Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Production of ceramic membranes made from porang (Amorphophallus muelleri B.) and zeolite and its utilization on jumputan wastewater treatment Amira Siti Ramadhani; Aristya Fahrizul; D. Dionisius; Putri Ramadhania; Lia Cundari
Jurnal Teknik Kimia Vol 30 No 1 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v30i1.2166

Abstract

Palembang has a rich art of weaving jumputan cloth. Jumputan fabric uses naphthol as a dye which if discharged into the river will affect the water. Porang (Amorphophallus muelleri B.) and zeolite have potential as absorbents in absorbing impurities in liquid waste from jumputan cloth through its modification into membranes. The purpose of this study was to determine the formulation and effectiveness of ceramic membranes from porang tubers and zeolites in treating jumputan cloth wastewater, and to characterize the permeate results from the membrane. This research uses ceramic membrane filtration method combined with coagulation using Poly Aluminum Chloride (PAC) and quicklime. Coagulation uses two stirring methods, namely fast and slow stirring. Filtration was carried out for 125 minutes and every 25 minutes the filtrate was sampled. After the filtration process, several parameters were analyzed, namely turbidity, color, TSS, and pH. The best turbidity value reduction was shown in membrane variation 2 at 50 minutes with a decrease of 68.71 %, a decrease in color concentration was shown in membrane variation 2 at 75 minutes operating time with a decrease of 69.19%, the decrease in TSS value is shown in membrane 2 at an operating time of 125 minutes with a decrease of 81.03 %. The highest pH increase was found in membrane variation 1 at an operating time of 125 minutes with an increase of 42.67 %. The filtration process with ceramic membranes is effective in reducing turbidity, color concentration, TSS, and increasing the pH of the waste.
EFFICIENCY ANALYSIS OF ROTARY KILN EQUIPMENT IN FACTORY II PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk. REVIEW OF THERMAL EFFICIENCY Perdana. Ts, Redho; Cundari, Lia; Safaruddin, Safaruddin; Robiansyah, Robiansyah
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 04 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i04.328

Abstract

Semen Baturaja (Persero) Tbk. is a factory that produces cement as a raw material for construction for small to large scale. The cement industry is one of the industries that in the production process consumes a large amount of energy, the costs incurred for energy consumption in a cement factory range from 20% - 30% of the total cost of production. The largest energy requirement comes from the combustion process in the kiln. Rotary Kiln is the main equipment in the manufacture of cement which requires heat of combustion for the kilnker formation process. The main source of heat of combustion comes from coal. The evaluation of the rotary kiln was carried out to determine the performance of the calcination process on the rotary kiln which will affect the clinker formation in terms of processing time to the load on process costs. While the calculation method used by calculating the mass balance of each input and output component, as well as the heat balance of each input and output component. Then from the heat balance calculation can be used to calculate efficiency. From the calculation, the average actual efficiency is 60.33% with an average specific fuel consumption of 867.21 kcal/kg. The heat efficiency in the rotary kiln is not efficient because the efficiency of the rotary kiln is below the standard 80-85%.  
Pengoptimalan limbah kulit buah sebagai pupuk organik cair dengan molase dan bioaktivator EM4 untuk peningkatan produktivitas pertanian Wahyuningsih, Dwi Retno; Cundari, Lia; Komariah, Leily Nurul; Arita, Susila; Alisan, Cinthya Putri; Andini, Handalia Putri; Putri, Anisyah Kamila; Sinta, Eis Candra
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v7i2.20971

