Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisa Pengaruh Perlakuan Panas Tempering Dengan Variasi Temperatur Dan Holding Time Terhadap Struktur Mikro Baja EMS 45 Santoso, Edi; Martini, Ninik; Mufti, Mohammad
MEKANIKA: Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2021): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.746 KB)

Abstract

Baja EMS 45 merupakan baja karbon sedang yang mempunyai komposisi seperti berikut: 0,52% C, 0,27% Si, 0,65% Mn, 0,15% P, 0,002% S, 0,02% Cu. Berdasarkan penggunaanya baja jenis ini dapat dikembangkan untuk memiliki sifat mekanik keras, kuat, tangguh, dan keuletan yang baik dengan cara proses perlakuan panas.Pada penelitian ini digunakan proses perlakuan panas hardening 9000C, holding time 60 menit, quenching media air dan dilanjutkan dengan proses tempering.  Variasi temperatur tempering 5000C. 5500C, 6000C dan variasi waktu penahanan tempering 30, 60, dan 90 menit. Pengujian yang digunakan adalah uji struktur mikro.Dari hasil pengujian  struktur mikro pada baja EMS 45, pada temperature kamar struktur mikronya  ferit-perlit,  setelah dilakukan heat treatment hardening 9000C, holding time 60 menit dan didinginkan cepat dengan media air mengalami perubahan menjadi struktur martensit. Setelah dilakukan tempering pada temperatur 5000C, 5500C, dan 6000C dan holding time 30, 60 dan 90 menit terjadi lagi perubahan struktur dari martensit berubah menjadi martensit temper.
PENGARUH KOMPOSISI ABU KETEL DAN SERABUT KELAPA TERHADAP NILAI KALOR BRIKET Sulistyorini, Elisa; Martini, Ninik; Razaq, Nuradi Mulya; Fahlevy, Muhammad Reza; Prayoga, Indrajid
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 7 No 2 (2021): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.476 KB)

Abstract

Energi fosil merupakan sumber energi primer di Indonesia. Kebutuhan energi fosil di dunia industri sangat krusial. Ketersediaan energi fosil di bumi semakin lama semakin berkurang. Sementara kebutuhan energi semakin lama semakin meningkat. Hal ini melatarbelakangi pemikiran perlunya sumber energi baru terbarukan. Salah satu ide untuk menciptakan sumber energi baru terbarukan adalah dengan membuat briket dari bahan utama abu ketel yang dicampurkan dengan sabut kelapa. Abu ketel yang digunakan adalah hasil dari limbah pabrik gula yang sangat berlimpah. Untuk menagani pembuangan limbah abu ketel ini, pabrik gula mengeluarkan dana yang sangat besar. Dengan adanya briket yang dibuat dari abu ketel hasil limbah pabrik gula menjadi solusi bagi pabrik gula dari sisi ekonomi. Pada penelitian ini, briket dibuat dengan tiga variasi campuran abu ketel, yaitu 85%, 75%, dan 65%. Masing-masing variasi briket dibuat sebanyak tiga buah spesimen. Setelah briket dibuat, beriket kemudian dijemur hingga kering. Spesimen briket yang sudah kering ini kemudian diuji nilai kalor dengan menggunakan bomb kalori meter. Hasil nilai kalor rata-rata untuk variasi 85% adalah 1687 kal/gr. Sedangkan nilai kalor rata-rata untuk variasi 75% dan 65% adalah 2153, 35 kal/gr dan 1101,37 kal/gr. Komposisi abu ketel 75% merupakan komposisi terbaik menghasilkan nilai kalor yang paling tinggi. Setelah nilai kalor keluar, pengujian waktu konsumsi briket dan waktu didih air ketika dipanaskan di dalam wadah di atas briket yang dibakar dilakukan. Hasil waktu rata-rata konsumsi briket terlama terdapat pada variasi abu ketel 65% yaitu 39, 67 menit.
IbM DUSUN KRAJAN PELATIHAN PENGELOLAAN KUE BROWNIES DAN KUE NUGGHETS BERBAHAN TANAMAN UMBI – UMBI AN (JALAR) Ida Bagus Cempena; Ida Ayu Nuh Kartini; Ninik Martini
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v1i02.548

