Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PERBANDINGAN ANALISIS PERHITUNGAN CUT AND FILL MENGGUNAKAN DATA TOPOGRAFI YANG DILAKUKAN DENGAN PENGUKURAN MANUAL DAN DIGITAL Raka Priyadinata; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1239

Abstract

Pembangunan infrastruktur selalu dihadapkan dengan kondisi tanah yang tidak menentu. Meskipun berada pada lokasi yang sama seringkali mendapatkan bagian permukaan dengan elevasi atau kontur yang berbeda. Salah satu metode pelaksanaan yang bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah tersebut adalah dengan melakukan proses penggalian tanah (cut) dan penimbunan tanah (fill). Cut and fill bertujuan untuk membuat permukaan tanah pada area rencana konstruksi memiliki kontur atau elevasi yang sama. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan perumahan yang berada di daerah Cicalengka, Kab. Bandung, dengan luas tanah sekitar 16173.59 m². Dimana proyek perumahan ini berada di area perbukitan dan memiliki kontur tanah yang belum merata. Sebelum dimulainya proses pengerjaan perataan tanah harus dilakukan pengukuran dan perhitungkan volume cut and fill pada area rencana pembangunan. Volume galian (cut) dan timbunan (fill) didapat dari hasil data pengukuran topografi yang dilakukan secara manual atau digital sehingga dapat diketahui volume tanah yang dibutuhkan. Dalam metode perhitungan volume cut and fill kali ini penulis menggunakan data topografi yang di peroleh dari tiga metode pengukuran yaitu (Total Station, Drone & Demnas) yang menjadi landasan acuan pengukuran manual dan digital dalam penelitian ini.
ANALISIS PENENTUAN KEMIRINGAN LERENG BERDASARKAN NILAI N-SPT UNTUK PELEBARAN JALAN PADA RUAS JALAN SOREANG – RANCABALI – CIDAUN KM. 220+625 Reza Lingga; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1248

Abstract

Untuk melakukan Pelebaran yang berlokasi di Ruas Jalan Soreang – Rancabali – Cidaun pada KM 220+625 diperlukan adanya pemotongan lereng. Dalam hal ini diperlukan adanya analisis terhadap kemiringan lereng yang nantinya menjadi faktor utama dalam pekerjaan pelebaran tersebut dan mengoptimalkan keamanan operasinal baik itu lalulintas maupun geometri diarea tersebut. Oleh karena itu, analisis penentuan kemiringan lereng untuk mendapatkan kemiringan yang masuk dalam kategori aman dan ideal perlu dilakukan. Analisis dilakukan dengan mengunakan 2 metode irisan yaitu Metode Bishop yang disederhanakan dan Metode Fellenius, dengan lereng asli adalah 46° dan lereng buatan setelah dilakukan pelebaran adalah 50°, 60°, 70° dengan pada masing - masing lereng dilakukan analisis 2 titik , yaitu pada kemiringan sudut 30° dan 40° terhadap permukaan paling atas lereng. Dari hasil analisis kestabilan lereng, maka diperoleh besarnya Faktor Keamanan pada masing-masing lereng dengan hasil dari analisis dengan metode fellenius dan bishop dinyatakan AMAN. Dengan hasil dari analisis maka dapat digunakan Luas Tanah yang di ambil setelah dilebarkan adalah Lereng 7 yaitu sebesar 84.0227 M2. Maka dari itu hasil Perhitungan analisis dapat diambil kesimpulan bahwa lereng aman bahkan dengan kemiringan 70° dan dapat ditetapkan lereng dapat memakai lereng 7 yaitu dengan kemiringan lereng 70° dan sudut lingkaran terhadap lereng 30° dengan nilai FS Fellenius 4.43 dan FS Bishop 12.54.
MAYERHOFF ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI TIANG PANCANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE DAN MENGGUNAKAN APLIKASI ALLPILE Fahmi Rizki Kurniawan; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.1249

