Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Optimalisasi Rak Penyimpanan Pada Gudang Work-in-process Untuk Mengatasi Kekurangan Kapasitas Rak Dan Penumpukkan Pallet Dengan Menggunakan Standardisasi Kerja Feiliana Feiliana; Pratya Poeri Suryadhini; Ayudita Oktafiani
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ Farma merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dengan salah satu produksinya yaitu produk LVP. Dalam rangkaian proses produksi produk LVP perlu dilakukan proses penyimpanan WIP selama 14 hari sebagai salah satu syarat untuk memastikan kualitas produk yang sampai pada konsumen adalah kualitas yang baik. Pada proses penyimpanan yang dilakukan di Gudang WIP teridentifikasi bahwa terdapat penyimpanan yang tidak sesuai karena adanya kekurangan rak untuk penyimpanan pallet WIP sebanyak 54 pallet. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelian yang bertujuan untuk mengoptimalkan alokasi rak penyimpanan pada GWIP. Dengan menggunakan konsep lean manufacturing, identifikasi penyebab masalah dilakukan pada GWIP dengan menggunakan tools berupa VSM, PAM, dan 5Whys. Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi, yaitu terjadinya alokasi rak penyimpanan menjadi rak staging karena adanya proses staging, selanjutnya dilakukan perancangan standardisasi kerja pada GWIP dengan perhitungan waktu baku dan penyederhanaan kerja berupa perancangan aplikasi. Hasil dari usulan yang diberikan yaitu dengan adanya perancangan aplikasi dan perhitungan waktu baku, maka proses staging dapat dihilangkan dan 54 rak kembali fungsinya menjadi rak penyimpanan, sehingga tidak terjadi lagi penyimpanan pallet di luar rak penyimpanan. Hasil dari usulan ini digambarkan dalam simulasi dengan menggunakan software FlexSim. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, didapat bahwa tidak terjadi tumpukan pada GWIP setelah perbaikan. Kata kunci : gudang, lean manufacturing, standardisasi kerja, FlexSim Abstract PT XYZ Farma is a pharmacy company with one of its product namely LVP products. In the series of LVP production processes, it is necessary to carry out a 14-day WIP storage process as one of the requirements to ensure that consumers can get the best quality of the product. In the storage process carried out at WIP Warehouse, it was identified that there was inappropriate storage due to lack of shelves for WIP pallet storage. Based on these problems, a study was conducted aimed at optimizing the allocation of storage shelves in GWIP. By using the concept of lean manufacturing, identification of the causes of the problem is done at GWIP by using tools such as VSM, PAM, and 5Whys. Based on the identified problems, namely the allocation of storage shelves into staging racks due to the staging process, then the work standardization design is carried out on GWIP by calculating standard time and simplifying the work in the form of application design. The result of the proposal given is that with the application design and standard time calculation, the staging process can be removed and the 54 returns to its normal functioning as a storage rack, so that pallet storage does not occur outside the storage rack again. The results of this proposal are illustrated in a simulation using FlexSim software. Based on the simulation conducted, it was found that there was no pile in the GWIP after improvement. Keywords: warehouse, lean manufacturing, work standardization, FlexSim
PELATIHAN GOOGLE CLASSROOM PADA GURU SDITQ IMAM MALIK BANDUNG UNTUK MENDUKUNG PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ayudita Oktafiani; Murni Dwi Astuti; Denny Sukma Eka Atmaja
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.003 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i1.18439

Abstract

Desain Monitoring Sistem pada Tungku Pembakaran dengan Pendekatan Multi-level Digital Twin Taryana, Galih Purnama; Prasetio, Murman Dwi; Astuti, Murni Dwi; Ayudita Oktafiani; Budiasih, Endang; Wiyono
Jurnal Sistem Cerdas Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : APIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37396/jsc.v6i1.284

Abstract

Abstract-Industry 4.0 discusses concepts related to intelligent systems. There are many concepts related to intelligent systems, one of which is the digital twin concept. The digital twin concept as a data acquisition tool is used to build digital information for a physical system. The company is a producer of murando glazed tiles. in the roof tile production process at the company, there are defective rooftiles produced by the company, namely white stone defects and cracked roof tiles. Cracked roof tiles are caused by inappropriate temperatures during the firing process. With a temperature monitoring system in the roof tiles furnace, combustion temperatures can be monitored in real-time. Monitoring system design using a multi-level approach can describe in detail the architecture of the monitoring system based on the digital twin concept. The website is designed using the Human Centered Design method so can produce a website user interface that is in line with the goals and needs of the user. The monitoring system can provide real-time information on the temperature of the roof tiled anywhere with a design that suits the user's needs.
