Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN EKOENZIM BERBAHAN DASAR LIMBAH ORGANIK DI DESA TIMBANG JAYA KECAMATAN BAHOROK Najla Lubis; Hernawaty Hernawaty; Listina br Tamba; Namira Purba
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20218

Abstract

Ekoenzim atau Eco enzyme (Ec) merupakan produk hasil fermentasi dari limbah bahan organik berupa sayuran atau buah-buahan. Limbah organik dalam rumah tangga banyak dihasilkan oleh masyarakat setiap hari, tidak terkecuali terjadi pada penduduk dan kelompok penduduk di desa Timbang Jaya, kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, propinsi Sumatera Utara. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk melakukan edukasi dalam pengelolaan sampah/limbah diperlukan tambahan informasi dan pengetahuan serta kesadaran kelompok masyarakat tersebut akan pembuatan Ec sebagai salah satu produk multi fungsi, yang dapat mengatasi permasalahan banyaknya limbah atau sampah organik, khususnya dalam rumah tangga. Metode pengabdian yang digunakan adalah Participation Action Research (PAR) melalui tahapan tertentu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan beberapa tahapan, yaitu focus group discussion (FGD), sosialisasi kegiatan dan memberikan edukasi melalui ceramah dan diskusi, serta praktek langsung. Hasil dari pelatihan pembuatan Ec ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengelola limbah organik, baik limbah hasil pertanian dan peternakan, maupun limbah rumah tangga. Dengan pelatihan ini, penduduk desa dapat memanfaatkan limbah organik mereka sendiri untuk membuat ekoenzim. Selain mengurangi limbah organik yang masuk ke lingkungan, pelatihan ini juga dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKOENZIM DAN GULA MERAH PADA PERTUMBUHAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Fitriani Fitriani; Najla Lubis; Sri Mahareni Br. Sitepu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3598

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using different doses of eco-enzymes in the cultivation of white oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus), knowing the effectiveness of using different doses of brown sugar in the cultivation of white oyster mushrooms  .  White oyster mushrooms require nutritional supplements during their growing years. Additional nutrients can be obtained using water-soluble ecoenzymes and fertilizing the substrate of white oyster mushrooms. Ecoenzyme nutrients and brown sugar can increase the yield and growth of white oyster mushrooms at harvest time. This study used factorial complete randomized design (RAL) with 2 factors, 16 treatments, 3 repeats, and 48 baglogs. G0 = 0%/baglog, G1 = 40%/baglog, G2 = 80%/baglog, G3 = 120%/baglog. Factor Pertreatment 2 Using eco enzyme with symbol "E" E0 = 0%/baglog, E1 = 20%/baglog, E2 = 40%/baglog, E3 = 60%/baglog. The highest mycelium growth data is found at G0 with a height of 28.83 cm.The highest height of the mushroom  stalk is E0 with a height of 3.93 cm. The largest hood diameter is found in the E1 treatment with a diameter of 7.68 cm. The highest number of saplings is E3 with 7.50 saplings. The highest wet weight was found in the G3 treatment with the highest wet weight of 109.00 g. The data obtained were analyzed with ANOVA. The results of the variation analysis continued with the Duncan distance test. The results showed that the growth height of the mushroom mycelium, the number of branches, the thickness of the cap, the height of the mushroom and the diameter of the cap on the interaction of brown sugar intake and ecological enzymes in white oyster mushrooms gave the following results: Results did not differ markedly, but wet weight yields did not differ markedly. The results differed significantly.Keywords: ecoenzymes, brown sugar, oyster mushrooms  INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan konsentrasi ekoenzim yang bervariasi pada budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), dan mengetahui efektivitas penggunaan konsentrasi gula merah bervariasi pada budidaya jamur tiram putih. Jamur tiram putih memerlukan suplemen nutrisi selama pertumbuhannya. Nutrisi tambahan diperoleh dengan menggunakan ekoenzim yang larut dalam air dan pemupukan substrat jamur tiram. Nutrisi ekoenzim dan gula merah dapat meningkatkan hasil dan pertumbuhan jamur tiram pada saat panen. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RAL) dengan 2 faktor, 16 perlakuan, 3 ulangan, dan 48 baglog. Faktor perlakuan 1 gula merah disimbolkan dengan G0 = 0%/baglog, G1 =  40%/baglog, G2 = 80%/baglog, G3 = 120%/baglog. Faktor Perlakuan 2 ekoenzim dengan simbol E0 = 0%/baglog, E1 = 20%/baglog, E2 = 40%/baglog, E3 = 60%/baglog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pertumbuhan miselium tertinggi terdapat pada G0 yaitu 28,83 cm, tinggi tangkai jamur tertinggi adalah E0 yaitu 3,93 cm, diameter tudung terbesar pada E1 yaitu 7,68 cm, jumlah anakan terbanyak adalah E3 yaitu 7,50 anakan. Berat basah tertinggi pada G3 yaitu 109,00 g. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pertumbuhan miselium jamur, jumlah cabang, tebal tutup, tinggi badan jamur dan diameter tutup pada interaksi asupan gula merah dan ekoenzim pada jamur tiram putih memberikan hasil tidak berbeda nyata, namun hasil berat basah  berbeda sangat nyata. Hasilnya berbeda secara signifikan.Kata kunci: ekoenzim, gula merah, jamur tiram
POTENSI PEMAKAIAN BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN SISTEM AKUAPONIK VERTIKULTUR Maimunah Siregar; Najla Lubis; Andri Ramadhan
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3462

