Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH GROUND GRANULATED BLAST FURNNACE (GGBF) SLAG SEBAGAI BAHAN TAMBAH SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON Rano Noviana Anwar; Abdul Chalid; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.2619

Abstract

Beton adalah bahan konstruksi yang paling banyak digunakan di dunia setelah air . Permintaan konsumsi yang tinggi ini hanya dapat dipenuhi dengan produksi semen yang tinggi. Semen merupakan bahan utama pembentuk beton, dan juga penyumbang pencemaran udara terbesar. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau Semen Slag yang merupakan hasil pengolahan limbah industri baja menjadi salah satu alternatif yang diminati karena proses produksi dan lebih ekonomis bila dibandingkan dengan Portland Cement (PC). Material yang mempunyai sifat cementitious ini berpotensi untuk menggantikan sebagian semen dalam campuran beton dengan tetap mempertahankan kelebihan sifat mekanis beton. Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan pengujian benda uji yang telah didesain dengan komposisi substitusi semen slag sebesar 0%, 50%, dan 70% dari berat semen yang dibutuhkan dan pada umur 3, 7, 14, 28 dan 60 hari pada suhu ruangan. Sebagai benda uji kontrol beton direncanakan dengan kuat tekan f’c = 40 MPa. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kinerja semen slag pada beton melalui pengamatan kuat tekan (f’c). Pengujian menunjukkan bahwa substitusi slag menyebabkan terjadinya penurunan kuat tekan pada semua umur beton.
PENGARUH PERMEABILITAS TERHADAP STABILITAS KEAMANAN BENDUNGAN GUNUNGROWO Afrizon Kamiruddin; Abdul Chalid; Agus Sulaeman; Chandra Afriade Siregar
Jurnal Teknik Sipil Vol 18 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v18i2.4648

Abstract

Gunungrowo Dam has been establishing in 1925, it is located on the Wadi River. This dam is a homogeneous earthfill dam with a height of 20.5 m, with a storage capacity of 5.11 million m3 to supply irrigation water for an area of 6,000 Ha. Because the operational period is approaching 100 years, it is necessary to evaluate the level of stability and safety of the dam. The purpose of this study was to 1) determine the stability of the seepage safety in various reservoir water levels; 2) determine the slope safety stability (Safety Factor) of the dam in various reservoir water level conditions; 3) determine the effect of the dam body core permeability variable on seepage, and 4) determine the effect of the dam body core permeability variable on slope stability. The main discussion in this study is to analyze the stability of the dam safety using the GeoStudio-2012 computer program with SEEP/W features on seepage discharge and SLOPE/W on SF (Safety Factor) slopes. The SEEP/W modeling uses the concept of saturated soil mechanics. The input parameters for slope stability analysis are dam dimensions, type of material, bulk density (γ), cohesion (c), and shear angle (j). The study was conducted on all seepage discharge values and all SF values at minimum water level, normal water level, flood water level and fast receding with calculations without earthquake loads. The results of the study obtained that the SF value, discharge value, stable against landslide hazards and piping hazards met the safety requirements. Furthermore, from the seepage discharge value and the SF value, it is studied how the influence of the dam core permeability variable on the piping hazard and the potential for landslide hazard. From the results of the analysis, it is concluded that the greater the value of the permeability, the greater the seepage discharge and the greater the value of the permeability, the smaller the value of the safety factor.
STUDI KEKUATAN MENARA BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) PADA MENARA SST TINGGI 72M TIPE GREENFILED Novia Santi Marsia; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 2 (2024): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i2.3950

