Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

EFEK PENAMBAHAN TEPUNG SAGU TERHADAP KARAKTERISTIK KERUPUK IKAN DENCIS Mulyana; Angraeni, Lia; Puteri, Nafisah Eka
Jurnal Agroindustri Pangan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Agroindustri Pangan
Publisher : PPPM POLTESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/agroindustri.v4i1.954

Abstract

This study aims to evaluate the impact of sago flour addition on the physicochemical and organoleptic characteristics of dencis fish crackers (Decapterus macrosoma). The crackers were produced with varying concentrations of sago flour at 0% (B1), 20% (B2), 40% (B3), and 60% (B4), employing an experimental approach based on a Completely Randomized Design (CRD). The analysis results indicated that the water content of the crackers increased with higher concentrations of sago flour, while the ash content exhibited a decreasing trend. Additionally, the fat content increased; however, both the swelling volume and oil absorption capacity decreased. The hedonic test results revealed that panelists exhibited a preference for crackers made exclusively from tapioca flour (B1), with a notable decline in preference for color, taste, and crispiness as the concentration of sago flour increased. These findings suggest that utilizing sago flour in reduced quantities or in combination with other flours may enhance the quality of the crackers. It is recommended that future research explore alternative formulations for the crackers and investigate different cooking methods to achieve optimal gelatinization of sago starch.
Edukasi Penyembelihan Hewan Secara Halal di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat Husin, Hasanuddin; Maryati, Sri; Febriansyah, Muhammad Irfan; Puteri, Nafisah Eka; Rahmi, Suci
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 2 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 2 Nomor 2,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v2i2.74

Abstract

Penyembelihan adalah mematikan hewan dengan cara memotong saluran nafas dan saluran makanan serta urat nadi utama yang terdapat pada leher hewan. Tujuannya agar hewan tersebut menjadi halal dimakan dagingnya. Akan tetapi, terkadang masyarakat kurang memahami metode penyembelihan yang baik agar kualitas daging terjaga serta tetap mempertimbangkan animal welfare. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan panitia kurban serta perangkat desa di Gampong Suak Ribee, Aceh Barat, mengenai penyembelihan hewan kurban yang memenuhi prinsip halal, higienis, dan kesejahteraan hewan (animal welfare). Metode yang digunakan meliputi sosialisasi dan pelatihan tiga tahap: (1) pra-penyembelihan (pemilihan, pengangkutan, dan pemeliharaan hewan), (2) penyembelihan (persiapan lokasi, alat, dan teknik perobohan serta penyembelihan), dan (3) pasca-penyembelihan (pengelolaan daging). Hasil menunjukkan bahwa kesalahan umum seperti teknik perobohan kasar, penyembelihan tidak tepat, dan penanganan daging tidak higienis berhasil diatasi melalui edukasi. Peserta diajarkan teknik perobohan humanis (seperti rope casting), penyembelihan syar’i (memotong tiga saluran leher dengan pisau tajam sambil membaca basmalah), serta tata kelola daging yang higienis. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjamin kualitas daging kurban (pH stabil, warna merah cerah, dan daya simpan lebih lama), tetapi juga memperkuat ketahanan pangan halal di masyarakat. Rekomendasi untuk kegiatan serupa adalah pendampingan langsung saat penyembelihan Idul Adha untuk memastikan praktik berkelanjutan.
Derajat Keasaman, Densitas Kamba, Dan Warna Tepung Komposit Termodifikasi Dengan Variasi Suhu Dan Waktu Autoklaf Giovani, Sarah; Reihan Muhammad Akbar Rambe; Nafisah Eka Puteri; Nadya Mara Adelina
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 20 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v20i1.10772

