Fifiet Dwi Tresna Santana, Fifiet Dwi Tresna
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MODEL PEMBELAJARAN APRESIASI TARI MANCANEGARA DI ERA COVID 19 Santana, Fifiet Dwi Tresna; Ariyanto, Arifah
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p%p.2066

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah untuk mengenalkan kembali nilai-nilai kearifan lokal dan global melalui aplikasi model pembelajaran apresiasi tari Mancanegera di Era Covid - 19. Tujuan yang ingin dicapai mengoptimalkan pembelajaran seni tari dalam jenjang pendidikan formal untuk menumbuhkembangkan kesadaran budaya (cultural awarreness), ketahanan budaya (cultural reliance) dan kecerdasan budaya (cultural intelligence) para  generasi muda terhadap ragam budaya. Metode yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan studi kasus terhadap Guru-guru PAUD Melati 06 Cimahi. Observasi, wawancara serta dokumentasi akan dilakukan untuk mendapatkan data mengenai konsep model apreasiasi tari mancanegara dalam pembelajaran. Data akan dianalisis dengan beberapa teori yang terkait: pendidikan, sosiologi, antropologi dan psikologi. Hasil penelitian ini telah diperoleh : (1) Model pembelajaran apreasiasi tari Mancanegara; (2) Terbinanya masyarakat yang sadar akan local dan global; (3) Terbinanya ketahanan budaya bangsa serta (4) dokumentasi berupa DVD sebagai hasil apreasiasi guru-guru PAUD terhadap model apresiasi tari mancanegara di era Covid - 19. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Apreasisi, Tari, Mancanegara, di Era Covid - 19 
PELATIHAN PENDIDIKAN SENI ANAK BAGI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DAN SEKOLAH DASAR (SD) DI BANDUNG Nugraheni, Trianti; Masunah, Juju; Narawati, Tati; Karwati, Uus; Santana, Fifiet Dwi Tresna
Tunas Siliwangi Vol 7 No 2 (2021): VOL 7 NO 2, OKTOBER 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v7i2p44 - 51.2885

Abstract

Pendidikan seni di Sekolah Dasar seakan tidak ada habisnya. Persoalan terjadi mulai dari: ketersediaan bahan ajar dan metode pembelajaran. Kemampuan guru bidang seni, hingga Perhatian pemerintah terhadap pendidikan seni. Pendidikan seni untuk informal di keluarga dan masyarakat perlu mendapat perhatian. Pendidikan informal ini kurang berjalan sebagaimana yang diharapkan karena persoalan tingkat pendidikan dan pengembangan diri dari orang tua serta kreativitas bagi anak usia dini itu sangatlah penting. Maka peneliti meneliti ini bertujuan untuk menerapkan pendidikan seni kepada guru dan tutor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar di Bandung. Metode kegiatannya adalah pelatihan secara virtual.  Metode ini memiliki langkah-langkah yang diawali dengan mendiagnosa masalah, membuat rancangan kegiatan, implementasi, dan evaluasi. Dalam membuat rancangan akan dilakukan pembuatan video pelatihan secara virtual. Dalam implementasinya dilaksanakan dalam bentuk workshop bagi guru secara virtual. Evaluasi kegiatan ini akan dilakukan dengan cara menyebarkan quesioner untuk memahami kemampuan guru dalam menyerap bahan materi secara virtual. Hasil kegiatan ini adalah sebuah model pelatihan pendidikan seni secara virtual bagi guru PAUD dan SD. Kata kunci:    Anak Usia Dini (PAUD), Pembelajaran Virtual, Pendidikan Seni
Pemanfaatan Media Story Card Book dalam Kegiatan Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Nurfadilah , Sidqia; Handayani, Dian; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.27221

