Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AGRIKA

POTENSI FORMULASI BIOFUNGISIDA Bacillus sp. (Bth-22) DAN Streptomyces sp. (TMP) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH JAGUNG Maharani, Salsabilla Diva; Purnawati, Arika; Suryaminarsih, Penta
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6754

Abstract

Jagung (Zea mays) adalah salah satu tanaman pangan utama yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan global. Fusarium sp. merupakan patogen tanah yang sering ditemukan pada lahan jagung dan dapat mengganggu perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung. Penggunaan bakteri Bacillus sp. dan Streptomyces sp. sebagai bahan aktif biofungisida dapat meningkatkan persentase perkecambahan benih dan pertumbuhan tanaman jagung yang terserang patogen Fusarium sp.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media dan potensi formulasi biofungisida dengan bahan aktif Bacillus sp. dan Streptomyces sp. dalam menunjang perkecambahan dan pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yakni media produksi bakteri: K: Air rebusan kedelai, E: Estrak Kentang Gula (EKG), dan A: Air kelapa. Faktor kedua adalah perbandingan formulasi Bacillus sp. dan Streptomyces sp. yang terdiri atas 4 taraf yaitu BS0 (0:0), BS1 (3:3), BS2 (2:4), dan BS3 (1:5). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kedua faktor perlakuan. Perlakuan BS2 merupakan perlakuan terbaik yang memberikan presentase perkecambahan sebesar 82%, hari berkecambah 3.64 HST, jumlah daun pada 35 HST sebanyak 5.7 helai dan 62.8 cm.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN Colletotrichum sp. SECARA IN VITRO Firmansyah, Moch Ryan; Purnawati, Arika; Mujoko, Tri
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7270

Abstract

Peningkatan permintaan cabai di Indonesia diiringi dengan tantangan produksi, salah satunya adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. Penyakit ini menurunkan hasil dan kualitas buah, dan umumnya dikendalikan dengan fungisida kimia. Penggunaan fungisida kimia menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih sebagai agen hayati terhadap Colletotrichum sp. secara in vitro dan membandingkannya dengan fungisida propineb. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan dua faktor, yaitu jenis perlakuan (ekstrak bawang putih dan fungisida kimia) dan konsentrasi (5%, 10%, dan 15%). Parameter yang diamati meliputi diameter koloni, persentase hambatan, intensitas serangan pada buah, serta karakteristik makro dan mikroskopis jamur. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih 15% mampu menghambat pertumbuhan jamur sebesar 38.73% dan intensitas serangan sebesar 21.33%, sedangkan fungisida propineb 5% menunjukkan hambatan tertinggi sebesar 78.43% dan intensitas serangan terendah sebesar 2.67%. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki potensi antijamur. namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan propineb.