Abstract

Tepung komposit dibuat dengan menggunakan proporsi 10% tepung rumput laut merah, 40% tepung tulang ikan tuna sirip kuning, dan 50% tepung tempe koro pedang. Selanjutnya, tepung komposit tersebut dimodifikasi secara fisik. Modifikasi fisik secara umum adalah dengan pemanasan. Salah satu metode panas bertekanan adalah autoklaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu dan waktu autoklaf terhadap karakteristik fisik tepung komposit termodifikasi. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu suhu autoklaf terdiri dari 121oC dan 127oC. Faktor kedua yaitu waktu autoklaf terdiri dari 10, 20, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung komposit termodifikasi autoklaf memiliki nilai derajat keasaman (pH) berkisar antara 6,05-6,19, nilai densitas kamba berkisar antara 0,807-0,838 g/mL, nilai L* berkisar antara 55,60-62,47, nilai a* berkisar antara 4,38-5,21, dan nilai b* berkisar antara 21,62-25,00.
KAJIAN BIBLIOMETRIK PRODUK KOMBINASI HIDROGEL-OLEOGEL (BIGELS) Febriansyah, Muhammad Irfan; Puteri, Nafisah Eka
Journal of Technology and Food Processing (JTFP) Vol. 5 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jtfp.v5i02.1775

Abstract

Bigels, which are colloidal systems combining oleogel and hydrogel, demonstrate significant potential in the delivery and release of bioactive compounds, offering better physicochemical stability compared to emulsions and other gels. Bigels are capable of simultaneously transporting both lipophilic and hydrophilic components, making them ideal for applications in cosmetic, pharmaceutical, and food products. However, their development faces challenges such as the limited availability of safe oleogelators, the need to optimize rheological properties, and consumer acceptance. This study aims to conduct a bibliometric review to map the research trends on bigels, identify dominant topics, and analyze the latest developments in this field. Publication data was collected using the term "bigels" from Scopus and analyzed using Harzing’s Publish or Perish and VOSviewer. The results of the analysis revealed 156 publications related to bigels since 2008, with a total of 4,694 citations. Publication trends show a significant increase, with a focus on the use of bigels as fat replacers, active ingredient carriers, and in 3D printing technology. Dominant keywords include oleogel, hydrogel, emulgels, and their applications in pharmaceuticals and cosmetics. This study provides an overview of the direction of bigels research and their potential applications, although there are limitations regarding the scope of data, which is solely based on Scopus.
FORMULASI DAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK TEPUNG KOMPOSIT RUMPUT LAUT MERAH, TULANG IKAN TUNA SIRIP KUNING, DAN TEMPE KORO PEDANG Giovani, Sarah; Aidina, Rumaisha; Komalasari, Ema; Puteri, Nafisah Eka
Jurnal Teknologi Pangan Vol 17, No 2 : Desember 2023
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v17i2.4066

Abstract

Rumput laut merah, tulang ikan tuna sirip kuning, dan tempe koro pedang merupakan bahan pangan lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pengolahan tepung komposit tinggi protein. Dengan demikian, tepung rumput laut merah, tepung tulang ikan tuna sirip kuning, dan tepung tempe koro pedang perlu diformulasi untuk mendapatkan proporsi terbaik ditinjau dari karakteristik organoleptik tepung komposit yang dihasilkan. Hasil pengamatan terhadap bentuk tepung komposit dan tepung penyusunnya sesuai dengan SNI 3751-2009 mengenai syarat mutu tepung terigu yaitu berbentuk serbuk. Hasil pengamatan terhadap aroma dan warna tidak sesuai dengan SNI 3751-2009 yang mensyaratkan warna tepung harus putih khas terigu dan bebas dari aroma asing. Tepung komposit dengan rasio tepung tulang ikan tuna sirip kuning dan tepung tempe koro pedang sebesar 45%:45% paling disukai oleh panelis berdasarkan atribut warna, aroma, dan tekstur. Tepung komposit dengan rasio tepung tulang ikan tuna sirip kuning dan tepung tempe koro pedang 45%:45% memiliki tingkat perbedaan yang sedikit terhadap tepung terigu komersial pada atribut warna dan tekstur. Kata kunci: karakteristik organoleptik, rumput laut merah, tempe koro pedang, tepung komposit, tulang ikan tuna 
Pembentukan Kelompok Pemuda Pengelola Desa Wisata di Kuala Trang Vardila, Vardila; Sabki, Sabki; Rotiva, Feni; Suldarajat, Suldarajat; Kamal, Mustafa; Angraeni, Lia; Angriawin, Mirza; Puteri, Nafisah Eka
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.86

