Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Stres kerja dan cyberloafing pada karyawan Tri Wardani, Dewi Lawung Wati; Sofiah, Diah; Muslikah , Etik Darul
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The increasing integration of digital technology in the workplace has made internet use indispensable, while simultaneously giving rise to cyberloafing, defined as employees’ use of organizational internet resources for personal purposes during working hours. Job stress has been identified as a potential psychological antecedent of cyberloafing, particularly when perceived job demands exceed individual coping resources. This study examines the relationship between job stress and cyberloafing among employees of the Social Service Office of Surabaya City. This study employed a quantitative correlational design was employed, involving 112 employees as participants. Data were collected using validated job stress and cyberloafing scales with a five-point Likert format. Given the non-normal distribution of the data, Spearman’s Rank correlation was applied for hypothesis testing. The results revealed a positive and highly significant association between job stress and cyberloafing (rs = 0.602, p < 0.01). These findings are consistent with the Transactional Model of Stress, which suggests that individuals may engage in maladaptive coping strategies when confronted with excessive work demands. In conclusion, job stress constitutes a significant factor associated with cyberloafing behavior among employees in governmental institutions, highlighting the importance of effective stress management and clear internet usage policies Abstrak Perkembangan teknologi digital menjadikan internet sebagai bagian penting dalam aktivitas kerja, namun juga memunculkan perilaku cyberloafing, yaitu penggunaan internet organisasi untuk kepentingan pribadi selama jam kerja. Stres kerja diduga berperan dalam mendorong munculnya perilaku tersebut sebagai bentuk coping maladaptif ketika tuntutan pekerjaan melebihi kemampuan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan cyberloafing pada karyawan Dinas Sosial Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 112 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan skala stres kerja dan skala cyberloafing dengan format Likert lima poin, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara stres kerja dan cyberloafing (rs = 0,602; p < 0,01). Temuan ini mendukung Transactional Model of Stress yang menjelaskan bahwa stres kerja dapat memicu strategi coping maladaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres kerja berperan penting dalam meningkatnya perilaku cyberloafing pada karyawan instansi pemerintahan.
Konseling Gestalt untuk Hambatan Regulasi Emosi yang Berkaitan dengan Unfinished Bussiness Widyawati, Putu; Sofiah, Diah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5512

Abstract

Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika psikologis seorang siswa SMK (RA) yang menunjukkan perilaku membolos yang berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi dan konflik emosional yang belum terselesaikan (unfinished business). Metode penelitian yang digunakan meliputi wawancara, observasi, serta tes psikologi berupa Intelligence Structure Test (IST), 16 Personality Factors (16PF), tes grafis (DAP, BAUM, HTP), dan Sacks Sentence Completion Test (SSCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami keterbatasan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi negatif, kecenderungan menggunakan coping penghindaran, serta adanya kebutuhan kelekatan yang tidak terpenuhi akibat kehilangan figur pengasuh utama (kakek) dan perceraian orang tua. Kondisi ini berkontribusi terhadap rendahnya motivasi belajar, penarikan diri, serta perilaku membolos sebagai bentuk penghindaran terhadap situasi akademik yang menekan. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku maladaptif di sekolah dapat dipahami sebagai manifestasi dari konflik emosional yang tidak terselesaikan dan kegagalan regulasi emosi. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan konseling yang berfokus pada peningkatan kesadaran emosi dan pemrosesan konflik emosional untuk membantu remaja beradaptasi secara lebih sehat dalam konteks pendidikan
Kasus Potential Review pada Trainee Human Capital di Hotel XY Surabaya Wrycza, Ida; Sofiah, Diah
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan potential review terhadap seorang trainee Human Capital di Hotel X Surabaya sebagai bahan pertimbangan penempatan pada posisi Daily Worker. Penelitian dilakukan dengan pendekatan multimodal yang mengombinasikan metode tes dan non-tes, meliputi Behavioral Event Interview (BEI), tes intelegensi Intelligenz Struktur Test (IST), tes kepribadian Sixteen Personality Factors Questionnaire (16PF) dan PAPI Kostick, tes sikap kerja Kraeplin, serta tes grafis Draw-a-Person Test (DAP) dan Baum Tree Test. Analisis dilakukan secara integratif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai aspek kognitif, sikap kerja, kepribadian, dan dinamika emosional subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki kemampuan kognitif pada tingkat sedang hingga tinggi pada fungsi-fungsi utama yang relevan dengan tuntutan pekerjaan administratif dan operasional Human Capital. Aspek sikap kerja menunjukkan kecepatan, ketelitian, dan ketahanan kerja yang baik, sementara profil kepribadian mengindikasikan kecenderungan bekerja secara mandiri, bertanggung jawab, dan menjaga hubungan kerja profesional. Terdapat satu area pengembangan pada aspek stabilitas emosi, namun tidak mengganggu pemenuhan kriteria inti jabatan. Berdasarkan analisis kesesuaian kompetensi menggunakan prinsip Just Noticeable Difference dari Weber’s Law, perbedaan kompetensi masih berada dalam batas toleransi yang dapat diterima. Dengan demikian, subjek disarankan untuk menempati posisi Daily Worker di Departemen Human Capital dengan catatan perlunya pendampingan dan penguatan pada aspek regulasi emosi dan komunikasi asertif.
Membangun Agen Perubahan: Bagaimana Kepemimpinan Transformasional dan Work Engagement Membentuk Karyawan yang Berorientasi pada Perubahan Gunawan, Jennifer Stella; Prasetyo, Yanto; Sofiah, Diah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan transformasional dan work engagement dengan change-oriented organizational citizenship behavior (OCB-CH) pada karyawan kafe di Surabaya. Di tengah persaingan industri food and beverage (F&B) yang ketat, perilaku OCB-CH menjadi penting bagi inovasi dan adaptasi organisasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 91 karyawan kafe di Surabaya dan dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan work engagement secara simultan dan parsial berhubungan positif dan signifikan dengan OCB-CH. Kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif yang lebih besar terhadap OCB-CH dibandingkan dengan work engagement. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pengembangan kepemimpinan transformasional dan peningkatan work engagement dalam mendorong perilaku proaktif dan berorientasi pada perubahan di kalangan karyawan kafe. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi pemilik dan manajer kafe dalam menciptakan budaya kerja yang inovatif dan berdaya saing.