Claim Missing Document
Check
Articles

Kejadian Anemia pada Masa Kehamilan sebagai Faktor Risiko Balita Stunting di Kota Surakarta Hasna Azzahra; Listyani Hidayati; Endang Nur Widiyaningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15444

Abstract

Anemia can be caused by maternal iron deficiency during pregnancy. Pregnant women who experience anemia are more likely to give birth to babies with low birth weight, who are more likely to experience stunting when they grow up. This study aimed to analyze the significance of anemia during pregnancy as a risk factor for stunting in toddlers. This study used a case-control design. The subjects of this study were 44 toddlers, both in the case group and the control group, who were taken using the multistage random sampling technique. In the groups, matching was carried out based on gender and age categories. Data on stunting incidence were obtained based on anthropometric data for height index according to age from each health center. History of anemia in pregnant women was obtained from the Maternal and Child Health book. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that children from mothers with a history of anemia experienced more stunting (52.3%) than mothers who did not experience anemia. During pregnancy, the average maternal hemoglobin level in the stunting group was 11.1 g/dL, while in the non-stunting group it was 11.9 g/dL. The p value was 0.001, so it was interpreted that there is a relationship between the incidence of anemia during pregnancy and the incidence of stunting. Pregnant women who experience anemia 4.9 times increase the risk of children experiencing stunting. Furthermore, it was concluded that anemia during pregnancy is a risk factor for stunting in toddlers.Keywords: anemia in pregnancy; toddlers; stunting ABSTRAK Anemia dapat diakibatkan oleh defisiensi zat besi ibu selama kehamilan. Ibu hamil yang mengalami anemia berpeluang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang lebih mungkin mengalami stunting ketika tumbuh dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi anemia pada masa kehamilan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Subjek penelitian ini adalah 44 balita, baik pada kelompok kasus maupun kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Pada kelompok kelompok dilakukan matching berdasarkan kategori jenis kelamin dan usia. Data kejadian stunting didapatkan berdasarkan data antropometri indeks tinggi badan menurut umur dari masing-masing puskesmas. Riwayat anemia pada ibu hamil didapatkan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dari ibu dengan riwayat anemia lebih banyak mengalami stunting (52,3%) daripada ibu yang tidak mengalami anemia. Selama kehamilan, rerata kadar hemoglobin ibu pada kelompok stunting adalah 11,1 g/dL, sedangkan pada kelompok non stunting adalah 11,9 g/dL. Nilai p adalah 0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan antara kejadian anemia pada masa kehamilan dan kejadian stunting. Ibu hamil yang mengalami anemia 4,9 kali meningkatkan risiko anak untuk mengalami stunting. Selanjutnya disimpulkan bahwa anemia pada masa kehamilan merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Kata kunci: anemia kehamilan; balita; stunting
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN ASUPAN MAGNESIUM DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMA DAN SMK BATIK SURAKARTA Hapsari, Zulaiha Anggi; Widiyaningsih, Endang Nur
Jurnal Gizi dan Pangan Soedirman Vol 7 No 1 (2023): JURNAL GIZI DAN PANGAN SOEDIRMAN
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi, Jurusan Kesmas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.405 KB) | DOI: 10.20884/1.jgipas.2023.7.1.8169

Abstract

This study aimed to determine the correlation between stress levels and magnesium intake with the incidence of primary dysmenorrhea in adolescent girls at Surakarta Batik High School and Vocational High School. The type of research used was observational with a cross-sectional approach. Sampling using simple random sampling technique with 192 research subjects. Data collection on stress levels was obtained through the Perceived Stress Scale questionnaire for the last 1 month. Magnesium intake data was obtained by filling out the SQ-FFQ form for the last 3 months. Data on the incidence of primary dysmenorrhea was obtained through the WaLIDD questionnaire for the past 1 month. The results showed that 91.7% of respondents experienced primary dysmenorrhea, 63.5% experienced moderate stress and 59.4% had good magnesium intake. Based on the chi-square test analysis, there is a correlation between stress levels and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value 0.024), but there is no correlation between magnesium intake and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value 0.184).
Sifat Kimia Ubi Jalar Ungu berdasarkan Lokasi Panen sebagai Bahan Pangan Fungsional Zulaekah, Siti; Widiyaningsih, Endang Nur; Kurnia, Pramudya
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terdahulu yang telah dilakukan menunjukkan pengaruh luas panen dan perlakuan awal dalam pembuatan tepung ubi jalar ungu terhadap kandungan polifenol, kandungan antosianin dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh luas tanam yang berbeda dan perlakuan awal pada luas tanam yang berbeda dan perlakuan awal pada pembuatan tepung ubi jalar ungu terhadap karakteristik kimiawi. Ubi jalar ungu diperoleh dari 3 sumber yaitu Boyolali, Karanganyar dan Ngawi kemudian dibuat preparat pembuatan tepung seperti pada penelitian sebelumnya yaitu penggunaan bisulfit, pengukusan dan kombinasi bisulfit dan pengukusan. Tepung ubi ungu Teston termasuk komposisi kimia atau komponen makro. Terdapat pengaruh area panen terhadap kadar air tepung ubi jalar ungu pada berbagai perlakuan awal yang masing-masing memiliki nilai p < 0,05. Tepung ubi jalar ungu dari Karanganyar dan Ngawi menunjukkan adanya pengaruh berbagai perlakuan terhadap kadar abu dengan nilai signifikansi (p=0,005 dan p=0,006). Tepung ubi ungu asal Boyolali tidak memberikan pengaruh apapun terhadap kandungan lemak pada variasi perlakuan awal. Terdapat pengaruh lokasi panen yang bervariasi terhadap sifat kimia tepung ubi jalar ungu. Secara statistik, lokasi panen berpengaruh terhadap karakteristik kimia tepung ubi jalar ungu, termasuk kadar air, protein, pati dan amilosa.
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DENGAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMAN 1 KARTASURA Nabila, Syahira Yuma; Widiyaningsih, Endang Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48587

