Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kepastian Hukum Informed Consent pada Prosedur Tanam Benang Hidung di Klinik Kecantikan Ferdinand, Ferdinand
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas dan aman sebagai hak asasi setiap individu, sebagaimana diatur dalam Pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah penting. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dalam konteks ini, prosedur tanam benang hidung di klinik kecantikan menjadi populer di Indonesia, tetapi terdapat banyak keluhan dan kasus malpraktik yang menimbulkan kerugian bagi pasien. Oleh karena itu, perlu diteliti lebih lanjut mengenai kepastian hukum informed consent pada prosedur tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepastian hukum informed consent pada prosedur tanam benang hidung di klinik kecantikan serta tanggung jawab dokter terhadap pasien yang menjalani prosedur ini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hak dan kewajiban antara dokter dan pasien dalam prosedur tanam benang hidung, serta untuk mengidentifikasi aspek hukum yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan perlindungan hukum bagi pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, jurnal, dan tesis yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan analisis data dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji bahan-bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informed consent dalam prosedur tanam benang hidung di klinik kecantikan di Indonesia masih memerlukan perbaikan. Terdapat banyak kasus di mana pasien mengalami kerugian akibat kurangnya informasi yang diberikan oleh dokter sebelum melakukan prosedur. Selain itu, ditemukan bahwa beberapa dokter tidak memiliki keahlian yang memadai untuk melakukan prosedur ini, yang berpotensi menimbulkan malpraktik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa perlu adanya peningkatan kepastian hukum terkait informed consent pada prosedur tanam benang hidung di klinik kecantikan. Saran yang diberikan adalah penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan disahkan oleh organisasi profesi, serta peningkatan komunikasi antara dokter dan pasien. Dokter juga harus memiliki sertifikasi dan keahlian yang memadai untuk melakukan prosedur ini. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi potensi konflik dan sengketa medis serta meningkatkan perlindungan hukum bagi pasien.
Penerapan Value Engineering pada Proyek Pembangunan Gedung Serbaguna X di Kota Medan Ferdinand, Ferdinand; Adianto, Yohanes L. D.
Journal of Sustainable Construction Vol 1 No 2 (2022): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v1i2.5696

Abstract

Berkaca pada kondisi pandemi yang sedang terjadi, perekonomian dalam berbagai sektor termasuk sektor konstruksi akan turut terdampak. Oleh sebab itu, diperlukan usaha penghematan biaya dengan mengefisiensikan desain yang direncanakan untuk meminimalkan potensi terhambatnya pembangunan, salah satunya dengan menerapkan pendekatan value engineering. Gedung Serbaguna X merupakan salah satu proyek yang ingin menerapkannya karena keterbatasan dana yang dimiliki hasil penggalangan dana organisasi sosial dan para sukarelawan. Berdasarkan data sekunder terkait proyek tersebut, identifikasi jenis pekerjaan yang berpotensi untuk menghasilkan penghematan terbesar dilakukan dengan melihat persentase biaya terbesar, dan menghitung cost/worth ratio untuk masing subpekerjaan. Selanjutnya, subpekerjaan dengan nilai rasio terbesar akan dianalisis menggunakan FAST diagram sebelum pada akhirnya diolah untuk mendapatkan beberapa alternatif desain lainnya. Selain biaya, kriteria lain yaitu waktu, mutu, metode pelaksanaan, ketersediaan material, konduktivitas termal, dan redaman suara dipertimbangkan selanjutnya dalam pemilihan alternatif terbaik menggunakan decision matrix. Hasil menunjukkan bahwa penghematan biaya dapat dilakukan melalui subpekerjaan pelat lantai serta atap dan insulasi. Perubahan desain menggunakan pelat precast half-slab menghasilkan penghematan sebesar 5,2% terhadap biaya pekerjaan pelat konvensional, atau sebesar Rp159.600.043,00. Sementara itu, penggunaan atap galvalume dan FLAB dapat menghemat sebesar Rp168.192.560,00, atau sebesar 18,9% terhadap biaya pekerjaan atap dan insulasi menggunakan desain eksisting.
PERAN KEAHLIAN PELAKU USAHA DALAM MENINGKATKAN VALUE ADDED PADA PRODUK HASIL KERAJINAN TANGAN UKMDI KALIMANTAN TENGAH Ferdinand, Ferdinand; Tiawon, Harin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/qhzeed87