Abstract

Pacitan precisely in Krajan Wonodadi Kulon Ngadirojo, geographically wide area 891.88 ha, the majority of the land in the form tegal / fields covering an area of 420.53 ha. Potential in Agricultural Sector became the leading commodity contribute greatly to the economic development, both directly the raw material used and processed through a management process of making a cake. Commodity raw materials from the agricultural sector are: Clove, Coconut, Cassava, Banana, Bluebird, Melinjo, and Tuber (Sweet), who plays prop improve household incomes and expanding employment opportunities are raw materials tubers (Potato) processed form : Cakes (Brownies, Nugghets). Given the great desire of the group Partners Household Small Business to supplement the family income, then Program (IbM) wants to realize by means of procurement (TTG) in the form of machines and provide a wide range of training business groups cakes made from local plants Bulbs - tubers (Potato). Procurement of Appropriate Technology (TTG) in the form of machine is very helpful for a smooth production process from traditional to technology moderan, while by getting the various training areas of management will broaden pengetahuanya Partners Small Business, towards the preparation of implementing entrepreneurship in the management of baking brownies and cakes Nugghets based tubers (Potato). The results are very encouraging in the presence of procurement (TTG) in the form of machine Ovens and Machines Mixer, the production process is increasing and growing rapidly, while also implementing various management training to make the performance of Partners Small Businesses increasingly innovative in developing a business to make a cake made from plant ts ( Potatoes)Keywords : Management of Appropriate Technology (TTG) Cakes Brownies and Cake Nugghets Made from plant  Tubers (Potato)
Analisis Cacat Proses Pengecoran pada Pembuatan Sekrup Penyambung Tulang dengan Menggunakan Metode Cetakan Lost Wax Casting Aziz, Moh. Nor Ali; Santoso, Edi; Martini, Ninik; Rusnaldy, Rusnaldy
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 17, No 3 (2022): Volume 17, Nomor 3, Desember 2022
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v17i3.3924

Abstract

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan data bahwa Indonesia masih tergantung produk ortopedi impor hingga mencapai 92% pada Oktober 2017. Oleh sebab itu, inovasi pada proses manufaktur diperlukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia impor produk ortopedi. Sekrup penyambung tulang termasuk dalam kategori produk ortopedi yang dimana produknya tidak boleh terkorosif, tidak boleh mengalami distorsi dan memiliki akurasi dimensi yang lebih tinggi daripada sekrup pada umumnya. Salah satu proses manufaktur yang berpotensi baik dalam inovasi ini adalah lost wax casting. Berdasarkan kajian litelatur proses lost wax casting mampu menghasilkan sekrup dengan keakurasian dimensi yang baik, sehingga selanjutnya perlu dianalisis cacat yang terjadi pada proses pengecorannya. Bahan utama untuk Sekrup penyambung tulang yang aman bagi tubuh manusia adalah paduan magnesium. Namun, untuk proses pengecoran bahan ini diperlukan alat khusus karena magnesium mudah teroksidasi dan terbakar jika proses penuangan dilakukan diruang terbuka. Oleh sebab itu, untuk menghindari hal ini bahan sementara yang dipertimbangkan adalah timah pewter. Pembahasan dalam penelitian ini meliputi: proses manufakturnya dan pengamatan cacat produk. Penelitian ini dimulai dari metode experimental dengan menggunakan proses investment casting. Pembuatan cetakan pattern wax menggunakan bahan dari silicon rubber dengan pecampuran katalis 2,6% dan pengencer 10%. Sedangkan pembuatan cetakan ceramic slurry adalah campuran antara air dan gypsum dengan perbandingannya 1:1,25.
Analisis Optimasi Cetakan Briket Sistem Hidrolis Menggunakan Pendekatan Finite Element Method Elisa Sulistyorini; Ninik Martini; Dani Susanto; Maulana Cahyono
Jurnal Teknik Mesin Vol 17 No 1 (2024): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jtm.17.1.1262

