Bunga Dinda Permata
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Social Empirical

Motivasi Wisatawan Gen Z dalam Mengunjungi Objek Wisata Sejarah Lobang Jepang di Bukittinggi Dwi Sulistia Wati; Reri Damai Gea; Dira April Indria; Delmira Syafrini; Selfira Cania; Elvaririn, Elvaririn; Fira Fadila; Tiara Sabrina Wulandari; Zahra Najla; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.41

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya minat Generasi Z terhadap wisata sejarah, termasuk kunjungan ke objek wisata Lobang Jepang di Bukittinggi yang memiliki nilai historis penting terkait masa penjajahan Jepang. Objek wisata Lobang  Jepang  ini menarik Gen Z memaknai pengalaman wisata sejarah tersebut untuk rekreasi dan kebutuhan visual, atau juga melibatkan motivasi edukatif dan emosional yang berkaitan dengan pemahaman sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif kunjungan Generasi Z ke Lobang Jepang dengan mempertimbangkan aspek edukasi, emosi, rekreasi, estetika visual, serta dorongan sosial-digital. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus untuk menggali fenomena motivasi wisatawan Gen Z secara mendalam. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung untuk mengamati motif Gen Z secara spontan saat mengunjungi Lobang Jepang , dan wawancara mendalam dengan panduan pertanyaan terbuka agar informan bebas menceritakan pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi Gen Z bersifat beraneka ragam. Di satu sisi, mereka terdorong untuk memahami sejarah kelam yang berkaitan dengan kerja paksa pada masa pendudukan Jepang, sehingga kunjungan menjadi sarana refleksi dan pembelajaran. Di sisi lain, motivasi rekreasi seperti menikmati pemandangan, refreshing, dan kebutuhan dokumentasi visual juga menjadi faktor penting. Dengan demikian, Lobang Jepang berfungsi sebagai destinasi yang menggabungkan nilai edukatif, emosional, dan rekreatif bagi Generasi Z.
Kontribusi Destinasi Wisata Cambai Hill pada Pencapaian SDGs Poin 8 di Alahan Panjang Sumatera Barat Muhammad Alfian; Asifa Zahwa; Delmira Syafrini; Annisa Febriana Yasmin; Ameydea Nisratil Wahyuni; Dicky Aulia Perdana; Muhammad Aidil; Annisa Khomsi Rahmawati; Muhammad Satria Zaky; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.43

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi strategis pariwisata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Poin 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Fokus penelitian adalah Wisata Cambai Hill di Alahan Panjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat yang meskipun memiliki potensi besar, namun kontribusinya terhadap SDGs Poin 8 perlu dikaji secara mendalam, mengingat penelitian terdahulu masih terbatas pada aspek pariwisata tanpa mempertimbangkan keberlanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kapasitas Cambai Hill dalam menciptakan kesempatan kerja inklusif dan mengidentifikasi strategi pengelolaan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan informan menggunakan teknik purposive, informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi partisipatif untuk melihat secara langsung kondisi destinasi Cambai Hill dan wawancara mendalam dengan karyawan lokal dan pengunjung di Cambai Hill. Analisis data menggunakan kerangka Teori Praktik Sosial Pierre Bourdieu (Modal, Ranah, Habitus) untuk memahami transformasi sosial ekonomi yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cambai Hill berperan sebagai katalis transformasi dengan menyerap 90% tenaga kerja lokal (28 pekerja total), mengubah struktur mata pencaharian dari sektor agraris informal ke sektor jasa pariwisata yang lebih terstruktur. Transformasi ini merepresentasikan konversi modal sosial komunitas menjadi modal ekonomi, sekaligus mendorong perubahan habitus masyarakat menuju orientasi jasa dan profesionalisme. Temuan ini mengindikasikan kontribusi nyata destinasi terhadap prinsip kerja layak dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Untuk memastikan keberlanjutan, penelitian merekomendasikan penguatan tata kelola yang partisipatif, peningkatan kualitas pekerjaan, dan penguatan keterkaitan dengan UMKM lokal.
Komunikasi Intrapersonal Melalui Lagu “Backburner” Niki Zefanya: Evaluasi Diri Mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 25 Universitas Negeri Padang Ridha Alma; Siti Nurusyifa Yasmin Rinandi; Sakina Rihadatul ‘Aisa Syasfa; Ufhira Nizea; Rasyadah Karimah; Salma Azzahra Nabila; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lagu “Backburner” by Niki Zefanya sebagai sarana evaluasi diri mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang yang mempunyai pengalaman persis seperti lirik-lirik yang ada pada lagu tersebut. Penelitian ini menarik dilakukan karena lagu ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi intrapersonal yang efektif dalam membangun kesadaran diri, regulasi emosi, serta pertumbuhan psikologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terbuka kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri Padang angkatan 2025 berkaitan dengan proses evaluasi diri mahasiswa dalam hubungan yang pernah dialami. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa lagu “Backburner” karya Niki Zefanya dapat menjadi sarana komunikasi intrapersonal bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNP angkatan 2025 dalam proses evaluasi diri. Lirik-lirik yang ada pada lagu tersebut membuat pendengar merasa pengalaman mereka tervalidasi, lalu mendorong refleksi serta evaluasi diri atas hubungan yang tidak setara. Lagu ini berfungsi sebagai cerminan emosional yang memicu kesadaran akan harga diri dan batasan dalam sebuah hubungan, sehingga pendengar lebih mampu menilai ulang kebahagiaan serta mengambil keputusan yang lebih bijak.
Pola Komunikasi dalam Upaya Pencegahan Ancaman Bahaya Kecanduan Narkoba Pada Masyarakat Kayu Kalek Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Fahrishal Pratama, Putra; Agriza, Muhammad Rivaldo; Rafif Aradhi, Muhammad; Mutiara, Rara Indah; Rustam, Raudhah Binti; Delmira Syafrini; Ika Sandra; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.183

