat kecepatan yang besar pada sisi airfoil, dan menghasilkan tekanan yang besar pada ujung depan airfoil, dapat dipengaruhi pada sudut serang yang akan menimbulkan aliran turbulensi yang sangat besar. Hasil dari desain turbin angin mampu menghasilkan nilai koefisien power pada sudu 2 dengan sudut serang -100 sebesar 0,531, 00 sebesar 0,555 dan 100 sebesar 0,581, untuk sudu 3 dengan sudut serang -100 sebesar 0,313, 00 sebesar 0,367 dan 100 sebesar 0,278, pada sudu 4 dengan sudut serang -100 sebesar 0,329, 00 sebesar 0,406 dan 100 sebesar 0,461. Dan untuk hasil pada solidity jumlah sudu untuk sudu 2 sebesar σ = 1,9625 dan untuk sudu 3 sebesar σ = 2,8875 untuk sudu 4 sebesar σ = 3,85 dengan kecepatan angin sebesar 3 m/s.
Pengelolaan project based learning (PjBL) berbasis new teaching factory (TEFA) di sekolah menengah kejuruan Suranto, Suranto; Aklis, Nur; Sukriah, Yani; Wulandari, Siti Sri; Amanda, Bunga
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i2.19529

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penguatan keterampilan dan kompetensi guru dalam kesiapan menuju SMK berbasis teaching factory, membangun mindset dan konsep teaching factory pada guru SMK dalam rangka meningkatkan pembelajaran berbasis project-based learning. Metode pengabdian menggunakan Participatory Action Research (PAR) tipe ekplanatif dengan tiga langkah kegiatan yaitu identifikasi masalah, pelaksanaan, dan evaluasi. Peserta dalam kegiatan pengabdian ini yaitu kepala sekolah, kepala program, dan guru SMK Muhammadiyah 2 Semarang yang berjumlah 20 orang. Kegiatan dilaksanakan dengan 2 tahap yaitu penyampaian materi dan pelatihan dan pendampingan praktik. Hasil kegiatan ini tahap penyampaian materi 80% peserta sangat memahami pengelolaan pembelajaran PjBL melalui new teaching factory. Hasil dari pelaksanaan pelatihan dan pendampingan didapatkan 97,5% peserta siap merancang dan melaksanakan PjBL berbasis teaching factory dalam menuju kesiapan prodi berbasis teaching factory. Rencana tindak lanjut yang diperlukan berikutnya adalah pendampingan dalam pengelolaan dan pelaksanaan PjBL sesuai dengan desain yang telah dibuat oleh guru dan kepala sekolah di kegiatan pengabdian ini.