Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN ASUPAN MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMA DAN SMK BATIK SURAKARTA Hapsari, Zulaiha Anggi; Widiyaningsih, Endang Nur
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.405 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.8169

Abstract

This study aimed to determine the correlation between stress levels and magnesium intake with the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls at Surakarta Batik High School and Vocational High School. The type of research used was observational with a cross-sectional approach. Sampling using simple random sampling technique with 192 research subjects. Data collection on stress levels was obtained through the Perceived Stress Scale questionnaire for the last 1 month. Magnesium intake data was obtained by filling out the SQ-FFQ form for the last 3 months. Data on the incidence of primary dysmenorrhea was obtained through the WaLIDD questionnaire for the past 1 month. The results showed that 91.7% of respondents experienced primary dysmenorrhea, 63.5% experienced moderate stress and 59.4% had good magnesium intake. Based on the chi-square test analysis, there is a correlation between stress levels and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value 0.024), but there is no correlation between magnesium intake and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value 0.184).
Sifat Kimia Ubi Jalar Ungu berdasarkan Lokasi Panen sebagai Bahan Pangan Fungsional Zulaekah, Siti; Widiyaningsih, Endang Nur; Kurnia, Pramudya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terdahulu yang telah dilakukan menunjukkan pengaruh luas panen dan perlakuan awal dalam pembuatan tepung ubi jalar ungu terhadap kandungan polifenol, kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh luas tanam yang berbeda dan perlakuan awal pada luas tanam yang berbeda dan perlakuan awal pada pembuatan tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik kimiawi. Ubi jalar ungu diperoleh dari 3 sumber yaitu Boyolali, Karanganyar dan Ngawi kemudian dibuat preparat pembuatan tepung seperti pada penelitian sebelumnya yaitu penggunaan bisulfit, pengukusan dan kombinasi bisulfit dan pengukusan. Tepung ubi ungu Teston termasuk komposisi kimia atau komponen makro. Terdapat pengaruh area panen terhadap kadar air tepung ubi jalar ungu pada berbagai perlakuan awal yang masing-masing memiliki nilai p < 0,05. Tepung ubi jalar ungu dari Karanganyar dan Ngawi menunjukkan adanya pengaruh berbagai perlakuan terhadap kadar abu dengan nilai signifikansi (p=0,005 dan p=0,006). Tepung ubi ungu asal Boyolali tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kandungan lemak pada variasi perlakuan awal. Terdapat pengaruh lokasi panen yang bervariasi terhadap sifat kimia tepung ubi jalar ungu. Secara statistik, lokasi panen berpengaruh terhadap karakteristik kimia tepung ubi jalar ungu, termasuk kadar air, protein, pati dan amilosa.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KARTASURA Nabila, Syahira Yuma; Widiyaningsih, Endang Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48587

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama pada negara Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat pada remaja putri, termasuk di Kabupaten Sukoharjo dan khususnya di SMAN 1 Kartasura. Kondisi ini ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, dan salah satu faktor penyebabnya adalah asupan gizi yang buruk, termasuk kebiasaan tidak sarapan. Sarapan berperan penting dalam memenuhi 15–30% kebutuhan energi harian dan mendukung pembentukan eritrosit yang memengaruhi kadar hemoglobin. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dan status anemia, di mana remaja putri yang tidak sarapan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan yang rutin sarapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status anemia pada remaja putri di SMAN 1 Kartasura. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Pengumpulan data kebiasaan sarapan diperoleh melalui recall asupan dan data status anemia diperoleh dari pengecekan kadar hemoglobin dengan metode Cyanmethemoglobin. Hasil penelitian yang telah dilakukan di SMAN 1 Kartasura menunjukkan bahwa p-value 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status anemia pada remaja putri di SMAN 1 Kartasura.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 KARTASURA Heriaskalma, Irma Jauza; Widiyaningsih, Endang Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48588