Abstract

One effective strategy for developing language skills in early childhood is the use of storytelling methods, which can stimulate children's interest in beginning to read. Beginning reading is a foundational skill that supports the early stages of the reading process. To encourage this skill, engaging media that captures children's attention is essential—one example is the use of story card books. This study involved group A early childhood students and aimed to explore the use of story card book media in storytelling activities to improve beginning reading abilities. The research employed a qualitative method with a descriptive approach. We collected data through interviews, observations, and documentation, and analyzed it using data reduction and data display techniques. The results showed an improvement in children's beginning reading abilities after participating in storytelling activities using story card book media. After ten storytelling sessions, children's reading abilities improved significantly. At the first session, nine children were categorized as not yet developing, and one child was beginning to develop. By the eighth session, seven children were developing very well, one child was developing as expected, and two children were beginning to develop.
Kahoot! sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Sintiawati, Sintiawati; Zahro, Ifat Fatimah; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26972

Abstract

Minat belajar seorang anak tidak dapat berkembang dengan baik jika tidak didukung dengan rangsangan yang dapat memicu minatnya. Untuk meningkatkan minat belajar anak perlu adanya media pembelajaran digital yang menarik salah satunya dengan media games Kahoot!. Faktor penyebab kurangnya minat belajar ini dikarenakan media pembelajaran yang digunakan di sekolah kurang berinovasi dan tidak adanya media pembelajaran digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan proses dan peningkatan minat belajar anak sesudah diterapkannya pembelajaran menggunakan media aplikasi Kahoot!. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas  dengan model Kemmis dan Mac Tanggart dengan langkah penelitiannya menggunakan rencana, tindakan, observasi dan refleksi.  Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelompok B yang berjumlah 13 orang anak yang terdiri dari tujuh perempuan dan enam laki-laki. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya minat belajar pada anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sangat baik. Pada kondisi siklus kedua terjadi peningkatan jumlah anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik, pada siklus pertama tidak terdapat anak dengan kategori berkembang sangat baik, namun pada siklus kedua terjadi peningkatan jumlah dengan kategori berkembang sangat baik.   A child’s interest in learning cannot develop optimally without appropriate stimuli to encourage engagement. To foster children’s interest, innovative and engaging digital learning media are required, one of which is Kahoot! Game application. The lack of innovation in learning media and the absence of digital platforms in schools have been identified as factors contributing to children’s low interest in learning. This study aimed to examine the process and improvement of children’s learning interest through the implementation of Kahoot! Application. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which includes planning, action, observation, and reflection. The subjects consisted of 13 Group B students, comprising seven girls and six boys. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative methods in the form of percentages. The results indicated an increase in children’s interest in learning, with improvements reaching the category of “developing very well.” In the first cycle, no students achieved this category; however, in the second cycle, the number of students categorized as “developing very well” increased significantly. These findings suggest that the use of Kahoot! as a digital learning medium can effectively enhance early childhood learning interest.
Buku Cerita Bergambar sebagai Media Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Latri, Latri; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya anak usia dini yang mengalami hambatan dalam berbahasa seperti rendahnya kemampuan anak dalam menyampaikan apa yang dirasa dan dilihatnya kepada orang di sekitarnya. Kemampuan anak dalam menyampaikan apa yang dirasa dan dilihat melalui kalimat sederhana yang bermakna disebut sebagai kemampuan bahasa ekspresif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian sebelumnya didapat bahwa terdapat penurunan kemampuan berbahasa ekspresif anak yang disebabkan kurangnya stimulus serta media pembelajaran yang monoton sehingga kurang menarik minat anak dalam proses pembelajaran, maka diperlukan media pembelajaran yang dapat menarik minat anak untuk dapat mencapai perkembangan bahasa ekspresif yang optimal salah satunya adalah buku cerita bergambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media buku cerita bergambar dalam pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak, penelitian ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan sumber 11 artikel yang telah dipublikasi. Data yang dikumpulkan kemudian dibaca dan ditelaah dengan menggunakan teknik penelitian yang bersifat pembahasan yang lebih mendalam terhadap isi sebuah data serta informasi tertulis atau tercetak di media massa. Teknik penelitian tersebut disebut sebagai teknik analisis isi. Teknik penelitian dilakukan melalui proses memilih, membandingkan dan menggabungkan serta memilah berbagai pengertian sehingga menemukan suatu kesimpulan yang relevan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan pendekatan deskripsi. Hasil penelitian tentang penerapan media buku cerita bergambar kemampuan bahasa ekspresif  anak meningkat.   This research is motivated by the increasing number of young children who experience language barriers, such as difficulties in conveying what they feel and see to those around them. The ability of children to express their feelings and perceptions through simple and meaningful sentences is referred to as expressive language ability. Based on the analysis of previous research, it was found that there has been a decline in children’s expressive language abilities, caused by a lack of stimulation and monotonous learning media that reduce children’s interest in the learning process. Therefore, the development of expressive language requires engaging learning media, such as picture storybooks. The purpose of this study is to describe the application of picture storybooks in learning to improve children’s expressive language abilities. This study uses a literature review method based on 11 published articles. The collected data were examined and reviewed using content analysis techniques, involving a more in-depth discussion of data content and written or printed information from various sources. This process included selecting, comparing, synthesizing, and organizing various concepts to draw relevant conclusions. The findings show that the use of picture storybooks can effectively improve children’s expressive language abilities.
Eksplorasi Kegiatan Fun Cooking sebagai Upaya Pengembangan Kecerdasan Interpersonal Anak Usia Dini Pramadhaningtyas, Lisa Dwi; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.29274