Abstract

Fondasi dalam adalah fondasi yang di pasang saat kondisi lapisan tanah keras secara relatif dalam dan tidak memungkinkan digunakan fondasi dangkal. Selain itu, fondasi dalam juga dapat mengkomodirkan beban aksial dan lateral yang relative cukup besar. Secara umum, fondasi dalam dikategorikan 2 jenis berdasarkan metode instalasinya, yakni fondasi tiang pancang dan fondasi borpile. Pada studi ini, pembangunan shalter air compressor fasilitas penyediaan gas untuk tenaga mesin gas yang diambil sebagai acuan adalah fondasi yang digunakan merupakan fondasi tiang pancang. Analisis dilakukan dengan mengunakan 2 metode yaitu Metode Mayerhoff dan analisa kapasitas daya dukung  fondasi tiang pancang  menggunakan aplikasi allpile pada pembangunan fasilitas penyediaan gas untuk tenaga mesin gas di Arar Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Dari hasil analisis kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang, dengan jenis pondisi berbentuk lingkaran dengan metode mayerhoff adalah 2607.123  Kn dan aplikasi allpile 2268.637  dengan perbandingan persentase 13%. Sedangkan untuk jenis pondasi persegi menggunakan metode mayerhoff adalah 3321.176 kn dan aplikasi allpilie 2268.637  dengan perbandingan persentase 13%. Maka  untuk perbandingan persentase antara jenis pondasi persegi dan lingkaran dengan metode mayerhoff adalah 22 %, untuk aplikasi allpile adalah 22 %. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa daya dukung pondasi tiang pancang empiris mayerhoff lebih besar di bandingakan aplikasi allpile dengan rata rata selisih 13 %, maka daya dukung pondasi tiang pancang persegi lebih besar di bandingkan dengan lingkaran dengan rata rata selisih 22%.
PERENCANAAN FONDASI BORED PILE DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE GROUP PILE BERDASARKAN DATA SPT (Studi Kasus Pembangunan Jembatan Tendeki Ruas Jalan Tol Manado – Bitung Seksi II) Farid Darulhanif Abdarraafi; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 2 (2022): SIMTEKS - September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i2.1250

Abstract

Dalam melakukan pekerjaan soil test yang berlokasi di Jembatan Tendeki Ruas Jalan Tol Manado – Bitung Seksi II, Sulawesi Utara, Untuk melihat kondisi tanah di lapangan dilakukan cara penyelidikan tanah langsung di lapangan (Field Soil Investigation). Data yang diperoleh dari hasil pengujian akan dipergunakan sebagai dasar untuk pekerjaan konstruksi fondasi atau konstruksi yang berhubungan dengan Geoteknik. Dari hasil analisis perencanaan fondasi bored pile, maka diperoleh desain fondasi sebagai berikut: Pertama, Pier 4, Diameter 1.20 m dan Panjang tiang 15 m. 1) Memiliki beban struktur atas 79854 kN, menggunakan konfigurasi 32 tiang dengan nilai daya dukung kelompok 89103.2 kN dan nilai axial dari software group pile yaitu 80371 kN. 2) Dengan konfigurasi 32 tiang dan Panjang tiang 15 m, memiliki volume 16.965
STABILISASI TANAH DENGAN CAMPURAN GARAM DAPUR (NaCl) TERHADAP NILAI PEMADATAN STANDAR METODE A(STUDI KASUS:TANAH LEMPUNG DAERAH KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG) Nur Nilasari; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 1 (2022): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i1.1535

Abstract

Tanah merupakan suatu komponen utama dalam suatu konstruksi bangunan.. Oleh karena itu kondisi tanah harus diketahui terlebih dahulu terutama sifat fisik tanah, agar tidak mengalami kerugian kerusakan bangunan akibat buruknya sifat tanah. Untuk memperbaiki tanah hal yang harus dilakukan adalah dengan stabilisasi tanah. Pada penelitian ini stabilisasi yang dilakukan adalah dengan stabilisasi kimiawi dengan menambahkan garam dapur sebagai bahan stabilisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan garam dapur serta perbandingan tanah asli dengan tanah campuran garam dapur. Pada penelitian ini sampel tanah yang digunakan adalah tanah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Campuran garam yang ditambahkan sebagai bahan stabilisasi adalah 5%,10%, dan 15%, pengujian laboratorium yang dilakukan adalah pengujian sifat fisik dan pengujian pemadatan standard metode A. Hasil dari penelitian ini adalah OMC tanah asli sebesar 28.863% dan MDD sebesar1.372 gr/cm3. Nilai OMC campuran garam dapur 5% sebesar 31.948% dan MDD sebesar 1.361 gr/cm3. Nilai OMC campuran garam dapur 10% sebesar 29.32% dan MDD sebesar 1.398 gr/cm3. Serta nilai OMC campuran garam dapur 15% sebesar 25.124% dan MDD sebesar1.454 gr/cm3.
STABILISASI TANAH DENGAN CAMPURAN GARAM DAPUR (NaCl) TERHADAP NILAI UNCONFINED COMPRESSIVE STRENGTH (UCS) (STUDI KASUS: KECAMATAN BALEENDAH, KABUPATEN BANDUNG) Imas Pupu Marpuah; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 1 (2022): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i1.1536