Abstract

Pengembangan desa wisata merupakan strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan. Program pengabdian ini menunjukkan peran strategis pemuda sebagai agen perubahan dalam pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, dengan mengambil studi kasus program pemberdayaan di Desa Kuala Trang, Kabupaten Nagan Raya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan pemuda melalui pembentukan kelompok pengelola untuk mengoptimalkan potensi wisata alam desa secara mandiri dan profesional. Metode yang digunakan meliputi beberapa tahapan, yaitu inisiasi dan diskusi dengan perangkat desa, pembentukan kelompok pemuda, Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan multi-pihak, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya kelembagaan pemuda yang sah untuk mengawasi dan mengelola kawasan wisata, yang dilengkapi dengan peningkatan kapasitas dalam manajemen dan digital marketing. Simpulan analisis FGD mengidentifikasi peluang besar dari tren wisata berkelanjutan, namun juga menyoroti kelemahan dalam kapasitas pengelolaan dan ancaman kerusakan lingkungan. Dampak yang diharapkan adalah terciptanya lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa kesuksesan jangka panjang bergantung pada pemberdayaan pemuda yang berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, dan pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab untuk mencapai keseimbangan antara manfaat ekonomi, sosial, dan kelestarian ekologis.
Integrasi Pendidikan Lingkungan Dalam Pengembangan Kawasan Wisata Husni, Nurul; Rotiva, Feni; Jaminah, Jaminah; Febriansyah, Muhammad Irfan; Puteri, Nafisah Eka
JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L) Vol 3 No 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (JP3L): Volume 3 Nomor 1,
Publisher : LEMBAGA KAJIAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN (LKPPL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62671/jp3l.v3i1.87

Abstract

Pengembangan kawasan wisata alam di Desa Kuala Trang yang berfokus pada potensi pantai dan kolam berpotensi menimbulkan tekanan ekologis jika tidak diimbangi dengan prinsip konservasi. Degradasi lingkungan, seperti pencemaran sampah plastik dan kerusakan habitat pesisir, menjadi ancaman nyata terhadap keberlanjutan pariwisata. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke dalam pengembangan kawasan wisata sebagai strategi mitigasi dampak negatif dan mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang seimbang antara aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Realisasi kegiatan dilaksanakan melalui tiga intervensi utama yaitu pemasangan banner informasi tentang ekosistem pantai dan kolam di lokasi wisata, edukasi interaktif kepada pengunjung dan masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan pengelolaan sampah, dan aksi pembersihan pantai dan kolam yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pendekatan partisipatif diterapkan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan. Persentase jawaban benar mengenai manfaat ekosistem meningkat drastis dari 20–25% menjadi lebih dari 85%. Survei tanggapan peserta juga mengungkapkan dampak positif, dimana mayoritas responden sangat setuju bahwa edukasi meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kebersihan, dan lebih dari 40% menyatakan kesediaan kuat untuk terlibat dalam kegiatan pelestarian di masa depan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah integrasi pendidikan lingkungan melalui metode yang partisipatif dan langsung terbukti efektif dalam meningkatkan literasi ekologis serta membangun komitmen kolektif untuk konservasi. Program ini berhasil menanamkan dasar-dasar perilaku wisata yang bertanggung jawab dan memperkuat modal sosial masyarakat, sehingga menjadi fondasi yang kokoh bagi pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Kuala Trang yang memadukan peningkatan ekonomi lokal dengan pelestarian sumber daya alam.
Analisis Komparatif Kalsium, Zat Besi, dan Proksimat Bubuk Ikan Berbasis Gabus (Channa striata) dan Hasil Sampingnya Puteri, Nafisah Eka; Jameelah, Maryam; Giovani, Sarah; Ichsan, Vicky Permatasari Almira
Pro Food Vol. 10 No. 1 (2024): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v10i1.348

