Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN VIDEO INTERAKTIF SEBAGAI MEDIA AJAR MENGGUNAKAN PROGRAM CANVA BAGI GURU SDIT AL-QONITA PALANGKARAYA Pionera, Mutiarani; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Kartini, Nurul Hikmah
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): JIK-PkM
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/jik-pkm.v1i2.629

Abstract

Given the implementation of online learning for elementary school-level children during the Covid-19 pandemic, teachers are required to: This community service activity aims to train and assist teachers in making interactive videos as presentation media for delivering teaching materials equipped with audio-visual content. The media used in the form of the Canva program, which is accessed by participants online (digital-based). To determine the achievement of this activity, data collection was carried out through two forms of instruments in the form of teacher peer assessment sheets and training participant satisfaction. The existence of peer assessment is intended to determine the enthusiasm of teachers in participating in training activities and their potential in developing digital-based teaching materials assessed from the perspective of peers. In addition, training participants' satisfaction instruments were needed to evaluate the overall implementation of activities, both from technical preparation and self-competence of the implementing team (pedagogic, professional, personality and social). The results of data processing showed that all teachers were very enthusiastic in participating in this training activity according to the assessment of their peers, and as many as 79% of participants were very satisfied with the training that had been provided. Each indicator that reflects the 4 forms of competence of the implementing team including pedagogic, professional, personality and social competencies is considered successful in achieving the objectives of this training, namely so that teachers can use presentation media equipped with audio-visual content to deliver subject matter to their students.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS VII SMPN SATU ATAP-2 TEWANG SANGALANG GARING Pionera, Mutiarani; Syarif, Ahmad; Agustina, Sri Rahayu
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v10i2.6538

Abstract

This study aims to describe 1) the Implementation of Merdeka Belajar Curriculum (KMB) in PAI Subjects in Class VII of SMPN Satu Atap-2 Tewang Sangalang Garing and 2) the Supporting and inhibiting Factors for the Implementation of KMB in PAI Learning in Class VII of SMPN Satu Atap-2 Tewang Sangalang Garing. The research method used a descriptive qualitatif approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The results showed that: 1) Implementation of KMB in PAI Class VII SMPN Satu Atap-2 Tewang Sangalang Garing is carried out with the stages of planning, implementation and evaluation.. The planning stage includes the preparation of instruments related to the analysis of learning outcomes, the formulation of learning objectives, the flow of learning objectives, diagnostic assessments, and teaching modules. PAI teacher also planned a project to strengthen the Pancasila Student Profile by collaborating with other teachers to make adjustments to the project module provided by the Ministry of Education and Culture based on the needs of students, with the theme "Pelajar Berakhlak Mulia". At the implementation stage, the results of the planning instrument are applied in the beginning, core, and final activities of the PAI learning process. In the evaluation stage, the PAI teacher conducted a formative assessment of the effectiveness of KMB implementation in PAI learning; 2) Supporting Factors for the Implementation of KMB in Grade VII PAI Subjects are the motivation and guidance from the Principal who facilitates the teacher to participate in and hold training related to the Implementation of KMB. In addition, learning media such as Merdeka Curriculum textbooks, LCD projectors, Chromebooks, laptops and computers, and internet networks are provided. On the other hand, the inhibiting factors for the implementation of KMB in Grade VII PAI Subjects are that the teacher has not maximized the use of ICT and internet-based learning media
Penguatan kompetensi profesional guru SDI Ats-Tsiqoh Palangka Raya melalui bimbingan teknis penyusunan modul pembelajaran Pionera, Mutiarani
Jurnal Anugerah Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v6i2.7005

Abstract

Kompetensi profesional guru sangatlah penting, yang mencakup penguasaan materi pembelajaran dan kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pengajaran. Pengembangan bahan ajar oleh guru seperti modul pembelajaran, menjadi sarana strategis yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendukung pembelajaran mandiri. Namun, tantangan keberagaman latar belakang siswa memerlukan pendekatan yang lebih diferensiasi dalam penyampaian materi. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SDI Ats-Tsiqoh Palangka Raya dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi profesional guru SDI Ats-Tsiqoh Palangka Raya dengan memberikan pemahaman terhadap prosedur pengembangan modul pembelajaran dan pemanfaatan Canva untuk merancang template modul. Terdapat 10 orang guru yang terlibat dalam kegiatan berupa bimbingan teknis (bimtek) ini dengan intensitas 3 kali pertemuan berdasarkan tiga tahapan materi. Data berupa hasil angket dari penilaian rekan sejawat oleh para peserta kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa pemahaman peserta tentang prosedur pengembangan modul pembelajaran sebesar 91% dan keterampilan dalam memanfaatkan Canva sebesar 93% yang mengindikasi bahwa kompetensi profesional peserta mampu diperkuat. Melalui bimtek ini, para guru merasa terdorong untuk menjadi lebih adaptif dan kreatif dalam menghasilkan modul pembelajaran sesuai bidang keilmuan.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif MARUNTING (Materi Struktur Tumbuhan Dan Fungsinya) Berbantuan Smart Apps Creator Pada Kelas IV SD Negeri 2 Mendawai Fauziyyah, Ida; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Pionera, Mutiarani
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1902