Abstract

Tanah merupakan material penting dalam proses pembangunan kontruksi. Sifat fisik tanah bisa mempengaruhi bangunan di atasnya. Sehingga, diperlukan pengujian terhadap sifat fisik atau mekanik tanah terlebih dahulu. Beberapa sifat tanah yang kurang baik ketika dipakai sebagai dasar suatu bangunan adalah potensi kembang susut yang besar, plastisitas tinggi, perubahan volume besar dan lain sebagainya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki tanah, salah satunya dengan penambahan bahan kimia. Pada penelitian ini, penambahan bahan kimia yang dilakukan untuk memperbaiki tanah adalah dengan penambahan garam dapur (NaCl). Sampel tanah diambil dari Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Sementara, sampel garam dapur yang digunakan adalah garam cap ikan raja. Komposisi campuran garam dapur yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15%. Dengan pengujian terhadap nilai uji tekan bebas atau unconfined compressive strength setelah dilakukan pemeraman selama 1 hari. Dari hasil penelitian, didapat bahwa nilai qu dan Cu untuk tanah asli adalah 4,623 kg/cm2 dan 2,3115 kg/cm2, tanah asli + 5% garam 5,474 kg/cm2 dan 2,737 kg/cm2, tanah asli + 10% garam 4,512 kg/cm2 dan 2,256 kg/cm2, tanah asli + 15% garam 4,377 kg/cm2 dan 2,1885 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dengan campuran garam sebanyak 5% memiliki nilai qu dan Cu yang tinggi, yaitu sebesar 5,474 kg/cm2 dan 2,737 kg/cm2.
STUDI PENGARUH STABILISASI TANAH DENGAN CAMPURAN KAPUR TERHADAP PARAMETER KUAT GESER TANAH DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA Hanif Ahmad Ma'sum; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 1 (2022): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i1.1537

Abstract

Tanah merupakan material penting dalam proses pembangunan kontruksi. Sifat fisik tanah bisa mempengaruhi bangunan di atasnya. Sehingga, diperlukan pengujian terhadap sifat fisik atau mekanik tanah terlebih dahulu. Beberapa sifat tanah yang kurang baik ketika dipakai sebagai dasar suatu bangunan adalah potensi kembang susut yang besar, plastisitas tinggi, perubahan volume besar dan lain sebagainya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki tanah, salah satunya dengan penambahan bahan kimia. Pada penelitian ini, penambahan bahan kimia yang dilakukan untuk memperbaiki tanah adalah dengan penambahan garam dapur (NaCl). Sampel tanah diambil dari Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Sementara, sampel garam dapur yang digunakan adalah garam cap ikan raja. Komposisi campuran garam dapur yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15%. Dengan pengujian terhadap nilai uji tekan bebas atau unconfined compressive strength setelah dilakukan pemeraman selama 1 hari. Dari hasil penelitian, didapat bahwa nilai qu dan Cu untuk tanah asli adalah 4,623 kg/cm2 dan 2,3115 kg/cm2, tanah asli + 5% garam 5,474 kg/cm2 dan 2,737 kg/cm2, tanah asli + 10% garam 4,512 kg/cm2 dan 2,256 kg/cm2, tanah asli + 15% garam 4,377 kg/cm2 dan 2,1885 kg/cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah dengan campuran garam sebanyak 5% memiliki nilai qu dan Cu yang tinggi, yaitu sebesar 5,474 kg/cm2 dan 2,737 kg/cm2.
ANALISA DAYA DUKUNG TANAH UNTUK PONDASI BORED PILE DI TITIK ABT 1+573 DAN ABT 1+838 DALAM PROYEK JEMBATAN KERETA API LAYANG MEDAN-BINJAI Muhammad Syukri; Feri Amiruddin; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 1 (2022): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i1.1538