Abstract

Sisa hasil perkebunan, khususnya pada komponen yang tidak terpakai seperti kulit buah-buahan dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair dengan penambahan EM4, molase, dan air cucian beras. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desa Tanjung Pering sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga memiliki potensi tanaman yang berlimpah. Metode dalam riset berbasis pengabdian ini dilaksanakan melalui metode Participatory Rural Approach (PRA). PRA merupakan metode pendidikan berbasis masyarakat melalui program penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, dan pendampingan. Variabel tetap yang ditentukan dalam percobaan ini yaitu jumlah limbah kulit buah-buahan dan volume air cucian beras. Variabel bebas yang digunakan yaitu volume EM4 dan molase. Hasil dari riset berbasis pengabdian masyarakat, menunjukan kondisi optimum pupuk organik cair yaitu dengan konsentrasi EM4 sebanyak 20 ml dan molase 10 ml.  Dari hasil riset berbasis pengabdian masyarakat ini juga pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah kulit buah-buahan dapat digunakan secara efektif sebagai pupuk dan dapat diaplikasikan ke tanaman cabai yang terbukti dengan meningkatnya jumlah daun sebanyak 67% dan tinggi tanaman sebanyak 73%. Pengabdian ini dapat menjadi kegiatan berkelanjutan untuk menghasilkan pupuk organik cair dari limbah dan pemanfaatannya bagi pertanian di Desa Tanjung Pering.
Pemberdayaan Masyarakat Tanjung Seteko Mengelola Sampah Sebagai Eco-Enzyme Mewujudkan Zero Waste Berkelanjutan Komariah, Leily Nurul; Cundari, Lia; Riady, M. Ihsan; Afrah, Bazlina Dawami; Gayatri, Rianyza; Anggraini, Dwi; Fitri, Rizza Fadillah; Al-Faiz, Ahmad Haris; Zalman, Arjun; Ariva, Helmi
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tanjung Seteko di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memiliki penduduk yang terdiri dari keluarga dengan ibu rumah tangga sebagai anggota keluarga utama. Penggunaan detergen kimia sebagai pembersih lantai di desa ini seringkali mengakibatkan dampak lingkungan negatif akibat zat kimia. Untuk mengatasi masalah ini, solusi ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku eco-enzyme, cairan serbaguna yang mengandung alkohol, enzim, dan unsur hara, yang dapat digunakan sebagai pembersih lantai alternatif. Desa Tanjung Seteko memiliki potensi besar dalam menghasilkan limbah organik dari perkebunan dan rumah tangga, tetapi pengetahuan masyarakat dalam mengubahnya menjadi produk bernilai masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi pembersih lantai ramah lingkungan. Metodenya mencakup tahap pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil uji menunjukkan efektivitas eco-enzyme dalam membunuh kuman mencapai 50%. Program ini menciptakan nilai tambah dari sampah organik dan mendapat respons positif dari masyarakat untuk mewujudkan zero waste berkelanjutan.
INTEGRASI PEMBUATAN ECO-ENZYME SEBAGAI PESTISIDA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN DI DESA MUARA PENIMBUNG KABUPATEN OGAN ILIR Hadiah, Fitri; Cundari, Lia; Afrah, Bazlina Dawami; Sari, Tuti Indah; Fitri, Rizza Fadillah; Gayatri, Rianyza; Anggraini, Dwi
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 3 (2025): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i3.2348

Abstract

Desa Muara Penimbung terletak di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mayoritas penduduk di Desa ini merupakan petani. Masyarakat seringkali menghadapi masalah pengelolaan limbah organik dan penggunaan bahan kimia berbahaya untuk pertanian. Solusi ramah lingkungan mengatasi permasalahan ini adalah memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan yang berasal dari zat organik kompleks dari proses fermentasi campuran antara limbah organik seperti kulit buah, sayuran, gula merah, dan air. Eco-enzyme dapat dimanfaatkan menjadi pestisida dan pupuk organik. Penggunaan eco-enzyme sebagai pestisida dan pupuk organik mengurangi risiko paparan terhadap bahan kimia berbahaya bagi petani dan lingkungan. Desa Muara Penimbung memiliki potensi besar menghasilkan limbah organik dari perkebunan dan rumah tangga, tetapi kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik masih rendah. Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk mengintegrasi pengelolaan eco-enzyme dalam pemanfaatannya mengolah sampah sayur dan buah-buahan menjadi pestisida dan pupuk organik bagi perkebunan di Desa Muara Penimbung. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen. Variabel penelitian yang dilakukan adalah jumlah limbah sayuran dan kulit buah, ragi, dan larutan gula merah dan aquadest, dengan rasio limbah kulit buah dan sayur 7:3. Pengujian secara langsung menunjukkan bahwa penggunaan pupuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai hingga 7 cm pada hari ke-3. Penggunaan pestisida memerlukan evaluasi lebih lanjut karena serangga mati dalam waktu lama setelah penyemprotan. Program ini membantu mengintegrasikan permasalahan sampah perkebunan seperti sayur dan kulit buah di Desa Muara Penimbung. Respons dari masyarakat positif dan tertarik untuk melanjutkan program serupa di masa depan.
Benefisiasi Sampah Organik Menjadi Eco-Enzyme Pengawet Buah Tomat untuk Siswa SMK Negeri 1 Tanjung Batu Cundari, Lia; Komariah, Leily Nurul; Arita, Susila; Gayatri, Rianyza; Fitri, Rizza Fadillah; Anggraini, Dwi; Rahmadian, Muhammad R; Annafi, Muhammad
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal IKRAITH-ABDIMAS Vol 9 No 3 November 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Benefisiasi sampah kulit buah yang biasanya tidak diolah kemudian diolah menjadi eco-enzyme dapat menjadi sumber penghasilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Indonesia. Metode yang digunakan yaitu survai sasaran, analisa situasi dan permasalahan, penelitian dan purifikasi, aplikasi produk, pelatihan dan pendampingan. Resepnya yaitu 900 gram kulit buah, 3 liter air, 300 gram gula merah, dan 30 gram ragi fermipan. Eco-enzyme terbukti mengawetkan buah tomat. Tomat yang diperlakukan dengan eco-enzyme menunjukkan tanda kerusakan pada hari ke-15, sementara tomat diperlakukan dengan chitasil mulai memburuk pada hari ke-5. Berdasarkan hasil survei, kegiatan ini dinilai sangat baik dalam menambah kompetensi siswa dilihat dari 63% siswa memberikan nilai 5, dan 21% siswa memberikan nilai 4. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah organik dan meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah kulit buah menjadi produk bernilai jual seperti eco-enzyme.
Efektivitas Karbon Aktif Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Pada Pengolahan Limbah Cair Tempe Cundari, Lia; Suhendra, Ahmad Adi; Indahsari, Siti Rachmi; Asnari, Muhammad; Afrah, Bazlina Dawami; Gunawan, Agung; Alfatih, Muhammad Ma'ruf
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.774 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v11i2.49422

