Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Upaya Peningkatan Produktifitas UKM Kue Madumongso di Serengan Surakarta Nugroho, Arif Setyo; Rahayu, Aris Teguh; Suhartoyo, Suhartoyo
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/mdsqrr82

Abstract

This community service program aims to improve the productivity of Madumongso Cake UKM owned by Mrs. Surti in Serengan, Surakarta, through the application of a motor-driven dough mixer. Previously, mixing was done manually, requiring long working time, significant physical effort, and yielding inconsistent dough quality. The team from STT Warga Surakarta designed a 5 kg-capacity mixer powered by a 0.5 HP electric motor with a pulley–belt transmission and low-pressure LPG heating pan. Testing on site compared time efficiency, dough quality, and production capacity before and after using the machine. Results show a 50% reduction in production time, a twofold increase in productivity, and smoother, more uniform dough. The machine also reduced operator fatigue and LPG fuel use. This simple technological innovation provides tangible economic, social, and educational benefits for the SME partner and strengthens collaboration between higher education and the community.
RANCANG BANGUN MESIN SPINNER PENIRIS MINYAK HASIL PENGGORENGAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI OLAHAN MAKANAN GORENGAN DI UKM IKITELA GROUP, POLOKARTO SUKOHARJO Kristiawan, Yulianto; Margono, Bambang; Suhartoyo, Suhartoyo
Abdi Masya Vol 6 No 2
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52561/abdimasya.v6i2.596

Abstract

Olahan gorengan termasuk kategori makanan yang memerlukan banyak minyak dimana salah satu proses pengolahannya dengan metode deep frying (makanan yang terendam minyak) sehingga makanan menjadi renyah dan gurih. Proses produksi makanan menggunakan minyak goreng masih mendominasi sampai saat ini. Makanan  dengan  kandungan  minyak  yang  tinggi  sangatlah  tidak  baik  untuk  dikonsumsi  secara  terus  menerus  dan  juga  akan  membuat  makanan  tersebut  mudah  basi  atau  tidak  tahan  lama.  Maka dibutuhkan  suatu  proses  penirisan  minyak  goreng  yang  efektif  guna  meminimalisasi  kandungan  minyak  pada  makanan. UKM Ikitela, yang bergerak di bidang pengolahan makanan seperti produk berbasis ketela, selama ini menggunakan cara konvensional untuk meniriskan minyak hasil penggorengan. Waktu yang lama dan masih banyak mengadung minyak pada produk gorengan menjadi masalj utama bagi UKM Ikitela. Permasalahan ini juga dirasakan bagi UKM Iketela Group yang berbasis pada olahan makanan produk gorengan dimana salah satu produk unggulannya adalah gorengan ketela. Selama ini cara penirisan masih menggunakan konvesional dan memerlukan waktu lebih lama. Dengan menggunakan metode tersebut produk kurang awet dikarenakan kandungan minyak yang masih terlalu tinggi. Sehingga diperlukan sebuah mesin Spinner peniris minyak untuk mengurangi kadar minyak dalam makanan gorengan dengan waktu singkat. Prinsip utama penggunaan spinner adalah mengurangi kandungan minyak menggunakan teknik putaran tinggi sehingga mampu membuang sebagian minyak keluar. Metode rancang bangun  dimulai  dengan tahapan menetapkan kebutuhan, mekanisme, pemilihan bahan material, perancangan komponen, gambar design dan hasilnya memenuhi kualitas produk sesuai dengan fungsinya,  berkurangnya minyak hasil penggorengan dan mudah di operasikan, demikian juga perawatannya. Mesin spinner peniris minyak memiliki tinggi tabung 40 cm daya tampung 5 kg, dengan putaran motor 800 rpm. Kapasitas produksi mesin peniris dibanding  dengan  penirisan konvensional lebih eefektif dan efisien  yaitu untuk 1kg hasil penggorengan mmerlukan waktu 3 menit  dengan menggunakan mesin sedangkan dengan penirisan konvensional waktu yang di butuhkan  10 menit berarti terjadi efisien si waktu 7 menit.