Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Frekuensi Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi SMA di Kecamatan Sale Kabupaten Rembang Aprilia Qoulan Syakila; Endang Nur Widiyaningsih; Dyah Intan Puspitasari; F Firmansyah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada remaja putri yang mengalami menstruasi seringkali mengalami gangguan dismenore primer. Dismenore primer dapat dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kebiasaan makan yang kurang baik. Kebiasaan makan tersebut dapat berupa seringnya mengonsumsi fast food. Berdasarkan survei pendahuluan yang telah dilakukan, diketahui sebesar 80% siswi SMA di Kecamatan Sale Kabupaten Rembang mengalami dismenore primer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenore primer pada siswi SMA di Kecamatan Sale Kabupaten Rembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Data frekuensi konsumsi fast food diperoleh melalui pengisian formulir FFQ selama 3 bulan terakhir dan kejadian dismenore primer melalui pengisian kuesioner Numeric Rating Scale. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan subjek penelitian yang diperoleh sebanyak 59 orang. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel, yaitu uji chi-square. Hasil analisis univariat yang diperoleh pada frekuensi konsumsi fast food kategori sering (≥318,5), yaitu sebesar 42,4% dan siswi yang mengalami kejadian dismenore primer, yaitu sebesar 79,7%. Hasil uji chi-square pada frekuensi konsumsi fast food dan kejadian dismenore primer menunjukkan nilai pvalue 0,043 <0,05, yang berarti ada hubungan yang bermakna antara frekuensi konsumsi fast food dengan kejadian dismenore primer pada siswi SMA di Kecamatan Sale Kabupaten Rembang.
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA Clarissa Amalia Nanda; Dyah Intan Puspitasari; Endang Nur Widiyaningsih; Nur Lathifah Mardiyati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1164

Abstract

Remaja merupakan suatu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, seperti gizi lebih dan gizi kurang. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumusi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja SMA Negri  di Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross-sectional dan menggunakan analisis statistik yaitu uji pearson dari jumlah sampel 101. Kebiasaan frekuensi konsumsi fast food diperoleh dari kuesioner food frequency questionnaire selama 1 bulan terakhir dan asupan zat gizi makro diperoleh dari hasil recall 3 x 24 jam. Status gizi diperoleh dengan menimbang berat badan dan tinggi badan kemudian di tentukan dengan nilai IMT/U. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan frekuensi konsumsi fast food dinyatakan sering 22,77%, hasil asupan energi kurang 60,39% (p value=0,017), hasil asupan protein kurang 50,49% (p value= 0,002), hasil asupan lemak kurang 51,48% (p value=0,002), hasil asupan karbohidrat kurang 61,38% (p value=0,040). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja.
Narrative Riview EFEKTIVITAS EDUKASI TENTANG ANEMIA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL YANG ANEMIA Endang Nur Widiyaningsih
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i1.21192

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu masalah pada ibu hamil baik di dunia maupun di Indonesia. Angka prevalensi anemia pada ibu hamil di dunia mencapai 41,8 % sedangkan prevalensi ibu hamil menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 lebih besar dari prevalensi WHO yaitu 48,9 %. Salah satu determinan dari anemia pada ibu hamil adalah pengetahuan ibu yang kurang mengenai anemia. Tujuan dari penelitian ini menelaah artikel ilmiah tentang pengaruh edukasi tentang anemia terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang anemia. Metode penelitian menggunakan narrative review. Pencarian artikel menggunakan data base Scopus, PubMed dan Google Scholar pada sepuluh halaman pertama.  Pencarian artikel menggunakan kata kunci pregnant women, anemia, education, dan knowledge. Artikel yang dipilih adalah artikel full text menggunakan Bahasa Inggris, jurnal internasional baik terindeks scopus maupun tidak, publikasi artikel dalam waktu 10 tahun terakhir (2012-2022), menggunakan jenis penelitian Randomized Control Trial (RCT), Quasi-experimental atau studi intervensi dan populasi adalah ibu hamil yang anemia. Kriteria eksklusi yang diterapkan yaitu artikel berupa skripsi, book chapter, riview, atau hanya berupa abstrak saja. Hasil penelitian dari penelusuran artikel yaitu ada pengaruh yang signifikan pemberian edukasi tentang anemia terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil yang anemia. 
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD DAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA Clarissa Amalia Nanda; Dyah Intan Puspitasari; Endang Nur Widiyaningsih; Nur Lathifah Mardiyati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.267 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1164

