Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Forgiveness Pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Aironi Zuroida; Fifin Dwi Purwanintyas; Ilham Yusril Ramadhan; Eka Ananda Lintang
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.12100

Abstract

Kasus kekerasan dalam rumah tangga di indonesia semakin hari semakin meningkat. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya telah mencatat, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat. Sepanjang 2020, terdapat 284 kasus yang tercacat dengan jumlah korban 551 orang. KDRT merupakan salah satu konflik yang menimbulkan emosi negatif pada seseorang, upaya yang dapat dilakukan untuk meredakan kemarahan, balas dendam dan kebencian terhadap pelaku atau pihak yang menimbulkan permasalahan atau konflik, dapat dilakukan dengan memaafkan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan ketentuan, perempuan yang sedang terlibat dalam sebuah pernikahan, pernah mengalami KDRT, dan memiliki rentang usia 20-50 tahun. Berdasarkan gambaran proses pemaafan yang dilakukan oleh subjek. Diketahui bahwa kedua subjek telah melewati setiap fase mulai dari fase pengungkapan (uncovering phase), fase keputusan (decision phase), fase tindakan (work phase), dan fase pendalaman (outcome/depending phase). Dilihat dari dimensi pemafaan, kedua subyek masuk pada total Forgiveness. Kedua subjek mulai menghilangkan perasaan kecewa, benci atau marah terhadap pelaku tentang pelanggaran yang terjadi dan kemudian hubungan antara orang yang disakiti dengan pelaku kembali secara total seperti keadaan sebelumnya. Total forgiveness yang terjadi pada subjek menjadikan hubungan antara subjek dengan suami menjadi lebih baik. Kata Kunci : Forgiveness, Perempuan, Kekerasan dalam rumah tangga
PERLINDUNGAN PENGETAHUAN TRADISIONAL DI INDONESIA DENGAN HUKUM SUI GENERIS Andy Usmina Wijaya; Sekaring Ayumeida Kusnadi; Fifin Dwi Purwaningtyas; Dwiki Arief Darmawan
Kajian Hasil Penelitian Hukum Vol 6, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.718 KB) | DOI: 10.37159/jmih.v6i2.2383

Abstract

Tidak dapat dipungkiri rezim hak kekayaan intelektual, pada beberapa aspek dapat memberikan perlindungan terhadap pengetahuan tradisional suatu negara. Seiring dengan kuatnya dorongan dunia internasional, mayoritas negara-negara berkembang, agar pemanfaatan pengetahuan tradisional, sepatutnya memiliki regulasi akses dan bagi hasil yang jelas, dan kesadaran belum optimalnya peraturan-peraturan yang ada untuk melindungi pengetahuan tradisional, maka berkembang pula wacana pengembangan peraturan sui generis di luar hukum hak kekayaan intelektual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam upaya pengembangan peraturan sui generis bagi pengetahuan tradisional di Indonesia, setidak-tidaknya terdapat beberapa unsur-unsur minimum yang harus terkandung dalam sebuah ketentuan sui generis, meliputi tujuan pemberian perlindungan; lingkup perlindungan; kriteria-kriteria dari objek perlindungan; keuntungan dari perlindungan: pemegang/pemilik pengetahuan tradisional; jenis hak yang diberikan; Bagaimanakah hak tersebut diperoleh?; Bagaimanakah melaksanakan dan menegakan hak-hak tersebut; Bagaimana hak tersebut hilang atau kapan hak tersebut menjadi kadaluwarsa; dan Penyelesaian sengketa.
DAMPAK PENGGUNAAN GADGET TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fifin Dwi Purwaningtyas; Yesi Septiana; Hesti Aprilia; Galuh Candra
PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra) Vol 4 No 1 (2023): PSIKOWIPA
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/psikowipa.v4i1.84

