Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh pemberian sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan mas raja danu (Cyprinus carpio) Desi Amelia; Irfannur Irfannur; Baihaqi Baihaqi; Ajmir Akmal
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 1: Mei 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i1.343

Abstract

Penelitian dilakukan di laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Almuslim pada bulan Juli-Agustus 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan sari buah belimbing wuluh pada pakan pelet terhadap peningkatan pertumbuhan benih ikan Mas (Cyprinus carpio). Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan, dosis sari buah belimbing wuluh yaitu 0ml/kg pakan (kontrol), 50ml/kg pakan, 70ml/kg pakan dan 90ml/kg pakan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kelangsungan hidup, pertambahan panjang dan berat, dan efisiensi pakan. Data kualitas yang diamati dianalisis dengan uji F (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan vitamin C berpengaruh nyata (P < 0,01) terhadap pertambahan panjang, pertambahan berat dan efisiensi pakan benih ikan betok. Pada perlakuan pakan dengan sari buah belimbing wuluh 90ml /kg pakan terdapat nilai tingkat kelangsungan hidup tertinggi sebesar 90%, pertambahan panjang tertinggi sebesar 5,96 cm, pertambahan berat tertinggi sebesar 4,86 gram, dengan nilai efisiensi pakan tertinggi sebesar 15,9%.
Efektifitas penambahan Vitamin E pada pakan dalam meningkatkan pertumbuhan benih udang windu (Penaeus monodon) Mukhlis Mukhlis; Rindhira Humairani; Yusrizal Akmal; Irfannur Irfannur
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 2 No 2: November 2020
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v2i2.400

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin E diantara perlakuan terhadap tingkat pertumbuhan benih udang windu (Penaeus monodon). Pakan merupakan salah satu faktor biologis yang penting bagi udang, oleh sebab itu penambahan vitamin E dalam pakan diketahui dapat berperan sebagai anti oksidan, yang mampu menjaga ketersediaan HUFA. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu. Berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat efesiensi pemberian pakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih udang windu dengan nilai Rata-rata yang tertinggi terdapat pada perlakuan D (13,853 gram), sedangkan yang terendah pada perlakuan A (9,758 gram). Untuk laju pertumbuhan panjang harian yang tertinggi terdapat pada C (0,682 gram), sedangkan yang terendah pada perlakuan A (0,567 gram). Pertumbuhan bobot tertinggi terdapat pada perlakuan C (3,722 gram) dan terendah pada perlakuan A (0,567 gram). Uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat kecepatan molting benih udang windu dengan penambahan vitamin E dalam pakan buatan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih udang windu yang tertinggi juga terdapat pada perlakuan D yaitu tanpa penambahan vitamin E, yang memilki kecepatan molting yaitu (43,3%). Kelangsungan hidup tertingi terdapat pada perlakuan C (100%) dan terendah pada perlakuan D (92,67%).
Analisis parameter fisika kimia kualitas perairan di Sungai Krueng Mane Aceh Utara Irfannur Irfannur; Khairan Khairan
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 3 No 1: Mei 2021
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v3i1.450

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai dengan tingkatan pencemaran limbah di sungai Kreung Manee Aceh Utara. Stasiun penelitian berjumlah 3 stasiun. Parameter yang di uji adalah pengukuran suhu, kekeruhan dan kecerahan menggunakan metode in situ, untuk mengukur kadar pH, oksigen terlarut, COD dan amoniak mengacu pada baku mutu air dari SNI.06-6989.14 (2009) serta indek pencemaran. Hasil penelitian yang dilakukan di perairan sungai Krueng Mane Aceh Utara memiliki nilai rata-rata pengukuran suhu antara 29oC – 30oC, oksigen terlarut antara 5,7mg/l - 6,5 mg/l, kecerahan antara 63 cm - 80 cm, nitrat antara 0,024 mg/l – 0.027 mg/l, phospat antara 0,06mg/l – 0,11mg/l, pH antara 8,23 – 8,68, Chemycal Oxygen Demand (COD) antara 48,528 mg/l - 87,437 mg/l, dapat disimpulkan bahwa parameter kualitas perairan di perairan sungai Krueng Mane Aceh Utara masih termasuk pada kategori pencemaran sedang. Kondisi kualitas perairan sungai Krueng Mane Aceh Utara masih bisa untuk kehidupan makhluk hidup.
Histopatologi limpa pada ikan nila (Oreochromis niloticus) yang di papar limbah cair kelapa sawit Nazariah Hayatun; Yusrizal Akmal; Irfannur Irfannur; Muliari Muliari
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 4 No 2: November 2022
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v4i2.1412