Penerapan Lean Manufacturing untuk Minimasi Waste Waiting pada Proses Pencetakan Tahu di PD Mahrup Prasetyo, Teguh; Mulyana, Tatang; Oktafiani , Ayudita
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Mayoritas pabrik tahu di Indonesia merupakanindusutri skala rumahan dengan memiliki ciri khas padaproduksinya yang masih menggunakan metode tradisional.Penggunaan metode ini seringkali menyebabkan masalahinefisiensi waktu produksi. Hal ini juga dialami oleh PDMahrup yang selama proses observasi berlangsungditemukannya beberapa pemborosan (waste). Di dalam konseplean manufacturing, waste merupakan segala aktivitas yangtidak memberikan nilai tambah kepada pelanggan danmenyebabkan kerugian sehingga perlu diminimalisir ataubahkan dieliminasi. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya,salah satu waste yang dialami oleh PD Mahrup adalah wastewaiting. Salah satu aktivitas yang berkontribusi dalammunculnya waste waiting adalah aktivitas pengepresan. 1837,87detik adalah waktu yang diperlukan untuk menunggu prosespengepresan selesai. Untuk meminimalisirkan pemborosanwaktu tersebu digunakanlah konsep lean manufacturing. Adadua tools yang dapat digunakan dalam menerapkan leanmanufacturing yaitu VSM dan PAM. Solusi yang bisadihadirkan dalam mengatasi permasalahan waste waiting akibatpengepresan tahu adalah dengan merancang usulan alat presdan potong tahu sistem pneumatik. Apabila usulan rancanganalat tersebut diimplementasikan maka dapat mengurangi wastewaiting akibat pengepresan tahu menjadi 771,96 detik. Kata kunci— Lean Manufacturing, Waste Waiting, PAM, Pengembangan Produk
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produksi Rumah Tipe 32/36 Menggunakan Metode Material Requirements Planning (MRP) Pada Perusahaan Pembangunan Perumahan PT XYZ Daryatno, Dinda Azzahra; Oktafiani, Ayudita; Mulyana, Tatang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT XYZ, perusahaan industri pembangunan perumahan,menghadapi masalah penumpukan persediaan bahan baku digudang yang menyebabkan kerugian sebesar 15,32% dari totalbiaya persediaan. Masalah ini dipicu oleh pengendalianpersediaan yang kurang optimal dan pencatatan manualinventory status record yang rentan terhadap kesalahanmanusia, ketidakakuratan data, dan kehilangan informasi.Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan perbaikan kebijakanpengadaan material menggunakan metode MaterialRequirement Planning (MRP), yang mengelola kebutuhanbahan berdasarkan daftar bahan baku, persediaan, dan jadwalproduksi. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampakperubahan harga dan kuantitas. Implementasi MRP berhasilmengurangi total biaya persediaan dengan teknik lot sizing LotFor Lot (LFL), Least Unit Cost (LUC), dan algoritma WagnerWithin (WW), yang menghemat masing-masing Rp882.482.000, Rp 905.793.015, dan Rp 908.095.228 dibandingkankondisi sebelumnya. Selain itu, dirancang sistem inventorystatus record yang mencatat riwayat inbound (masuk) danoutbound (keluar) material pada Google Spreadsheet, sehinggapencatatan lebih akurat dan data tersimpan aman. Sistem inijuga mampu menampilkan jumlah sisa persediaan secarakontinu. Dengan perbaikan kebijakan pengadaan material dansistem pencatatan ini, perusahaan diharapkan dapat mengelolapengadaan secara lebih efektif dan meminimalkan total biayapersediaan. Kata kunci— Total Biaya Persediaan, Kebijakan Pengadaan Material, Material Requirement Planning, Inventory StatusRecord, Inbound dan Outbound Material
Perancangan Tata Letak Fasilitas Baru Di Gudang Pt Pln Nusantara Power Unit Pembangkitan Muara Tawar Untuk Meminimasi Jarak Pergerakan Staf Gudang Dan Supplier Menggunakan Algoritma Blocplan Al Rasyid, Fakhri Harun; Suryadhini, Pratya Poeri; Oktafiani, Ayudita