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pola komunikasi digunakan dalam upaya mencegah kecanduan narkoba di lingkungan masyarakat Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Permasalahan muncul karena masyarakat semakin rentan terhadap ancaman tersebut, yang dipengaruhi oleh pergaulan, akses internet yang luas, serta kurangnya informasi yang tersampaikan secara terstruktur mengenai dampak negatifnya. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, pemuda-pemuda , dan pihak terkait dalam menyampaikan pesan pencegahan serta membangun kesadaran kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara dengan 6 informan  yang terdiri tadi tokoh masyarakat pemuda ,dan warga setempat, serta melakukan observasi langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil masih menjadi saluran utama, seperti melalui pertemuan warga, kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, pola komunikasi tersebut belum berjalan secara teratur dan belum memiliki koordinasi yang kuat.
Resiliensi Sosial Mahasiswa di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Pasca Perceraian Orang Tua Sari, Rosalina Mustika; Raditia, Rasya Dwi; Putri, Syadza Hanifa; Yudrison; Salsabilla Ummara; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.184

Abstract

Perceraian orang tua memberikan dampak emosional dan sosial bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk-bentuk dari resiliensi sosial mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pasca perceraian orang tua serta faktor-faktor yang menjadi dukungan proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara yang mendalam dengan beberapa mahasiswa yang mengalami situasi perceraian orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa mengalami tekanan emosional dan mental pada awalnya, namun secara berkala mampu beradaptasi dan bertahan melalui dukungan lingkungan yang positif ataupun dukungan teman sebaya, serta strategi coping yang berbeda beda seperti mendengarkan musik, tidur, mencari teman, dan refleksi diri. Resiliensi sosial terbentuk melalui penerimaan diri dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial yang positif berperan penting bagi mahasiswa dalam membantu mereka bangkit dan dapat mempertahankan kesejahteraan emosional pasca perceraian orang tua.
Dinamika Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa Perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Achmad, Nadyan; Azzrany, Rizky; Waafirah, Najwa Izzatul; Octari, Feby Tria; Rijani, Zahara; Delmira Syafrini; Ikhwan, Ikhwan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau di Universitas Negeri Padang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena permasalahan komunikasi mahasiswa perantau sering terjadi di lingkungan mahasiswa karna mereka perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berkaitan tentang bagaimana komunikasi antar budaya yang dilakukan terhadap 10 mahasiswa perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang angkatan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami dinamika yang kompleks, meliputi kesulitan memahami bahasa antarbudaya, hambatan lainnya yaitu mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, strategi yang digunakan dalam mengatasi hambatan ini diantaranya belajar bersama teman lokal dan mengikuti komunitas bahasa daerah untuk memahami budaya, menyesuaikan gaya komunikasi, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa perantau dengan lingkungan sekitar.
Analisis Perbedaan Persepsi Bahasa Toxic dalam Komunikasi Antara Gen Z dan Gen Milenial Wahyuni, Nazwa; Yanti, Refny; Salsabila, Nada Nafisyah; Nabilah, Nada; Putri, Naysila Berliandri; Delmira Syafrini; Susilawati, Nora; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perbedaan makna bahasa toxic yang digunakan oleh Gen Z dan Gen Milenial. Fenomena ini penting untuk dikaji sebab adanya kesenjangan komunikasi dan potensi konflik antar generasi yang diakibatkan oleh perbedaan dalam memaknai, menggunakan, dan menanggapi bahasa yang dianggap kasar atau ofensif antara Gen Z dan Gen Milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali dan menganalisis fenomena penggunaan bahasa toxic dalam komunikasi sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews) yang melibatkan partisipan dari Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menormalisasi bahasa toxic sebagai humor atau bentuk keakraban, sementara Milenial lebih memaknainya sebagai tindakan tidak sopan dan berpotensi menyinggung. Perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya digital, pengalaman sosial, serta sensitivitas emosional masing-masing generasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas generasi untuk meminimalkan kesenjangan komunikasi dalam penggunaan bahasa toxic.
