Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Profil Pasien Katarak Kongenital di Poli Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 2020-2022 Kusumayanti, Ratna Dwi; Sayuti, Kemala; Akhyar, Gardenia; Hendriati, Hendriati; Afdal, Afdal; Anggraini, Fika Tri
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v7i1.1325

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab utama kebutaan pada bayi baru lahir dan anak-anak adalah katarak kongenital. Kekeruhan lensa sejak lahir ini dapat menghambat perkembangan visual dan berisiko menimbulkan ambliopia permanen bila tidak ditangani dini. Variasi etiologinya luas sehingga deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat menjadi sangat penting. Operasi yang dilakukan pada pasien katarak kongenital adalah Extra Capsular Cataract Extraction (ECCE) tanpa atau dengan pemasangan Intraocular Lens (IOL). Namun, pemasangan IOL jarang dilakukan pada anak di bawah usia 2 tahun. Objektif: Tujuan penelitian untuk mengetahui profil pasien katarak kongenital di Poli Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Data rekam medis diperoleh dari 29 pasien yang terdiagnosis katarak kongenital pada periode 2020-2022 di Poli Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang. Seluruh variabel dilakukan analisis univariat. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan kelompok usia katarak kongenital terbanyak 12-59 bulan (37,9%), sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (62,1%) dan merupakan penderita katarak bilateral (72,4%). Infeksi intrauterin merupakan penyebab yang banyak ditemukan (44,8%), tetapi sebagian besar idiopatik (48,3%). Sebagian besar pasien katarak kongenital dilakukan prosedur ECCE tanpa IOL (61,5%). Kesimpulan:  Katarak kongenital sering terjadi pada usia 12-59 bulan, laki-laki, dan bersifat bilateral. Faktor idiopatik merupakan penyebab utama terjadinya katarak kongenital. Sebagian besar pasien ditatalaksana ECCE tanpa pemasangan IOL karena sebagian besar pasien berusia di bawah 2 tahun.
KARAKTERISTIK KATARAK PADA DIABETES MELITUS DI RSUP DR. M DJAMIL PERIODE 2020-2021 Nada Shafa Salsabila; Kemala Sayuti; Rahmi Lestari; Rudy Afriant; Hendriati Hendriati; Yustini Alioes
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2357

Abstract

Cataracts are a condition in which the normally clear and clear lens of the eye turns cloudy. Cataracts that occur due to disorders of the endocrine system are caused by diabetes mellitus. This study aims to determine the characteristics of cataracts in diabetes mellitus at RSUP Dr. M Djamil Padang Period 2020 –2021. This research was a retrospective descriptive study with a cross-sectional approach to determine the characteristics of cataracts in patients with diabetes mellitus at RSUP Dr. M Djamil for the period 2020 - 2021. This study used secondary data in the form of medical records from 39 cataract patients with a history of diabetes mellitus. Data analysis was carried out in the form of descriptive analysis using the SPSS application. This study showed that 28 people (71.8%) respondents aged ≥ 60 years, 24 people were male (61.5%), 30 patients with duration of diabetes mellitus ≥5 years (76.9%), 19 respondents (48.7%) had mature cataracts. Individuals aged ≥ 60 years mostly had mature cataracts (14 people; 50.0%), male respondents mostly had mature cataracts (12 people; 50.0%) and individuals with cataract duration ≥ 5 years mostly had mature cataracts (17 people; 56.7%). The conclusion of this study is the discovery of cataracts in diabetes mellitus with the most age ≥ 60 years, male gender, duration of diabetes mellitus ≥5 years, and type of mature cataract. Most mature cataracts were found at age ≥ 60 years, male gender, and duration of diabetes mellitus ≥5 years.