Abstract

The development of communication technology in Indonesia has grown quite rapidly. The increasing needs of the community for telecommunications make cellular operators continue to improve services. To increase network capacity can be done by adding devices on telecommunication towers. The addition of devices on telecommunication towers brings consequences in the form of increased loads that must be carried by the telecommunication tower. The stability check of a 4-foot SST-type BTS tower with a height of 72m refers to the EIA/TIA-222-G standard and uses the MS Tower V6 program. The check includes several things, namely: the stress ratio that occurs in the tower element, tower sway, tower torsion, tower shift, and the reaction of the support that occurs. If the addition of devices in the telecommunication tower is still within the capacity limit of the tower, the addition of devices is not a problem. If one of the above criteria is passed even though the other criteria are safe, the tower structure is considered unsafe and must be recalculated. The results of the analysis when the tower was given an additional antenna load found that the tower did not meet 1 limit condition because the stress ratio exceeded the standard, which was 1.212 (>1). So it needs to be reinforced at the foot of the tower using the L60x60x6 profile. From the results of reinforcement at the foot of the tower, it was found that the stress ratio value < 1 with a value of 0,938 and the sway value < 0,5, which is worth 0.2303, so the tower has met the requirements.
Integrasi Rain Garden pada Badan Jalan Kota Baru Parahyangan Bandung Barat Musa Rannu; A. Andini Radisya Pratiwi; Eka Juliar; Mochamad Qodir Oktariana; Rian Dzulfiyanto; Aditya Wildan; Firdaus Firdaus; Prina Nugraha; Yadi Sumpeno; Chandra Afriade Siregar
TECHNO-SOCIO EKONOMIKA Vol 18 No 2 (2025): Jurnal Techno-Socio Ekonomika - Oktober
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/techno.2025.18.2.4130

Abstract

Rapid urbanization has led to an increased demand for land, often at the expense of the environment. In response, rain gardens have emerged as a popular and sustainable solution for managing stormwater. This study focuses on evaluating how rain gardens in Kota Baru Parahyangan (KBP), Bandung, contribute to improving community satisfaction and enhancing environmental quality.Using a descriptive qualitative approach, the research gathered data through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings reveal that rain gardens in KBP effectively manage stormwater runoff, reduce flood risks, and improve air quality. Beyond these benefits, they also enhance biodiversity, beautify the surroundings, and support efforts toward achieving carbon neutrality, the environmental impact assessment (AMDAL) data for the KBP area indicates a reduction of 1°C in the local temperature. The community has expressed high satisfaction with the presence of rain gardens, recognizing their significant environmental benefits and positive impact on quality of life. However, the study also highlights challenges, such as the need for more regular maintenance. Overall, the adoption of rain gardens in KBP is a significant step toward building a sustainable urban environment. Integrating rain gardens into urban planning is strongly recommended to improve the quality of life in cities. The study also suggests expanding this initiative to other areas and emphasizes the importance of involving the community in planning and managing rain gardens to ensure their long-term success.
ANALISIS KONDISI TANAH DAN PERBAIKAN KELONGSORAN DI TPA BANJARANYAR AAS SULASTRI; Chandra Afriade Siregar; Agus Sulaeman
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5492

Abstract

Tanah ekspansif dapat menyebabkan struktur bangunan terangkat atau retak, oleh karena itu perlu adanya analisis tanah melalui pengujian fisis dan mekanis tanah, sehingga dapat mengetahui sifat pengembangan tanah di TPA Banjaranyar. Selain itu, analisis lanjutan menggunakan sofware plaxis 2D untuk mengetahui deformasi, phase displacement dan safety factor yang terjadi pada as built drawing. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium tanah dengan mengambil sampel tanah dan menganalisis menggunakan software metode elemen hingga (plaxis 2D). Hasil dari pengujian tanah menunjukan bahwa tanah tersebut termasuk dalam kategori sifat pengembangannya sedang. Untuk hasil analisis menggunakan sofware plaxis 2D pada as built drawing menunjukan kolam lindi tanpa pondasi mengalami deformasi sebesar 0,173 m jika diberi beban gempa sebesar 0,270 m, pada phase displacement sebesar 0,03521 m jika diberi beban gempa 1,093 m, safety factor sebesar 1,33 jika diberi beban gempa sebesar 1,03. Kolam lindi menggunakan pondasi footplate mengalami deformasi sebesar 0,146 m jika diberi beban gempa 0,172 m, pada phase displacement sebesar 0,03149 m jika diberi beban gempa sebesar 1,053 m, safety factor sebesar 1,43 jika diberi beban gempa sebesar 1,14. Sedangkan kolam lindi menggunakan pondasi footplate dan perkuatan lereng menggunakan borepile mengalami deformasi sebesar 0,017 m jika diberi beban gempa 0,0248, phase displacement sebesar 0,01990 m jika diberi beban gempa sebesar 0,04595 m, safety factor sebesar 1,63 jika diberi beban gempa sebesar 1,55 yang dimana safety factor tersebut sesuai dengan SNI 8460:2017
KAJIAN PENGARUH PEMBUATAN TERMINAL BARU TERHADAP KINERJA LALU LINTAS STUDI KASUS : JALAN H. MAWI KABUPATEN BOGOR Cucu Subagja; Chandra Afriade Siregar
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5907