Abstract

The briquette mold is a critical component in the manufacturing process of the hydraulic briquette molding machine. Improved mold design can increase production efficiency and quality. The finite element method simulates the structural response of the briquette mold to hydraulic pressure. An accurate mathematical model is built based on material parameters, mold dimensions, and hydraulic load characteristics. The influence of mold design variables such as geometry, materials, and internal configuration can be evaluated in detail by applying FEM. Mold optimization uses a numerical optimization algorithm to find a combination of mold parameters that provides the best structural response. The main goal of mold optimization is to increase mold durability, reduce deformation, and minimize the potential for structural failure. The optimization process is integrated with FEM analysis to achieve the optimal mold solution. Improved mold design resulting from this optimization makes a positive contribution to the efficiency of hydraulic briquette production and reduces the potential for mold damage. The results of this research by optimizing the design of the length of the rod, length of the mold, height of the central protrusion of the press, and changing the diameter of the mold, we obtained simulation results that show an even distribution of loads shown in the same color. In this study, the total deformation value was 5.0298 x 10-6 mm and the equivalent elastic strain was 3.4972 x 10-10 mm
PENGARUH SABUT KELAPA DAN CANGKANG TELUR PADA BRIKET BERBAHAN DASAR ABU KETEL Ninik Martini; Elisa Sulistyorini
Rang Teknik Journal Vol 6, No 2 (2023): Vol. 6 No. 2 Juni 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v6i2.3861

Abstract

Abu ketel adalah limbah pabrik gula yang dapat dimanfaatkan kembali untuk membuat briket. Briket dengan bahan dasar abu ketel dapat dicampurkan dengan bahan lain, sebagai contoh sabut kelapa dan cangkang telur. Komposisi campuran briket adalah 85%, 75%, dan 65% abu ketel. Masing-masing variasi briket diuji menggunakan bomb kalorimeter supaya dikethui nilai kalornya. Satu variasi briket diuji sebanyak tiga kali. Dari percobaan, nilai kalor tertinggi terdapat pada variasi briket dengan campuran yaitu 75% abu ketel dan 25% sabut kelapa dengan nilai kalor rata-rata 2153,33 kal/gr. Sedangkan nilai kalor rata-rata terendah terdapat pada campuran 65% abu ketel dan 45% cangkang telur, yaitu 1053,6 kal/gr. Kata Kunci: Abu ketel, Briket, Sabut Kelapa, Cangkang Telur, Nilai Kalor
Rancang Bangun Alat Pengiris Singkong Berbasis Mekanika Dengan Kapasitas 50 Kg/Jam yang Digunakan pada Industri Rumah Tangga Sulistyorini, Elisa; Martini, Ninik; Nurpriyanti, Indah; Soenaryo, Soenaryo; Rifaldhy, Muhammad Syahrul
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 10 No 2 (2024): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v10i2.12593

Abstract

ABSTRAK Proses pengirisan singkong secara manual memiliki beberapa keterbatasan, seperti waktu yang lama, hasil irisan yang tidak konsisten, dan tingkat kelelahan yang tinggi pada pekerja. Alat pengiris singkong berbasis mekanik dirancang untuk mengatasi permasalahan dengan memberikan solusi yang lebih efisien dan efektif. Dengan menggunakan alat ini, pengusaha kecil dan menengah dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas produk sehingga dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perancangan alat pengiris singkong berbasis mekanik dengan kapasitas 20 kg/jam yang digunakan pada industri rumah tangga. Alat pengiris singkong ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses pengirisan, sekaligus mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam produksi skala kecil hingga menengah. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, pembuatan prototipe, dan pengujian alat. Alat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat dan memiliki ketahanan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengiris singkong berbasis mekanik dengan kapasitas 50 kg/jam ini mampu menghasilkan irisan singkong yang konsisten dan berkualitas tinggi dengan ketebalan potongan kurang lebih 1 hingga 2 mm.
Analisis Kerusakan Turbin Angin Akibat Getaran Pada Pondasi Sulistyorini, Elisa; Martini, Ninik; Nurpriyanti, Indah; Samsuddin, Muhammad; Fajar, Mochammad
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 8 No 2 (2022): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.598 KB) | DOI: 10.30996/jm.v8i2.8158