Abstract

Remaja merupakan individu yang mengalami masa peralihan antara fase kanak-kanak dan fase dewasa. Pada masa remaja perkembangan dan pertumbuhan terjadi sangat cepat. Namun, remaja juga rentan mengalami masalah kesehatan seperti anemia. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 32%. Faktor penyebab terjadinya anemia meliputi tingkat pengetahuan tentang anemia rendah, kebiasaan konsumsi suplemen zat besi atau biasa dikenal tablet tambah darah (TTD), dan kecukupan konsumsi pangan dan pemenuhan kebutuhan zat gizi. studi pendahuluan menunjukkan bahwa SMAN 1 Kartasura memiliki prevalensi anemia sebesar 28,03% dan menjadi alasan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SMAN 1 Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional . Sampel yang digunakan sebanyak 83 orang dan dipilih dengan teknik proportional random sampling . Instrumen kuesioner pilihan ganda digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan metode cyanmethemoglobin digunakan untuk menentukan status anemia. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji korelasi Rank Spearman’s dikarenakan data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan anemia dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 1 Kartasura dengan p 0,002 (< 0,05). Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai anemia dan pencegahannya dengan kerjasama puskesmas terdekat maupun instansi kesehatan lainnya
The Optimal Nutrition Education for Adolescents At Al Kautsar Junior High School Kartasura Zulaekah, Siti; Nur Widiyaningsih, Endang; Muwakhidah; Mutalazimah
Abdi Psikonomi Vol 6, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v6i2.1923