Abstract

Dalam Penelitian ini menganalisis kinerja lalu lintas Jalan Haji Mawi di Kecamatan Parung pasca-operasional Terminal Penumpang Tipe B. Terminal ini berperan sebagai simpul transportasi antar kabupaten dan antarkota yang memengaruhi distribusi arus kendaraan, terutama angkutan umum, serta mendorong peralihan moda dari kendaraan pribadi. Analisis menggunakan indikator kapasitas, faktor koreksi kapasitas (lebar lajur, presentase arus, hambatan samping, ukuran kota), model Greenshield, dan derajat jenuh (DJ) untuk lima segmen jalan. Hasil menunjukkan bahwa operasional terminal meningkatkan DJ secara signifikan sejak 2025, dengan Segmen 2–5 berpotensi melebihi kapasitas pada 2045, sementara Segmen 4 menjadi titik paling kritis. Hubungan kecepatan–kerapatan dan arus–kerapatan sesuai prinsip Greenshield menunjukkan pola linier negatif dan parabola, menandakan karakteristik lalu lintas yang stabil meski beberapa segmen mendekati kondisi jenuh. Temuan ini menekankan perlunya intervensi pengelolaan lalu lintas, seperti penataan akses keluar–masuk, penertiban parkir, penyediaan staging area, dan optimasi simpang, untuk menjaga kelancaran, efisiensi, dan keselamatan sistem transportasi. Hasil penelitian memberikan dasar perencanaan dan strategi pengelolaan koridor jalan yang lebih efektif di kawasan perkotaan. Studi ini diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam merencanakan terminal tipe B secara terintegrasi dan berkelanjutan pengaruhnya terhadap Jalan Haji Mawi di Kecamatan Parung .
ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI PADA GEMPA MAGNITUDO 6, 7.5, 8, DAN 8.7 DENGAN PARAMETER DATA PENGUJIAN STANDARD PENETRATION TEST (SPT) STUDI KASUS : KOTA PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Ivan Ade Sofiyan; Chandra Afriade Siregar; Didin Kusdian
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5909

Abstract

Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi dan memiliki kerentanan terhadap fenomena likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi akibat gempa bumi dengan variasi magnitudo 6, 7,5, 8, dan 8,7 menggunakan parameter hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Metode analisis mengacu pada pendekatan faktor keamanan terhadap likuifaksi (Safety Factor of Liquefaction) berdasarkan korelasi nilai N-SPT, kedalaman tanah, serta kondisi air tanah. Data SPT yang digunakan merupakan data sekunder dari beberapa titik uji di wilayah Kota Palu. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan magnitudo gempa secara signifikan menurunkan faktor keamanan terhadap likuifaksi. Pada magnitudo 6, sebagian besar lokasi menunjukkan potensi rendah, namun pada magnitudo 7,5 ke atas, terjadi penurunan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan potensi likuifaksi sedang hingga tinggi di beberapa lokasi. Studi ini memberikan informasi penting sebagai dasar mitigasi risiko dan perencanaan infrastruktur di daerah rawan gempa. Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi dan memiliki kerentanan terhadap fenomena likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi akibat gempa bumi dengan variasi magnitudo 6, 7,5, 8, dan 8,7 menggunakan parameter hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Metode analisis mengacu pada pendekatan faktor keamanan terhadap likuifaksi (Safety Factor of Liquefaction) berdasarkan korelasi nilai N-SPT, kedalaman tanah, serta kondisi air tanah. Data SPT yang digunakan merupakan data sekunder dari beberapa titik uji di wilayah Kota Palu. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan magnitudo gempa secara signifikan menurunkan faktor keamanan terhadap likuifaksi. Pada magnitudo 6, sebagian besar lokasi menunjukkan potensi rendah, namun pada magnitudo 7,5 ke atas, terjadi penurunan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan potensi likuifaksi sedang hingga tinggi di beberapa lokasi. Studi ini memberikan informasi penting sebagai dasar mitigasi risiko dan perencanaan infrastruktur di daerah rawan gempa.