Abstract

Turbin angin merupakan sebuah alat teknologi yang mengubah energi angin menjadi energi kinetik atau energi listrik. Turbin angin sering mengalami kerusakan baik karena faktor angin maupun gempa bumi. Kerusakan turbin angin lebih sering terjadi adalah kerusakan pada pondasi. Kerusakan ini terjadi akibat adanya getaran pada pondasi turbin angin. Pada penelitian ini, turbin angin dipasang peredam pada pondasinya untuk mengurangi getaran yang terjadi pada pondasi sehingga meminimalisir kerusakan. Penelitian ini dilakukan dengan dua metode, yaitu simulasi dan eksperimen. Secara simulasi, analisis diakukan dengan menggunakan software. Secara eksperimen dilakukan dengan cara meletakkan turbin angin skala laboratorium di atas meja getar dimana nacelle, tiang, dan pondasi dianggap rigid. Kemudian dilakukan pengukuran menggunakan accelerometer yang dihubungkan pada Osciloscop. Accelerometer diletakkan tegak lurus pondasi. Selain itu, peredam diletakkan pada empat sisi pondasi. Peredam yang digunakan terbuat dari karet. Peredam ini mempunyai dua variasi bentuk, yaitu silinder dan runcing. Hasil penelitian secara simulasi dan eksperimen, kemampuan mereduksi getaran paling efektif ketika peredam dilettakkan pada posisi a= 12 cm dengan bentuk peredam silinder. Pada kondisi ini, peredam mampu menurunkan RMS respon percepaan dari 0,2969 m/s2 menjadi 0.1414 m/s2 untuk simulasi dan 0.5466 m/s2 menjadi 1.3572 m/s2 untuk eksperimen Kata kunci: Turbin Angin, Peredam, getaran
ANALISIS OPTIMASI DESAIN SIMULASI CFD DAN FSI ANTARA IMPELLER CIRCULAR ARC DAN MODEL VARIASI Sulistyorini, Elisa; Nurpriyanti, Indah; Martini, Ninik; Prayoga, Indrajid; Anas, M Khoirul
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023): July
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i1.9459

Abstract

Impeller adalah sebuah komponen yang berbentuk roda atau baling-baling yang dipasang pada poros pusat dan berputar di dalam sebuah mesin pompa atau kipas. impeller biasanya terdiri dari beberapa sudu yang menempel pada bagian pinggirnya dan membentuk aliran fluida yang berputar. Penelitian ini membandingkan optimasi desain hasil simulasi CFD dan FSI antara impeller Circular Arc dan impeller model variasi. Simulasi menggunakan CFD meliputi tekanan dan distribusi kecepatan. Sedangkan simulasi menggunakan FSI meliputi tegangan, regangan dan deformasi. Berdasarkan hasil simulasi, perbandingan efisiensi impeller dengan metode Circular Arc dan model variasi dapat disimpulkan bahwa impeller metode Circular Arc lebih efisien dan dapat menghasilkan air yang lebih besar dari pada impeller variasi, namun dengan akibat bahwa nilai dari tegangan, regangan, dan deformasi yang terjadi pada impeller Circular Arc jauh lebih tinggi.
Rancang Ulang Mesin Perajang Pisang Yang Digunakan Pada Industri Rumah Tangga Di Desa Setro Sulistyorini, Elisa; Nafi, Maula; Martini, Ninik; Susanto, Dani; Pangestu, Angga Arya
MEKANIKA : Jurnal Teknik Mesin Vol 9 No 2 (2023): December
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jm.v9i2.10428

Abstract

Pisang merupakan salah satu sumber pangan yang melimpah dan pengolahannya menjadi produk olahan seperti pisang goreng atau keripik pisang telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Mesin perajang pisang memegang peranan penting dalam proses produksi tersebut, terutama dalam konteks industri rumah tangga. Dalam proses rancang ulang, keamanan pangan, dan efisiensi energi menjadi fokus utama guna memastikan mesin dapat dioperasikan dengan mudah dan aman oleh pengguna di lingkungan rumah tangga. Rancang ulang mesin perajang pisang ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi produksi, kenyamanan pengguna. Inovasi ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan industri rumah tangga dan mendukung perekonomian masyarakat lokal. Mesin perajang pisang ini digunakan pada UMKM keripik pisang yang ada di Desa Setro, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Sebelum menggunakan mesin perajang pisang ini, UMKM tersebut masih menggunakan sistem manual yang masih tradisional sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam produksi keripik pisang. Dengan alat perajang pisang ini, UMKM berhasil menngkatkan kapasitas produksinya. Hasil dari penelitian ini adalah proses perajangan pisang dengan hasil irisan bulat dengan memanjang menggunakan empat mata pisau. Kapasitas efektif dari mesin perajang adalah 80 kg/jam. Mesin perajang pisang ini memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi karena memiliki empat mata pisau dalam proses perajangan pisang. Kata kunci: Mesin Perajang, Pisang, Industri Rumah Tangga