Abstract

Adolescents tend to have poor eating habits that lead to nutritional deficiencies that make them vulnerable to current and future health problems, such as decreased concentration in learning, decreased productivity, and increased risk of comorbidities when they become adults. Teenagers have poor eating behaviors such as consuming foods that are not in accordance with food guidelines, consuming fast food, high-fat foods, sweet drinks, skipping breakfast, and rarely consuming vegetables and fruit. This behavior can be caused by low knowledge, peer influence, parents, increasing fast food centers, mass media and body image. Providing education is very important in increasing the knowledge of adolescents. The purpose of providing this education is to increase the knowledge and awareness of adolescents about the importance of implementing optimal nutrition as an effort to prevent nutritional problems in adolescents.Nutrition optimal education activities for SMP Special Program (PK) Al Kautsar, Junior High School students went well and smoothly according to the schedule. Participants enthusiastically took part in a series of nutrition education activities through animated videos, as well as actively participated in question and answer discussions. This activity received full support from the school to fill in the mentoring activities that are routinely held at PK Al Kautsar Middle School. Nutrition education with optimal nutrition material for adolescents can increase adolescent knowledge by 10.78 points, with an average value of knowledge before being given education of 59.2 and an average value of knowledge after being given education of 70. It is hoped that by increasing knowledge it will improve adolescent food consumption patterns so that good nutritional status can be achieved.
Peningkatan Ketrampilan Pengelola Kantin melalui Pelatihan Pembuatan Makanan Jajanan Sehat di SD Tiyaran 1 dan 3 Sukoharjo Widiyaningsih, Endang Nur; Muwakhidah, M; Purwani, Eni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak jenis jajanan di sekolah akan tetapipihak sekolah masih memiliki keterbatasan melakukan pengawasanmakanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Keadaan inijuga terjadi di SDN Tiyaran 1 dan 3, dimana sekolah belum memilikikemampuan untuk memproteksi siswanya terhadap jajanan yang tidakaman. Salah satu sarana untuk memenuhi makanan jajanan bagi anaksekolah yaitu kantin sehingga perlu diperhatikan pengetahuan danketrampilan pengelola kantin.Tujuan: Pengelola kantin memilikipemahaman tentang jajanan dan bisa membuat jajanan yang sehatsehingga mampu menyediakan jenis-jenis jajanan yang sehat untukdikonsumsi siswa di sekolah. Metode :Pelaksanaan kegiatan di SDTiyaran 3 Sukoharjo.Edukasi kepada pengelola kantin tentangmakanan jajanan yang sehat dan diberikan contoh-contoh makananjajanan yang sehat. Demonstrasi pembuatan tahu bakso, jamur krispidan es kucir buah dan tutorial perhitungan biaya produksi sertakeuntungan penjualan. Setelah mengikuti demonstrasi dan tutorialpengelola kantin melakukan praktek pembuatan makanan jajanansehat. Hasil : Semua pengelola kantin bisa mempraktekkan pembuatanmakanan jajanan yang sehat.
Penyegaran Materi Gizi Ibu Menyusui bagi Tenaga Kesehatan Masyarakat di Surakarta Zulaikah, Siti; Widiyaningsih, Endang Nur; Kusumawati, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan ibu hamil di Puskesmas masih berfokus pemeriksaan kesehatan umum ibu, keluhan selama kehamilan dan peningkatan berat badan ibu serta perkembangan janin. Masih banyak berorientasi pada pasien tapi melupakan kebutuhan bagi tenaga kesehatan yaitu bidan untuk pengembangan pengetahuan. Oleh karena itu perlu adanya penyegaran bagi tenaga Kesehatan khususnya Bidan tentang bagaimana gizi bagi ibu menyusui. Selama ini belum pernah diadakan pelatihan bagi ibu-ibu bidan tentang gizi bagi ibu menyusui, padahal para bidan ini sangat membutuhkan informasi tersebut karena bidan yang sering terjun langsung bertemu dengan ibu-ibu nifas dibanding dengan tenaga gizi. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, maka solusi yang kami tawarkan adalah pertama menyusun media yang berisi materi gizi ibu hamil sebagai bahan untuk memberikan penyuluhan bidan kepada ibu hamil trimester akhir. Solusi yang kedua meningkatkan pemahaman keterampilan bidan dalam melakukan pendampingan pada ibu nifas tentang pengaturan makan atau gizi selama menyusui. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar sesuai dengan jadual. Peserta sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pelatihan ini, diskusi dan tanya jawab juga berjalan dengan baik. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari kepada Puskesmas tempat para bidan dan tenaga kesehatan lainnya bekerja. Pelatihan penyegaran materi tentang nutrisi ibu hamil efektif meningkatkan pengetahuan bidan Semua peserta meningkat nilai pengetahuannya setelah diberikan pelatihan, dengan peningkatan nilai pengetahuan rata rata sebesar 40,73 point. Pengetahuan bidan tentang fisiologi menyusui dan nutrisi untuk ibu menyususi sebelum pelatihan rata-rata adalah 40,33. Sedangkan pengetahuan bidan tentang fisiologi menyusui dan nutrisi untuk ibu menyusui sesudah pelatihan rata-rata adalah 81,07.
STUDI HUBUNGAN KADAR PROTEIN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI DI SMA N 2 SUKOHARJO Widiyaningsih, Endang Nur; Ibriza, Rosyaqotul; Ariyani, Devi Windy