Pemaknaan Healing Sebagai Salah Satu Bentuk Self-Care Pada Mahasiswa Universitas Negeri Padang Fatima Natasha, Putri; Syahira, Puti; Afifah, Nurul Muthia; Al Mustakim, Muhammad Gauvi; Al Hakim, Muhammad Falih; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan mahasiswa Universitas Negeri Padang tentang healing sebagai kegiatan yang membantu merawat kesehatan mental mereka dalam proses perkuliahan. Healing memiliki pemakanaan ditinjau dari sisi psikologis, namun yang menarik dalam penelitian ini dari sisi sosial makna healing memiliki perbedaan sehingga mempengaruhi persepsi mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi kasus kepada 20 orang mahasiswa Universitas Negeri Padang. Narasumber diberikan pertanyaan terkait pemaknaan healing bagi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pemaknaan healing bagi setiap mahasiswa Universitas Negeri Padang, mahasiswa Universitas Negeri Padang memaknai healing sebagai bentuk kegiatan untuk menenangkan diri dari setiap rutinitas. Bentuk kegiatan healing bagi mahasiswa Universitas Negeri Padang antara lain seperti rekreasi, mengistirahatkan diri, atau sekadar meluangkan waktu untuk bersosialisasi bersama orang terdekat.
Implementasi Program GATI terhadap Penguatan Kesehatan Mental Anak dalam Keluarga di Kota Padang Zoya Anandhita Ifwan; Vioni Siti Nurhadijah; Nazifa Neysha Gumanti; Salsa Martavena; Zhaskiah Amelia; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.222

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengalaman remaja perempuan yang hidup dalam kondisi fatherless serta mengevaluasi relevansi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam mengurangi dampak psikologis dan sosial akibat ketidakhadiran ayah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ditujukan kepada remaja perempuan yang ayahnya mengikuti program GATI di Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless memengaruhi konsep diri, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal perempuan dewasa awal. Program GATI dinilai relevan karena mampu meningkatkan keterlibatan ayah, memperbaiki pola komunikasi keluarga, dan memberikan edukasi mengenai peran ayah dalam perkembangan psikososial anak. Penelitian ini menarik karena tidak hanya menggambarkan dampak fatherless, tetapi juga menyoroti bagaimana program GATI dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih intim, hangat, dan efektif antara ayah dan anak.
Analisis Kasus Sandwich Generation Yang Terdapat dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Yunita, Intan Afri; Frischa, Nadinda Jeehan; Maisa, Nazwa Luthfia; Firsty, Nadya Komala; Iwata, Muhammad Raihan; Delmira Syafrini; Saputra, Hanafi; Kartika, Rani; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan. Generasi sandwich adalah kelompok orang-orang yang menanggung beban ganda, memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Hal ini menyebabkan tekanan secara ekonomi, sosial, dan psikologis bagi orang yang mengalaminya. Pada film 1 Kakak 7 Ponakan, tokoh Moko menggambarkan terjadinya kasus generasi sandwich. Moko yang harus menjadi orang tua pengganti untuk ke tujuh ponakannya, bahkan sampai harus mengubur mimpinya untuk menjadi arsitek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, yang dimana data diperoleh dari sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, berita media online, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kasus generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan merupakan representasi dari realitas sosial yang terlihat pada data yang ada. Pada film ini karakter tokoh Moko menggambarkan kondisi generasi sandwich pada saat ini. Film ini meningkat kesadaran masyarakat mengenai sulitnya peran generasi sandwich serta pentingnya dukungan sosial dan emosional bagi orang-orang yang berada di kondisi tersebut.