Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MESIN TETAS SEDERHANA DI KELOMPOK WANITA TANI MAWAR DESA KABUNA, KECAMATAN KAULUK MESAK, KABUPATEN BELU Akramullah, Muh; Tiya, Ning Ayu Dwi; Weking, Matheus Tri Andika Ile; Munandar, Imam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v9i2.7361

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar di Desa Kabuna dalam pembuatan mesin tetas sederhana sebagai upaya meningkatkan produktivitas unggas dan ketahanan pangan. Melalui penyuluhan dan demonstrasi, peserta diperkenalkan pada teknologi mesin tetas berbahan dasar murah dan mudah diakses. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memahami konsep dasar dan langkah-langkah pembuatan mesin tetas, serta menunjukkan minat tinggi untuk mengaplikasikannya di rumah masing-masing. Penerapan mesin tetas ini berpotensi meningkatkan produksi unggas, yang berdampak pada ketahanan pangan serta peningkatan ekonomi keluarga. Diharapkan dengan adanya mesin tetas ini, masyarakat KWT Mawar dapat meningkatkan produksi unggas secara mandiri sehingga mendukung ketahanan pangan lokal dan mencegah terjadinya kasus stunting. Kata Kunci: ketahanan pangan, mesin tetas sederhana, pelatihan, produktivitas unggas
PENYULUHAN PENCEGAHAN BAHAYA SALMONELLA SP. PADA PRODUK TELUR, DAGING DAN IKAN: STUDI KASUS PADA KELOMPOK WANITA TANI MAWAR DI NTT Tiya, Ning Ayu Dwi; Akramullah, Muh; Munandar, Imam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v10i1.7460

Abstract

Salmonella sp. merupakan bakteri patogen yang sering mencemari produk pangan asal hewan seperti telur, daging, dan ikan, sehingga menjadi penyebab utama salmonellosis pada manusia. Penyuluhan tentang bahaya dan pencegahan kontaminasi Salmonella sp. sangat penting, khususnya bagi ibu rumah tangga dan petani sebagai pengelola pangan di rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Kelompok Wanita Tani Mawar di di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) tentang bahaya Salmonella sp., dan cara pencegahannya pada produk daging segar dan telur. Metode yang digunakan adalah pemberian kuesioner pre-test dan post-test sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 45,00 sebelum penyuluhan menjadi 86,67 setelah penyuluhan. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang bahaya Salmonella sp. Kegiatan edukasi serupa diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan keamanan pangan rumah tangga, mencegah salmonellosis, serta mendukung upaya penurunan stunting di NTT.Kata kunci: penyuluhan, Salmonella sp., daging, telur, NTT
PEMANFAATAN LIMBAH JAGUNG MENJADI PAKAN TERNAK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN DESA POTO DAN MENYUKSESKAN PROGRAM SEJUTA SAPI Yuliadi Yuliadi; Imam Munandar; Koko Hermanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30056

