Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Penggunaan Balok Rafter Honeycomb Untuk Struktur Gudang Tahan Gempa Dengan Metode LRFD Guci, Jeply Murdiaman; Putri Yastari, Febi
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 2 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.2.4.243-253.2024

Abstract

Earthquake-resistant structural planning is an important aspect in building construction in earthquake-prone areas. This study aims to analyze honeycomb rafter beams using the Load and Resistance Factor Design (LRFD) method on earthquake-resistant warehouse building structures. Honeycomb beams were chosen because of their ability to reduce the weight of the structure without sacrificing strength and stiffness. This study includes loading analysis, structural element design, and evaluation of structural performance against earthquake loads according to SNI 1726:2019 standards. The results of the study indicate that the HC 900x200x11x17 profile is adequate as a rafter or truss and the warehouse structure using honeycomb rafter beams is declared strong enough and safe in facing potential earthquake loads.
Implementation of Factor Method for Determining Service Life of Exterior Paint for Building (Case Study: Bencoolen Mall, in Bengkulu) Maharani, Dwi Jenita; Burnama, Nabila Siti; Guci, Jeply Murdiaman
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v6i1.10414

Abstract

Building maintenance and care are essential responsibilities that must be managed effectively to ensure optimal building performance and appearance. One of the key aspects of building maintenance is painting. Painting not only enhances the visual appeal of a building but also contributes to its overall preservation. However, paint has a limited lifespan and resistance to fading or deterioration. The decline in paint quality often occurs before reaching its expected durability due to various environmental and social factors such as humidity, rainfall, wind, dust, sunlight, and human activity. Therefore, understanding the service life of exterior paint is crucial to ensure timely maintenance and upkeep of the building. A study was conducted on the existing exterior paint of the Bencoolen Mall building, located at Jl. Pariwisata No. 01, Bengkulu City. The purpose of this study was to determine the service life of the building’s exterior paint. The method used in this research was the factor method, which involves calculating the Estimated Service Life (ESL) based on known environmental factors and Reference Service Life (RSL) values. The results of the study indicated that the estimated service life of the building's exterior paint, using the factor method, is approximately 8.56 years. Based on these findings, it is recommended that periodic inspections and maintenance be conducted approximately every 8 years to ensure the exterior paint remains in good condition.
Studi Komparatif Efisiensi Biaya Sistem Rafter Baja Untuk Gudang Di Padang Sumatera Barat Maulani, Febiana; Guci, Jeply Murdiaman; Maharani, Dwi Jenita
Jurnal Bangunan, Konstruksi & Desain Vol 3 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbkd.3.2.64-69.2025

Abstract

Cost efficiency is one of the considerations in material selection in construction. This study compares and analyzes the cost efficiency of three steel rafter systems, namely Wide Flange (WF), Castellated Beam, and Truss for warehouse construction in Padang City. The rafter structure design uses the design in previous studies. Based on the calculation of material volume and analysis of HSP Field of PU-AN and SHSTBGN in 2025, the rafter with the Truss system shows significant cost advantages with savings reaching 15.17% compared to WF and 10% compared to Castellated Beam. Calculations show that the weight of the Truss material is only 73.24 kg/m with a cost of Rp 994,254,600, more economical than WF (90.27 kg/m, Rp 1,172,112,500) and Castellated Beam (79.34 kg/m, Rp 1,053,917,100). The cost efficiency of Truss is not only in material savings, but also in reducing structural loads. Despite higher fabrication costs, resulting in the highest unit price for trusses, a total cost analysis shows that trusses remain the most economical option for warehouse projects in Padang. These findings provide practical guidance for contractors in selecting the optimal rafter system to reduce construction costs without sacrificing structural quality.
Studi Perilaku Penampang Balok Beton Bertulang dengan Variasi Rasio Tulangan Longitudinal Tarik dan Tekan Febi Putri Yastari; Jeply Murdiaman Guci; Ikhwan Said; Muhammad Fajrul Falah; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.132