Abstract

Remaja merupakan suatu kelompok yang rawan mengalami masalah gizi, seperti gizi lebih dan gizi kurang. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumusi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja SMA Negri  di Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian observasional dengan pendekatan Cross-sectional dan menggunakan analisis statistik yaitu uji pearson dari jumlah sampel 101. Kebiasaan frekuensi konsumsi fast food diperoleh dari kuesioner food frequency questionnaire selama 1 bulan terakhir dan asupan zat gizi makro diperoleh dari hasil recall 3 x 24 jam. Status gizi diperoleh dengan menimbang berat badan dan tinggi badan kemudian di tentukan dengan nilai IMT/U. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan frekuensi konsumsi fast food dinyatakan sering 22,77%, hasil asupan energi kurang 60,39% (p value=0,017), hasil asupan protein kurang 50,49% (p value= 0,002), hasil asupan lemak kurang 51,48% (p value=0,002), hasil asupan karbohidrat kurang 61,38% (p value=0,040). Disimpulkan bahwa ada hubungan antara frekuensi konsumsi fast food dan asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja.
Hubungan Asupan Fe Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri di SMA Dan SMK Batik Surakarta Nita Hasri Wulandari; Endang Nur Widiyaningsih
JGK:Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 3 No 1,Juni (2023): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jgk.v3i1,Juni.1656

Abstract

Background: The prevalence of dysmenorrhea in Central Java isisquitehigh 56% and in Surakarta it exceeds the prevalence of Central Java by 89.8%. This is caused by several factors including, psychological, individual, blockage in the cervicalcanal, female reproductive organs, endocrine, allergies and nutritional intake. Another factor that causes primary dysmenorrhea is lack of physical activity. Based on a preliminary study conductedon 131 female SMA and SMK Batik Surakarta, it was found that 80.15% of female student sex perienced primary dysmenorrhea. So this research was conducted to determine the relation ship between Fe intake and physical activity with the incidence of primary dysmenorrhea in young women at SMA and SMK Batik Surakarta. Objective: This study aims to determine the relation ship between Fe intake and physical activity with the incidence of primary dysmenorrhea in female adolescentsat Batik High Schooland Surakarta vocational school. Method: This type of research is observational with a cross-sectional approach. The sampling technique eused simple random sampling with a total sampleof 192 respondents. Data on the incidence of dysmenorrhea were obtainedusing WaLIDDScore. Fe intake data were obtainedusing Semi-Quantitative Food Frequency (SQ-FFQ). Physicalactivity data were obtainedusingthe International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data analysis using chi-square. Results: A total of 91.7% of the sample experienced primary dysmenorrhea. Samples with a Fe intake of less than 65.1%. Samples with mild physical activity were 35.9%. Statistical analysis results between Fe intake and the occurrence of primary dysmenorrhea showed a valueof p-value=0.003 and between physical activity and the occurrence of primary dysmenorrhea showed a valueof p-value=0.003. Conclusion: There is a relationship between Fe intake and physical activity with the occurrence of primary dysmenorrhea.
Correlation Between Stress Levels and Eating Behavior in College Students: A study at The Faculty of Health Sciences Ilma Fauzia Muhaimin; Dyah Intan Puspitasari; Endang Nur Widiyaningsih; Listyani Hidayati
Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal) Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jgp.v8i2.401

Abstract

Background: The demanding schedules of students within the Faculty of Health Sciences and their substantial course loads frequently lead to elevated stress levels among students. Stress can manifest positive and negative impacts on an individual's eating behavior. This study aimed to establish a correlation between stress levels and eating behavior in students enrolled at the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta.Research Methods: A cross-sectional research design was employed, involving 88 students from the 2019 Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta class as the respondents. Stress levels were assessed using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire while eating behavior data were gathered through the Adult Eating Behavior Questionnaire (AEBQ). The Pearson product-moment correlation test examined the relationship between stress levels and eating behavior. Research Result: Among students of the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta, in the 2019 class, 79.5% exhibited moderate stress levels. Regarding eating behavior, 54.5% of these students approached food, while 45.5% tended to avoid food. Notably, 54.5% of students from the Faculty of Health Sciences displayed mild levels of stress alongside an inclination toward approaching food in their behavior. The Pearson product-moment correlation test revealed a statistically significant relationship between stress levels and eating behavior, with a significance value of <0.05. Conclusion: This study establishes a significant correlation between stress levels and eating behavior among students at the Faculty of Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Students must develop effective stress management strategies that are closely linked to regulating their eating behavior.
Status berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada balita di Desa Sukadadi, Lampung Marantika Tri Utami; Endang Nur Widiyaningsih
Ilmu Gizi Indonesia Vol 6, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/ilgi.v6i2.352

