Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DETERMINASI FAKTOR SOSIAL TERHADAP PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KARAWANG Siti Marpu'ah; Rohani Siregar; Musmundiroh Musmundiroh; Triseu Setianingsih
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7233

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan asupan terbaik bagi bayi pada enam bulan pertama kehidupannya, namun cakupan pemberiannya di Indonesia masih rendah dan belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di Desa Kedungjeruk, Kabupaten Karawang tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mencakup variabel pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif, namun masih ada yang tidak melaksanakannya. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi dengan perilaku pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Simpulan penelitian ini adalah perilaku pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh faktor internal ibu serta dukungan eksternal, sehingga intervensi berupa edukasi, pemberdayaan keluarga, dan penyediaan informasi kesehatan yang memadai sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif di masyarakat.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Clash of Champions terhadap Pengetahuan Dismenore pada Remaja Putri Fasya Intana Putri; Triseu Setianingsih; Beatrix Elizabeth; Risti Tamara Tahanora
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.920

Abstract

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon prostaglandin. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi dismenore di berbagai negara tergolong tinggi, dengan sekitar setengah perempuan di setiap negara mengalaminya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang, sedangkan sekitar 10–15% mengalami nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan permainan edukatif Clash of Champions terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenore di SMPN 2 Tambelang tahun 2025. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya. Desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 59 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata setelah intervensi, serta perbedaan bermakna berdasarkan tingkat dukungan orang tua dan teman sebaya (p-value=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswi mengenai penanganan dismenore secara tepat
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Di RA EL - FARIHAH Desa Karang Setia Tahun 2026 Afifah Nur Sabilah; Previarsi Rahayu; Triseu Setianingsih; Beatrix Elizabeth
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1240

Abstract

Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.
PENINGKATAN PARTISIPASI IBU MENYUSUI DALAM PROGRAM INTERVENSI GIZI SPESIFIK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN “MODEL SABUSI “ Triseu Setianingsih
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 9 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i9.%p

Abstract

Upaya pemerintah Indonesia dalam akselerasi penurunan Stunting, salahsatunya dilaksanakan melalui intervensi gizi spesifik yang ditujukan kepada Ibu hamil, Ibu menyusui dan balita usia 0-6 bulan dan balita usia 7-23 bulan. Untuk mengoptimalkan capaian program tersebut, perlu upaya dalam meningkatkan motivasi Ibu dalam mengikuti program pemerintah yang dicanangkan. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan Ibu menyusui dalam mengikuti program intervensi gizi spesifik sebagai upaya pencegahan stunting. Metode PKM menggunakan model pendekatan ABC (Antecedent, behaviour and Consequency) dan metode “behavior intention” dalam perubahan perilaku melalui pendampingan dengan serangkaian kegiatan yang dinamakan “MODEL SABUSI ( Sahabat Ibu Menyusui) “.  Kegiatan PKM dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu : pendekatan interpersonal kepada Ibu menyusui, peningkatan pengetahuan dan sikap melalui komunikasi efektif berupa konseling dan pemantauan dan pendampingan menggunakan media Whatssapp. Hasil kegiatan PKM menunjukkan hasil yang baik, dengan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap Ibu hamil dalam program intervensi gizi spesifik , hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna nilai rata-rata pengetahuan tentang program pencegahan stunting pada Ibu menyusui sebelum dan sesudah dilakukan konseling dengan Nilai P = 0.002. Terdapat perbedaan yang bermakna nilai rata-rata sikap tentang program pencegahan stunting pada Ibu menyusui sebelum dan sesudah dilakukan konseling dengan Nilai P = 0.001. Proses pendampingan dalam kegiatan PKM ini masih belum optimal, dan memerlukan bantuan kader yang sudah terlatih dan bidan desa setempat untuk lebih memudahkan proses komunikasi yang lebih intensif kepada Ibu menyusui
Hubungan Kualitas Tidur Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi Nihla Nur Aini; Yulidian Nurpratiwi; Retno Anggraeni Puspitasari; Triseu Setianingsih
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1171

Abstract

Anemia merupakan salah masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada remaja putri. Kelompokini memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena mengalami menstruasi secara teratur setiap bulanserta berada pada masa pertumbuhan yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Selainfaktor asupan gizi, kondisi anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku atau gaya hidup, seperti kualitastidur dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengankejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatid dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswiyang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh SleepQuality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A),dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisisdata dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan dari penelitian ini adah tidak terdapat hubungan signifikanantara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikandengan kejadian anemia (p=0,001)