Abstract

Balok beton bertulang merupakan elemen struktural utama yang berfungsi menahan gaya lentur dan geser dalam sistem konstruksi bangunan. Kapasitas lentur balok sangat dipengaruhi oleh rasio tulangan longitudinal, baik tulangan tarik maupun tekan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi rasio tulangan longitudinal terhadap kapasitas lentur penampang balok beton bertulang. Pengujian dilakukan pada benda uji berukuran 2000 mm × 150 mm × 400 mm dengan kuat tekan beton sebesar 25 MPa dan diameter tulangan 13, 16, dan 19 mm. Total 24 benda uji dikelompokkan ke dalam dua kelompok berdasarkan jenis tulangan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak RCCSA. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio tulangan tarik dari 0,5% menjadi 3,0% mampu meningkatkan kapasitas lentur balok hingga lebih dari 400%, namun diikuti penurunan daktilitas hingga 90%, yang mengindikasikan kecenderungan perilaku getas. Sebaliknya, peningkatan rasio tulangan tekan, khususnya untuk konfigurasi dua lapis, hanya memberikan peningkatan kapasitas lentur sebesar 3–8% dan berkontribusi terhadap daktilitas hanya pada rasio tekan yang rendah. Distribusi tegangan menunjukkan bahwa rasio tulangan tidak memengaruhi tegangan maksimum beton, namun rasio tulangan tarik berpengaruh signifikan terhadap luas sebaran tegangan dan pergeseran garis netral. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku lentur balok beton bertulang dengan variasi rasio tulangan longitudinal.
Studi Komparatif Efisiensi Struktur Mall 7 Lantai pada Tanah SE dan SD terhadap Beban Gempa di Sumatera Barat Jeply Murdiaman Guci; Riko Zulhendra; Febi Putri Yastari; Suci Putri Elza
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.137

Abstract

Sumatera Barat merupakan wilayah rawan gempa, sehingga bangunan bertingkat seperti mal perlu mempertimbangkan karakteristik Kelas Situs untuk menjamin keamanan. Penelitian ini membandingkan efisiensi struktur mal 7 lantai pada dua lokasi dengan Kelas Situs berbeda, yaitu tanah lunak (SE) di Padang Pariaman dan tanah sedang (SD) di Pauh. Struktur yang dianalisis adalah beton bertulang dengan sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), dimodelkan menggunakan ETABS berdasarkan data SPT dan beban gempa sesuai standar Indonesia (SNI). Elemen struktur (kolom, balok, pelat) dirancang dalam beberapa tipe untuk mengoptimalkan dimensi dan penulangan. Analisis mencakup partisipasi massa efektif, spektrum respons desain, dan simpangan (drift), dilanjutkan dengan evaluasi optimasi material melalui perubahan volume beton dan jumlah tulangan longitudinal serta transversal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kelas Situs memengaruhi nilai koefisien gempa (Cs), di mana Cs lebih tinggi pada tanah lunak. Efisiensi struktur dicapai melalui pengurangan dimensi elemen, terutama pada kolom dan balok penahan beban lateral. Volume beton kolom berkurang 16%, tulangan longitudinal 13,33%, dan transversal 25,82%. Pada balok, pengurangan terbesar terjadi, yakni 17,65% untuk beton dan 44,07% pada tulangan transversal. Lokasi dengan Kelas Situs SD memungkinkan optimasi lebih besar karena beban gempa lebih rendah. Pemilihan Kelas Situs yang tepat dan penyesuaian elemen struktur terbukti meningkatkan efisiensi material tanpa mengurangi kekuatan. Variasi zonasi dan tipe elemen disarankan untuk optimasi lanjutan. Studi ini membuktikan bahwa efisiensi dapat dicapai baik dalam volume beton maupun tulangan, memberikan wawasan penting dalam perencanaan struktur.