Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN PETA KONTUR TIGA DIMENSI DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM SURFER Noya, Yunita A.; Loupatty, Sven R.; Manuputty, Gratia D.; Ratuluhain, Eva Susan
HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): 2023 Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/hirono.v3i2.141

Abstract

Knowledge and skills about making three-dimensional contour maps are essential and promising to be mastered by a Marine Science graduate as a provision of knowledge that can be applied to work life, which is not only to fisheries and maritime affairs but also to other fields that require geographic information systems, such as agriculture. One of the most widely applied programs for making three-dimensional contour maps is Surfer. However, sometimes the knowledge and skills acquired in college are not profound, hence, training is carried out using the program to improve the skills of alumni. The activity was carried out for 2 days. The training begins with identifying participants' basic knowledge of the Surfer program. Based on the initial identification, it was found that the participants' basic knowledge varied widely and the average was still below 50%. Next is an introduction to the Surfer program, including the available menus and the functions of these menus. During the introduction of theory, participants were trained in their skills simultaneously using a laptop display, where this method was effective for participants because it was directly practised. After that, the participants were tested again for their abilities related to mastery of knowledge and skills. The results of the training showed an increase in the knowledge and skills of the participants who were capable of making 3D contour maps using the Surfer program.
ANALISIS POTENSI TSUNAMI DI LOMBOK UTARA Nurjaya, I Wayan; Natih, Nyoman M. N.; Ratuluhain, Eva Susan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.29336

Abstract

Sesar Flores merupakan pemicu gempa bumi pada tanggal 5 Agustus 2018 di Pulau Lombok. Dilaporkan bahwa gempa bumi dengan kekuatan 7,0 Mw saat itu, telah menyebabkan tsunami kecil dengan ketinggian 13,5 cm di pesisir pantai Desa Carik, Lombok Utara. Studi ini bertujuan untuk mensimulasikan potensi bahaya tsunami yang berasal dari aktivitas sesar Flores menggunakan pemodelan tsunami COMCOT v1.7 untuk mengestimasi potensi tinggi tsunami, waktu tiba tsunami, dan potensi area terdampak tsunami. Data historis untuk pusat gempa bumi dalam simulasi adalah gempa bumi pada tanggal 2 September 2018, dengan asumsi kekuatan gempa 7,0 Mw. Berdasarkan data gempa bumi diatas, parameter yang dipilih berupa kedalaman sumber gempa 14 km, luas patahan 47,9 x 15,9 km, dislokasi 2,5 m, dan parameter strike 284o, dip 64o, dan slip 88o. Layer simulasi dibagi menjadi 3 berdasarkan sistem model bersarang, dengan reolusi masing-masing 464 m, 232 m, dan 77 m. Data batimetri diperoleh dari GEBCO dengan resolusi 15-arcsecond. Waktu simulasi penjalaran tsunami yang dilakukan selama 30 menit, menghasilkan tinggi tsunami awal sebesar 0,9 m. Tinggi tsunami maksimum yang teramati di darat adalah 1–2,5 m. Estimasi waktu tiba gelombang pada pesisir Lombok Utara, adalah 3 sampai 13 menit. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa wilayah Kecamatan Bayan, Kayangan, Tanjung, dan Gangga berpotensi terkena dampak tsunami. Tinggi maksimum dan kecepatan waktu tiba tsunami di Lombok Utara sangat berpotensi merusak dan dapat menimbulkan korban jiwa, sehingga perlu upaya mitigasi seperti sosialisasi dan pelatihan dalam menghadapi bahaya tsunami, penanaman vegetasi pantai yang sesuai dengan substrat di pantai, dan membangun pemecah gelombang lepas pantai.
Karakteristik Arus Pasang Surut dan Arus Residu pada Perairan di Sekitar Ambang Poka-Galala, Pulau Ambon - Maluku Noya, Yunita Anganetjie; Ratuluhain, Eva Susan; Kalay, Degen Erasmus
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol4iss2pp70-77

Abstract

Ambang (sill) Poka-Galala merupakan selat sempit yang dangkal, dan menjadi penghubung antara Teluk Ambon Luar (TAL) dan Teluk Ambon Dalam (TAD). Pola sirkulasi arus permukaan pada Teluk Ambon Dalam, digambarkan mengikuti pola sirkulasi pasang surut. Dimana arus laut dapat dibedakan menjadi arus pasang surut dan arus non-pasang surut atau arus residu. Ambang Poka-Galala sebagai pintu penghubung keluar-masuknya sirkulasi aliran massa air antara TAD dan TAL. Hal ini penting untuk diketahui dan menjadi landasan dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakterisitik arus pasang surut dan arus residu pada perairan disekitar Ambang Poka-Galala. Dalam penelitian ini metode pengambilan data arus yaitu menggunakan metode Eularian, dengan cara muring (mooring). Metode analisis data arus yaitu dengan menggunakan representasi deret waktu. Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa arus pasang surut memiliki kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan arus residu. Dimana kecepatan arus pasang surut maupun arus residu lebih tinggi pada periode pasang purnama; untuk arus pasang surut lebih tinggi pada stasiun 1 (TAD), sedangkan arus residu lebih tinggi pada stasiun 2 (TAL). Sehingga pola arus pada TAD masih sangat kuat dipengaruhi oleh pola pasang surut, sedangakan pola arus TAL masih dipengaruhi oleh pola non-pasut atau kecepatan arus residunya lebih tinggi.
Interpretasi Pola Arus Permukaan Di Perairan Barat Pulau Sumatera Noya, Yunita A.; Ratuluhain, Eva Susan; Hukul, Amal P.
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol2iss2pp17-24

