Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penguatan Hak Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Peraturan Pemerintah No 28 Th 2024 Pada Remaja di Genuksari Kota Semarang Jamil, Masfufatun; Wahyu Utami, Lucky Restyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.854

Abstract

Reproductive health is defined as complete physical, mental and social well-being and not merely the absence of disease or infirmity in all matters relating to the reproductive system. Major Problems of Adolescent Reproductive Health including the lack of information regarding adolescent reproductive health and the problem of shifts in adolescent sexual behavior. In 2023, there were 689 HIV cases in Semarang City, with 77% more cases being suffered by men due to higher male mobility. The government, family and community are responsible for implementing adolescent health efforts. Further provisions are regulated in Government Regulation No. 28 of 2024. For that, strengthening of community independence in detecting reproductive health disorders in adolescents of Karangtaruna Genuksari, Genuk District, Semarang City was carried out. The methods used were pre-test, lecture, discussion and evaluation. The results obtained include: after a pre-test, the majority of respondents' knowledge was sufficient (64%) and after a post-test, knowledge increased to good (84%), partners were consistently able to recognize signs of reproductive health disorders in adolescents and understood government regulations governing health.
Implementation of minimum service standards in radiology installation of bhayangkara Semarang hospital Rosidah, Siti; Jamil, Masfufatun; Utami, Lucky Restyanti Wahyu
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radiology as a means of support in making a diagnosis must be able to meet the minimum service standards of the hospital. According to Kepmenkes no. 129 of 2008 there are 4 indicators of Minimum Service Standards that must be met by radiology installations, namely: waiting time for thorax photos is not more than three hours, the executor is a radiology specialist, the damage of X-ray service failure in the form of photo damage ≤ 2%, customer satisfaction is set at ≥ 80%. These service standards must be carried out to maintain service quality and become a benchmark in performance assessment. This study aims to determine the procedures and results of the analysis of the implementation of Minimum Service Standards in the Radiology Installation of Bhayangkara Hospital. This type of research is qualitative. Data collection was carried out by means of observation, interviews with parties involved in the hospital quality assurance program and documentation of SPM program data that has been done.The data that has been obtained will be transcribed and reduced. Then the analysis will be carried out by referring to the SMP that has been determined by the hospital and the Kepmenkes. Furthermore, indicators that do not meet the standards will be evaluated in the hope that the quality assurance program can meet the standards. The results showed that the implementation of radiology minimum service standards at Bhayangkara Semarang Hospital has been carried out, including 4 indicators with the results meeting the standards, but processing and evaluation have not been carried out.
PENGUATAN KEMANDIRIAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DAN PEMERIKSAAN MIOMA UTERI Jamil, Masfufatun; Andriani, Intan
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.101

Abstract

Kesehatan Reproduksi yaitu keadaan  sehat  secara  menyeluruh  mencakup  fisik,  mental  dan  kehidupan sosial yang berkaitan dengan alat, fungsi serta proses reproduksi. Salah  satu  penyakit  sistem  reproduksi  wanita  sejenis  tumor  yang  sering ditemukan yaitu mioma uteri. Mioma uteri adalah suatu tumor jinak berbatas tegas tidak berkapsul yang berasal dari otot polos dan jaringan ikat fibrous. Di Indonesia kasus mioma uteri ditemukan sebesar 2,39% -11,7% pada semua pasien kebidanan yang di rawat. Kejadian mioma uteri di Jawa Tengah tahun 2016 adalah 9,29% (Profil Kesehatan Jawa Tengah 2016). Deteksi  dini merupakan  langkah  awal  terdepan  dan paling  penting  dalam pencegahan kanker. Selain itu, untuk meningkatkan kesembuhan  penderita  mioma uteri,  kuncinya  adalah  penemuan  dini, diagnosis dini, dan terapi dini. Untuk itu, dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang Penguatan Kemandirian Masyarakat dalam Deteksi  Dan  Pemeriksaan Mioma  Uteri  Pada Ibu PKK RT/RW 03/04 Kel. Salamanmloyo Kec. Semarang Barat dengan tujuan agar dapat meningkakan pengetahuan, melakukan deteksi  serta  apabila menjumpai tanda gejala mioma uteri dapat memeriksakan lebih dini. Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat yaitu pre tes, ceramah, demonstras, diskusi dan Tanya jawab serta evaluasi. Hasil yang didapat yaitu peningkatan pengetahuan, keterampilan serta kesadaran Ibu PKK tentang deteksi dini mioma uteri
PKM PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA TENTANG STATE RESPONSIBILITY DALAM PERLINDUNGAN KESEJAHTERAAN LANJUT USIA PADA LANSIA Kuswardani, Kuswardani; Jamil, Masfufatun; Abidin, Zainal
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 1 (Maret) (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i1.145