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola makan remaja yang selalu melewatkan waktu makan pagi dan makan siang memicu terjadinya masalah gizi pada usia remaja. Siswi SMA merupakan kelompok umur remaja yang rawan menderita anemia. Pola makan yang membiasakan suka jajan dan tidak mengonsumsi nasi menjadi salah satu penyebab rendahnya asupan protein yang berdampak kadar protein dalam darah yang bisa menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin. Penlitian ini bertujuan mengetahui asupan protein dengan kadar hemoglobin pada siswi di SMA N 2 Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan pendekatan cross-sectional dan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 82 orang, yang dipilih dengan menggunakan metode accidental sampling. Data kadar protein diperoleh dengan menggunakan metode pemeriksaan kadar protein palsma darah dengan metode biuret, sedangkan data kadar hemoglobin dengan menggunakan metode pemeriksaan Hb Cyanmet. Analisis data dilakukan secara univariat yaitu dengan membandingkan kadar protein dengan kadar hemoglobin dalam bentuk tabel yang dikategorikan kurang atau normal untuk kadar protein dan anemia atau normal untuk kadar hemoglobin. Baik kadar protein plasma maupun kadar hemoglobin subject penelitian lebih banyak yang normal daripada yang kurang. Subject yang mengalami anemia dan kadar protein plasma kurang sebesar 43,9 %. Sejumlah 56,1 % subject penelitian memiliki kadar protein plsma normal dan tidak anemia. Subject penelitian yang anemia semuanya kadar proteinya kurang.Siswi yang memiliki kadar protein rendah maka kadar hemoglobinnya juga rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan gizi kepada siswi di SMA N 2 Sukoharjo untuk memperbaiki pola konsumsi protein.
PENGARUH LOKASI PANEN TERHADAP KARAKTERISTIK GIZI TEPUNG UBI JALAR UNGU SEBAGAI BAHAN PANGAN FUNGSIONAL Zulaekah, Siti; Widiyaningsih, Endang Nur; Rauf, Rusdin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik gizi tepung ubi jalar ungu berpengaruh terhadap pertimbangan dalam pengembangan produk pangan berbahan dasar ubi jalar ungu. Karakteristik gizi tepung ini sangat berpengaruh terhadap mutu produk pangan olahannya Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lokasi panen yang berbeda terhadap karakteristik gizi tepung ubi jalan ungu. Sumber ubi jalar ungu diperoleh dari 3 lokasi, yaitu : Boyolali, Karanganyar dan Ngawi, kemudian dilakukan pembuatan tepung. Tepung ubi jalar ungu yang diperoleh dilakukan pengujian karakteristik gizi yang meliputi lemak, protein, pati, dan amilosa.Data dianalisis menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lokasi panen terhadap kadar protein, kadar pati dan amilosa tepung ubi jalar ungu (p < 0,05) tetapi tidak ada pengaruh lokasi panen terhadap kadar lemak. Hasil pengujian karakteristik tepung ubi jalar ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam formulasi diversifikasi produk pangan berbahan dasar ubi jalar ungu.
Hubungan Pengetahuan Anemia Dengan Asupan Makanan Sumber Fe Pada Mahasiswi Fakultas Ilmu Kesehatan UMS Mardhani, Sheila Dwi; Widiyaningsih, Endang Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Female student is part of the young women who have a risk of anemia. Anemia that usually occurs in adolescent girls is the result of a lack of Fe intake in the body. The intake of Fe into the body is influenced by various things, one of which is knowledge about anemia which can impact the consumption of food sources of Fe. Objective: This study aims to determine the correlation between knowledge of anemia and intake of food sources of Fe in UMS health science students. Method: The design of this study was observational with a cross-sectional approach. The population of this research is the 3rd semester students of the health sciences faculty of UMS. The number of samples is 87 respondents. The sampling technique used is accidental sampling. The instruments in this study were the anemia knowledge questionnaire and the SQ-FFQ Form. Statistic test used is Rank Spearman. Result: The results showed that as many as 53 respondents (61%) had a good level of knowledge and most of the respondents had a low-level intake of Fe sources, as much 77 respondents (88.5%). The results of the Spearman Rank test showed the ? value of 0.814 (> 0.05) had no correlation between knowledge and intake of food sources of Fe in UMS health science students. Consclusion: A good level of knowledge is not sure to be able to change a person's eating habits, because a level of knowledge is not a main influenced factor of a person's eating habits but also environmental, socio-economic, cultural, occupational, and age factors.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Sofyan Affifah Mulya Aida Nur Faizah Anggun Oktavia Widiastuti Aprilia Qoulan Syakila Ariyani, Devi Windy Aulia Putri Wahyuningtyas Auna Najwa Salsabilla Azhari, Salma Widya Clarissa Amalia Nanda Della Meliana Devi Windy Ariyani Dhian Sukma Aprilliani Diva Anggraeni Yulia Maharani Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Pratiwi Anggraeni Eni Purwani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah Azzahroini Rajati Fazaumi Nuriya Sayekti Firmansyah Firmansyah Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Frida Nur Fitriani Hasanah Hanan Aliya Putri Hanifatun Mufidah Hapsari, Zulaiha Anggi Hasna Azzahra Heriaskalma, Irma Jauza Hirda, Dinda Aulia Hisyam Arhabillah Ibriza, Rosyaqotul Ihza Risqi Praditya Ilma Fauzia Muhaimin Isnaini Herawati Jesian Viviandita Khaqiqi, Zahrotun Kinanti Putri Anyelir Kinzki, Hyraianda Essyana Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Marantika Tri Utami Mardhani, Sheila Dwi Meisya Putri Marsyanda Mellyana Purnama Sari Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, M Muwakhidah, Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nabila, Syahira Yuma Nasva Fadila Eltari Putri Nita Hasri Wulandari Nur Lathifah Mardiyati Okti Sri Purwanti Pradita, Laila Suci Pramudya Kurnia Prima Afifah Puspitasari, Dyah Intan Rima Munawaroh Rosyaqotul Ibriza Rusdin Rauf Setyaningrum Rahmawaty Setyaningrum, Risma Ayu Sheena Ramadhia Dhani Sheila Dwi Mardhani Silvia Firsa Permata Siti Zulaekah Siti Zulaikah Siti Zulaikah Sudrajah Warajati Kisnawaty Sulis Widiawati Suprapto Syafaah, Hannisa Syafiqa Rifda Seftyarini Syakila, Aprilia Qoulan Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Fajra Niza Triswaty, Tiar Ulfa Munawaroh Diniyah Widiastuti, Anggun Oktavia Wisnu Sri Hertinjung Wulandari, Nita Hasri Yuli Kusumawati