Abstract

Snakehead (Channa striata) is a widely fish commodity in Indonesia. This research was conducted to develop fish powder product, that was rich in energy and high-quality micronutrients. This research also aims to observe the nutritional value of fish powder derived from snakehead and its by-products, in order to fulfill nutritional value of food products. The results showed that the bone (BN) was smallest reduction in mass compared to the meat (MT), head (HD), and skin (SK) (p<0.05). The fat content of bone-based fish powder was found to be similar to that of the meat part, and even higher than other parts. The highest calcium and iron content (72108.13 mg/kg) was found in bone-derived fish powder, followed by head-based powder (58295.67 mg/kg) and skin-based powder (34782.12 mg/kg) of snakehead. The lowest iron content was observed in meat-based powder (33.44 mg/kg). However, the iron levels in fish powder made from head, skin, and bones were not significantly different, measuring 67.52 mg/kg, 87.27 mg/kg, and 68.99 mg/kg, respectively. Therefore, the result will be helpful for developing snakehead powder as commercial product.
POTENSI WISATA KAWASAN PESISIR DESA KUALA TRANG KABUPATEN NAGAN RAYA Haq, Amirul; Suldarajat, Suldarajat; Fikri, Abzalul; Hasyimi, Ragil; Puteri, Nafisah Eka
Jurnal Society : Pengamat Perubahan Sosial Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jspps.v5i2.13404

Abstract

Kuala Trang in Nagan Raya Regency has significant coastal natural tourism potential, but it has not been optimally utilized for community welfare. This study aims to analyze local resource-based community empowerment strategies to develop a sustainable tourism village. The research method uses qualitative and quantitative approaches to examine supply (through observation and interviews) and demand (through questionnaires of potential tourists). The results show that although the community is very supportive (86%) and the natural scenery is very potential (score 3.86), this destination has critical weaknesses in the institutional aspects (score 1.07), amenities, active attractions, and promotion. Therefore, an integrative empowerment model is formulated that synergizes institutional strengthening (Pokdarwis), community capacity development, the creation of experience-based tourism packages, and digital marketing. The strategic implications emphasize multi-stakeholder collaboration, where the village and district governments act as facilitators and regulators, while the community acts as the main organized actor to create sustainable and equitable tourism.
The Color and Chemical Composition of Durian Seed Flour: Effects of Peeling and Boiling Processes: Warna dan Komposisi Kimia Tepung Biji Durian Dengan dan Tanpa Pengupasan serta Perebusan Sovia, Meliza; Puteri, Nafisah Eka; Maliza, Noer Octaviana
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 14 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2026.014.01.6

Abstract

Durian seeds, often considered waste, can be applied as basic ingredients for various food and non-food products. This study aims to explore the effects of a combination of boiling and peeling treatments on the quality of durian seed flour. The experimental design employed a factorial Randomized Complete Block Design with two main factors: peeling (with and without) and boiling (with and without). The results showed that TKR (without, boiled) provided the highest yield at 27.06%, while KR (peeled, boiled) produced flour with a brighter color and finer texture. The nutritional content of the durian seed flour was influenced by the treatments, with the highest fat content found in KR (4.80%), while the highest protein content was observed in TKR (8.13%). It can be concluded that processing durian seeds into flour can enhance their value and expand their potential as a food ingredient, with the peeled and boiled treatment being recommended for further product development.   Abstrak Durian memiliki bagian biji yang sering menjadi limbah, meskipun mengandung komponen gizi tinggi seperti karbohidrat kompleks yang dapat diaplikasikan sebagai bahan dasar berbagai produk pangan maupun non-pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kombinasi perlakuan perebusan dan pengupasan terhadap kualitas tepung biji durian. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor utama, yaitu pengupasan (dengan dan tanpa) dan perebusan (dengan dan tanpa). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan TKR (tanpa dikupas, direbus) memberikan rendemen tertinggi, yaitu 27,06%, sedangkan perlakuan KR (kupas dan rebus) menghasilkan warna tepung yang lebih cerah dan tekstur yang lebih halus. Kandungan gizi tepung biji durian dipengaruhi oleh perlakuan yang diberikan, dengan kadar lemak tertinggi ditemukan pada KR (4,80%), sementara kadar protein tertinggi ditemukan pada TKR (8,13%). Berdasar penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengolahan biji durian menjadi tepung dapat meningkatkan nilai tambah dan memperluas potensinya sebagai bahan pangan, dengan perlakuan kupas rebus sebagai perlakuan yang direkomendasikan untuk produk olahan pangan maupun non-pangan.