Abstract

Limbah cair tempe berwarna kecokelatan yang berarti memiliki kekeruhan tinggi sehingga apabila langsung dibuang ke badan air akan merusak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas karbon aktif eceng gondok (Eichornia crassipes) pada pengolahan limbah cair tempe: penyisihan COD, TSS, kekeruhan dan isotherm adsorpsi. Limbah cair dari industri tempe dan pertumbuhan eceng gondok (Eichornia crassipes) yang sangat cepat. Limbah cair tempe yang dihasilkan oleh pengrajin memiliki kepekatan yang tinggi, bersifat asam, dan bau khas yang menyengat. Penelitian dilakukan secara batch dalam skala laboratorium dengan memvariasikan dosis adsorben (1, 3, 5 gr). Analisis terhadap nilai COD, TSS, kekeruhan dan pH dilakukan terhadap sampel awal dan setelah proses adsorpsi. Data penelitian digunakan untuk menghitung persentase penyerapan dari adsorben dan isotherm adsorpsi yang berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon aktif eceng gondok mampu menurunkan 26% COD, 73% TSS, dan 81% kekeruhan. Kondisi limbah tempe masih berada pada rentang pH asam yaitu berkisar antara 4,21-4,59 di semua variasi dosis dan waktu. Proses adsorpsi pada pengolahan limbah cair tempe ini mengikuti model isotherm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum sebesar 1,98-12,3 mg/g. Hal ini membuktikan bahwa karbon aktif eceng gondok dapat menjadi alternatif adsorben dalam pengolahan limbah cair tempe.
Potensi Pemanfaatan Asap Cair (Liquid Smoke) Menjadi Bio-Disinfectant dari Limbah Kayu Karet dan Kayu Akasia Afrah, Bazlina; Ihsan Riyadi, Muhammad; Cundari, Lia; Rizki, Fadhilah; Ramadhanty, Rizky Vasya; Oktarinasari, Eva
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i1.66832