Abstract

PKM ini merupakan upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman para lansia RW 06 Kelurahan Krapyak tentang state responsibility dalam perlindungan kesejahteraan lansia di Indonesia. Dengan diadakannya sosialisasi diharapkan lansia RW 6 Kelurahan Krapyak paham atas hak dasar dan kewajibannya sesuai UUD 1945 Pasal 27 (2) dan Pasal 28 huruf H (3), Pasal 34 (1) dan (2) yang mengatur hak warga negara dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Target utama PKM ini memberikan pendampingan dan melatih lansia cara mendapatkan perlindungan kesejahteraan hak dasar lansia. Metode yang digunakan mulai dari melakukan penyuluhan, diskusi, sosialisasi, dan pelatihan sampai para lansia paham cara mendapatkan hak dasar perlindungan kesejahtaraan dan langkah yang harus dilakukan apabila ada pelanggaran hak lansia. Anggaran dan jadwal pelaksanaan pengabdian masyarakat yang diajukan sudah sangat relevan atau sesuai dengan kegiatan yang telah dilaksanakan. Rencana kegiatan program PKM ini adalah a) Pra survei lapangan, b) Persiapan alat dan bahan pelatihan, c) Persiapan metode pemahaman, d) Sosialisasi dan pelatihan perlindungan kesejahteraan kesehatan, e) Pendampingan, f) evaluasi, g) Pembuatan program berlanjutan. Berdasarkan hasil sosialisasi dan pelatihan dapat disimpulkan bila didapatkan hasil yang signifikan yaitu para lansia RW 06 Kelurahan Krapyak dari 23 lansia tidak mengerti sama sekali menjadi mengerti cara mendapatkan hak perlindungan kesejahteraan dan paham langkah yang ditempuh bila ada pelanggaran hak dasar lansia.
DETEKSI KELAINAN ORGAN REPRODUKSI WANITA YANG MEMPENGARUHI INFERTILITAS DAN PEMERIKSAANYA, SERTA HAK PASIEN BERDASARKAN PERMENKES No 04 TAHUN 2018 Jamil, Masfufatun; Suraningsih, Nanik; Rosidah, Siti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.151

Abstract

Angka infertil di seluruh dunia terhitung cukup besar. Berdasarkan data, terdapat 1712 pria dan 2055 wanita yang mengalami infertilitas. Jumlah pasangan infertil sebanyak 36% diakibatkan kelainan pada pria, sedangkan 64% pada wanita. Hasil penelitian menunjukkan kejadian infertilitas pada wanita 15% terjadi pada usia 30-34 tahun dan meningkat 30% pada usia 35-39 tahun. Untuk mendeteksi dini kelainan organ reproduksi wanita yang dapat mempengaruhi infertilitas dianjurkan untuk memeriksakan diri ke RS(RS). Permenkes No 04 tahun 2018 Pasal 17, menyebutkan bahwa Hak Pasien di RS meliputi: memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban Pasien; memperoleh layanan yang manusiawi, adil, jujur, dan tanpa diskriminasi; mendapatkan kerahasiaan penyakit yang diderita; dst. Untuk itu, dilakukan penguatan kemandirian masyarakat dalam mendeteksi kelainan organ reproduksi wanita yang mempengaruhi infertilitas pada ibu PKK usia reproduksi di RT/RW 03/04 Kelurahan Salamanmloyo Kecamatan Semarang Barat. Metode yang digunakan yaitu pre tes, ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanya jawab serta evaluasi. Hasil yang didapat diantaranya:  dilakukan pre tes, pengetahuan responden sebagian besar cukup (71%) dan setelah dilakukan post tes pengetahuan meningkat menjadi baik (81%), mitra konsisten dapat melakukan palpasi pada abdomen (tanda kelainan organ reproduksi yang dapat menyebabkan infertilitas), memiliki kesadaran untuk pemeriksaan dini serta mengerti akan hak pasien di RS.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN SADARI DAN SADANIS Sulistyowati, Indah; Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Jamil, Masfufatun
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i1.65

Abstract

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengatakan terdapat dua jenis kanker yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia, yakni kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks). Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Pemerintah juga telah berupaya untuk pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia dengan cara deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks pada perempuan usia 30-50 tahun.Sebanyak 70 persen pasien yang datang ke dokter sudah berada pada stadium lanjut. Ini antara lain akibat masyarakat masih kurang paham terhadap penyakit kanker ini. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak segera mendapat pertolongan hingga akhirnya meninggal karena terlambatnya mendapat penanganan medis. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kanker perlu dimengerti oleh masyarakat. Selain itu perlu adanya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini secara teratur, jika kanker itu ditemukan lebih dini maka angka kesembuhannya tentu akan lebih tinggi. Deteksi dini dapat menekan angka kematian. Selain itu, untuk meningkatkan kesembuhan penderita kanker payudara, kuncinya adalah penemuan dini, diagnosis dini, dan terapi dini. Untuk itu, diperlukan diseminasi pengetahuan tentang kanker payudara, dan pendidikan wanita untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). 
PKM PENDAMPINGAN REMAJA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING TUGU SEMARANG TENTANG EFEKTIVITAS VAKSIN COVID-19 DILIHAT DARI KU DAN HASIL RONTGEN THORAX Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Sulistyowati, Indah; Jamil, Masfufatun
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.96