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT PLN Nusantara Power UnitPembangkitan (UP) Muara Tawar merupakan perusahaanyang bergerak di bidang pembangkitan listrik danmenyuplai listrik ke gardu induk. Perusahaan tersebutmemiliki gudang utama yang disebut GMT1 yangdifungsikan untuk menyimpan material dari seluruh blok.Di dalamnya terdapat fasilitas atau ruangan yang letaknyatidak sesuai dengan alur proses pekerjaan, yaitu ruangadministrasi dengan ruang karantina, sehinggamenyebabkan besarnya jarak tempuh dari staf gudang dansupplier. Besarnya jarak tempuh pada staf dan supplierterjadi karena staf mengalami gerakan bolak balik,sedangkan supplier mengalami pergerakan memutarigudang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkanusulan rancangan tata letak fasilitas agar dapatmeminimasi jarak tempuh pada staf maupun supplier.Metode yang digunakan untuk merancang tata letakfasilitas adalah algoritma BLOCPLAN. Penelitian inimenghasilkan tata letak usulan dari proses pengolahandata menggunakan algoritma BLOCPLAN. Tata letakusulan terpilih dapat menghasilkan 14 perpindahanfasilitas yang dapat mengurangi jarak tempuh pada stafdan supplier. Pada tata letak usulan terpilih, jarakperpindahan staf berkurang 12-meter dan jarakperpindahan supplier berkurang 97 meter. Jikadibandingkan dengan tata letak awal, jarak perpindahanstaf pada tata letak usulan mengalami penurunan sebesar15%, sedangkan jarak perpindahan supplier mengalamipenurunan sebesar 78%. Sehingga tata letak usulanmenjadi lebih efisien. Kata kunci— BLOCPLAN, activity relationship chart(ARC), jarak, efisiensi
Usulan Alat Sensor Alarm Mesin Rajut Berbasis Poka Yoke Untuk Meminimasi Defect Pada Proses Rajut Kaos Kaki Di Pt Xyz Sandhika, Preity Shinta Adriana; Damayanti, Dida Diah; Oktafiani , Ayudita
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ merupakan perusahaan fashion yangmemproduksi kaos kaki mengalami permasalahan tingginyatingkat defect pada produk kaos kaki jempol selama periodeJuni hingga November 2023. Meskipun permintaan tinggi, rataratadefect rate mencapai 4.04%, melampaui batas toleransiperusahaan sebesar 3%. Dari enam tahap produksi kaos kaki,yaitu rajut, obras, bolak-balik, oven, sortir, dan pengemasan,terdapat beberapa jenis defect, seperti lubang, noda, turun size,belang, dan bahan baku. Analisis Pareto menunjukkan bahwajenis defect yang paling dominan adalah lubang, dengan tingkatdefect sebesar 33% yang berasal dari proses rajut. Berdasarkanmasalah tersebut, dilakukan analisis tahap-tahap pada prosesrajut menggunakan analisis Failure Mode and Effect Analysis(FMEA). Mode kegagalan dengan nilai Risk Priority Number(RPN) tertinggi adalah jarum rusak sebesar 392 dan jarumpatah sebesar 336. Untuk merancang solusi dari permasalahanyang ada, digunakan metode poka yoke yang bertujuanmencegah cacat produk. Usulan perbaikan meliputipenggantian jarum secara serentak sesuai umur pakainya,dibantu oleh alat sensor alarm. Alat ini dirancang untukmengatasi masalah pada penggunaan jarum yang tidak digantisaat umur pakainya telah habis. Alat ini dirancang untukmendeteksi dini dan mencegah kegagalan sehingga kualitasproduk dapat ditingkatkan dan defect yang disebabkan olehjarum pada mesin rajut dapat dikurangi. Kata kunci — Lean Manufacturing, defect, FMEA, poka yoke, sensor
Analisis Perbandingan Kekuatan Pada Gas Cylinder Kursi Dengan Menerapkan Thin Walled Bionic-Bamboo Menggunakan Finite Element Method Hawari, Lativ; Oktafiani, Ayudita; Rachmat, Haris
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era modern, kenyamanan menjadi prioritas, terutama dalam aktivitas yang melibatkan durasi duduk yang lama seperti bermain video game. Gas cylinder merupakan komponen penting pada kursi gaming yang dipengaruhi oleh beban dan material yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kekuatan gas cylinder kursi gaming dengan menerapkan struktur bambu bionik berdinding tipis menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM). Simulasi FEM digunakan untuk memahami efek dari berbagai material, seperti stainless steel, aluminium alloy, dan plastik ABS, serta variasi diameter nodus pada struktur bambu bionik. Beban sebesar 1500 N digunakan untuk mewakili berat rata- rata pengguna kursi gaming. Metode Grey Relational Analysis (GRA) digunakan untuk mengevaluasi kinerja berbagai desain berdasarkan deformasi dan tegangan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bambu bionik dengan nodus heksagonal berdiameter 2 mm (BSS2-2) memiliki performa terbaik dengan deformasi dan tegangan lebih rendah dibandingkan desain silinder gas eksisting. Grey Relational Grade dari BSS2-2 mencapai 0.9997, sementara desain eksisting memiliki nilai 0.9620. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan struktur bambu bionik berdinding tipis dapat secara signifikan meningkatkan kekuatan dan ketahanan gas cylinder pada kursi gami Kata kunci— FEM, GRA, THIN-WALLED BIONIC BAMBOO, Cylinder Gas, Deformasi, Tegangan.