Abstract

Technology use has a beneficial and negative impact on children's growth and development. Users will become addicted to their devices if they are used constantly. The negative effects are especially concerning because they are so widespread among children who use electronic devices. Therefore, it is crucial for parents to provide, monitor, and limit their children's access to electronic devices. This research aims to ascertain how technology affects the mental growth of primary school students. This research is qualitative in nature, employing procedures like organized interviews. The findings of this study suggest that children's emotional development may be negatively affected by their excessive use of electronic devices.
PENGARUH MASALAH PENGGUNAAN GAME ONLINE DAN POLA ASUH ORANGTUA PADA REMAJA Fifin Dwi Purwaningtyas; Nur Irmayanti; Jeanny Christian Sembiring; Miftakhul Jannah A.W
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 (2023): SNPPM 5 Universitas Muhammadiyah Metro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadi pergeseran filosofis dan ilmiah yang signifikan di Indonesia akibat pandemi Covid-19 yang masihberlangsung, yang kini telah berlangsung selama dua tahun. Karena sekolah ditutup, anak-anak harus belajar dirumah. Ketergantungan remaja pada videogame telah dikaitkan dengan gaya pengasuhan pengasuh mereka.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh yang longgar dengan penggunaanGame Online bermasalah (POGU) pada siswa SMA di tengah pandemi Covid-19. Ini adalah studi kuantitatif.Karena tidak ada variabel independen yang dimanipulasi, desain penelitian ini tidak memenuhi syarat sebagaieksperimen. Masalah Game Online dan metode pengasuhan adalah variabel independen. 151 peserta dalampenelitian ini berusia antara 12 dan 24 tahun dan merupakan pemain internet biasa. Hasil penelitian menunjukkanbahwa terdapat pengaruh positif Penggunaan Game Online Bermasalah terhadap Pola Asuh Permisif pada AnakUsia Sekolah yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y = 6,990 + 0,454X dengan nilai sig p sebesar 0,000(0,05). Akibatnya, orang tua cenderung lebih lunak terhadap anaknya jika memiliki tingkat Penggunaan GameOnline Bermasalah yang tinggi. Sementara pola asuh Permisif mempengaruhi anak-anak sebesar 31,9%, faktorlain menyumbang 68,1% sisanya. Remaja menikmati Game Online karena berbagai alasan berbeda. Di antaramereka yang secara teratur terlibat dalam Game Online, 67 (44,4%) mengalami perasaan negatif, 56 (37,1%)mengalami emosi bahagia, dan 28 (18,5%) mengalami emosi netral.
Pengaruh Problematic Online Game Use Dengan Pola Pengasuhan Permisif Orangtua Pada Remaja Sekolah Pasca Pandemi Covid 19 Fifin Dwi Purwaningtyas; Nur Irmayanti; Jeanny Christian Sembiring; Miftakhul Jannah A.W
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.3951

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ada dua: (1) untuk mengetahui hubungan antara Penggunaan Game online Bermasalah (POGU) dan Pola Asuh Permisif pada remaja sekolah setelah pandemi Covid-19, dan (2) untuk mengidentifikasi terjadinya Penggunaan Game online Bermasalah ( POGU) pada remaja sekolah pasca pandemi Covid-19, khususnya terkait Pola Asuh Permisif. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif yaitu desain non-eksperimental. Faktor-faktor yang diselidiki mencakup tantangan yang terkait dengan keterlibatan dalam aktivitas game online dan berbagai pendekatan yang digunakan oleh orang tua dalam praktik membesarkan anak mereka. Penelitian ini terdiri dari sampel 151 remaja (74 laki-laki dan 77 perempuan) berusia antara 12 dan 24 tahun yang terlibat dalam aktivitas game online. Temuan menunjukkan bahwa persamaan regresi Y = 6,990 + 0,454X, disertai dengan nilai p signifikan secara statistik sebesar 0,000 (<0,05), mendukung penerimaan hipotesis. Secara khusus, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara Penggunaan Game online Bermasalah dan pola asuh permisif di kalangan remaja sekolah. Oleh karena itu, terdapat korelasi positif antara Penggunaan Game online Bermasalah dengan penerapan gaya pengasuhan permisif pada anak. Dampak pola asuh permisif menyumbang 31,9% dari keseluruhan pengaruh, dan sisanya sebesar 68,1% disebabkan oleh variabel atau penyebab lain. Remaja terlibat dalam aktivitas berpartisipasi dalam game online karena banyak motivasi yang mendasari keputusan mereka untuk memainkan game tersebut. Motivasi bermain game online disebabkan oleh mengalami emosi negatif sebanyak 67 orang (44,4%), mengalami emosi positif sebanyak 56 orang (37,1%), dan merasa netral atau tidak terpengaruh sebanyak 28 orang (18,5%).
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA BAGI PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN PENGIDAP GANGGUAN KEJIWAAN DALAM PRESPEKTIF HUKUM PIDANA Afridus Darto; Arief Syahrul Alam; Fifin Dwi Purwaningtyas
Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra Vol 1 No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/jihwp.v1i2.128

Abstract

Dalam hukum pidana seharusnya seorang hakim wajib memperhatikan dari setiap faktor dan kondisi pelaku sebelum memutus perkaranya dan hakim juga harus bisa mengetahui peristiwa-peristiwa terkait, semisal mengoreksi kebenaran dan memperkirakan kemampuan pelaku dalam mempertanggungjawabkan tindak pidana yang dilakukan jika pelaku merupakan pengidap gangguan kejiwaan. Fokus permasalahan dari penelitian ini 1. Bagaimana Pengaturan Hukum Bagi pelaku Tindak Pidana Pembunuhan yang dilakukan Oleh Orang yang Mengalami Gangguan Kejiwaan ? 2. Bagaimana Pertanggung Jawaban Pidana Bagi Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Pengidap Gangguan Kejiwaan dalam prespektif Hukum Pidana ?. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan tipe penelitian Normatif. Kesimpulannya, Pelaku tindak pidana adalah kelompok atau orang yang melakukan perbuatan atau tindak pidana yang bersangkutan dengan arti orang yang melakukan dengan unsur kesengajaan atu tidak seperti yang diisyaratkan oleh Undang-Undang atau yang telah timbul akibat yang tidak dikehendaki oleh Undang-Undang. Saran, Penanganan dan penjangkauan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan fokus dinas sosial, menyediahkan kebutuhan setiap bulan yang disalurkan Yayasan, Kerjasama dengan Dinas Dukcapil dalam memfasilitasi pengurusan admistrasi kependudukan bagi ODGJ yang tidak memiliki dokumen kependudukan.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KORBAN KEJAHATAN LOVE SCAM Nindi Bimantari; Sekaring Ayumeida Kusnadi; Fifin Dwi Purwaningtyas
Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra Vol 1 No 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Wijaya Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38156/jihwp.v1i2.130