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi permasalahan gizi yang terus diupayakan penyelesaiannya di Indonesia dan negara lain. Prevalensi stunting di  Puskesmas Gedong Tataan tahun 2020 sebesar 30,3% dan berada di atas angka provinsi Lampung yaitu 27,28% dan masih jauh dari target nasional (14%). Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sering dikaitkan dengan stunting. Bayi BBLR juga memiliki pertumbuhan linear yang tidak optimal khususnya di usia enam bulan pertama karena harus mengejar keterlambatan tumbuh akibat BBLR. Tujuan: Mengetahui BBLR sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 0–59 bulan di Desa Sukadadi Lampung. Metode: Metode yang digunakan yaitu Case Control dengan sampel balita sebanyak 37 balita dari masing-masing kelompok. Pengambilan sampel dengan cara matching kelompok case dan control menggunakan purposive sampling. Uji statistik menggunakan Fisher Exact. Hasil: Proporsi Balita stunting yang memiliki riwayat BBLR yaitu 16,2%. Hasil uji statistik Nilai OR 2,194 (95% CI=1,692–2,844) dan diartikan bahwa kejadian stunting berisiko 2,194 kali lebih besar terjadi pada balita dengan riwayat BBLR dibandingkan balita dengan berat lahir normal. Kejadian BBLR merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita di Desa Sukadadi, Lampung. Kesimpulan: Kejadian BBLR merupakan faktor risiko atau faktor predictor dari kejadian stunting di Desa Sukadadi, Lampung.
Perbedaan Tingkat Literasi Gizi Dan Status Gizi Pada Siswa Sekolah Kesehatan Dan Non Kesehatan Di Surakarta Pradita, Laila Suci; Rakhma, Luluk Ria; Widiyaningsih, Endang Nur
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Literasi gizi merupakan kondisi dimana seseorang mempunyai pengetahuan gizi serta kemampuan untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi dasar layanan gizi untuk membuat keputusan gizi yang tepat.Prevalensi literasi kesehatan pada siswa SMA/SMK di Surabaya menunjukkan kemungkinan besar literasi terbatas sebesar 37%, kemungkinan literasi terbatas sebesar 38%, dan kemungkinan literasi cukup sebesar 25%. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan tingkat literasi gizi dan status gizi pada siswa sekolah kesehatan dan non kesehatan di Surakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Data tingkat literasi gizi menggunakan instrumen NVS (Newest Vital Sign). Data status gizi didapat dengan perhitungan z-skor IMT/U. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMK kesehatan Mandala Bhakti Surakarta dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta dengan populasi semua siswa dan metode pengambilan sampel yaitu proporsional random sampling dengan jumlah sampel 92. Analisis data statistic menggunakan uji mann whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat literasi gizi diperoleh nilai p (value) = 0,003 < 0,05, sedangkan status gizi dengan nilai p = 0,58 > 0,05. Kesimpulan: Pada tingkat literasi gizi terdapat perbedaan antara siswa sekolah kesehatan dan siswa sekolah non kesehatan dan tidak terdapat perbedaan status gizi pada siswa sekolah kesehatan dan siswa sekolah non kesehatan di Surakarta.
Perbedaan Tingkat Literasi Gizi dan Status Gizi Antara Mahasiswa Gizi dan Mahasiswa Non Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta Hirda, Dinda Aulia; Rakhma, Luluk Ria; Widiyaningsih, Endang Nur
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bidang yang masih kekurangan pelayanan kesehatan di Indonesia adalah bidang gizi. Mahasiswa berisiko mengalami masalah akibat perubahan perilaku terkait kesehatan, termasuk kebiasaan makan yang buruk. Literasi gizi merupakan faktor penting yang mempengaruhi kebiasaan makan sehat seseorang serta mempengaruhi kualitas pola makan seseorang. Tingkat literasi gizi seseorang diukur dari kemampuannya memperoleh, menganalisis, dan menerapkan data terkait gizi untuk menentukan pilihan pola makan yang terdidik. Penelitian ini menggunakan jenis observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel 152 mahasiswa masing-masing 76 mahasiswa gizi dan 76 mahasiswa non gizi secara consecutive sampling. Pengumpulan data tingkat literasi gizi menggunakan kuesioner Newest Vital Sign (NVS) yang telah diadaptasi kedalam bahasa Indonesia dan status gizi didapatkan dari pengukuran berat badan dan tinggi badan secara langsung. Analisis data digunakan untuk menganalisis perbedaan adalah uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan tingkat literasi gizi pada mahasiswa gizi dalam kategori memadai (97.4%) sedangkan pada mahasiswa non gizi dalam kategori terbatas (47.4%). Status gizi berdasarkan indeks massa tubuh sebagian besar normal (71.1% mahasiswa gizi dan 73.7% mahasiswa non gizi). Hasil uji statistik perbedaan menunjukan jurusan gizi dan non-jurusan di Universitas Muhammadiyah Surakarta berbeda secara signifikan (p= 0.00) dalam literasi gizi mereka, meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan (p= 0.67) dalam status gizi mereka.
Kejadian Anemia pada Masa Kehamilan sebagai Faktor Risiko Balita Stunting di Kota Surakarta Hasna Azzahra; Listyani Hidayati; Endang Nur Widiyaningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15444