Usulan Pengaturan Penggunaan Lift Dengan Algoritma Genetika Untuk Minimasi Waiting Time Lift Di Gedung Tult Lukman, Harits Faishal; Oktafiani, Ayudita; Nopendri, Nopendri
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan transportasi vertikal, khususnya lift, merupakan komponen penting dalam pengelolaan gedung-gedung modern seperti Gedung TULT di Telkom University. 5 dari 10 lift pada gedung ini mengalami ketidaksetaraan beban kerja sehingga waktu tunggu antar-lift tidak merata, khususnya selama periode sibuk seperti pergantian kelas dan jam makan siang. Ketidaksetaraan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan inefisiensi dalam penggunaan fasilitas lift. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penjadwalan lift di Gedung TULT dengan menggunakan algoritma genetika untuk meminimalkan waktu tunggu pengguna lift, serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penggunaan fasilitas tersebut. Dalam penelitian ini, model penjadwalan lift dioptimalkan dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti jumlah lift, jumlah lantai, dan pola penggunaan selama periode puncak. Data asli mengenai waktu tempuh lift dan jumlah lantai yang dilayani dikumpulkan untuk membangun model simulasi. Algoritma genetika diterapkan untuk mencari solusi optimal yang dapat mengurangi waktu tunggu rata-rata dan distribusi beban antar-lift. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan algoritma genetika dapat secara signifikan mengurangi waktu tunggu total lift di Gedung TULT. Data simulasi memperlihatkan penurunan average waiting time dari 177 detik pada penjadwalan awal menjadi 135 detik pada penjadwalan yang dioptimalkan Perbaikan ini dicapai melalui penyesuaian jadwal dan pembagian beban lift yang lebih merata, yang pada gilirannya mengurangi ketidaknyamanan pengguna dan meningkatkan efisiensi operasional lift. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya penerapan teknik optimasi dalam pengelolaan fasilitas transportasi vertikal untuk meningkatkan pengalaman pengguna di gedung-gedung dengan intensitas tinggi. Kata kunci— Algoritma Genetika, Lift, Waiting Time, Lantai, Penjadwalan
Perancangan Alat Deteksi Defect Kemasan Gelas Plastik Dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Di PT XYZ Wirayudha, Umar; Rachmat, Haris; Oktafiani, Ayudita
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ adalah salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam sektor F&B Food & Beverages. Produk utama dari PT. XYZ berupa gelas plastik untuk minuman ringan dan juga sedotan plastik dengan berbagai macam ukuran. Dengan memudarnya pandemi COVID-19, demand dari produk makanan dan minuman kembali naik. Mengikuti kenaikan tersebut, perusahaan harus meningkatkan jumlah produksinya untuk dapat memenuhi demand pelanggan. Naiknya jumlah produksi memunculkan masalah tingkat defect yang tinggi akibat berkurangnya kemampuan pengendalian kualitas produksi dalam meredam produk cacat. Salah satu masalah yang menyebabkan berkurangnya kemampuan pengendalian tersebut adalah ketidakseimbangan antara kecepatan produksi dengan kecepatan pengendalian yang masih dilakukan oleh tenaga kerja manusia. Penelitian ini berfokus untuk merancang sebuah alat dengan metode Quality Function Deployment (QFD) yang dapat menyelesaikan masalah pengendalian kualitas produksi. Produk yang diusulkan berupa sensor visual yang dapat mendeteksi cacat pada produk gelas plastik dan memberikan peringatan kepada operator. Hasil yang diharapkan setelah menerapkan alat usulan ini adalah meningkatnya efisiensi dari proses pengendalian kualitas produksi. Kata kunci: Otomasi, QFD, Industri 4.0, Pengendalian Kualitas, Sensor Visual