Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Anemia Prevention Behaviors Based on Self-Regulation Theory Among Pregnant Women Devi Permata Sari; Sri Sat Titi; Supardi Supardi; Istiqomah Istiqomah
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2026): EDITION JULY 2026
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v14i2.8837

Abstract

Anemia in pregnant women remains a serious health problem in Indonesia, posing risks to both mothers and fetuses. Anemia prevention measures, such as taking iron tablets, maintaining a balanced diet, preventing worm infections, and attending regular antenatal care (ANC), are often suboptimal due to a lack of adherence by pregnant women. Structured and intensive interventions are needed to strengthen patient self-care behaviors through the implementation of behavioral regulation strategies, particularly self-regulation mechanisms, to support health behavior change. Self-regulation is a psychological process that enables individuals to control, direct, and evaluate their behavior to achieve specific health goals. This study aimed to examine the relationship between self-regulation and anemia prevention behavior in pregnant women at a Public Health Center in 2025. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The population consisted of 130 pregnant women, with a sample of 98 women selected using accidental sampling. The research instruments were questionnaires on self-regulation and anemia prevention behavior. All questionnaire items were valid (r 0.444), and the instrument demonstrated good reliability (Cronbach's alpha = 0.87). Data analysis was conducted using the Kendall Tau test. As many as 70.4% of respondents had a high self-regulation and 61.2% had high anemia prevention behavior. Bivariate analysis yielded a p-value of 0.0001 and a correlation coefficient ? = 0.683, indicating a significant positive relationship: the stronger the self-regulation, the better the anemia prevention behavior of pregnant women. In conclusion, there is a positive relationship between self-regulation and anemia prevention behavior among pregnant women.
Efektivitas Bimbingan Spiritual Islami terhadap Peningkatan Resiliensi Mahasiswa yang Mengalami Academic Burnout Mawardi Mawardi; Supardi Supardi
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 2 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: October 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i2.7439

Abstract

Academic burnout merupakan masalah psikologis yang banyak dialami mahasiswa akibat tekanan akademik yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan motivasi belajar, kesehatan mental, dan prestasi akademik. Resiliensi berperan penting sebagai faktor protektif dalam menghadapi burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi (bimbingan/pendampingan yang diberikan) terhadap peningkatan resiliensi mahasiswa yang mengalami academic burnout. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest pada 38 mahasiswa yang mengalami academic burnout. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling Instrumen yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur burnout dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) untuk mengukur resiliensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum intervensi, sebagian besar mahasiswa berada pada kategori academic burnout sedang hingga tinggi, dan resiliensi didominasi kategori rendah hingga sedang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan pada skor resiliensi, ditandai dengan meningkatnya proporsi resiliensi tinggi dari 13,1% menjadi 39,5%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan skor resiliensi yang signifikan antara pretest dan posttest. Intervensi yang diberikan terbukti efektif dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa yang mengalami academic burnout. Intervensi ini direkomendasikan sebagai salah satu upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.