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama pada negara Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat pada remaja putri, termasuk di Kabupaten Sukoharjo dan khususnya di SMAN 1 Kartasura. Kondisi ini ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin yang berperan penting dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, dan salah satu faktor penyebabnya adalah asupan gizi yang buruk, termasuk kebiasaan tidak sarapan. Sarapan berperan penting dalam memenuhi 15–30% kebutuhan energi harian dan mendukung pembentukan eritrosit yang memengaruhi kadar hemoglobin. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dan status anemia, di mana remaja putri yang tidak sarapan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan dengan yang rutin sarapan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status anemia pada remaja putri di SMAN 1 Kartasura. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 83 responden. Pengumpulan data kebiasaan sarapan diperoleh melalui recall asupan dan data status anemia diperoleh dari pengecekan kadar hemoglobin dengan metode Cyanmethemoglobin. Hasil penelitian yang telah dilakukan di SMAN 1 Kartasura menunjukkan bahwa p-value 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dengan status anemia pada remaja putri di SMAN 1 Kartasura.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 KARTASURA Heriaskalma, Irma Jauza; Widiyaningsih, Endang Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48588

Abstract

Remaja merupakan individu yang mengalami masa peralihan antara fase kanak-kanak dan fase dewasa. Pada masa remaja perkembangan dan pertumbuhan terjadi sangat cepat. Namun, remaja juga rentan mengalami masalah kesehatan seperti anemia. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2018 prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar 32%. Faktor penyebab terjadinya anemia meliputi tingkat pengetahuan tentang anemia rendah, kebiasaan konsumsi suplemen zat besi atau biasa dikenal tablet tambah darah (TTD), dan kecukupan konsumsi pangan dan pemenuhan kebutuhan zat gizi. studi pendahuluan menunjukkan bahwa SMAN 1 Kartasura memiliki prevalensi anemia sebesar 28,03% dan menjadi alasan peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di SMAN 1 Kartasura. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional . Sampel yang digunakan sebanyak 83 orang dan dipilih dengan teknik proportional random sampling . Instrumen kuesioner pilihan ganda digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan anemia dan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan metode cyanmethemoglobin digunakan untuk menentukan status anemia. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan adalah uji korelasi Rank Spearman’s dikarenakan data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan anemia dengan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 1 Kartasura dengan p 0,002 (< 0,05). Pihak sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi mengenai anemia dan pencegahannya dengan kerjasama puskesmas terdekat maupun instansi kesehatan lainnya
Efforts to Reduce Maternal, Infant, and Under-Five Mortality in Semarang Regency Widiyaningsih, Endang Nur; Zulaekah, Siti; Aprilliani, Dhian Sukma; Seftyarini, Syafiqa Rifda
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 20th University Research Colloquium 2025: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2019, the poverty rate in Semarang Regency declined to 7.04%, down from 7.29% in 2018. Nevertheless, the number of maternal, infant, and under-five deaths in the region increased in 2020 compared to the previous year. Despite numerous interventions that have been implemented, mortality rates among mothers, infants, and young children remain considerably high. This condition is primarily attributed to the inadequate number of healthcare professionals in proportion to the population that must be served across an extensive geographical area. In light of this analysis, the present community engagement initiative seeks to contribute constructively through the development of nutrition education media aimed at promoting nutritional awareness and preventing early maternal, infant, and child mortality. The educational media will be designed to be engaging and culturally appropriate, aligning with the characteristics of the local population in Semarang Regency. Furthermore, this initiative also aims to develop a variety of supplementary feeding (PMT) menus to serve as a reference for improving the nutritional intake of pregnant women and those experiencing Chronic Energy Deficiency (CED).
The Optimal Nutrition Education for Adolescents At Al Kautsar Junior High School Kartasura Zulaekah, Siti; Nur Widiyaningsih, Endang; Muwakhidah; Mutalazimah
Abdi Psikonomi Vol 6, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.v6i2.1923

