Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HADIS DHÂIF JIDDAN DALAM KITAB HADIS SAHIH AL-ALBANI (ANALISIS KRITIS ATAS KONSISTENSI AL-ALBANI DALAM KITAB SILSILAH AL-SAHIHAH) Yaqin, Muhammad Ainul; Aminullah, Aminullah; Yusufa, Uun; Abbas, Rafid
FORUM PAEDAGOGIK Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/paedagogik.v15i1.11484

Abstract

This research aims to describe the hadith dha'if jiddan hadith dhâif jiddan in the Book of Hadith Sahih al-Albani (critical analysis of the consistency of al-Albani in the Book of Silsilah al-Sahihah). The research method uses qualitative research with descriptive analysis which is included in the library research category. Library research also utilizes library sources to obtain research data. The results of this research illustrate that in general, Muhammad Nasiruddin al-Albani's use of method of criticizing hadith does not have significant differences from the majority of muhaddisin. Because according to him he is a person who follows in the footsteps of previous scholars. The dhâif jiddan hadith in the book Silsilah al-Ahadis al-Sahihah became a serious polemic which caused al-Albani to be rejected by the muhaddis of his time. Al-Albani's attitude in applying his critical method is classified as inconsistent. Because there are several results of criticism of hadiths that violate it. Thus, the finding can be an important reference for muhaddis in tracing the track record of hadiths which is considered dha'if jiddan in the opinion of the ulama. Therefore, researchers in the same field are asked to be more critical in adhering to the rules for determining hadith based on the decisions of the ulama so that there are no inconsistencies in determining hadith in the future.
Ideologi Trans-Nasionalisme Sebagai Gerakan: Hizbut Tahrir Indonesia Halimi, Dwiki Nur; Yusufa, Uun
Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasagama.v6i2.6079

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia merupakan suatu gerakan organisasi transnasional dengan berlandaskan pada ideologi pan-Islamisme yang bertujuan untuk dapat mewujudkan negara khilafah sehingga dapat menerapkan segala hukum dalam suatu negara berdasarkan ajaran islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia sehingga dapat memahami ideologi pemikirannya dan mendeskripsikan mobilitas atau pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan model studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, latar belakang berdirinya Hizbut Tahrir Indonesia diawali dengan kehadiran Abdul Rahman al-Baghdadi sebagai anggota Hizbut Tahrir dari Yordania yang berdakwah dengan pendekatan ideologis dan intelektual dalam menyebarkan islam pada tahun 1983. Kedua, ideologi pemikiran Hizbut Tahrir Indonesia yakni berdasarkan konsep dasar, prespektif ideologis, landasan hukum serta metode perjuangan thariqah secara menyeluruh berdasarkan ajaran islam yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber hukum pertama dan Al-Hadist sebagai sumber hukum kedua yang ditopang oleh yakni ijma’ sahabat dan qiyas dalam urusan pribadi, kelompok bahkan bernegara. Ketiga, mobilitas Hizbut Tahrir Indonesia bergerak dalam ruang lingkup demonstrasi terbuka, pelaksanaan seminar dan forum diskusi, penyebaran gagasan melalui media sosial, melakkan pendekatan kepada berbagai tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga pendidikan sebagai bagian dari strategi dakwah dan perluasan pengaruh ideologis mereka
Transformasi Nilai-Nilai Spiritual Ibnu 'Arabi Dalam Kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah Pada Kehidupan Kontemporer Halimi, Dwiki Nur; Mursalim, Mursalim; Yusufa, Uun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4809