Abstract

Aquaponics is a plant cultivation technique that is integrated with the cultivation of aquatic animals such as fish. The aim of the study was to determine the potential use of various growing media on the growth and production of rice (Oryza sativa L.) in a verticulture aquaponics system. This study used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 5 replications so that there were 80 research sample units. The factor studied was the use of several types of planting media in the "M" aquaponic system consisting of M1 = 75% cow dung planting medium + 25% rice husk charcoal, M2 = 50% filter cake planting medium + 25% rice husk charcoal, M3 = 50% media planting sludge + 25% rice husk charcoal, M4 = 75% OPEFB planting medium + 25% rice husk charcoal. Parameters observed were plant height per treatment (cm), number of tillers per treatment (stem), number of panicles per treatment (stem), weight of wet grain per treatment (g), weight of dry grain per treatment (g), root length per treatment (cm). The results showed that the effect of using several types of planting media in the acuponic system had a very significant effect on the parameter number of panicles per treatment (stems) with the best treatment on M4 (75% OPEFB planting medium + 25% rice husk charcoal), had a significant effect on the parameters of plant height per treatment (cm), number of tillers per treatment (stem), wet grain weight per treatment (g), and dry grain weight per treatment (g) with the best treatment at M4 (75% OPEFB planting medium + 25% rice husk charcoal) and no significant effect on root length parameters per treatment (cm) with the best treatment on M4 (75% OPEFB planting medium + 25% rice husk charcoal).  Keywords: Aquaponics, Growing Media, Rice INTISARIAkuaponik adalah teknik budidaya tanaman yang terintegrasi dengan budidaya hewan air seperti ikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui potensi pemakaian berbagai macam media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) pada sistem akuaponik vertikultur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 80 unit sampel penelitian. Faktor yang diteliti adalah penggunaan beberapa jenis media tanam sistem akuaponik “M” terdiri dari M1 = 75% media tanam kotoran sapi + 25% arang sekam padi, M2 = 50% media tanam blotong + 25% arang sekam padi, M3 = 50% media tanam sludge + 25% arang sekam padi, M4 = 75% media tanam tandan kosong kelapa sawit (TKKS) + 25% arang sekam padi. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman per perlakuan(cm), jumlah anakan per perlakuan (batang), jumlah malai per perpelakuan (batang), berat gabah basah per perlakuan (g), berat gabah kering per perlakuan (g), panjang akar per perlakuan (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan beberapa jenis media tanam sistem akuponik berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah malai per perlakuan (batang) dengan perlakuan terbaik pada M4 (75% media tanam TKKS + 25% arang sekam padi), berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman per perlakuan (cm), jumlah anakan per perlakuan (batang), berat gabah basah per perlakuan (g), dan berat gabah kering per perlakuan (g) dengan perlakuan terbaik pada M4 (75% media tanam TKKS + 25% arang sekam padi) serta berpengaruh tidak nyata pada parameter panjang akar per perlakuan (cm) dengan perlakuan terbaik pada M4 (75% media tanam TKKS + 25% arang sekam padi). Kata Kunci: Akuaponik, Media Tanam, Padi
Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Ekoenzim dari Hasil dan Limbah Pertanian sebagai substitusi Nutrisi komersial pada Sistem Hidroponik Lubis, Najla; Wasito, M.; Damayanti, Rizki; Hayati, Dwi
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 20, No 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4392

