Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Membumikan Nilai-Nilai Islam: Peran Guru Madrasah Diniyah Ulya dalam Mewujudkan Karakter Religius Peserta Didik Hikmatul Mauidhoh; Supriadi Supriadi; Ahmad Syarif
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i2.10402

Abstract

Pendidikan karakter religius merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beretika dan bermartabat, terlebih dalam konteks lembaga pendidikan Islam nonformal seperti Madrasah Diniyah Ulya. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara program pembiasaan religius yang telah berjalan dengan ketidakkonsistenan perilaku santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter religius peserta didik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian guru, kepala madrasah, dan santri di Madrasah Diniyah Ulya Darurattaqwa Al-Hikmah Pangkalan Lada. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan moral, pembina spiritual, dan pengintegrasi nilai Islam dalam pembelajaran. Keteladanan guru dalam ibadah, adab, dan toleransi terbukti efektif dalam membentuk karakter religius santri. Faktor pendukung meliputi tradisi madrasah seperti salat berjamaah dan pembiasaan adab, sedangkan hambatan muncul dari lingkungan luar madrasah dan keterbatasan waktu. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa tipologi peran guru dalam pembentukan karakter religius, serta implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter di madrasah.
Religious Guidance Through Weekly Prayer Meetings At The Nur Qolbu Sampit Mosque Syarifudin; Ahmad Syarif
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v13i1.11661

Abstract

This study examines the implementation of religious guidance through weekly recitations at the Nur Qolbu Sampit Mosque. The background of this study stems from the gap between the routine religious activities at the mosque and the limited depth of understanding and practice of Islamic teachings among the congregation. This study aims to analyze (1) the implementation of religious guidance through weekly recitations, and (2) the supporting and inhibiting factors in its implementation. Using a descriptive qualitative approach, data was obtained through observation, interviews with ustadz, mosque administrators, and congregations, as well as documentation studies. The results show that regular recitations are conducted through lectures based on classical texts, discussions, and interactive question and answer sessions. These  activities  have  been  proven  to increase  the  congregation's understanding of aqidah, fiqh, and akhlak, as well as have a positive impact on their worship, social behavior, and spiritual condition. The main supporting factors include adequate facilities, the competence of the ustadz, and the strong commitment of the mosque administrators. Conversely, inhibiting factors are related to fluctuating congregational attendance and differences in prior knowledge  levels. This study  emphasizes  the importance  of mosques  as centers for continuous religious education and provides recommendations for improving the effectiveness of mosque-based learning programs.
Budaya Partisipatif Stakeholder Dalam Mewujudkan Sekolah Yang Bermutu di SMP IT Al Ghazali Modern School Palangka Raya: Participatory Stakeholder Culture In Realizing Quality Schools In The Smp It Al Ghazali Modern School Palangka Raya Ahmad Syarif
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 8 No. 1 (2022): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v8i1.4311

Abstract

Budaya partisipatif stakeholder internal di sekolah adalah salah satu usaha yang dilakukan untuk mewujudkan sekolah yang bermutu sehingga perlu dijabarkan setiap komponennya. Penjabaran budaya parisipatif komponen stakeholder internal tersebut meliputi guru, siswa, orang tua serta staff administrasi. Penelitian ini bertujuan menjabarkan budaya yang dibentuk masing-masing komponen stakeholder internal dalam mewujudkan sekolah yang bermutu di SMP IT Al Ghazali Modern School Palangka Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini secara deskriptif kualitatif dengan melihat fenomena budaya partisipatif stakeholder internal sebagai objek dan komponen stakeholder internal sebagai subjek. Teknik pengumpulan data melalui obseravsi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini budaya partisipatif stakeholder internal dengan komponen guru, siswa, orang tua dan staff administrasi sekolah saling berhubungan satu sama lain dalam mewujudkan sekolah yang bermutu dan memiliki perbedaan karakteristik dengan sekolah-sekolah lain. Wujud dari budaya yang dimaksud meliputi budaya disiplin guru, tanggungjawab dengan tidak meninggalkan lingkungan sekolah, guru yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pengetahuan baik pokok maupun tambahan kepada siswa. Siswa yang memiliki tanggungjawab akademis dan aktualisasi diri melalui program dan kegiatan yang dicanangkan sekolah. Orang tua yang memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap sekolah yang diawali dengan pelibatan dalam berbagai kegiatan. Terakhir adalah staff yang professional dalam mengoganisasikan pekerjaan, transparan dan akuntabel dalam pencatatan administrasi keuangan yang bersumber dari siswa.
Pelatihan Pembuatan Ecoprint pada Ibu-Ibu Dharma Wanita Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Tengah Siti Juhairiah; Arna Purtina; Doddy Teguh Yuwono; Angelina Hariyanti; Ahmad Syarif; Iin Nurbudiyani
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v2i1.6525

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan membuat ecoprint pada ibu-ibu Dharma Wanita Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Tengah yang nantinya dapat menambah pengetahuan dan kreativitas terkait produk ecoprint sehingga bermanfaat dan bernilai jual. Metode pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian ini yakni: (1) penyampaian materi terkait mengolah Ecoprint disampaikan dengan metode ceramah dan diskusi, (2) materi praktek membuat Ecoprint diberikan dengan metode demontrasi, latihan dan pembelajaran berbasis proyek, (3) monitoring dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pelatihan adalah lembar penilaian produk. Kegiatan pelatihan membuat Ecoprint pada ibu-ibu Dharma Wanita Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Tengah berjalan dengan baik dan lancar. Pelaksanaan pelatihan membuat Ecoprint dapat terlaksana sesuai dengan agenda yang dijadwalkan. Materi tersampaikan dengan baik. Begitu pula telah terjadi peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari 20% menjadi 94% materi terkait Ecoprint. Hasil evaluasi pelatihan pada ibu-ibu Dharma Wanita Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Tengah terkait pembuatan Ecoprint terjadi peningkatan pemahaman dan kemampuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pelatihan pembuatan Ecoprint antara lain sebagai berikut: 1) pemahaman tentang bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan Ecoprint dari 25% meningkat menjadi 90%; 2) pemahaman Teknik dan cara pembuatan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 95%; 3) inovasi dan kreativitas pembuatan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 95%; 4) hasil produk olahan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 100%; 5) keatifan peserta selama pelatihan Ecoprint dari 0% meningkat menjadi 100%, 6) menganalisis terkait kewirausahaan dari 15% naik menjadi 85%.