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era kontemporer telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif berupa krisis spiritual yang ditandai dengan melemahnya nilai-nilai moral, menguatnya orientasi materialisme, serta meningkatnya kegelisahan dan kekosongan psikologis. Dominasi rasionalisme yang berlebihan cenderung mendorong manusia menjauh dari dimensi transendental, sehingga aspek spiritual dalam kehidupan semakin terpinggirkan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendekatan spiritual sebagai upaya menyeimbangkan kemajuan intelektual dengan kebutuhan batin manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep nilai-nilai spiritual dalam kitab Al-Futūḥāt al-Makkiyyah karya Ibnu ‘Arabi, mengkaji latar belakang sosial yang memengaruhi pemikiran tokoh tersebut, serta menelaah relevansi dan transformasi nilai-nilai spiritualnya dalam konteks kehidupan kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi tokoh melalui penelitian kepustakaan. Sumber data terdiri atas data primer berupa karya-karya Ibnu ‘Arabi dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik pembacaan simbolik, semantik, dan pencatatan sistematis, dengan menggunakan kerangka analisis teori Margarete Schreier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual utama dalam Al-Futūḥāt al-Makkiyyah meliputi konsep Wahdat al-Wujūd, Insān Kāmil, dan al-Ḥubb al-Ilāhī. Pemikiran Ibnu ‘Arabi tidak terlepas dari pengaruh konteks sosial zamannya, seperti latar belakang status sosial, tingkat religiusitas masyarakat, serta kondisi politik dan ekonomi. Nilai-nilai spiritual tersebut memiliki relevansi transformatif dalam membentuk kesadaran hidup, penguatan akhlak, keharmonisan relasi sosial, serta pengembangan spiritualitas Islam dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
KE-MUTAWATIR-AN AL-QUR’AN: Metode Periwayatan dalam Sejarah Al-Qur’an Yusufa, Uun
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 2 (2013): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v7i2.921

Abstract

Al-Qur’an diriwayatkan secara mutawatir > , baik makna dan lafalnya.Ke-mutawa>tir-an al-Qur’an menunjukkan derajat sahih yangpaling tinggi dalam tradisi periwayatan. Tidak ada selain al-Qur’anyang memiliki kualitas dan spesifiasi seperti itu. Keotentikanal-Qur’an akan selalu bersinar terang, walaupun ada beberapakelompok dari kalangan insider maupun outsider berusahauntuk meredupkannya. Sebagian dari proyek mereka adalahmemberhangus (menghilangkan??) kaidah yang diterapkangenerasi awal Islam dalam menjaga kemurnian al-Qur’an, denganmelakukan kritikan tajam terhadap metodologi yang digunakanoleh para ulama salaf/ mutaqaddimin. Pada kesempatan ini, kitamasih tetap menggunakan referensi turats sebagai kompas yangmengarahkan kajian kita, serta beberapa referensi terkini, jikadiperlukan. Dari turats inilah kita akan mengetahui, bagaimanapendahulu kita telah menerapkan metode ilmiah untuk menjagakemurnian Islam. Tulisan ini membahas tentang periwayatan alQur’an, termasuk para perawi dan huffdz, serta menyinggungpermasalahan qira’ah yang penuh dengan polemik itu. Temaini sekilas terlihat sederhana, namun ketika dipahami bahwaal-Qur’an menjadi dusturul Hayah bagi manusia, maka ia akanmenjadi sesuatu yang sangat luar biasa.
MUKJIZAT MATEMATIS DALAM AL-QUR’AN: Kritik Wacana dengan Pendekatan Sains dan Budaya Yusufa, Uun
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 8, No 2 (2014): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v8i2.897

Abstract

Artikel ini hendak mengungkap mukjizat matematis dalam alQur’an dengan memposisikannya sebagai kritik wacana yangdilakukan dengan pendekatan sains dan budaya. Selama ini, uraiantentang kemukjizatan al-Qur’an lebih dominan pada pembahasansusunan kalimat dan pemilihan bahasanya yang bagus, sertapenempatan kosa katanya yang berimbang, yang sejatinyabermuara pada mukjizat kebahasaan al-Qur’an, disampingmukjizat al-Qur’an yang terkait dengan ajaran keagamaan daninformasi keilmuan, serta aspek pemberitaan gaib ataupun kisahkisah lampau. Pembahasan tentang mukjizat matematis masihrelatif minim dilakukan. Mukjizat matematis dalam al-Qur’anpertama kali dikenalkan oleh Rashad Khalifa yang berupa bilanganatau angka tertentu yang menjadi rumus dalam susunan ayat/surat al-Qur’an. Perumusan mukjizat matematis dimulai denganpelbagai pembahasan tentang huruf-huruf muqaththa‘ah padaawal-awal surat tertentu.Di antarasainsdanbudaya yang terlibatdalam perumusan mukjizat matematis al-Qur’an—disampingMatematika itu sendiri—adalah numerologi dan gematria.Namun demikian, perlu diperhatikan juga bahwa pendekatanpengetahuan dan realitas dalam perumusan mukjizat matematisal-Qur’an tersebut perlu memperhatikan statusnya yang valid,ilmiah, tetap, dan tidak masuk ke ranah mazhab atau aliran tertentu. Dengan demikian, hasil penghitungan diharapkan tidakkeluar dari konteks pembuktian mukjizat al-Qur’an.