Abstract

Anemia can be caused by maternal iron deficiency during pregnancy. Pregnant women who experience anemia are more likely to give birth to babies with low birth weight, who are more likely to experience stunting when they grow up. This study aimed to analyze the significance of anemia during pregnancy as a risk factor for stunting in toddlers. This study used a case-control design. The subjects of this study were 44 toddlers, both in the case group and the control group, who were taken using the multistage random sampling technique. In the groups, matching was carried out based on gender and age categories. Data on stunting incidence were obtained based on anthropometric data for height index according to age from each health center. History of anemia in pregnant women was obtained from the Maternal and Child Health book. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that children from mothers with a history of anemia experienced more stunting (52.3%) than mothers who did not experience anemia. During pregnancy, the average maternal hemoglobin level in the stunting group was 11.1 g/dL, while in the non-stunting group it was 11.9 g/dL. The p value was 0.001, so it was interpreted that there is a relationship between the incidence of anemia during pregnancy and the incidence of stunting. Pregnant women who experience anemia 4.9 times increase the risk of children experiencing stunting. Furthermore, it was concluded that anemia during pregnancy is a risk factor for stunting in toddlers.Keywords: anemia in pregnancy; toddlers; stunting ABSTRAK Anemia dapat diakibatkan oleh defisiensi zat besi ibu selama kehamilan. Ibu hamil yang mengalami anemia berpeluang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang lebih mungkin mengalami stunting ketika tumbuh dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi anemia pada masa kehamilan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Subjek penelitian ini adalah 44 balita, baik pada kelompok kasus maupun kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Pada kelompok kelompok dilakukan matching berdasarkan kategori jenis kelamin dan usia. Data kejadian stunting didapatkan berdasarkan data antropometri indeks tinggi badan menurut umur dari masing-masing puskesmas. Riwayat anemia pada ibu hamil didapatkan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dari ibu dengan riwayat anemia lebih banyak mengalami stunting (52,3%) daripada ibu yang tidak mengalami anemia. Selama kehamilan, rerata kadar hemoglobin ibu pada kelompok stunting adalah 11,1 g/dL, sedangkan pada kelompok non stunting adalah 11,9 g/dL. Nilai p adalah 0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan antara kejadian anemia pada masa kehamilan dan kejadian stunting. Ibu hamil yang mengalami anemia 4,9 kali meningkatkan risiko anak untuk mengalami stunting. Selanjutnya disimpulkan bahwa anemia pada masa kehamilan merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Kata kunci: anemia kehamilan; balita; stunting
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Sofyan Affifah Mulya Aida Nur Faizah Anggun Oktavia Widiastuti Aprilia Qoulan Syakila Ariyani, Devi Windy Aulia Putri Wahyuningtyas Auna Najwa Salsabilla Azhari, Salma Widya Clarissa Amalia Nanda Della Meliana Devi Windy Ariyani Dhian Sukma Aprilliani Diva Anggraeni Yulia Maharani Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Pratiwi Anggraeni Eni Purwani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah Azzahroini Rajati Fazaumi Nuriya Sayekti Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Frida Nur Fitriani Hasanah Hanan Aliya Putri Hanifatun Mufidah Hapsari, Zulaiha Anggi Hasna Azzahra Heriaskalma, Irma Jauza Hirda, Dinda Aulia Hisyam Arhabillah Ibriza, Rosyaqotul Ihza Risqi Praditya Ilma Fauzia Muhaimin Isnaini Herawati Jesian Viviandita Khaqiqi, Zahrotun Kinanti Putri Anyelir Kinzki, Hyraianda Essyana Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Marantika Tri Utami Mardhani, Sheila Dwi Meisya Putri Marsyanda Mellyana Purnama Sari Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, M Muwakhidah, Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nabila, Syahira Yuma Nasva Fadila Eltari Putri Nita Hasri Wulandari Nur Lathifah Mardiyati Okti Sri Purwanti Pradita, Laila Suci Pramudya Kurnia Prima Afifah Puspitasari, Dyah Intan Rima Munawaroh Rosyaqotul Ibriza Rusdin Rauf Setyaningrum Rahmawaty Setyaningrum, Risma Ayu Sheena Ramadhia Dhani Sheila Dwi Mardhani Silvia Firsa Permata Siti Zulaekah Siti Zulaikah Siti Zulaikah Sudrajah Warajati Kisnawaty Sulis Widiawati Suprapto Syafaah, Hannisa Syafiqa Rifda Seftyarini Syakila, Aprilia Qoulan Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Fajra Niza Triswaty, Tiar Ulfa Munawaroh Diniyah Widiastuti, Anggun Oktavia Wisnu Sri Hertinjung Wulandari, Nita Hasri Yuli Kusumawati