Abstract

Teknologi dan informasi dalam waktu yang sangat singkat dapat berkembang dengan cepat. Dengan kemajuan teknologi yang saat ini terjadi sehingga dapat menciptakan suatu tindak kejahatan yang menggunakan atau memanfaatkan kecanggihan teknologi yang dikenal dengan cybercrime. Salah satu modus kejahatan cybercrime adalah kejahatan love scam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif. Sumber penelitian yang digunakan yaitu menggunakan sumber bahan hukum primer, sekunder, tersier. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindak pidana love scam merupakan modus penipuan berkedok asmara melalui situs online. Pelaku love scam hanya berpura-pura mencintai korban, karena tujuan utama pelaku hanya untuk menguntungkan diri sendiri dan menyebabkan kerugian bagi korban. Setiap tahunnya kejahatan love scam mengalami peningkatan karena kejahatan love scam tidak banyak dilaporkan oleh korbannya. Tidak hanya peraturan perundang-undangan tetapi pemerintah juga harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pemahaman tentang penipuan yang berkedok asmara agar masyarakat lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang baru dikenalnya apalagi melalui media sosial.
PENGEMBANGAN APLIKASI TES PERSON-ORGANISATION FIT DAN PERSON-JOB FIT UNTUK PROSES SELEKSI CV. XYZ Ressy Mardiyanti; Isnaini Muhandhis; Ahan Budiarta Harianto Putra; Fifin Dwi P
Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024 Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) 2022
Publisher : Konferensi Nasional Pengabdian Masyarakat (KOPEMAS) #5 2024

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak perusahaan menggunakan jasa pihak ketiga dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Kebutuhan perusahaan akan pemenuhan karyawan baru biasanya bersifat mendesak, sehingga dibutuhkan hasil laporan psikologis secara cepat. Bahkan banyak perusahaan yang menginginkan laporan singkatnya terlebih dahulu untuk melihat kecocokan dengan pekerjaan dan kepribadiannya, sebelum laporan secara keseluruhan diberikan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat membantu secara cepat proses pelaksanaan hingga laporan singkatnya selesai, maka dibuatlah suatu aplikasi untuk mempermudah proses pencocokan antara calon karyawan dengan pekerjaan dan organisasi. Selain itu bisa digunakan sebagai daya tarik atau nilai plus dari biro, dan dapat menaikkan omset. Dengan melihat person job fit dan person organization fit diharapkan karyawan memiliki penilaian yang subjektif terhadap karakteristik dirinya dan pekerjaan yang ditawarkan, dalam hal ini organisasi adalah pihak yang mempengaruhi pemilihan pekerjaan. Pembuatan aplikasi ini dimulai dari penentuan alat tes yg valid dan reliabel, penyusunan dan pembuatan data base, design dan pengkodean, dan program aplikasi siap digunakan. Hasil yang diperoleh yaitu, aplikasi sangat membantu dalam proses rekrutmen seleksi dan mempersingkat waktu proses pembuatan laporan psikologi, sehingga perusahaan pun memperoleh kandidat yang sesuai dengan nilai perusahaan dan pekerjaan yang akan dilakukan.
Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pencegahan Kekerasan Anak Melalui Pendidikan Kesehatan Keluarga Purwaningtyas, Fifin Dwi; Mardiyanti, Ressy; Dewi, Suzana
BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : LPMP Imperium

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36407/berdaya.v7i1.1473

Abstract

The aim of this service is to improve children's mental and reproductive health, both physically and psychologically, while empowering the role of society through teacher education and increasing their understanding of children's sexuality education and reproductive health education. This training activity uses a training methodology, discussions, lectures, role playing and case discussions. The activity was carried out from August 15 to October 15 2024, with around 10 cadres attending. Based on monitoring and evaluation data carried out by the PKM program implementation team, it can be concluded that the PKM program is very beneficial for teachers. This is proven by the increase in participants' performance in answering Pretest and Posttest questions, which is proven by completing 10 questions. The PKM program implemented ran effectively without significant obstacles, as evidenced by the high enthusiasm of participants during the outreach activities. The results of this Community Service include increasing knowledge and understanding about Child Sexual Violence (KSA) and increasing the competence of cadres (teachers) to collaborate effectively with parents, local communities and related institutions that deal with child violence. In addition, there has been a marked increase in the ability of cadres to notify parents to remain alert to the potential for sexual violence crimes.