Abstract

Analisis daya dukung tanah untuk pondasi merupakan suatu pekerjaan yang sangat penting dalam suatu pekerjaan teknik sipil, karena analisis pondasi inilah yang menjadi inti perhitungan pondasi dalam  memikul dan menahan suatu beban yang bekerja diatasnya yaitu beban konstruksi atas. Tujuan dari studi ini untuk menghitung kuat dukung tiang bored pile dari hasil sondir (CPT) dan standar penetrasi test (SPT) kemudian membandingkan hasil kuat dukung tiang bored pile. Metode perhitungan kuat dukung untuk data sondir menggunakan metode Aoki dan Reese dan metode Meyerhoff, untuk data SPT menggunakan metode Reese dan wright dan metode Meyerhoff.
ANALISIS PERENCANAAN PONDASI DINAMIS UNTUK MENDUKUNG MESIN TURBIN PADA PLTM WARNASI DI MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT Tri Ananda Bangkit Kusuma Wardana; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 2 No. 1 (2022): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v2i1.1539

Abstract

Pondasi dinamis semakin banyak digunakan seiring dengan maraknya pembangunan pembangkit listrik di Indonesia, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Umumnya pondasi dinamis yang digunakan adalah pondasi dinamis tipe blok. Pondasi ini membutuhkan beberapa pertimbangan, karena pondasi ini memberikan beban dinamik dan beban statik. Pondasi tertanam di kedalam 2 m, pada tanah kohesif dengan nilai kohesi 110,665 kN/m2 yang didapatkan dari hasil pengujian Cone Penetration Test (CPT) dan Modulus Geser dengan nilai 18000 KPa, didapatkan dari persamaan milik Menhard (1965). Analisis dilakukan pada 6 keadaan perbandingan berat pondasi terhadap berat mesin, peralatan pendukung dan air didalamnya. Pengambilan perbandingan didasarkan pada pernyataan literatur , bahwa (Wp/Wma) berada pada kisaran 3–5 kali. Dari hasil analisis didapatkan nilai-nilai yang masih termasuk pada angka nyaman terhadap pekerja dan lingkungan di sekitarnya, selain itu pada seluruh jenis pondasi tidak terjadi resonansi. Nilai penurunan terkecil terjadi pada kondisi (Wp/Wma = 3,50) yaitu pondasi blok tipe I yang memilik berat 1847,279 kN.
KAJIAN KEKUATAN TANAH KECAMATAN DAYEUHKOLOT DENGAN MENGGUNAKAN DATA INDEX PROPERTIES DAN MECHANICAL PROPERTIES Rully Savitri Nurvita; Agus Sulaeman; Chandra Afriade Siregar
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol. 3 No. 1 (2023): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v3i1.2465

Abstract

Penyelidikan tanah menggunakan CPT(sondir) sangat penting di lakukan untuk mengetahui klasifikasi lapisan dan jenis tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan investigasi lapangan untuk mengetahui karakteristik, mendapatkan data keadaan perlapisan, jenis, sifat-sifat mekanis dan fisis tanah, serta mengetahui seberapa besar kekuatan tanah di kecamatan Dayeuhkolot dan sekitarnya. Pengujian ini  dilakukan di 4 Desa dan 6 Kelurahan sebanyak 20 titik dengan menggunakan metode CPT (sondir) di lapangan  dan pengambilan sampel tanah untuk di analisa index properties dan mecanikal properties di laboratorium. Hasil dari penelitian ini berupa grafik dan peta kekuatan tanah, berdasarkan nilai CPT, UCT, dan Indeks Properties. Adapun berdasarkan grafik korelasi hasilnya adalah Hubungan nilai kohesi (C) dengan tahanan konus (qc) dan kuat tekan bebas (qu), tahanan konus (qc) dengan kuat geser undrain (cu), indeks plastisitas (PI) dengan clay content (lolos#200) berbanding lurus, dan hubungan nilai kuat geser undrain (cu) dengan indeks plastisitas (PI) dan clay content (lolos#200) adalah berbanding terbalik. Hasil penelitian berupa peta Konsistensi tanah berdasarkan nilai qc di kedalaman 1 meter didominasi oleh konsistensi  medium stiff sebesar 55%, berdasarkan nilai qc di kedalaman 3 meter didominasi oleh konsistensi tanah very stiff sebesar 50%, berdasarkan nilai qc di kedalaman 5 meter didominasi oleh konsistensi tanah hard sebesar 64.71%, berdasarkan nilai UCT di kedalaman 1-2 meter didominasi oleh konsistensi tanah medium stiff  sebesar 57.14%, berdasarkan nilai kohesi C di kedalaman 1-6 meter didominasi oleh konsistensi tanah medium stiff sebesar 40% dan tipe tanah berdasarkan nilai indeks plastisitas (PI) di dominasi oleh tipe tanah lempung  dengan  sebesar 85%.