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) diharapkan mampu menggantikan (substitusi) nutrisi AB mix (komersial) dengan harga relatif lebih ekonomis, dibandingkan harga AB mix yang cukup mahal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui mutu dan potensi Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar limbah dan hasil pertanian sebagai nutrisi alternatif pengganti nutrisi komersial dengan fermentasi tahap kedua dari ekoenzim murni (nutrisi Bioz). Penelitian dilakukan dengan 4 tahap, tahap ke-1 adalah pembuatan ekoenzim dari bahan organik dengan fermentasi anaerob selama 100 hari, tahap ke-2 pembuatan nutrisi hidroponik organik dari Ekoenzim yang difermentasi kembali selama 21 hari dengan penambahan bahan organik, tahap ke-3 melakukan analisis data sekunder terhadap kandungan nutrisi hidroponik komersial dan analisis data primer kandungan unsur hara dari nutrisi Bioz terhadap kandungan unsur nitrogen, fosfor, kalium, dan pH. Metode Analisis unsur tanah dilakukan dilakukan dengan metode uji Kjeldahl untuk kandungan unsur Nitrogen (N), analisis unsur fosfor (P) dilakukan dengan Spektrofotometri, analisis unsur K menggunakan metode Atomic Absorption Spektrofotometric (AAS), analisis C-organik menggunakan alat Spektrofotometri, dan pH dari Bioz diukur menggunakan pH meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi tahap kedua (re-fermentasi) dari ekoenzim dapat meningkatkan kandungan unsur hara dari nutrisi Bioz.
Pengajaran yang Inovatif dapat Meningkatkan Minat Membaca pada Anak Sekolah Dasar Parulian Sibuea; Najla Mardhiyah Lubis; Syafriyandi Aziz
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus : Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v2i4.1058

Abstract

Reading intelligence greatly affects students. The overall responsibility for developing an interest in reading in primary school children should rest with teachers at school, parents at home and students. One of the obstacles is the low interest of primary school students in reading. Because lack of interest in reading can hinder children's growth, development, and learning, it can lead to poor performance in the future. The reason for students' low interest in reading is their own reluctance to read. Teachers also do not require students to read books in class. To increase students' interest in reading in primary grades, it is necessary to maintain their interest in reading and provide them with exposure to reading materials so that they can become accustomed to reading. Having a reading habit from childhood will help develop a strong interest in reading in the future. The purpose of this study is to discuss various innovative teaching methods that can be used to increase children's interest in reading in primary schools. It is important that teachers encourage students' interest in reading in school. Research is conducted by developing research questions and searching for journal references suitable for data analysis. Google Chendikia or Google Scholar is used to search the Internet for a collection of journals. Data is studied, examined and compared with other data. This study uses a quantitative descriptive approach. The analysis found that this could potentially increase students' interest in reading in primary schools.
The effectiveness Assay of Vegetable Pesticides Papaya and Mahogany Leaf Extracts in Pest Control of Spodoptera exigua (Lepidoptera: Noctuidae) on Onion (Allium ascalonicum L) Cultivation Siregar, Winda Sari; Ginting, Tri Yaninta; Lubis, Najla
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus March 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i1.5394