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh anak yang cenderung egosentris dan jarang melihat peristiwa dari sudut pandang orang lain. Menanamkan kecerdasan interpersonal, dimana anak membutuhkan pendidikan yang memberikan kesan keindahan, kegembiraan, kesenangan serta pada jiwanya. Salah satu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah kegiatan fun cooking. Kegiatan fun cooking ini mengajak anak untuk berkelompok, berbagi dengan temannya, bekerja sama, dan menghasilkan sebuah karya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kegiatan fun cooking terhadap kecerdasan interpersonal pada anak kelompok B di Pos PAUD Bina Tunas Bangsa, Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subyek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B dan informan merupakan guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakkan teknik analisis tematik. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh delapan anak yang tingkat prestasi perkembangannya sangat baik, lebih tinggi dibandingkan dua anak yang memperoleh tingkat prestasi perkembangan sesuai harapan. Hal ini telah tercapai sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak, namun hasilnya belum sempurna dan masih terdapat beberapa kekurangan. This research was motivated by the observation that children tend to be egocentric and seldom consider events from the perspectives of others. Fostering interpersonal intelligence requires providing children with educational experiences that cultivate joy, harmony, and meaningful engagement. One effective activity is fun cooking, which encourages children to work collaboratively, share with peers, and create products together. The purpose of this study was to explore the impact of fun cooking activities on the interpersonal intelligence of children in Group B at the Bina Tunas Bangsa PAUD Post, Karawang. A qualitative approach with a case study design was employed. The research subjects consisted of 10 children from Group B, while teachers and the principal served as key informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings revealed that eight children demonstrated a very good level of developmental achievement, while two children reached the expected level. These results suggest that the developmental achievements of the children met the expected standards, although they were not entirely optimal and still showed certain limitations.
MODEL PEMBELAJARAN TARI NUSANTARA : SEBUAH CONTOH KREATIVITAS MODEL TARI PIRING BAGI GURU PAUD Santana, Fifiet Dwi Tresna; Zahro, Ifat Fatimah
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 4 No 1 (2019): Jurnal AUDI :June 2019, 8 Articles, Pages 1-72
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v4i1.3030

