Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi kompetensi guru sekolah dasar melalui pengembangan media pembelajaran augmented reality berbasis Assemblr Edu Wirasasmita, Rasyid Hardi; Uska, Muhammad Zamroni; Ramdhan, Ahmad Yasar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36540

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) melalui platform Assemblr EDU. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya pemanfaatan teknologi inovatif dalam pembelajaran, khususnya integrasi AR yang mendukung kebijakan Merdeka Belajar dan tuntutan pendidikan abad ke-21. Program dilaksanakan pada Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 05 Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur, dengan melibatkan 20 guru dari 8 sekolah dasar. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi konsep TPACK dan AR, pelatihan teknis pembuatan media AR, pengembangan modul ajar berbasis TPACK, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan dan pengetahuan guru, dengan capaian kompetensi meningkat dari 5% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan berbasis AR efektif dalam memperkuat literasi digital dan kreativitas guru, serta berimplikasi pada terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Kata kunci: augmented reality; kompetensi guru; media pembelajaran; sekolah dasar; TPACK Abstract This community service program aims to enhance the competencies of elementary school teachers in developing Augmented Reality (AR)-based learning media using the Assemblr EDU platform. The background of this initiative lies in the limited utilization of innovative technologies in teaching, particularly AR integration that aligns with the Merdeka Belajar policy and 21st-century education demands. The program was conducted with the Teacher Working Group (KKG) Cluster 05 in Terara District, East Lombok Regency, involving 20 teachers from 8 elementary schools. The implementation methods included Focus Group Discussions (FGD), socialization of TPACK and AR concepts, technical training on AR media development, preparation of TPACK-based teaching modules, and evaluation through pre-test and post-test. The results revealed a significant improvement in teachers’ knowledge and skills, with competency levels rising from 5% in the pre-test to 90% in the post-test. These findings highlight that AR-based training is effective in strengthening teachers’ digital literacy and creativity, with implications for fostering more interactive, contextual, and student-centered learning environments. Keywords: augmented reality; elementary school; learning media; teacher competence; TPACK.
Transformasi kompetensi guru sekolah dasar melalui pengembangan media pembelajaran augmented reality berbasis Assemblr Edu Uska, Muhammad Zamroni; Wirasasmita, Rasyid Hardi; Kholisho, Yosi Nur; Arianti, Baiq Desi Dwi; Ismatulloh, Kholida; Jamaluddin, Jamaluddin; Lutfi, Samsul
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36541

Abstract

Abstrak Penguasaan teknologi Augmented Reality (AR) menjadi kebutuhan mendesak bagi guru dalam menciptakan media pembelajaran yang inovatif dan selaras dengan Kurikulum Merdeka. Namun, keterbatasan pelatihan dan akses informasi menjadi kendala utama, khususnya bagi guru di daerah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP Informatika Kabupaten Lombok Timur dalam mengembangkan bahan ajar berbasis AR. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga tahap utama: (1) workshop dan pelatihan hands-on penggunaan platform Assemblr Edu dan Canva 3D, (2) pendampingan intensif, serta (3) evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan yang signifikan, di mana 12 dari 15 peserta (80%) berhasil mengembangkan media pembelajaran AR yang siap implementasi. Kegiatan ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi teknologi digital peserta, tetapi juga mendorong terciptanya media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Disimpulkan bahwa pelatihan semacam ini efektif dalam mempercepat adopsi teknologi di kelas dan perlu diperluas cakupannya kepada guru mata pelajaran lainnya. Kata kunci: augmented reality; informatika; media pembelajaran interaktif; pelatihan guru. Abstract Mastery of Augmented Reality (AR) technology is an urgent need for teachers in creating innovative learning media that is in line with the Merdeka Curriculum. However, limited training and access to information are major obstacles, especially for teachers in rural areas. This community service activity aims to improve the competence of MGMP Informatics teachers in East Lombok Regency in developing AR-based teaching materials. The implementation method consists of three main stages: (1) workshops and hands-on training on the use of the Assemblr Edu and Canva 3D platforms, (2) intensive mentoring, and (3) evaluation through pre-tests and post-tests. The evaluation results showed a significant improvement in skills, with 12 out of 15 participants (80%) successfully developing AR learning media that was ready for implementation. This activity not only succeeded in improving the participants' digital technology literacy but also encouraged the creation of interactive learning media that could increase student engagement. It was concluded that this type of training was effective in accelerating the adoption of technology in the classroom and needed to be expanded to teachers of other subjects. Keywords: augmented reality; informatics; interactive learning media; teacher training.