Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KECENDERUNGAN PERILAKUBODY SHAME DITINJAU DARI SELF ACCEPTANCE PADA REMAJA AWAL PUTRI DI SMP Y SURABAYA Fifin Dwi Tyas; Ressy Mardiyanti
Psikodidaktika Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Psikodidatika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v6i1.1316

Abstract

Abstrak Body shame yaitu merasa malu, yang membuat dirinya menjadi “olokan” dari orang-orang disekitarnya, kurang percaya diri, bahkan depresi. Tujuan dari penelitian ini agar dapat memberikan gambaran kepada pihak sekolah mengenai kondisi siswa putrinya yang mengalami bodyshame, dimana ada sekitar 63,01% merasa malu dengan dirinya dan berusaha untuk bisa memperbaikinya, karena hal tersebut mempengaruhi perkembangan kepribadian dari siswa terutama dalam hal rasa percaya diri dan kemampuan beradaptasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Dimana diambil secara keseluruhan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, ada 73 remaja putri yang menjadi responden utuk mengikuti penelitian ini. Hasil penelitian ini terbukti bahwa body shame dengan self acceptance adalah sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05 dan nilai r hitungnya sebesar 0,482 lebih besar dari r tabel yaitu 0,227. Hal ini berarti bahwa terdapat korelasi atau hubungan antara kecenderungan perilaku body shame dengan self acceptance pada remaja awal di SMP Y Surabaya.Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan positif antara kecenderungan perilaku body shame dengan self acceptance. Kecenderungan perilaku body shame cukup tinggi (63,01%) sebagai akibat dari rendahnya self acceptance (61,64%) pada remaja di SMP Y Surabaya.
POLA ASUH ORANGTUA DAN PENGGUNAAN GADGET DALAM PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK SEKOLAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19 Fifin Dwi Purwaningtyas; Aironi Zuroidah; Nita Nilam Sari; Nina Permei Sela
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 3, No 1 (2021): Third Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berdasarkan fenomena yang sering terjadi, khususnya di Surabaya, selama ini orang tua jarang memantau penggunaan gadget oleh anak. Umumnya gadget hanya digunakan untuk bermain game dan menonton, sehingga dominasi penggunaan gadget dapat berdampak negatif pada anak. Ditambah dengan penggunaan gadget yang terlalu lama terutama di tengah pandemi covid-19 saat ini, membuat perkembangan psikososial berdampak negatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh orangtua dan penggunaan gadget terhadap perkembangan psikososial pada anak sekolah. Jenis penelitian  menggunakan  penelitian  kuantitatif.  Dengan  sampel sebanyak 200 orangtua. Hasil penelitian ini bahwa ada pengaruh antara Pola Asuh Orang Tua, Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Psikososial, hal ini dapat dilihat bahwa R-hitung (0,854) > dari r-tabel 5% = ( 0,117) adalah signifika, demikian juga  berdasarkan hasil pengujian dengan uji F (secara Simultan)  dengan α = 5 % maka dapat diketahui bahwa Pola Asuh Orang Tua, Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Psikosial. Oleh karena F hitung > F Tabel yaitu 239,075 > 2,64 atau statistik uji jatuh pada daerah penolakan H0 maka H0 ditolak dan Hi diterima. Hal ini juga diperkuat dengan tingkat signifikansi 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara Pola Asuh Orangtua dan Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Psikososial di Tengah Pandemi Covid 19 untuk Anak Sekolah.
Efektivitas Pola Asuh Orangtua dan Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Psikososial di Tengah Pandemi Covid 19 untuk Siswa Sekolah Dasar Fifin Dwi Purwaningtyas; Aironi Zuroidah; Nita Nilam Nilam; Nina Permei Sela
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1955

Abstract

Penelitian ini di tengah pandemi covid-19 saat ini, selama ini orang tua jarang memantau penggunaan gadget oleh anak. Ditambah dengan penggunaan gadget yang terlalu lama terutama membuat perkembangan psikososial berdampak negatif. Melonjaknya keseriusan pemakaian gadget dikhawatirkan hendak tingkatkan nilai tergila- gila gadget. Tergila- gila gadget bisa tingkatkan kebiasaan efek kendala konsentrasi atensi serta hiperaktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh orangtua dan penggunaan gadget terhadap perkembangan psikososial pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, non eksperimental. Dengan sampel sebanyak 200 orangtua. Oleh karena F hitung > F Tabel yaitu 239,075 > 2,64 atau statistik uji jatuh pada daerah penolakan H0 maka H0 ditolak dan Hi diterima. Hal ini juga diperkuat dengan tingkat signifikansi 0,00 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara Pola Asuh Orangtua dan Penggunaan Gadget Terhadap Perkembangan Psikososial di Tengah Pandemi Covid 19 untuk Siswa Sekolah Dasar.
COPING STRES, RESILIENSI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Dwi Kusrini Alfa Wijianti; Fifin Dwi Purwaningtyas
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 1 No 2 (2020): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.419 KB) | DOI: 10.38156/psikowipa.v1i2.35

