Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

CHEMICAL PROPERTIES, MICROBIOLOGY AND ANTIOXIDANT ACTIVITYOF ABON BEEF IN THE CITY OF PALU Sukisman Abdul Halid; Abdul Rahim
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 5 No 1 (2018): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v5i1.264

Abstract

One of the most popular food products in Central Sulawesi is shredded beef, and sometimes aspects of food quality and safety were not given attention by producers or consumers. The objective of the study is to identify the chemical, microbiological and antioxidant properties of shredded beef produced and circulated in Palu City. This study uses a complete randomized design with 8 samples and each sample were repeated three times so that 24 samples were obtained with observed parameters including moisture content, ash content, protein content, fat content, total microbial count and antioxidant activity.The results showed that water content (5,04 -9,35%), ash content (3,59 - 5,74%), protein content (25,60-38,97%), fat content (19,20- 39,37%) and total microbial count (1,27-8,48 log cfu / g) and antioxidant activity as indicated by Inhibition Concentration / IC50 (3234,31 - 6740,5 ppm) and percentage of inhibition (35,63 - 80.27%). The results of this study indicate that shredded beef from various SMEs in the city of Palu is still partially met the quality standards based on SNI, so MSME guidance is needed periodically and continuously.
PHYSICOCHEMICAL AND MICROBIOLOGICAL CHARACTERISTICS OF BEEF MEATBALLS IN PALU CITY Sukisman Abdul Halid; Abdul Rahim
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 5 No 2 (2018): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v5i2.325

Abstract

The aim of the study is to evaluate the physicochemical and microbiological characteristics of beef meatball produced and circulated in Palu City. The study used a completely randomized design with 8 micro, small and medium enterprises (MSMEs) where sampling was repeated three times to obtain 24 research samples. Parameters of analysis included water, ash, protein, fat, borax, formalin and total microbial content. The results show that beef meatball circulating in Palu City had water content (66.56 - 72.99%), ash content (1.28 - 1.99%), protein content (8.93– 10.76%). ), fat content (1.16 - 5.84%) and total microbes (1.92–7.97 log cfu / g) and borax content and beef meatball formalin showed negative values.
Physicochemical and Functional Characteristics of Beverage Sugar Apple Powdered on Level Concentration Different of CMC Syahraeni Kadir; Abdul Rahim; Rostiati Dg. Rahmatu; Sukisman Sukisman
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 2 No 1 (2015): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v2i1.341

Abstract

The intermediate products of sugar apple do not have an entrepreneurial aspects though they have a longer shelf life than the fresh fruit form unless it processed into the final products of beverages or foods. Therefore it need to continue the processing of sugar apple intermediate products. Some products of them which have a clear prospect entrepreneur among others as both of beverages and functional foods. The Short-term goal of this research is to process the intermediate product into a beverage sugar apple powdered among others. Subsequently the long-term goal of this research is to find ways of processing the intermediate products into final ones that have nutritional value and adequate antioxidants. The results showed that the use of CMC 0.5% gives a better physicochemical and functional characteristics on powdered product of sugar apple. Making the beverage product by filtering the pulp giving better quality of both physicochemical and functional characteristics than without filtering the fleshy part.
DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN DAGING ITIK MELALUI INOVASI TEKNOLOGI MENJADI PANGAN SIAP SAJI DI KELURAHAN LAYANA KOTA PALU Hafsah; Damayanti, A. P.; Tahir, Muh; Sukisman, Sukisman; Basri, Moh.; Nurfadillah, Andi
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.305

