Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

FACTORS INFLUENCING THE INCIDENCE OF ANEMIA IN THIRD TRIMESTER PREGNANT WOMEN Soya Nita, Elin; Pety Merita Sari; Candra Dewinataningtyas; Lisa Mayaningtyas
Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal Vol. 9 No. 4 (2025): Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal, October 2025
Publisher : UNIVERSITAS AIRLANGGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/imhsj.v9i4.2025.369-378

Abstract

Background: Anemia during pregnancy remains a critical contributor to maternal and neonatal morbidity and mortality. Pregnant women affected by anemia are at an elevated risk of experiencing postpartum hemorrhage, a condition that can be life-threatening. The primary cause of anemia in pregnancy is iron deficiency. Preventive strategies can be significantly improved through educational interventions that enhance maternal knowledge and promote positive attitudes toward the importance of adequate nutritional intake during pregnancy. Method: This research utilized a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The study examined age, parity, and adherence to iron supplement consumption as independent variables, while the dependent variable was the occurrence of anemia in the third trimester of pregnancy. A total sampling technique was employed, Primary data were collected through questionnaires, maternal and child health (KIA) records, and laboratory test results. The data collected were analyzed using the Chi-square statistical test. Result: Among the participants, 53.3% of pregnant women aged 20–35 years were found to be anemic (n = 16). However, Chi-square analysis indicated no statistically significant association between age and anemia status (p = 0.645). Similarly, analysis of parity revealed a p-value of 0.214, suggesting no significant correlation. In contrast, compliance with iron tablet intake showed a statistically significant relationship with anemia incidence; 60% of non-compliant women (n = 18) were anemic, and the Chi-square test produced a p-value of 0.001, indicating a significant association (p < 0.05). Conclusion: The findings suggest that there is no significant relationship between age or parity and the incidence of anemia in third-trimester pregnant women. However, adherence to iron supplementation is significantly associated with anemia status, highlighting the importance of compliance in preventing anemia during pregnancy.
HUBUNGAN KETERATURAN AKTIVITAS PRENATAL YOGA DENGAN KETIDAKNYAMANAN PADA IBU HAMIL Merita Sari, Pety; Khalifatunnisak, Alfadefi; Soya Nita, Elin
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21399

Abstract

Seorang wanita pasti akan melalui proses kehamilan dalam kehidupannya, Ketika seorang Wanita hamil pasti akan mengalami ketidaknyamanan dalam dirinya, untuk mengurangi masalah tersebut ibu hamil bisa melakukan prenatal yoga. Kelas prenatal yoga kini banyak difasilitasi oleh program dari Puskesmas, namun masih banyak ibu hamil yang belum memanfaatkan kelas prenatal yoga tersebut karena masih banyak ibu hamil yang belum mengerti tentang pentingnya prenatal yoga. Tujuan: Menganalisis hubungan keteraturan aktivitas prenatal yoga dengan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 32 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner keteraturan aktivitas prenatal yoga dan ketidaknyamanan pada ibu hamil kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan chi square, keteraturan aktivitas prenatal yoga berhubungan dengan ketidaknyamanan pada ibu hamil dengan nilai P value (p)<(0,05). Simpulan dan saran: Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan keteraturan aktivitas prenatal yoga dengan ketidaknyamanan pada ibu hamil. Disarankan kepada ibu hamil untuk melakukan prenatal yoga dengan rutin agar bisa merasakan manfaatnya secara langsung prenatal yoga dalam pengurangan ketidaknyamanan selama proses hamil.
Sosialisasi Pembuatan Gaplek Crunch Cookies “GaCruKies” : Solusi Inovatif Pengembangan Makanan Pendamping ASI Berbasis Pangan Lokal Desa Balongrejo, Bagor, Nganjuk Sari, Pety Merita; Nita, Elin Soya; Dewi, Yoanita Indra Kumala
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1152

Abstract

Pengembangan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, mudah diakses, dan berbasis pangan lokal merupakan tantangan penting dalam mengatasi masalah kurang gizi pada bayi dan balita, khususnya di pedesaan. Desa Balongrejo, Bagor, Nganjuk, memiliki potensi melimpah namun belum termanfaatkan dari komoditas singkong yang diolah menjadi gaplek. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dengan mengembangkan produk olahan gaplek menjadi makanan ringan yang diterima baik dan bergizi, yaitu Gaplek Crunch Cookies (disingkat "GaCruKies"), sebagai alternatif MPASI berbasis pangan lokal. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan mulai dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi yang melibatkan 10 peserta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner pretest dan post-test. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan dari 0% pada pretest menjadi 100% pada post-test. Sebanyak 90 % peserta juga mampu melakukan praktik pembuatan GaCruKies setelah kegiatan pelatihan. Pengembangan GaCruKies tidak hanya memberikan solusi nutrisi yang inovatif tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi lokal melalui peningkatan nilai jual komoditas gaplek. Dengan demikian, GaCruKies diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi desa lain dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan dan kesehatan anak.
Pengembangan GEMILANG (Gebrakan MPASI Generasi Emas, Cerdas, dan Bergizi) Berbasis Pangan Lokal Nganjuk untuk Mencegah Stunting Melalui Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Brownis Keju Gaplek “Gapchies”: MPASI, Gaplek, Stunting, Brownis Keju Gaplek Sari, Pety Merita; Elin Soya Nita; Yoanita Indra Kumala Dewi
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kabupaten Nganjuk. Salah satu faktor penyebab utama adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak adekuat dari segi gizi dan variasi. Di sisi lain, Nganjuk memiliki potensi besar pada komoditas pangan lokal, seperti gaplek, yang sering kali belum dimanfaatkan secara optimal untuk diversifikasi pangan bergizi. Oleh karena itu, diperlukan inovasi berbasis kearifan lokal yang mudah diakses dan disukai anak-anak guna mendukung pemenuhan gizi optimal dan pencegahan stunting. Tujuan: Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Nganjuk, khususnya ibu rumah tangga dalam mengembangkan produk MPASI inovatif dan bergizi tinggi, yaitu Brownis Keju Gaplek atau “Gapchies” sebagai bagian dari program GEMILANG. Metode: Metode pengabdian meliputi tiga tahap utama: 1) Penyuluhan dan Edukasi mengenai pentingnya gizi MPASI berbasis pangan lokal; 2) Pelatihan pembuatan Gapchies, 3) Pendampingan dan Monitoring keberlanjutan implementasi produk “Gapchies” dalam menu MPASI harian. Peserta utama adalah ibu rumah tangga yang mempunyai balita dan penghasil gaplek. Hasil Pengabdian: Pengabdian ini berhasil menghasilkan produk MPASI inovatif berupa Brownis Keju Gaplek (“Gapchies”). Terjadi peningkatan pengetahuan gizi MPASI dan keterampilan praktis dalam pengolahan pangan lokal. Kesimpulan: Pengembangan GEMILANG melalui inovasi produk “Gapchies” berbasis pangan lokal Nganjuk merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan variasi dan kualitas gizi MPASI. Program ini berhasil memberdayakan masyarakat dan memberikan solusi praktis, ekonomis, dan bergizi dalam upaya kolektif pencegahan stunting di tingkat komunitas.