Abstract

This research aims to find out if there is a link between stress coping and resilience in students who are compiling thesis at wijaya putra university surabaya, problems that occur in students who have difficulty and constraints in working on thesis caused by the many demands academically ranging from difficulty in finding titles, difficulty in finding research subjects, time constraints in the collection of reports etc. This research is a quantitative study with a type of descriptive research. The technique used in sampling is purposive sampling with the number of respondents 101 students who are composing thesis at Wijaya Putra University Surabaya. The instrument used is the scale of stress coping and resilience. The data retrieval tool in the form of stress coping questionnaire and resilience questionnaire is then applied to google forms. Data analysis technique using product moment correlation statistical technique with the help of SPSS 22 for windows program. From the analysis of the data the study obtained a correlation value between stress coping and resilience of 0.463 with a p of 0.000. This suggests that there is a significant correlation between coping stress and resilience. This means that the higher the stress coping, the higher the resilience in students who are compiling the thesis and vice versa the higher the resilience then the higher the coping stress in the student who is compiling the thesis.
Pendampingan Permasalahan Hukum Waris di Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan arief syahrul alam; Dwi Elok Indriastuty; Fifin Dwi Purwaningsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.888 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.313

Abstract

Berbagai permasalahan hukum keluarga khususnya dibidang hukum waris seringkali menimbulkan sengketa hukum yang berkepanjangan sampai dengan anak cucu sebagai generasi penerus suatu keluarga. Bahkan terkadang perselisihan waris dapat menimbulkan putusnya tali persaudaraan. Di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan terdapat beberapa sengketa hukum waris yang berlangsung sampai turun temurun. Hasil dari pemetaan di lapangan ditemukan beberapa sengketa waris yang disebabkan beberapa hal, antara lain tidak memahami pentingnya hukum waris islam dan asal usul harta yang diperoleh sebelum atau sesudah perkawinan.Tujuan dari program pendampingan permasalahan hukum waris ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap hukum waris dan mengidentifikasi serta membantu penyelesaian sengketa waris. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah memetakan permasalahan sengketa-sengketa waris, memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan pentingnya hukum waris islam dan melakukan pendampingan penyelesaian sengketa waris.Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap masyarakat terhadap hukum waris, menyelesaikan sengketa waris baik di dalam maupun di luar pengadilan dan menurunnya sengketa waris di Di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan
Pemberian Modul Pola Komunikasi Untuk Mencegah Terjadi KDRT Pada Masa Pademi Covid-19 Terhadap Pasangan (Suami Istri) Di Kecamatan Bulak Fifin Dwi Purwaningtyas; Starry Kireida Kusnadi; Ressy Mardiyanti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.398 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.772

Abstract

Kasus kekerasan dalam rumah tangga sudah banyak sekali terjadi, ditambah saat pademi covid-19 ini makin meningkat. KDRT makin meningkat karena pandemi membuat orang-orang harus tinggal di rumah. Entah karena alasan kesehatan seperti karantina mandiri atau enggan mempertaruhkan diri terkena virus jika ke luar rumah, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), atau dirumahkan oleh perusahaan. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna sama bagi kedua pihak. Dalam situasi tertentu, komunikasi menggunakan media tertentu untuk mencapai sasaran yang jauh tempatnya dan dan/atau banyak jumlahnya. Dalam situasi tertentu pula komunikasi dimaksudkan atau ditujukan untuk merubah sikap (attitude), pendapat (opinion), atau tingkah laku (behavior) seseorang, atau sejumlah orang, sehingga ada efek tertentu yang diharapkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mencegah terjadinya KDRT selama pademi covid-19 makin meningkat, sehingga adanya pola komunikasi yang baik dan lancar antara pasangan dimana biasanya istri yang menjadi korban kekerasan suami. Metode dalam pengabdian ini adalah pemberian modul pola komunikasi pada istri untuk mencegah terjadinya KDRT pada masa pademi covid-19. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat mencegah terjadinya KDRT dan dalam menghadapi suatu permasalahan, komunikasi berperan penting terutama untuk memecahkan masalah atau mencari solusi, sehingga permasalahan yang ada tidak semakin meluas bahkan hingga menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga.
KEKUATAN PEMBUKTIAN SATU SAKSI DALAM TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Sekaring Ayumeida Kusnadi; Andy Usmina Wijaya; Fifin Dwi Purwaningtyas
Wijaya Putra Law Review Vol 1 No 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/wplr.v1i1.64