Abstract

Pangan siap saji merupakan istilah makanan yang dapat disiapkan dengan cepat dan tidak perlu menunggu proses pemasakan yang lama. Makanan tersebut secara umum mudah didapatkan dan tersedia di supermarket, restoran dan sejenisnya, atau usaha jasaboga. Permasalahan yang dihadapi adalah bahan pangan tersebut sudah tersimpan lama di prizer yang secara otomatis menggunakan bahan pengawet. Bahan tersebut yang berbahaya bagi tubuh apabila dalam jangka waktu yang lama dikonsumsi oleh anak-anak. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkenalkan kepada masyarakat inovasi teknologi tentang diversifikasi produk olahan daging itik menjadi pangan siap saji yang langsung bisa dikonsumsi dengan tidak menggunakan bahan pengawet dan dapat disimpan dalam bentuk beku di frizer. Metode yang digunakan adalah pendidikan dan pelatihan yang dilakukan sebagai usaha untuk meningkatkan skill Sumber Daya Manusia (SDM). Jenis pangan siap saji yang diproduksi adalah nugget dan sempol berbahan dasar daging itik. Tahapan pelaksanaan yaitu memperkenalkan peralatan dan bahan yang digunakan, proses pengolahan daging itik sebagai bahan dasar, pencampuran bahan lain sesuai produk target yang dibuat yaitu nugget dan sempol, yang selanjutnya dilakukan uji kesukaan (organoleptik) dari produk yang dihasilkan, dengan menggunakan panelis dari peserta pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sasaran (peserta pelatihan) dapat mengadopsi inovasi yang telah diberikan dan 100% menyukai produk olahan daging itik dalam bentuk nugget dan sempol. Peserta pelatihan dari tingkat kelurahan dan ibu-ibu PKK sangat antusias dalam mengikuti kegiatan diversifikasi produk olahan daging itik menjadi pangan siap saji (nugget dan sempol) dan berharap kegiatan yang sama dilakukan secara terprogram di Kelurahan Layana. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian ini bahwa masyarakat sasaran dapat melakukan pengolahan diversifikasi produk daging itik menjadi pangan siap saji nugget dan sempol dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi mendapat respon yang baik dari mitra sasaran.
MUTU BAKSO DAGING SAPI DITINJAU DARI KADAR PROTEIN, KADAR LEMAK, KADAR AIR, TOTAL MIKROBA, KANDUNGAN BORAKS, DAN FORMALIN YANG DIJUAL DI DEPOT-DEPOT BAKSO DAGING SAPI DI KOTA PALU Halid, Sukisman A.; Gobel, Minarny; Loulembah, Fachry; If'all
Jurnal Pengolahan Pangan Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v8i1.119

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisa kadar protein, kadar lemak, kadar air, total mikroba, kandungan boraks, dan formalin pada bakso daging sapi yang dijual pada depot-depot bakso di Kota Palu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 sampel bakso daging sapi yang diperoleh pada depot bakso yang ramai dikunjungi pembeli setiap hari. Pengambilan sampel diulang tiga kali (tiga kali produksi), sehingga diperoleh 24 sampel penelitian. Pengamatan meliputi kadar protein, kadar lemak, kadar air, jumlah total mikroba (Total Palte Count/TPC), serta kadar boraks dan kadar formalin. Pengujian kadar protein, kadar lemak, kadar air, dan total mikroba/(Total Plate Count) (TPC) dilaksanakan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, kemudian analisis kandungan boraks dan formalin dilaksanakan di Laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein ke8 sampel penelitian yaitu 8,93 – 10,76 %, kadar lemak sebesar 1,16 - 5,84 %, kadar air 66,58 – 72,95 %, dan total mikroba (TPC) dengan nilai 1,92 – 7,97 (CFU/g), serta kandungan boraks dan formalin ke8 sampel penelitian masing-masing bernilai negatif.
Kajian Bahan Pakan Alternatif (Substitusi) Ruminansia Kecil Sebagai Pakan Komplit Halid, Sukisman Abdul; Mustaring, Mustaring
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian bahan pakan alternatif (substitusi) ternak ruminansia kecil sebagai pakan komplit dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji beberapa limbah pertanian yang mempunyai produktivitas dan nilai nutrisi sebagai pakan alternatif. Ternak ruminansia memiliki perbedaan dengan ternak non ruminansia karena adanya mikroorganisme dalam rumennya yang mampu mencerna serat kasar. Penelitian ini menggunakan 15 ekor Domba Palu betina dengan kisaran bobot badan 8-16 kg dengan kandang lantai panggung ukuran 75 cm x 75 cm x 40 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 kelompok berdasarkan bobot badan awal yang berfungsi sebagai ulangan.. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini bahwa perlakuan P2 (jerami padi) fermentasi ad-libitum + konsentrat 1% BB diperoleh pertambahan bobot badan harian (PBBH) tertinggi yaitu 51,66 g/ekor/hari dibanding dua perlakuan lainnya P1 (tongkol jagung) dan P3 (kulit kacang tanah) berturut-turut 44,22 dan 43,79 g/ekor/hari. Angka konversi terbaik dicapai pada perlakuan P2 yaitu 6,10, sedangkan P1 dan P3 masing-masing 7,69 dan 7,94. Kesimpulan penelitian bahwa pakan komplit ternak domba berbahan baku jerami padi adalah dengan formulasi jerami padi fermentasi ad-libitum + konsentrat 1% BB.