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan serta menguji kelayakan media pembelajaran interaktif MARUNTING (Materi Struktur Tumbuhan dan Fungsinya) berbantuan Smart Apps Creator pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Mendawai. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis mencakup analisis kebutuhan, karakteristik peserta didik, dan media pembelajaran, yang menunjukkan perlunya media pembelajaran berbasis visual dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa. Tahap desain dilakukan melalui penyusunan flowchart dan storyboard, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan produk dan validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa sebagai dasar perbaikan produk. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba terbatas dan uji coba luas kepada siswa kelas IV, sedangkan tahap evaluasi bertujuan untuk menilai hasil uji coba serta respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif MARUNTING layak digunakan sebagai media pembelajaran dan mampu mendukung proses pembelajaran IPA secara lebih menarik, efektif, dan interaktif.
Penerapan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV MIS AL-Hunafa Palangka Raya Pada Mata Pelajaran IPAS Supriadi; Raudhatul Annida; Mutiarani Pionera; Rospala Hanisah Yukti Sari
An-Nashr : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 3 No. 2 (2025): Juli - Desember : An-Nashr Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan
Publisher : Yayasan Asy-Syifa Amuntai Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65317/an-nashr.v3i2.100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), khususnya terkait hasil belajar dan aktivitas siswa di kelas IVA MIS Al-Hunafa Palangka Raya. Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya perbaikan proses pembelajaran melalui penerapan metode demonstrasi yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVA MIS Al-Hunafa Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa, serta tes evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan metode demonstrasi memberikan dampak positif yang signifikan. Pertama, aktivitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran IPAS menggunakan metode demonstrasi mengalami peningkatan kualitas dan berjalan dengan baik. Kedua, terjadi peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung; siswa terlihat lebih antusias, fokus memperhatikan materi, dan aktif terlibat dalam kegiatan demonstrasi. Ketiga, peningkatan aktivitas tersebut berdampak linier terhadap hasil belajar siswa. Terbukti terdapat kenaikan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS setelah diterapkannya metode demonstrasi. Dengan demikian, metode demonstrasi dinyatakan efektif untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa di MIS Al-Hunafa Palangka Raya.
Evaluasi Program "Pantun Seloka" (Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal) Jenjang Pendidikan Dasar: Evaluation Of The "Pantun Seloka" Program (Local Content Curriculum Development Training) For Basic Education Level Djakirudin, Veronica Ernita Yanuariyanti; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Pionera, Mutiarani
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 2 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum optimalnya pelaksanaan regulasi yang mengatur kurikulum muatan lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat yang disebabkan beberapa faktor. Program Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Jenjang Pendidikan Dasar adalah salah satu pelaksanaan regulasi tersebut, namun pasca pelatihan belum ada evaluasi terhadap hasil pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pelatihan tersebut dan hasilnya akan dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan selanjutnya, apakah pelatihan akan dilanjutkan, dilakukan perbaikan atau dihentikan. Program pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat ini telah dari tahun 2023 sampai 2025 dengan peserta dari guru dan kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kotawaringin Barat. Evaluasi menggunakan model CIPP ( Context, Input, Proses, dan Output ) yang memberikan hasil secara menyeluruh . Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode evaluasi. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner dan wawancara kepada peserta pelatihan serta pejabat dinas pendidikan. Hasil penelitian model CIPP ini menunjukkan kategori baik pada seluruh tahapan evaluasi. Hal ini ditunjukkan dalam tahapan konteks terdapat kesesuaian antara program pelatihan dengan analisis kebutuhan pelatihan, tujuan, sasaran pelatihan, dan visi misi organisasi. Terdapat kesiapan input dalam strategi perencanaan yang meliputi materi, sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan pendanaan dalam mendukung pelaksanaan pelatihan. Tahapan proses berjalan dengan baik, pelatihan dilaksanakan sesuai jadwal dan kedisiplinan peserta selama kegiatan. Dan pada tahapan evaluasi produk para peserta dapat memahami seluruh materi pelatihan dengan baik. Kesimpulan penelitian adalah Program Pelatihan memperoleh hasil dalam kategori baik, namun perlu ada perbaikan dokumen pendukungnya yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi penyelenggara.