Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Karakter Animasi Alfin Lestaluhu dengan Metode Design Thinking Aris Ardiyanto; Anung Rachman; Rendya Adi Kurniawan
Jurnal Desain Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v10i3.13175

Abstract

Desa Tulehu seakan tidak kehabisan bintang untuk menghasilkan bibit muda berbakat dalam hal sepak bola. Sudah menjadi hal yang lumrah jika pemain sepak bola di timnas sepak bola Indonesia sering ada nama-nama dari Tulehu. Dari banyak nama yang muncul dan bersinar menjadi bintang, namun ada kisah haru dan mengagumkan dalam garuda muda, seorang pemuda berbakat yang berasal dari tulehu bernama Alfin Lestaluhu harus terhenti karir sepak bolanya akibat penyakit yang ia derita, serta menutup harapan untuk melanjutkan ikut kejuaraan karena sang pencipta memanggilnya lebih cepat. Dari kisah ini terbenak sebuah ide untuk membuat karakter animasi dari Alfin Lestaluhu, sebagai bentuk apresiasi kepada apa yang ia telah capai bersama timnas sepak bola indonesia. Perancangan karakter animasi ini dilakukan dengan menggunakan metode design thinking, sehingga ada 5 tahapan yang dilalui antara lain empathise, define, ideate, protype, test. Setelah itu barulah didapatkan hasil bagian-bagian yang terpisah dari karakter set Alfin Lestaluhu yang siap untuk dianimasikan.
PENDAMPINGAN BRANDING PRODUK BERBASIS KEKAYAAN INTELEKTUAL MELALUI KEPEMILIKAN MEREK DAGANG DAN DESAIN INDUTRI PADA RINTISAN BISNIS SEPATU RANGE DE CULTURE Ipung Kurniawan Yunianto; Rendya Adi Kurniawan; Basnendar Herry Prilosadoso; Pisteo Gabriel Tori; Fatika Fajar Priana; Erlyana Zuar Dini
Abdi Seni Vol. 15 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v15i2.6369

Abstract

This research examines the significance of trademarks and industrial designs as visual identities and value-added elements for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Trademarks serve to differentiate products and function as a marketing strategy, while industrial designs enhance the commercial value of products. This assistance program aims to raise legal awareness among MSMEs regarding trademarks and industrial designs, specifically focusing on the shoe products of Range de Culture (RDC). The primary challenge MSMEs face is a lack of understanding regarding the urgency of such intellectual property protection. The methods employed include education on the strategic role of trademarks and industrial designs in business competition and guidance throughout the registration process. As a result, RDC successfully registered its trademarks and industrial designs with the Directorate General of Intellectual Property (DJKI). This research highlights the importance of assisting in enhancing awareness and capacity among MSMEs to leverage intellectual property protection to bolster their competitiveness and business sustainability
Media Edukasi Sejarah Legiun Kavaleri Mangkunegaran untuk Anak Melalui Kolaborasi Penciptaan Karya Tembang Dolanan dengan Ilustrasi Waluyo; Basnendar Herry Prilosadoso; Brilindra Pandanwangi; Indriati Suci Pravitasari; Hening Laksani; Rendya Adi Kurniawan; Isnawati Muslihah; Asmoro Nurhadi Panindias; Ratna Susanti; Brillian Nur Diansari; Sri Murwanti; Nursiam; Yoga Prasetya Adi Nugraha
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Januari-Maret, Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/m56kpk55

Abstract

Ikon Legiun Kavaleri Pura Mangkunegara, yang didirikan tahun 1808 atas perintah penguasa Prancis Napoleon Bonaparte, merupakan ingatan sejarah Surakarta yang penting. Mangkunegara II memiliki visi untuk masa depan dan mampu menerapkan konsep modern pada zamannya: militer ala Eropa sekaligus terkuat di dunia. Legiun Mangkunegaran berasal dari perjuangan Raden Mas Said dan pengikutnya yang kecewa dengan pemerintahan dan ketidakadilan Paku Buwono II. Generasi muda semakin tidak tahu sejarah Legiun Kavaleri Mangkunegaran. Semua orang harus tahu tentang sejarah ini, terutama siswa sekolah dasar. Mereka akan menjadi pedoman bagi mereka untuk memahami sejarah negara mereka sekarang dan di masa depan. Agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan menarik, diperlukan media dan kondisi yang sesuai. Melalui kombinasi tembang dolanan dan ilustrasi, media alternatif mengandung informasi dan pesan yang dapat digunakan dalam upaya pelestarian sejarah. Tujuan penelitian dalam merancang karya tembang dolanan dan ilustrasi anak yang berisi materi seputar Legiun Kavaleri Mangkunegaran. Metode penciptaan karya, yaitu : Discovery, Interpretation, Ideation, Experimentation, Evolution, dan Implementation. Melalui media ini diharapkan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kepada generasi muda mengenai Legiun Kavaleri Mangkunegaran untuk mengenalkan dan melestarikan sejarah.
Implementasi Visual Storytelling Animasi 2D Edukatif ‘Petualangan candi Borobudur’ sebagai Media Promosi Budaya Neulis Putri Khairerina; Rendya Adi Kurniawan; Isnawati Muslihah; Anung Rachman
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 13, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v13i2.74372

Abstract

Abstract In this digital era, the cultural promotion approach needs to be carried out in an educational, easily accessible and interesting way in order to reach the wider community. Through alternative media in the form of two-dimensional animation, this study aims to develop a two-dimensional animation series entitled Petualangan Candi Borobudur as a cultural promotion media based on visual storytelling. The method used is design sprint with qualitative analysis techniques. The output produced is the development of concepts, character designs, backgrounds, storyboards, and visual elements with a cartoonist style according to audience needs. Keywords:Two-Dimensional Animation; Cultural Promotion; Visual storytelling; Educational Media AbstrakDi era digital ini pendekatan promosi budaya perlu dilakukan secara edukatif, mudah diakses dan menarik agar dapat menjangkau masyarakat luas. Melalui media alternatif berupa animasi dua dimensi, penelitian ini bertujuan mengembangkan serial animasi dua dimensi berjudul Petualangan Candi Borobudur sebagai media promosi budaya berbasis visual storytelling. Metode yang digunakan adalah design sprint dengan teknik analisis kualitatif. Output yang dihasilkan merupakan pengembangan konsep, desain karakter, background, storyboard, dan elemen visual dengan style kartunis sesuai kebutuhan audiens.Kata Kunci: Animasi Dua Dimensi; Promosi Budaya; Visual storytelling; Media Edukatif