Abstract

Spodoptera exigua is the main pest that attacks the onion crop. S.exigua attack can cause crop failure reaching 57%-100%. The use of natural ingredients from plants for vegetable pesticides such as papaya leaves and mahogany leaves containing secondary metabolite compounds: alkaloids, papain, saponins, tannins, terpenoids, flavonoids and steroids that can damage the feeding activity system and damage the pest growth system which eventually the pest will die. This study uses a non-factorial RAL (Completely Randomized Rack) method with 7 treatments M0= Control, M1= Papaya leaf extract 30%, M2= Papaya leaf extract 60%, M3= Mahogany leaf extract 30%, M4= Mahogany leaf extract 60%, M5 = Papaya leaf extract 15% + mahogany leaf extract 15%, M6= Papaya leaf extract 30% + mahogany leaf extract 30%. The highest mortality result is 72.50% with the treatment of 60% papaya extract vegetable pesticide and the lowest is 27.50% with the treatment of 30% mahogany extract vegetable pesticide. The initial symptoms of death of S. exigua caterpillars are characterized by larvae that are less active in moving, moving to the surface of the container, moving away from the feed, convulsing and finally dying. The mortality of S. exigua larvae at 24 JSA killed a total of 14 larvae and increased with each subsequent treatment. The results of the vegetable pesticide test on natural enemies using extracts that produce the highest percentage of mortality on S. exigua is 100%. This indicates that the extract is safe for the survival of natural enemies. Plant-based pesticides papaya leaf extract, mahogany leaves and a combination of papaya and mahogany leaves have an effect on the mortality of S. exigua caterpillars
Socialization Of Making Fermented Goat Urine Liquid Organic Fertilizer M. Wasito; Lubis, Najla; Sulardi; Muhammad Ibnu Al Alif
The International Conference on Education, Social Sciences and Technology (ICESST) Vol. 3 No. 2 (2024): The International Conference on Education, Social Sciences and Technology
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/icesst.v3i2.427

Abstract

Goat urine is liquid waste from goat feces. Goat urine is able to provide macro and micro nutrients and contains growth regulators (ZPT) that plants need. Goat urine contains 1.5% nitrogen, 0.13% phosphorus, and 1.8% potassium. Goat urine contains natural hormones of IAA, gibberellin, and cytokinin higher than other livestock urine. Goat urine processing can be done by fermentation. Fermentation is a process of chemical changes in an organic substrate through enzyme activity produced by microorganisms. The results of fermentation of organic materials such as sugar, alcohol, amino acids, proteins, carbohydrates, vitamins and other organic compounds are easily absorbed directly by plant roots. The use of effective microorganisms in the manufacture of goat urine fermented liquid organic fertilizer aims to accelerate the fermentation process. Effective microorganisms or also known as probiotics are mixed cultures of various types of beneficial microorganisms such as photosynthetic bacteria, lactic acid bacteria, actinomycetes yeasts, fermentation fungi that can improve soil microbes. The use of solid waste of goat manure is commonly done by farmers, but the use of liquid waste (urine) of fermented goats has not been widely known. Therefore, it is important to optimize the use of fermented goat urine as liquid organic fertilizer.
Eco-enzim Berbahan Dasar Limbah Rumah Tangga Terhadap Aktivitas Fusarium oxysporum Lubis, Najla; Tarigan, Ruth Riah Ate; Tarigan, Rico Kris Hadinata; Afiq, Muhammad Ihlal; Miswanto, Miswanto
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 2 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i2.5097