Abstract

Limbah cair kelapa sawit merupakan limbah hasil pengolahan kelapa sawit dan potensinya sebagai pencemar lingkungan meningkat dengan semakin banyaknya industri pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak limbah cair kelapa sawit konsentrasi subletal terhadap hispotologi limpa ikan nila. Uji ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, terdiri dari: kontrol (0 mg. L-1), A (1,565 mg. L-1), B (2,347 mg. L-1), dan C (3,130 mg. L-1). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Pembuatan preparat histologi limpa menggunakan metode histoteknik dengan pewarnaan. Hasil ini menunjukkan bahwagambaran hispatologis limpa mengalami perubahan berupa peningkatan jumlah melanomakrofag centres (MMC), nekrosis, vakuolisasi pada perlakuan C setelah  pemaparan ditemukan proliteferasi jaringan ikat. Disimpulkan bahwa paparan limbah cair kelapa sawit pada ikan nila menyebabkan perubahan gambaran hispatologi limpa yang ditandai dengan meningkatnya jumlah MMC, nekrosis, dan vakuolisasi.
Degradation rate of palm oil mill effluent in bucket fish cultivation Yusrizal Akmal; Arief Hidayat Zulkifli; Mona Fattya Anisha; Sithra Almunadiya; Irfannur Irfannur; Muliari Muliari
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 5 No 1: Mei 2023
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v5i1.1941

Abstract

This study aims to assess the level of degradation of palm oil mill effluent (POME) contamination as a medium for growing kale and catfish in a bucket fish cultivation system. This study used a completely randomized design consisting of four treatments and three replications. The treatments in this study were variations in the concentration of POME added to the culture media consisting of Control (0 mg.L-1), A (1,565 mg.L-1), B (2,347 mg.L-1), and C (3,130 mg.L-1). The test fish used were 5-7 cm catfish, 20 fish per bucket obtained from a local BBI, while the kale used was obtained from commercially sold seeds. Budikdamber maintenance time was conducted for 30 days and then analyzed by ANOVA. The parameters examined included the degradation rate of COD, TSS, phosphate, nitrate, and ammonia, pH, DO, and temperature of the cultivation media. The results showed that there was a decrease in COD, phosphate, nitrate and ammonia levels with increasing LCKS concentration, while TSS degradation showed a decrease with increasing POME concentration. The 3,130 mg.L-1 treatment, although showing a significant decrease in DO levels and an increase in pH, was still within the range allowed in fish cultivation. This indicates that the budikdamber system is less effective in decomposing the POME content and maintaining aquaculture water quality parameters.
Analysis of production whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) in Bireuen Regency, Aceh Province T.M Nur; Irfannur Irfannur
Arwana: Jurnal Ilmiah Program Studi Perairan Vol 6 No 2: November 2024
Publisher : Program Studi Akuakultur, Fakultas Pertanian, Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jipsbp.v6i2.3043

Abstract

Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the most important commodities grown in Aceh Province, with one location in Bireuen Regency. This commodity is a local, domestic, and exportable food product. There is little information on the supply chain for whiteleg shrimp fisheries production in Bireuen Regency. The goal of this study is to investigate the supply chain and production value of whiteleg shrimp in Bireuen Regency. One of the right approach concepts to overcome the problem of meeting consumer demand is to determine the level of the fisheries base sector in a region. The study was done from February to April 2024. This study employed descriptive analysis as its method. The analysis method employed is location quotient (LQ) analysis. According to the study's findings, the average LQ values for whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) production in Bireuen Regency vary by sub-district between 2019 and 2023. The sub-districts of Sp Mamplam, Pandrah, Jeunieb, Plimbang, Jeumpa, and Peusangan are home to the LQ value category with the basic LQ value. The sub-districts of Samalanga, Peudada, Kuala, Jangka, Kuta Blang, and Gandapura are home to the LQ value category in the non-base category. The Jangka sub-district has the highest production value of whiteleg shrimp, namely from 2019 to 2023. In 2023, the highest production value of whiteleg shrimp is 4,452.80 tons.