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah konsep dan model pembelajaran tari kreatif dalam rangka mengembangkan kreativitas tari peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui penelitian ini juga diharapkan menemukan teori pembelajaran yang berlandaskan data empirik di lapangan. Fokus masalah dalam penelitian ini yakni: 1). Keterbatasan pengetahuan tentang bagaimana membuat sebuah kreativitas tari Nusantara di PAUD; 2). Terbatasnya guru dalam mengolah seni tari Nusantara sebagai bahan ajar bagi anak usia dini; 3). Keterbatasan kemampuan guru dalam mengajarkan seni tari Nusantara kepada peserta didik PAUD. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi kasus terhadap guru-guru PAUD di lingkungan Kota Cimahi. Observasi, wawancara, serta dokumentasi akan dilakukan untuk mendapatkan data mengenai konsep dan strategi pembelajaran, bahan ajar, pendekatan-pendekatan pembelajaran, evaluasi, media, dan sumber belajar PAUD.  Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam pembelajaran seni tari dan model pembelajaran tari nusantara dengan sebuah contoh kreativitas tari piring.
Koreografi Interkultural: Mengkokohkan Identitas Budaya Melalui Kolaborasi Seni Pada Bandung Isola Performing Art Festival (BIPAF) Sunaryo, Ayo; Gunawan, Iwan; Hapidzin, Rivaldi Indra; Endrayanto, Yana; Santana, Fifiet Dwi Tresna
PANGGUNG Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i1.2830

Abstract

Artikel ilmiah ini memaparkan proses penciptaan karya tari yang berbasis blended interkultural pada panggung Bandung Isola Performance Art Festival (BIPAF) dengan melibatkan koreografer dari Indonesia, Belanda, India, Malaysia dan Amerika secara virtual dan nyata. Koreografi interkultural adalah kolaborasi antara elemn-elemen seni dari budaya yang berbeda sehingga terjadinya pertukaran ide, gerak, musik dan tradisi budaya yang berbeda. Kegiatan ini merupakan bentuk seni yang menginspirasi dan menghubungkan orang dari berbagai latar belakang budaya. Metode yang digunakan adalah action research. Melalui paradigma kualitatif, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan data secara aktual, realistik, dan sistematis dalam menciptakan karya tari kolaborasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi partisipatif, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan refleksi. Hasil penelitian adalah terciptanya koreografi baru dalam teknik penciptaan karya tari antar negara pada panggung BIPAF melalui konsep blended interkultural. Pertunjukan koreografi interkultural secara blended bermanfaat untuk para koreografer, penari, komposer, animator dan pelaku seni lainnya dalam mencipta koreografi interkultural dari proses kolaborasi dengan menciptakan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, teknik dan pengalaman budaya yang berbeda yang tidak terpisahkan oleh ruang dan waktu.
GLORIFICATION OF LOCAL CULTURAL WISDOM IN THE IMPLEMENTATION OF FLS2N IN THE FIELD OF CREATIVE DANCE Sunaryo, Ayo; Hapidzin, Rivaldi Indra; Dyani, Putri Lilis; Santana, Fifiet Dwi Tresna
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol. 21 No. 1 (2024): Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v21i1.31092

Abstract

This scientific article aims to create creative dance works based on the local cultural wisdom of West Java, specifically Sukabumi Regency, for the FLS2N competition. The organization of FLS2N at the high school level is an effort to develop the artistic spirit of elementary school students. Through FLS2N at the high school level, a love for the arts will be fostered, which will inspire them to preserve Indonesian art and protect the nation's cultural heritage, based on the local cultural wisdom of each region. The method used is action research. Through a qualitative paradigm, this method is used to describe data in an actual, realistic, and systematic manner in creating dance works for FLS2N needs. Data collection is conducted through interviews, participatory observation, document studies, focus group discussions, and reflection. The results of the study show that art and culture teachers in Sukabumi Regency can enhance their understanding and skills in creating creative dance works for FLS2N at the high school/MA level based on local cultural wisdom. Keywords: Breeding, Local Cultural Wisdom, FLS2N