Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERFORMA PEMBAKARAN CAMPURAN BATU BARA DAN BIOMASSA KAYU JATI SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF Suhartoyo, Suhartoyo; Sriyanto, Sriyanto; Purwono, Arif Hidayat; Nugroho, Arif Setyo
JURNAL CRANKSHAFT Vol. 8 No. 4 (2025): Jurnal Crankshaft Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/cra.v8i4.16260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pencampuran biomassa kayu jati dengan batu bara terhadap efisiensi termal dan konsumsi bahan bakar pada sistem pembakaran co-firing. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya ketergantungan sektor energi terhadap bahan bakar fosil serta potensi besar limbah biomassa yang belum termanfaatkan secara optimal. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Energi STT Warga Surakarta dengan menggunakan variasi rasio campuran batu bara dan biomassa kayu jati sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% terhadap total massa bahan bakar. Parameter utama yang diamati meliputi waktu pendidihan air 1 liter, konsumsi bahan bakar, dan efisiensi termal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi diperoleh pada campuran 100% batu bara, yaitu sebesar 100% menjadi acuan, sedangkan campuran 90% batu bara + 10% biomassa menghasilkan efisiensi 96,5%, dengan konsumsi bahan bakar hanya sedikit meningkat. Penambahan biomassa di atas 20% menyebabkan penurunan efisiensi yang signifikan akibat kandungan air dan nilai kalor biomassa yang lebih rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa co-firing dengan fraksi biomassa hingga 10–15% dapat diterapkan tanpa penurunan performa yang berarti serta berpotensi mengurangi emisi karbon dan biaya operasional.
Relationship Of The Crime Of Embezzlement Of Inheritance Rights  In The Family Environment Sutjahja, Andre; Subekti, Subekti; Suhartoyo, Suhartoyo
Ipso Jure Vol. 2 No. 2 (2025): Ipso Jure - March
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/a4bmhe34

Abstract

The crime of embezzlement is a criminal act against human property as regulated in the Criminal Code (KUHP). Embezzlement can occur at all levels of society, from lower to upper classes, and often stems from trust that is later broken due to dishonesty. Even within families, a lack of mutual trust can lead to such crimes. This research examines the criminal responsibility of family members who embezzle inherited property. The study uses a normative juridical approach, analyzing secondary legal sources such as laws, books, and encyclopedias. The findings reveal that embezzlement of inherited assets involves unlawfully controlling property or rights that should be distributed among heirs. Inheritance consists of assets left by a deceased person (the heir) for their family (heirs) and must be divided according to legal provisions.  Article 367 of the KUHP categorizes theft within a family as embezzlement when committed by a family member. Meanwhile, Article 376 states that embezzlement within a family is a complaint offense, meaning prosecution can only proceed if the victim files a report. If the report is withdrawn, legal proceedings are halted. Thus, family embezzlement cases often depend on the victim’s decision to pursue legal action.
Appointment Of Catholic Church Bodies As Legal Entities Capable Of Owning Land Rights: Juridical Analysis Based On Hans Kelsen's Theory Of Legal Rights Suhartoyo, Suhartoyo
Journal of Management Economic and Financial Vol. 3 No. 4 (2025): Special Issue
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jmef.v3i4.155

Abstract

This study analyzes the Decree of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/Head of the National Land Agency of the Republic of Indonesia Number 21/PNJ/KEM-ATR/BPN/VI/2024 concerning the Appointment of Catholic Church Bodies in the Territory of Indonesia as Legal Entities that Can Have Land Ownership Rights. This study aims to determine the implementation of the granting of land ownership rights for Roman Catholic Church bodies in Indonesia based on the applicable appointment. The analysis was carried out using Hans Kelsen's legal rights theory, which emphasizes the importance of law in protecting the rights of citizens and providing legal certainty for each individual. The results of the study indicate that the decision provides legal certainty for Catholic Church bodies to have land ownership rights used for religious and worship purposes. This study also provides suggestions for developing the authority to implement the decision and creating implementation guidelines at the City and Regency Land Office levels.
Jaminan Hukum Bagi Hak Asasi Manusia di Era Digital Negara Indonesia Suhartoyo, Suhartoyo
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.7141

Abstract

Globalisasi membawa kemajuan pada masyarakat digital. Setiap orang dapat mendapatkan informasi dengan muda tanpa terbatas ruang, waktu dan tempat. Hal ini menyebabkan persoalan tentang batas kebebasan sebagai hak mereka tanpa melanggar kebebasan orang lain. Batas-batas norma dan nilai perlu ditegakakan, terlebih Hak Asasi Manusia (HAM). Jaminan HAM yang diberikan negara kepada masyarakat, baik bagi pemerintah terhadap masyarakat dan sesama rakyat. Dalam Pasal 28 A mengutarakan dengan jelas “Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya." Jaminan tersebut diberikan dalam konteks era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap jaminan pengakuan dan perlindungan HAM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum, yaitu suatu penelitian yang dilakukan terhadap norma hukum dalam konstitusi dan norma hukum dengan pendekatan konsep teoritis dan praktis. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peraturan perundang-undangan dibentuk sebagai wujud jaminan pengakuan dan perlindungan HAM negara Indonesia Jaminan hukum tersebut diwujudkan melalui pengakuan dan jaminan serta penegakan HAM di dalam peraturan perundang-undangan. Hal tersebut ditemukan dalam UU, Peraturan perundang-undangan. Jaminan kepastian hukum bagi Hak asasi manusia di era masyarakat digital merupakan perlindungan terhadap martabat manusia masyarakat Indonesia
Restrukturisasi Legal Standing Institusi Gereja: Analisis Manajemen Risiko dan Akuntabilitas Aset Pasca-Pemberlakuan PMA No. 13 Tahun 2025 Suhartoyo, Suhartoyo
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i4.9699

Abstract

This study is motivated by the need for legal certainty and accountability in managing Catholic Church institutions in Indonesia, particularly following the enactment of Minister of Religious Affairs Regulation No. 13 of 2025 concerning Catholic Religious Legal Entities (BHKK). The previous regulation based on Staatsblad 1927 is considered outdated and no longer compatible with modern administrative systems that emphasize transparency and digitalization. This research aims to analyze the restructuring of the Church’s legal standing and its implications for risk management and asset accountability. The study employs a normative juridical legal research method using statutory, conceptual, and case approaches, supported by primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed descriptively and analytically. The findings reveal that PMA No. 13 of 2025 strengthens legal certainty by formally recognizing BHKK as a legal subject, thereby enhancing legitimacy in asset management, contractual relations, and institutional activities. Furthermore, the regulation functions as a legal risk mitigation instrument that prevents personal liability of administrators due to administrative failures. In conclusion, the implementation of this regulation reinforces the legal standing of Catholic Church institutions and promotes transparent, accountable, and legally compliant organizational governance within the national legal system