Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Critical Study Of Muhammad Syahrur's Hermeneutics On The Veil And Its Relevation In The Indonesian Context Robiatus Soleha, Robiatus Soleha; Safrudin Edi Wibowo; Uun Yusufa
International Journal of Educational Research & Social Sciences Vol. 4 No. 5 (2023): October 2023 ( Indonesia - Nigeria )
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijersc.v4i5.706

Abstract

The developments that continued until the 19th century were the starting point for the revival of the Arab world. A strong desire to rise to what is called the era of modernity. One form of responding to the progress of knowledge in Islamic studies is the emergence of academics or researchers with various innovations they promote. One of them is Muhammad Syahrur. He is a well-known reformer in the world of interpretation of the Qur’an and Hadith. The breakthroughs made in reinterpreting the texts made him a barometer for analyzes in studying the texts of the Qur'an and Hadith. The empirical framework of thinking through the hudud theory approach which is used as an approach in interpreting the Qur’an makes him a progressive Islamic figure who tries to escape the influence of the hegemony of classical interpretation which he considers no longer able to answer the problems of the reality of a quite dynamic society. This research will focus on Syahrur's perspective in reinterpreting the concept of the veil in the Qur’an. This research will attempt to reveal the differences between Syahrur's interpretation and classical ulama and how it is relevant to the realities of contemporary society.
HADIS DHÂIF JIDDAN DALAM KITAB HADIS SAHIH AL-ALBANI (ANALISIS KRITIS ATAS KONSISTENSI AL-ALBANI DALAM KITAB SILSILAH AL-SAHIHAH) Yaqin, Muhammad Ainul; Aminullah, Aminullah; Yusufa, Uun; Abbas, Rafid
FORUM PAEDAGOGIK Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/paedagogik.v15i1.11484

Abstract

This research aims to describe the hadith dha'if jiddan hadith dhâif jiddan in the Book of Hadith Sahih al-Albani (critical analysis of the consistency of al-Albani in the Book of Silsilah al-Sahihah). The research method uses qualitative research with descriptive analysis which is included in the library research category. Library research also utilizes library sources to obtain research data. The results of this research illustrate that in general, Muhammad Nasiruddin al-Albani's use of method of criticizing hadith does not have significant differences from the majority of muhaddisin. Because according to him he is a person who follows in the footsteps of previous scholars. The dhâif jiddan hadith in the book Silsilah al-Ahadis al-Sahihah became a serious polemic which caused al-Albani to be rejected by the muhaddis of his time. Al-Albani's attitude in applying his critical method is classified as inconsistent. Because there are several results of criticism of hadiths that violate it. Thus, the finding can be an important reference for muhaddis in tracing the track record of hadiths which is considered dha'if jiddan in the opinion of the ulama. Therefore, researchers in the same field are asked to be more critical in adhering to the rules for determining hadith based on the decisions of the ulama so that there are no inconsistencies in determining hadith in the future.
Ideologi Trans-Nasionalisme Sebagai Gerakan: Hizbut Tahrir Indonesia Halimi, Dwiki Nur; Yusufa, Uun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.6079

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu gerakan organisasi transnasional dengan berlandaskan pada ideologi pan-Islamisme yang bertujuan untuk dapat mewujudkan negara khilafah sehingga dapat menerapkan segala hukum dalam suatu negara berdasarkan ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia sehingga dapat memahami ideologi pemikirannya dan mendeskripsikan mobilitas atau pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia diawali dengan kehadiran Abdul Rahman al-Baghdadi sebagai anggota Hizbut Tahrir dari Yordania yang berdakwah dengan pendekatan ideologis dan intelektual dalam menyebarkan islam pada tahun 1983. Kedua, ideologi pemikiran Hizbut Tahrir Indonesia yakni berdasarkan konsep dasar, prespektif ideologis, landasan hukum serta metode perjuangan thariqah secara menyeluruh berdasarkan ajaran islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama dan Al-Hadist sebagai sumber hukum kedua yang ditopang oleh yakni ijma’ sahabat dan qiyas dalam urusan pribadi, kelompok bahkan bernegara. Ketiga, mobilitas Hizbut Tahrir Indonesia bergerak dalam ruang lingkup demonstrasi terbuka, pelaksanaan seminar dan forum diskusi, penyebaran gagasan melalui media sosial, melakkan pendekatan kepada berbagai tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi dakwah dan perluasan pengaruh ideologis mereka
Transformasi Nilai-Nilai Spiritual Ibnu 'Arabi Dalam Kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah Pada Kehidupan Kontemporer Halimi, Dwiki Nur; Mursalim, Mursalim; Yusufa, Uun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4809

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era kontemporer telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif berupa krisis spiritual yang ditandai dengan melemahnya nilai-nilai moral, menguatnya orientasi materialisme, serta meningkatnya kegelisahan dan kekosongan psikologis. Dominasi rasionalisme yang berlebihan cenderung mendorong manusia menjauh dari dimensi transendental, sehingga aspek spiritual dalam kehidupan semakin terpinggirkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan spiritual sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan kebutuhan batin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai spiritual dalam kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah karya Ibnu ‘Arabi, mengkaji latar belakang sosial yang memengaruhi pemikiran tokoh tersebut, serta menelaah relevansi dan transformasi nilai-nilai spiritualnya dalam konteks kehidupan kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui penelitian kepustakaan. Sumber data terdiri atas data primer berupa karya-karya Ibnu ‘Arabi dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik pembacaan simbolik, semantik, dan pencatatan sistematis, dengan menggunakan kerangka analisis teori Margarete Schreier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual utama dalam Al-Futūḥāt al-Makkiyyah meliputi konsep Wahdat al-Wujūd, Insān Kāmil, dan al-Ḥubb al-Ilāhī. Pemikiran Ibnu ‘Arabi tidak terlepas dari pengaruh konteks sosial zamannya, seperti latar belakang status sosial, tingkat religiusitas masyarakat, serta kondisi politik dan ekonomi. Nilai-nilai spiritual tersebut memiliki relevansi transformatif dalam membentuk kesadaran hidup, penguatan akhlak, keharmonisan relasi sosial, serta pengembangan spiritualitas Islam dalam kehidupan masyarakat kontemporer.