Abstract

Dinamika arus permukaan di perairan barat Sumatera sangat menarik untuk dikaji, karena letaknya yang berhadapan dengan Samudera Hindia. Tujuan penelitian ini untuk mengtinterpretasikan pola arus permukaan selama musim barat pada bulan Desember 2021 – Februari 2022. Data arus yang digunakan diperoleh dari situs Marine Copernicus yang merupakan data harian selama tiga bulan, dengan resolusi spasial 0,083° × 0,083° dalam sistem koordinat WGS 84 (EPSG 4326). Pengolahan data arus menggunakan software Panoply v4. Hasil output dari panoply berupa gambar arah pergerakan arus, akan digunakan untuk menganalisa arah dan kecepatan arus serta untuk menjawab interpretasi pola arus permukaan di periran barat Pulau Sumatera. Hasil penelitian yang diperoleh adalah kecepatan maksimum arus permukaan selama musim barat bervariasi antara 0.9 – 1.5 m/s. pola pergerakan arus dominan menunjukkan arus bergerak dari arah barat (Benua Asia) menuju ke timur (Benua Australia). Pergerakan arus permukaan selama musim barat juga memperlihatkan adanya arus Eddy yang ditandai dengan pusaran arus pada hasil output gambar pada bulan Desember – Februari.Perbedaan kecepatan angin dapat disebabkan karena variasi kecepatan angin yang bertiup selama musim barat berlangsung.
Pemetaan Bio-Optik Perairan Pesisir Utara Pulau Ambon Menggunakan Citra Landsat 9 untuk Analisis Sebaran Klorofil-a dan TSS Tino, Wildan; Latue, Milyan Uli; Fakaubun, Fahrul Rozy; Barcinta, Muhammad Fahrul; Soukotta, Imanuel Vilian Trayanta; Ratuluhain, Eva Susan; Lautetu, Lisa Meidiyanti
Journal of Coastal and Deep Sea Vol 3 No 2 (2025): Journal of Coastal and Deep Sea
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jcds.v3i2.23248

Abstract

Pulau Ambon memiliki dinamika oseanografi dan morfodinamik yang kompleks yang memengaruhi pencampuran massa air, transportasi sedimen, serta variabilitas klorofil-a dan Total Suspended Solid. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menganalisis sebaran klorofil-a dan Total Suspended Solid (TSS) di perairan pesisir utara Pulau Ambon menggunakan citra satelit Landsat 9. Proses pengolahan data meliputi koreksi geometrik, koreksi radiometrik, konversi reflektan Top of Atmosphere (ToA), serta penerapan algoritma estimasi klorofil-a dan TSS. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa konsentrasi klorofil-a lebih tinggi pada zona pesisir (0.198–0.265 mg/L) dan menurun ke arah laut terbuka (0.127–0.162 mg/L), menandakan tingginya masukan nutrien dari daratan dan karakter perairan oligotrofik di laut lepas. Sebaran TSS juga memperlihatkan nilai tinggi di sepanjang garis pantai (10.21–20.62 mg/L) akibat limpasan daratan, erosi, dan aktivitas manusia, sedangkan perairan yang lebih jauh menunjukkan nilai lebih rendah (10–14 mg/L). Analisis berbasis penginderaan jauh ini memberikan informasi penting bagi pengelolaan kualitas perairan dan perencanaan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
Preliminary modeling of tsunami potential in the Tanimbar Islands Eva Susan Ratuluhain; Yunita Angnetjie Noya; Degen E. Kalay; Ronald Darlly Hukubun
Nekton Vol 5 No 1 (2025): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v5i1.944

Abstract

The Tanimbar Islands are an area of high tectonic activity and are part of the outer arc island chain formed by subduction in the Banda zone. The presence of the Sorong Fault and Tanimbar Fault around the Tanimbar Islands also affects the level of vulnerability to earthquakes and tsunami hazards. The purpose of this study was to predict the tsunami potential and affected area of the Tanimbar Islands. The method of analyzing the height data and predicting the affected area used COMCOT v1.7 software. Model simulations were performed on the domain layer by using linear equations. Earthquake and fault parameter data were obtained from the USGS website using historical earthquakes dated January 10, 2023. Bathymetry data were obtained from the GEBO website at a resolution of 15-arcsecond (464 m). The model simulation results show that the initial wave height value marked by the red contour is 0.22 m and the lowest low tide value marked by the blue contour is -0.4 m. Based on these results, the tsunami potential in the Tanimbar Islands is not dangerous, as the potentially affected areas in the study area are Selu Island, Woluaru Island, Wotap Island, and Molu Island, as well as the small islands in the western part. The simulation results demonstrate the importance of research related to tsunami hazards that may occur in the future so that appropriate mitigation can be planned for the existence of small islands around the Tanimbar Islands.