Abstract

Pengendalian penyebaran covid-19 dapat dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan melaksanakan vaksinasi covid-19. Adanya perbedaan kondisi penderita covid-19 antara yang sudah divaksin dan belum divaksin dapat dilihat dari keadaan umum (KU) dan hasil rontgen thorax. Sebagian besar keadaan umum (KU) penderita covid-19 yang sudah di vaksin kondisinya lebih baik dengan gejala lebih ringan jika dibandingkan dengan penderita covid-19 yang belum di vaksin. Dilihat dari hasil rontgen thorax penderita covid-19 yang sudah di vaksin kondisinya lebih bersih. Untuk membantu mengendalikan penyebaran covid-19, maka dilakukan kegiatan pendampingan kepada remaja dengan tujuan dapat mendorong penerapan protokol kesehatan dan program vaksinasi covid-19 berjalan dengan baik. Kegiatan berupa pendampingan kepada remaja Persaudaraan Setia Hati Terate Ranting Tugu Semarang terkait efektivitas vaksin covid-19 dilihat dari keadaan umum (KU) dan hasil rontgen thorax serta penerapan protokol kesehatan yang tepat disaat pandemi covid-19 dilakukan dengan cara memberikan materi, penyuluhan dan diskusi terlaksana dengan baik. Dari sesi diskusi yang dilakukan kepada remaja terlihat adanya peningkatan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, meningkatnya kesadaran untuk melakukan vaksin covid-19 dan peningkatan pengetahuan mengenai efektivitas vaksin covid-19.
Penerapan Surat Edaran Kemendagri No 440/3917/SJ Tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) Bagi Masyarakat di RW IV Kel. Salamanmloyo Kota Semarang Jamil, Masfufatun
AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Syariah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almanhaj.v4i2.1896

Abstract

Indonesia makes the implementation of COVID-19 vaccination as part of the strategy to overcome the COVID-19 pandemic. The government issued a regulation for the implementation of vaccination as stated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 10 of 2021 concerning the Implementation of Vaccination in the Context of Handling the 2019 Corona Virus Disease (COVID -19) Pandemic. Following up on the directives of the President of the Republic of Indonesia in the context of preventing and overcoming COVID-19, it is necessary to require a further dose of vaccination (booster) for people who will travel in and/or participate in activities that cause crowds. Therefore, it is necessary to accelerate the implementation of booster doses nationally through various strategies in a proactive, persuasive, focused, and coordinated manner. In this regard, a circular letter No. 440/3917/SJ is issued concerning the Acceleration of Advanced Dose Vaccination (Booster) for the Community. The approach method used is sociological juridical and the research specifications used are analytical descriptive. The juridical aspects examined are the legal provisions concerning circular letter No. 440/3917/SJ regarding the Acceleration of Advanced Dose Vaccination (Booster) as well as knowing the obstacles faced in the implementation of its application in the RW IV Kel. Salamanmloyo, West Semarang District. The sociological aspects studied were residents regarding the application of circular letter No. 440/3917/SJ concerning Acceleration of Advanced Dose Vaccination (Booster) in RW IV Kel. Salamanmloyo, Kota Semarang.
PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SECARA KLINIS DENGAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI DI DESA KARANGSUNO KABUPATEN KENDAL Lucky Restyanti Wahyu Utami; Masfufatun Jamil
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): JULI 2026
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v5i3.9728

Abstract

The lack of public knowledge regarding clinical breast examinations can affect the delay in early detection of breast disease in women. Therefore, the purpose of the community service activities given to mothers in Karangsuno Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province is expected to contribute to increasing the level of understanding of breast disease in women, especially understanding related to the types of radiological examinations to establish an early diagnosis so that it can help reduce the number of disease incidents, especially in Kendal Regency. The community service activities were carried out using a lecture method. Based on the community service activities that have been carried out, it can be concluded that there is an increase in knowledge among participants regarding clinical breast examinations using radiological examinations by 69% and there is an increase in awareness among participants to perform clinical breast examinations using radiological examinations if they feel symptoms of breast pain by 77%.
The Use of Digital Image Processing Applications by Radiology Students at Universitas Widya Husada Semarang Lucky Restyanti Wahyu Utami; Masfufatun Jamil
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 6.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the field of radiology, image processing is divided into 2, namely conventional image processing and digital image processing. Conventional image processing consists of manual image processing and automatic image processing. While digital image processing consists of computed radiography and digital radiography. This study aims to determine how the use of digital image processing applications using the RadiAnt DICOM viewer application in radiology students at Universitas Widya Husada Semarang after classroom learning activities. The type of research used is quantitative research. Respondents in this study were third-semester radiology students at Universitas Widya Husada Semarang in the 2024/2025 academic year. The results of the study obtained were an increase in knowledge about the RadiAnt DICOM viewer application with a percentage of 94.7%, an increase in the use of the RadiAnt DICOM viewer application with a percentage of 93% and the level of satisfaction with the RadiAnt DICOM viewer application hand on has a percentage of 63.2% after learning activities in third-semester radiology students at Universitas Widya Husada Semarang in the 2024/2025 academic year.