Abstract

The purpose of community service activities is to increase the income of handicraft businesses made by adding products at Plangka Raya SMEs, by testing product quality in encouraging purchase decisions. The research applies the dynamic capability theory to synergize with the business environment which also strengthens the research structure in the relationship between product quality and purchase decisions. The research method is an associative-quantitative research approach. The population and sample in this study are the handicraft community in Dipalangka Raya. The number of respondents is 100 people who are regular customers of SME handicraft products in Central Kalimantan. The analysis tool used in this study is Partial Least Square (PLS) with the Structural Equation Modelling (SEM) approach. The results of this study show that product quality has a significant positive effect in increasing purchasing decisions. The implication of the results is that the importance of product quality drives purchasing decisions inseparable from the theory of dynamic capability, in an uncertain business environment so that business units (SMEs) are able to survive. In the next research, digital marketing variables can be added as a promotional tool that is relevant to the progress of the current business environment.
PELATIHAN DIGITAL DALAM MENINGKATKAN PROMOSI USAHA BATIK DI KALIMANTAN TENGAH Ferdinand, Ferdinand; Tiawon, Harin
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Februari 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/84cqct34

Abstract

Pelatihan digital untuk meningkatkan promosi usaha batik di Kalimantan Tengah dirancang untuk membantu pelaku usaha batik dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya tarik produk mereka. Kegiatan ini mencakup analisis kebutuhan, desain materi pelatihan, dan penggunaan metode pengajaran yang variatif seperti workshop, seminar, dan sesi praktik langsung. Pelatihan ini berfokus pada penggunaan media sosial, strategi pemasaran digital, dan pembuatan konten berkualitas tinggi. Selain itu, pelatihan menyediakan dukungan melalui sesi konsultasi individu, mentoring berkelanjutan, dan akses ke alat digital serta materi edukasi tambahan. Kendala yang dihadapi dalam pelatihan ini meliputi kurangnya pengetahuan digital, keterbatasan akses internet, dan modal terbatas. Solusi yang diterapkan termasuk pelatihan intensif, strategi promosi organik, dan optimasi konten. Dengan pendekatan ini, diharapkan pelaku usaha batik dapat mengatasi tantangan promosi yang ada, meningkatkan keterampilan mereka dalam pemasaran digital, dan memperkuat brand batik Kalimantan Tengah di pasar lokal dan internasional. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas batik dan memperkuat posisinya sebagai produk budaya yang berharga di industri fashion.
OPTIMALISASI PELATIHAN DIGITAL MARKETING PADA USAHA KULINER DI KAWASAN BRAGA, KOTA BANDUNG Kristinae, Vivy; Ferdinand, Ferdinand
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 12 (2025): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v2i12.2026

Abstract

This community service activity aims to optimize the ability of culinary business actors in the Braga area, Bandung City, in utilizing digital marketing as a strategy to increase business competitiveness. The main problems faced by partners include low digital literacy, limited strategic use of social media, and not optimal use of marketplaces and digital promotional content. The implementation method uses a participatory approach through training, mentoring, direct practice, as well as monitoring and evaluation. Activity partners are micro and small-scale culinary business actors in the Braga area. The results of the activity show that there is an increase in business actors' understanding of the concept of digital marketing, an improvement in the quality of promotional content, the use of social media in a more structured manner, and an increase in the reach of online marketing. This activity proves that targeted and applicable digital marketing training is able to increase the marketing capacity of culinary businesses and support business sustainability in the digital economy era.