Abstract

Perdagangan orang kini telah menjadi permasalahan yang mendunia dan terjadi di seluruh belahan dunia. Hal ini menjadi permasalahan yang serius untuk dicegah dan diselesaikan secara luar dan mendalam karena perdagangan orang menghancurkan kehidupan masa depan setiap korban praktiknya. Perdagangan orang adalah bentuk manusia modern dari “perbudakan manusia”. Saat ini tindak pidana perdagangan orang semakin terselubung. Banyak tindak pidana perdagangan orang ini dilakukan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Saat ini tindak pidana perdagangan orang banyak dilakukan oleh korporasi dengan berbagai modus bisnis untuk tujuan mengeksploitasi seseorang baik eksploitasi ekonomi dan seksual. Hal ini menjadikan tindak pidana perdagangan orang termasuk dalam tindak pidana khusus dimana dalam penyelesaiannya harus terdapat bukti yang kuat sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tetapi, dalam UUTPPO menyatakan satu saksi adalah cukup sebagai alat bukti. Hal ini bertentangan dengan asas unus testis nullus testis. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan terhadap saksi dan kekuatan pembuktian dalam tindak pidana perdagangan orang ditinjau dari UUTPPO
Kelekatan Orangtua dan Kemampuan Kontrol Diri terhadap Perilaku Agresi Remaja Ardianti Agustin; Fifin Dwi Purwaningtyas; Evi Ristanti; Yulinda Fira

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v9i2.2880

Abstract

Adolescence is a stage of development where various behaviors appear, one of which is aggressive behavior. This is an important issue because aggressive behavior can harm the environment and other people, both physically and psychologically. Things that may determine the emergence of aggressive behavior in adolescents are the quality of parental attachment and self-control. The purpose of this study was to examine the relationship between the quality of parental attachment and self-control with aggressive behavior in adolescents. This study uses 3 variables, namely parental attachment and self-control is the independent variable and aggressive behavior is the dependent variable. The population in this study were late teens, the sample used was purposive sampling. This research uses multiple linear regression analysis methods. The results showed that the calculated Fvalue = 50,634 > Ftable = 2.59 (p = 0.000 <0.05), meaning that there was a significant relationship between the quality of parental attachment and self-control with adolescent aggressive behavior. Parental attachment and aggressive behavior gave an effective contribution of 5.91% while the contribution of self-control to aggressive behavior was 20.77% so that self-control had a more dominant influence on adolescent aggressive behavior. Aggressive behavior is influenced by other factors of 73.3% which were not examined by researchers.
DAMPAK PSIKOLOGIS PERNIKAHAN DINI BAGI PEREMPUAN Fifin Dwi Purwaningtyas; Evi Ristanti; Yeni Lutfiatin Dewi Aisyah; Mochamad Choirudin
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 3 No 2 (2022): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/psikowipa.v3i2.83

Abstract

Since East Java Province is responsible for 27.09 percent of the country's total, the author chose to conduct his studies there, namely in Jombang City, Ngusikan District, Manunggal Village. According to the author's research, women who get married at a young age tend to have slower psycholoical and physical maturation. Women who choose to marry before the traditional age of majority—between the ages of 19 and 20—are expected to have reached a higher level of maturity than their contemporaries. There will be emotional repercussions for the woman as a result of this. The author wanted to know more about "the psychological impact of early marriage for women," so she set out to do some investigating. Using observation, interview, and coding strategies on two subjects who meet the criteria for qualitative research. The findings demonstrated that women's mental health is negatively affected by marriage at a young age.
PPM PELATIHAN DOODLE SEBAGAI ART THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA KELOMPOK ANAK USIA DINI DI KECAMATAN BULAK fifin dwi tyas; Aironi Zuroidah; Ressy Mardiyanti; Nita Nilam Sari; Angga Dani Prasetia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1524

Abstract

The development of fine motor skills needs to be stimulated with the right strategy. Especially with this Pandemic condition, causing children to hold gadgets more often every day, this is what scares parents from excessive use of gadgets, which can cause some children's fine motor skills to still not fully develop well. This is proven when some children write letters, draw shapes and color they tend to not be able to reach the expected target, namely children still cannot write neatly, draw, color, and this low ability is not maximized because in moving the fingers they are still stiff. that is when holding a writing utensil is still not correct. These problems cause fine motor skills that need to be stimulated properly. The purpose of this service is to train fine motor skills for children in Bulak District, besides that it also makes children think creatively, innovatively and able to socialize with their friends. The method of implementation is through psychoeducation, art therapy training for early childhood children aged 4-5 years. The results of the service are expected that children are able to develop their fine motor skills optimally in a better direction, children can express themselves and be creative with various ideas and imaginations, and can grow the child's self-confidence. Keywords: Art Therapy, Fine Motor, Creative