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi efektivitas Eco-enzim (EE) yang terbuat dari limbah pertanian dalam menghambat aktivitas jamur patogen Fusarium oxysporum. Ekoenzim merupakan larutan fermentasi yang dihasilkan dari campuran limbah organik, gula, dan air. Dalam studi ini, berbagai jenis limbah pertanian seperti kulit buah, sisa sayuran, ataupun bagian tanaman lainnya yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Eco-enzim.Metode yang digunakan meliputi pembuatan EE dengan 2 jenis komposisi bahan baku, dan berbagai konsentrasi pengenceran eco-enzim yaitu 1 : 0; 1 : 10; 1:50: dan 1 : 100. Pengujian eco-enzim dilakukan secara in vitro terhadap pertumbuhan miselium F. oxysporum, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekoenzim dari campuran limbah kulit buah dan sisa sayuran memiliki daya hambat tertinggi terhadap F. oxysporum pada variasi pengenceran 1 : 100.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ekoenzim berbahan dasar limbah pertanian memiliki potensi sebagai agen pengendali hayati terhadap F. oxysporum. Pemanfaatan Ekoenzim dapat menjadi solusi ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit tanaman sekaligus mengurangi limbah pertanian dan mengatasi pencemaran lingkungan
Pendampingan Pembuatan Pakan Ternak dari Limbah Jagung Melalui Proses Pencacah dan Silase menggunakan Inovasi Teknologi Mesin Pencacah Rahmaniar, Rahmaniar; Lubis, Najla; Pangabean, Fitriyani
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16519

Abstract

Background: Pendampingan pembuatan pakan ternak menggunakan inovasi teknologi mesin pencacah memanfaatkan limbah jagung diolah menjadi silase untuk pakan ternak di Desa Suka Maju Sibolangit. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan olahan pencacah limbah tanaman jagung yang diproses menjadi pakan ternak sebagai dalam bentuk silase yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Metode: Metode Pelaksanaan melalui 5 tahapan yaitu tahapan Focus Group Discusion (FGD), Sosialisasi pemnafaatan limbah jagung untuk pakan ternak, perancangan inovasi mesin pencacah, pendampingan pembuatan pakan ternak yang dipermatasi (silase), uji coba pemberian pakan pada ternak dan evaluasi kegiatan. Hasil: Dari pendampingan pembuatan pakan ternak, bekerja dengan baik kemampuan mencacah limbah jangung 300 Kg dilakukan dalam waktu ±25 Menit. Kemampuan mesin ini melakukan pencacahan karena telah dilengkapi 65 bilah pisau yang dioeprasikan dengan mesin pencacah 7,5 HP. Rata-rata tingkat pemahaman bernilai 85 penggunaan alat dan pembuatan pakan ternak oleh 21 orang anggota Bumdes menyatakan paham dianalisis melalui angket pemahaman pembuatan pakan ternak. Kesimpulan: Pengolahan limbah jagung untuk pakan ternak yang sebelumnya banyak terbuang saat panen jagung, melalui proses pencacahan dan silase, limbah hasil panen menjadi produk berguna sebagai pakan ternak yang dapat disimpan lebih tahan lama dibanding tanpa proses silase.
Implementasi Sistem Informasi Geografis Terhadap Pemetaan Mitra Layanan Brilink Di Kota Tanjung Balai Najla Ulfah Lubis; Zikra Syah, Arridha; Saputra, Endra
Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 3: NOVEMBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Infromasi UMK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/decode.v4i3.725

Abstract

BRI merupakan salah satu bank BUMN yang terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik ke setiap nasabah. Contoh inovasi layanan yaitu dalam bentuk mitra layanan BRILink. Tujuan layanan BRILink yaitu memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi keuangan melalui mitra yang telah bekerjasama. Untuk memudahkan pendataan lokasi mitra BRILink, dibutuhkan sebuah sistem pemetaan yang terintegrasi. Meskipun pihak BRI memiliki sistem pemetaan mitra dari BRILink, tetapi masih terlihat kurang efektif mengingat aplikasi pemetaan yang ada belum memberikan informasi yang lengkap. Tujuan penelitian ini untuk membantu pihak BRI khususnya di kota Tanjung Balai dalam mendata dan memetakan lokasi dari mitra BRILink. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis berdasarkan obsevasi dan dokumentasi berkaitan dengan data mitra layanan BRILink. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa GIS dengan menggunakan Google MAP API membantu memudahkan masyarakat untuk mengetahui lokasi mitra layanan BRILink dengan menampilkan informasi yang lengkap, mudah dan akurat di Kota Tanjung Balai.