Abstract

Adolescents tend to have poor eating habits that lead to nutritional deficiencies that make them vulnerable to current and future health problems, such as decreased concentration in learning, decreased productivity, and increased risk of comorbidities when they become adults. Teenagers have poor eating behaviors such as consuming foods that are not in accordance with food guidelines, consuming fast food, high-fat foods, sweet drinks, skipping breakfast, and rarely consuming vegetables and fruit. This behavior can be caused by low knowledge, peer influence, parents, increasing fast food centers, mass media and body image. Providing education is very important in increasing the knowledge of adolescents. The purpose of providing this education is to increase the knowledge and awareness of adolescents about the importance of implementing optimal nutrition as an effort to prevent nutritional problems in adolescents.Nutrition optimal education activities for SMP Special Program (PK) Al Kautsar, Junior High School students went well and smoothly according to the schedule. Participants enthusiastically took part in a series of nutrition education activities through animated videos, as well as actively participated in question and answer discussions. This activity received full support from the school to fill in the mentoring activities that are routinely held at PK Al Kautsar Middle School. Nutrition education with optimal nutrition material for adolescents can increase adolescent knowledge by 10.78 points, with an average value of knowledge before being given education of 59.2 and an average value of knowledge after being given education of 70. It is hoped that by increasing knowledge it will improve adolescent food consumption patterns so that good nutritional status can be achieved.
Screening Depresi, Stres, dan Kecemasan pada Peserta Pelatihan Kader ‘Aisyiyah PCA Kartasura Okti Sri Purwanti; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum; Hertinjung, Wisnu Sri; Isnaini Herawati; Endang Nur Widiyaningsih; Ulfa Munawaroh Diniyah; Fathya Rahma Kamilatunnuha; Prima Afifah; Ihza Risqi Praditya; Fazaumi Nuriya Sayekti
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2638