Abstract

Abstrak: Musim kemarau di Kabupaten Sumbawa ditandai oleh tingkat kekeringan yang sangat tinggi, yang berdampak pada terbatasnya ketersediaan pakan ternak. Kondisi ini berpotensi menurunkan produksi sapi, sehingga menghambat pencapaian program NTB Bumi Sejuta Sapi. Desa Poto, Kabupaten Sumbawa, merupakan salah satu daerah dengan produksi jagung yang melimpah berdampak pada meningkatnya jumlah limbah jagung. Produksi jagung yang melimpah menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang umumnya dibakar oleh petani untuk membersihkan lahan, meskipun hal ini menimbulkan polusi. Padahal, limbah jagung masih mengandung nutrisi yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Melalui program pemberdayaan kemitraan masyarakat, dilakukan pelatihan kepada Kelompok Tani Ternak Lenang Rea III untuk mengolah limbah jagung menjadi pakan alternatif menggunakan mesin pencacah (Hammer Mill). Pelatihan ini bertujuan meningkatkan hardskill mitra dalam fermentasi limbah jagung dan formulasi pakan ternak. Meningkatan softskill dalam kesadaran akan pentingnya inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan potensi ekonomi dari limbah jagung. Tiga tahapan kegiatan meliputi diskusi, pelatihan pembuatan silase dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA), dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta cukup tinggi dengan skor total setiap variabel berada dalam rentang antara 0,72 hingga 0,88, yang mengindikasikan bahwa nilai pada masing-masing indikator berada pada kategori sedang (medium). Secara keseluruhan, nilai Technology Readiness Index (TRI) sebesar 3,14, menandakan kesiapan moderat dalam menerapkan teknologi pengolahan limbah jagung.Abstract: The dry season in Sumbawa Regency is characterized by very high levels of drought, which impacts the limited availability of animal feed. This condition can potentially reduce cattle production, thus hampering the achievement of the NTB Bumi Sejuta Sapi program. Poto Village, Sumbawa Regency, is one of the areas with abundant corn production, which impacts the increasing amount of corn waste. Abundant corn production produces large amounts of garbage, which farmers generally burn to clear the land, although this causes pollution. Corn waste still contains nutrients that can be used as animal feed. Through the community partnership empowerment program, training was conducted for the Lenang Rea III Livestock Farmers Group to process corn waste into alternative feed using a shredder (Hammer Mill). This training aims to improve the hard skills of partners in corn waste fermentation and animal feed formulation. Increasing soft skills in awareness of the importance of innovation, environmental sustainability, and the economic potential of corn waste. The three stages of activity include discussion, silage-making training using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method, and evaluation. The evaluation process involved [specific details about the evaluation process]. The evaluation results showed that the level of participant satisfaction was relatively high, with the total score of each variable ranging from 0.72 to 0.88, indicating that the value of each indicator was in the medium category. Overall, the Technology Readiness Index (TRI) value was 3.14, indicating moderate readiness to implement corn waste processing technology.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK KERBAU MELALUI INOVASI PAKAN FERMENTASI Koko Hermanto; Yuliadi Yuliadi; Luluh Anggriani; Imam Munandar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34701

Abstract

Abstrak: Saat ini jumlah populasi ternak kerbau di Kabupaten Sumbawa terus menurun secara signifikan, sehingga salah satu akibatnya adalah menurunnya pendapatan peternak. Selain itu, kelangkaan kerbau dapat mengancam keberadaan budaya ‘Barapan Kebo’ yang merupakan tradisi unik dan ikonik kabupaten Sumbawa. Salah satu penyebab dari permasalahan tersebut adalah kelangkaan pakan yang tersedia pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan membuat pakan silase dengan bahan baku utama adalah lamtoro dan gamal kepada kelompok ternak Liang Bukal desa Batu Tering yang terdiri dari 27 anggota. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program pembuatan pakan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) pada kegiatan penyuluhan dan praktek langsung pembuatan silase. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi pre-test-post-test dengan menggunakan metode uji tanda, evaluasi tingkat efektivitas kegiatan pelatihan, serta dilakukan evaluasi kualitas pakan yang dihasilkan dengan memperhatikan tingkat jamur, PH, bau, bentuk dan warna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program mengalami peningkatan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Tingkat efektivitas pelatihan sebesar 79%, dengan demikian kegiatan pelatihan tersebut terbukti efektif. Sehingga program pelatihan ini sangat sesuai dan dibutuhkan kelompok ternak. Selain itu, hasil pakan ternak silase yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik sekali.Abstract: Currently, the buffalo population in Sumbawa Regency continues to decline significantly, resulting in a decline in the income of livestock farmers. Furthermore, the scarcity of buffalo can threaten the existence of the 'Barapan Kebo' culture, a unique and iconic tradition of Sumbawa Regency. One of the causes of this problem is the scarcity of available feed during the dry season. Therefore, training was conducted on making silage feed using the main raw materials of lamtoro and gamal for the Liang Bukal livestock group of Batu Tering village, consisting of 27 members. The purpose of this activity was to enhance the knowledge, skills, and attitudes of participants regarding the sustainability of the feed production program. The method used was Participatory Rural Appraisal (PRA) in extension activities and direct practice of silage production. The evaluation employed a pre-test-post-test design using the sign test method, assessing the level of effectiveness of training activities, and evaluating the quality of the resulting feed by observing the levels of mould, pH, odour, shape, and colour. The evaluation results showed that the participants' knowledge and attitudes regarding the sustainability of the program increased significantly after participating in the training activities. The training effectiveness rate was 79%, demonstrating its effectiveness. This program is highly suitable and necessary for livestock groups. Furthermore, the resulting silage feed yields were considered excellent.