Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH LAMA BLANCHING DAN RUMUS PETIKAN DAUN TERHADAP KARAKTERISKTIK FISIK, KIMIA, SERTA SENSORIS TEH DAUN TIN (Ficus carica) Amanto, Bambang Sigit; Aprilia, Tiara Ni’mah; Nursiwi, Asri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.502 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i1.36436

Abstract

Daun tin yang berasal dari tanaman fig atau ficus carica mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, tanin, dan quercetin. Daun tin ini salah satunya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan teh. Pada pembuatan teh hijau dilakukan proses pemanasan untuk menginaktivasi enzim polifenol oksidase. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama blanching dan rumus petikan daun terhadap karakteristik fisik yaitu warna seduhan teh, karakteristik kimia yaitu kadar air, total fenol, kadar tanin, dan aktivitas antioksidan, serta karakteristik sensoris meliputi warna, rasa, aroma, dan overall. Teh daun tin diproses mengikuti cara pengolahan teh hijau, yaitu pelayuan, penggulungan, pengeringan, dan sortasi. Penelitian ini menggunakan dua faktor, yaitu lama blanching ( 0,5,10,15 menit) dan rumus petikan daun (petikan 2 dan 3 serta petikan 4 dan 5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama blanching dan rumus petikan daun berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (warna seduhan) dan kimia (kadar air, fenol, tanin, dan aktivitas antioksidan) teh daun tin. Semakin lama blanching akan menurunkan nilai L dan a seduhan teh sementara nilai b akan semakin tinggi. Semakin lama waktu blanching, karakteristik kimia (kadar air, fenol, tanin, dan aktivitas antioksidan) teh daun tin akan semakin menurun. Semakin tua daun (petikan 4 dan 5) akan menaikkan nilai L, akan tetapi menurunkan nilai a dan b. Semakin tua daun maka kadar air, kadar tanin, dan aktivitas antioksidan teh daun tin semakin menurun. Sedangkan untuk karakteristik sensoris, lama blanching tidak berpengaruh nyata terhadap kesukaan warna dan aroma namun berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan rasa dan overall teh daun tin. Rumus petikan daun tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan warna, aroma, dan overall, namun berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan rasa teh daun tin.
KAJIAN KARAKTERIKSTIK FISIKOKIMIA TEPUNG INSTAN BEBERAPA VARIETAS JAGUNG (Zea mays L.) Atmaka, Windi; Amanto, Bambang Sigit
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.894 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13614

Abstract

Jagung memiliki potensi besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan, baik sebagai bahan pangan, pakanmaupun bahan baku industri. Salah satu bentuk produk dari jagung adalah tepung instan, yang merupakan salahsatu bahan setengah jadi untuk bahan baku industri pangan dalam pengolahan lanjut. Tepung jagung instanmenjadi alternatif pengolahan berdasarkan pertimbangan tujuan pemakaian, kemudahan dalam transportasi, danefisiensi penyimpanan. Pembuatan tepung jagung instan dimaksudkan sebagai upaya menambahkeanekaragaman pangan serta diversifikasi produk olahan jagung, usaha peningkatan nilai ekonomi danpengawetan produk jagung serta kepraktisan penggunaan. Pada prinsipnya berbagai jenis tepung, mempunyaisifat higroskopis sehingga mudah mengalami kerusakan akibat penyerapan uap air dari lingkungannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia (kadar air, abu, protein, lemak, dan pati) dan sifatfisik (viskositas dan bulk density) tepung jagung instan. Penelitian ini dianalisa secara deskriptif sehingga dapatmenjelaskan hasil pembrondongan (puffing) pada berbagai jenis varietas jagung terhadap karakaterstik kimia(kadar air, abu, protein, lemak, dan pati) dan fisik (viskositas, bulk density) tepung jagung instan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisikokimia tepung jagung kuning instan yaitu kadar air5,37%, protein 9,83%, lemak 5,35%, abu 1,31%, pati 71,13%, viskositas 6,5 cP dan bulk density 0,0664 gr/cm3.Sedangkan tepung jagung putih instan karakteritik fisikokimianya yaitu kadar air 5,45%, protein 8,78%, lemak5,48%, kadar abu 1,28%, pati 68,81%, viskositas 3,05 cP, dan bulk density 0,0678 gr/cm3
Analisis Spasial Kualitas Air Tanah Dangkal Di Lereng Gunung Wilis Kecamatan Dagangan Menggunakan Weighted Arithmetic Water Quality Index (WAWQI) Cahyono, Hadi Wiwit Hendro; Purnawan, Candra; Amanto, Bambang Sigit
ENVIRO: Journal of Tropical Environmental Research Vol 26, No 1 (2024): March
Publisher : Center for Environmental Research, LPPM, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/enviro.v26i1.93613

Abstract

Air tanah dangkal sangat mudah mengalami kontaminasi yang disebabkan oleh pencemaran yang terjadi di permukaan tanah. Tercemarnya air tanah dangkal umumnya melalui proses infiltrasi dan perkolasi. Kecamatan Dagangan merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun, dimana wilayahnya terletak di lereng Gunung Wilis sehingga merupakan kawasan resapan air tanah yang sangat baik. Pengukuran kualitas air menggunakan metode Water Quality Index (WQI). Terdapat 30 sampel yang digunakan untuk mempresentasikan kualitas air di Kabupaten Dagangan. Kualitas air tanah dangkal di Kecamatan Dagangan berkisar antara 1,42 hingga 88,97. Menurut klasifikasi indeks WQI, kualitas air di daerah ini termasuk dalam kategori Sangat Baik (7 titik), Baik (19 titik), Buruk (3 titik), Sangat Buruk (1 titik), dan tidak ada yang masuk dalam kategori Tidak Layak untuk Air Minum (0 titik). Bagian utara Kecamatan Dagangan, dengan topografi datar, merupakan pusat perekonomian dan aktivitas pertanian, sehingga cenderung memiliki sumber kontaminan lebih tinggi. Sebaliknya, bagian selatan yang lebih tinggi didominasi oleh lahan perhutani, perkebunan, dan hutan, sehingga jumlah kontaminan yang masuk jauh lebih sedikit.