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam menjalankan peran sebagai kader kesehatan masyarakat. Kegiatan screening ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi, stres, dan kecemasan pada kader ‘Aisyiyah PCA Kartasura melalui instrumen DASS-21. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juni 2025 dengan 47 kader sebagai responden. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, penyampaian materi, dan pengisian skala DASS-21. Hasil menunjukkan sebagian besar kader, baik dewasa maupun lansia, berada pada kategori normal dalam ketiga aspek yang diukur. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh dukungan sosial, religiusitas, penerimaan diri, dan strategi coping yang adaptif. Hasil ini diharapkan menjadi dasar dalam pelaksanaan program promotif dan preventif kesehatan mental pada masyarakat di wilayah Kartasura. Diperlukan pelatihan rutin lanjutan guna meningkatkan keterampilan kader dalam menangani isu kesehatan mental di masyarakat
Peningkatan Ketrampilan Pengelola Kantin melalui Pelatihan Pembuatan Makanan Jajanan Sehat di SD Tiyaran 1 dan 3 Sukoharjo Widiyaningsih, Endang Nur; Muwakhidah, M; Purwani, Eni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak jenis jajanan di sekolah akan tetapipihak sekolah masih memiliki keterbatasan melakukan pengawasanmakanan jajanan yang beredar di lingkungan sekolah. Keadaan inijuga terjadi di SDN Tiyaran 1 dan 3, dimana sekolah belum memilikikemampuan untuk memproteksi siswanya terhadap jajanan yang tidakaman. Salah satu sarana untuk memenuhi makanan jajanan bagi anaksekolah yaitu kantin sehingga perlu diperhatikan pengetahuan danketrampilan pengelola kantin.Tujuan: Pengelola kantin memilikipemahaman tentang jajanan dan bisa membuat jajanan yang sehatsehingga mampu menyediakan jenis-jenis jajanan yang sehat untukdikonsumsi siswa di sekolah. Metode :Pelaksanaan kegiatan di SDTiyaran 3 Sukoharjo.Edukasi kepada pengelola kantin tentangmakanan jajanan yang sehat dan diberikan contoh-contoh makananjajanan yang sehat. Demonstrasi pembuatan tahu bakso, jamur krispidan es kucir buah dan tutorial perhitungan biaya produksi sertakeuntungan penjualan. Setelah mengikuti demonstrasi dan tutorialpengelola kantin melakukan praktek pembuatan makanan jajanansehat. Hasil : Semua pengelola kantin bisa mempraktekkan pembuatanmakanan jajanan yang sehat.
Penyegaran Materi Gizi Ibu Menyusui bagi Tenaga Kesehatan Masyarakat di Surakarta Zulaikah, Siti; Widiyaningsih, Endang Nur; Kusumawati, Yuli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan ibu hamil di Puskesmas masih berfokus pemeriksaan kesehatan umum ibu, keluhan selama kehamilan dan peningkatan berat badan ibu serta perkembangan janin. Masih banyak berorientasi pada pasien tapi melupakan kebutuhan bagi tenaga kesehatan yaitu bidan untuk pengembangan pengetahuan. Oleh karena itu perlu adanya penyegaran bagi tenaga Kesehatan khususnya Bidan tentang bagaimana gizi bagi ibu menyusui. Selama ini belum pernah diadakan pelatihan bagi ibu-ibu bidan tentang gizi bagi ibu menyusui, padahal para bidan ini sangat membutuhkan informasi tersebut karena bidan yang sering terjun langsung bertemu dengan ibu-ibu nifas dibanding dengan tenaga gizi. Berdasarkan permasalahan yang dihadapi mitra, maka solusi yang kami tawarkan adalah pertama menyusun media yang berisi materi gizi ibu hamil sebagai bahan untuk memberikan penyuluhan bidan kepada ibu hamil trimester akhir. Solusi yang kedua meningkatkan pemahaman keterampilan bidan dalam melakukan pendampingan pada ibu nifas tentang pengaturan makan atau gizi selama menyusui. Kegiatan pelatihan berjalan dengan lancar sesuai dengan jadual. Peserta sangat antusias dan bersemangat dalam mengikuti pelatihan ini, diskusi dan tanya jawab juga berjalan dengan baik. Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari kepada Puskesmas tempat para bidan dan tenaga kesehatan lainnya bekerja. Pelatihan penyegaran materi tentang nutrisi ibu hamil efektif meningkatkan pengetahuan bidan Semua peserta meningkat nilai pengetahuannya setelah diberikan pelatihan, dengan peningkatan nilai pengetahuan rata rata sebesar 40,73 point. Pengetahuan bidan tentang fisiologi menyusui dan nutrisi untuk ibu menyususi sebelum pelatihan rata-rata adalah 40,33. Sedangkan pengetahuan bidan tentang fisiologi menyusui dan nutrisi untuk ibu menyusui sesudah pelatihan rata-rata adalah 81,07.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Sofyan Affifah Mulya Aida Nur Faizah Anggun Oktavia Widiastuti Aprilia Qoulan Syakila Aprilliani, Dhian Sukma Ariyani, Devi Windy Azhari, Salma Widya Clarissa Amalia Nanda Della Meliana Devi Windy Ariyani Diva Anggraeni Yulia Maharani Dwi Sarbini Dyah Intan Puspitasari Dyah Pratiwi Anggraeni Eni Purwani Fathya Rahma Kamilatunnuha Fatimah Azzahroini Rajati Fazaumi Nuriya Sayekti Firmansyah Firmansyah Firmansyah Firmansyah Hanan Aliya Putri Hapsari, Zulaiha Anggi Hasna Azzahra Heriaskalma, Irma Jauza Hirda, Dinda Aulia Hisyam Arhabillah Ibriza, Rosyaqotul Ihza Risqi Praditya Ilma Fauzia Muhaimin Isnaini Herawati Kamilatunnuha, Fathya Rahma Khaqiqi, Zahrotun Kinanti Putri Anyelir Kinzki, Hyraianda Essyana Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Marantika Tri Utami Mardhani, Sheila Dwi Meisya Putri Marsyanda Mellyana Purnama Sari Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Muwakhidah, M Muwakhidah, Muwakhidah Nabila, Aprodhit Justicia Nabila, Syahira Yuma Nasva Fadila Eltari Putri Nita Hasri Wulandari Nur Lathifah Mardiyati Okti Sri Purwanti Pradita, Laila Suci Pramudya Kurnia Prima Afifah Puspitasari, Dyah Intan Rima Munawaroh Rosyaqotul Ibriza Rusdin Rauf Seftyarini, Syafiqa Rifda Setyaningrum Rahmawaty Setyaningrum, Risma Ayu Sheena Ramadhia Dhani Sheila Dwi Mardhani Silvia Firsa Permata Siti Zulaekah Siti Zulaikah Siti Zulaikah Sudrajah Warajati Kisnawaty Suprapto Syafaah, Hannisa Syakila, Aprilia Qoulan Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum Tri Fajra Niza Triswaty, Tiar Ulfa Munawaroh Diniyah Viviandita, Jesian Wahyuningtyas, Aulia Putri Widiastuti, Anggun Oktavia Wisnu Sri Hertinjung Wulandari, Nita Hasri Yuli Kusumawati