Abstract

Bio-disinfectant dari asap cair adalah alternatif untuk menggantikan maraknya penggunaan disinfektan kimia yang menyebabkan efek terhadap kesehatan karena meninggalkan residu berbahaya. Asap cair dengan dua variasi bahan baku biomassa, yaitu limbah kayu karet dan kayu akasia merupakan subjek penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi asap cair dari variasi jenis biomassa sebagai bio-disinfectant secara eksperimental melalui pendekatan analisis karakteristik serta komposisi dari bio-disinfectant yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengumpulan data dilakukan pada setiap alur tahapan penelitian, meliputi proses pirolisis, distilasi, dan adsorpsi dengan variasi bahan baku dan grade asap cair sebagai variabel penelitian. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi pH, viskositas, densitas, kadar asam, dan fenol. Hasil analisis karakteristik menunjukkan asap cair kayu karet grade 1 memenuhi standar asap cair Jepang dengan pH terendah 2,41 dan nilai asam tertinggi 0,19. Berdasarkan hasil uji karakteristik dan komposisi secara keseluruhan diketahui bahwa sampel asap cair berbahan baku kayu akasia grade 1 merupakan asap cair dengan kualitas terbaik yang berpotensi menjadi bio-disinfectant. Kayu akasia grade 1 memiliki pH 3,26, nilai asam 0,11, serta nilai viskositas kinematik sebesar 4,3248 cSt. Uji fenol dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa asap cair kayu akasia merupakan sampel dengan nilai fenol tertinggi yaitu 2527,6 ppm. Komposisi komponen kimia pada asap cair kayu akasia grade 1 berdasarkan hasil uji GC-MS meliputi senyawa fenol, phosponic acid, dan carbamic acid yang berguna dalam proses disinfeksi mikroorganisme patogen.
Reduction of Turbidity, Color Intensity and COD of Jumputan Wastewater with Electrocogulation Method Julian, Asha Aisha; Larasati, Wulan Ayum; Cundari, Lia
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 )
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v17i2.26511

Abstract

The purpose of this study was to determine the effectiveness of the electrocoagulation method in reducing turbidity, color concentration and COD levels on Jumputan wastewater treatment. The electrodes used are aluminum plates as anode and cathode. The variations of the research used were the speed of agitation and the system used (batch and intermittent system). The fixed variable used is a voltage of 3.5 volts, the 2 aluminium electrodes, and 250 ml volume of Jumputan wastewater. The results showed that the maximum turbidity degraded to 99.89% for the batch system at a contact time of 150 minutes with agitation speed of 150 rpm, and 99.97% for intermittent system at a contact time of 60 minutes with agitation speed of 150 rpm. The maximum percentage of color removal reached 58.90% for the batch system at a contact time of 90 minutes with a stirring speed of 50 rpm, and 54.74% for intermittent system at a contact time of 150 minutes with a stirring speed of 150 rpm. The electrocoagulation method could reduce 78.75% of the COD level for the batch system is and 80% for the intermittent system. The intermittent system slightly had more effect on the turbidity, color and COD reduction compared to batch system. Both batch and intermittent system got optimum turbidity and color removal on first 30 minutes of electrocoagulation process. The results prove that electrocoagulation method has been effective as an alternative to reduce COD and turbidity on Jumputan wastewater.
EFFICIENCY ANALYSIS OF ROTARY KILN EQUIPMENT IN FACTORY II PT. SEMEN BATURAJA (PERSERO) Tbk. REVIEW OF THERMAL EFFICIENCY Perdana. Ts, Redho; Cundari, Lia; Safaruddin, Safaruddin; Robiansyah, Robiansyah
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 04 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v1i04.328

Abstract

Semen Baturaja (Persero) Tbk. is a factory that produces cement as a raw material for construction for small to large scale. The cement industry is one of the industries that in the production process consumes a large amount of energy, the costs incurred for energy consumption in a cement factory range from 20% - 30% of the total cost of production. The largest energy requirement comes from the combustion process in the kiln. Rotary Kiln is the main equipment in the manufacture of cement which requires heat of combustion for the kilnker formation process. The main source of heat of combustion comes from coal. The evaluation of the rotary kiln was carried out to determine the performance of the calcination process on the rotary kiln which will affect the clinker formation in terms of processing time to the load on process costs. While the calculation method used by calculating the mass balance of each input and output component, as well as the heat balance of each input and output component. Then from the heat balance calculation can be used to calculate efficiency. From the calculation, the average actual efficiency is 60.33% with an average specific fuel consumption of 867.21 kcal/kg. The heat efficiency in the rotary kiln is not efficient because the efficiency of the rotary kiln is below the standard 80-85%.  
Co-Authors Achmad Naufal Al Ghifary Achmad Zaidan Ade Tiara Agung D. Aryansyah Agung Gunawan Agus Suranto Al-Faiz, Ahmad Haris Aldi Ramadhani Aldi Ramadhani Alfatih, Muhammad Ma'ruf Alisan, Cinthya Putri Alna Livia Fanneza Althaf Taufiqurrahman Alvina Suryadinata Alvina Suryadinata Amanda Nabila Hasya Amira Siti Ramadhani Andini, Handalia Putri Annafi, Muhammad Aristya Fahrizul Ariva, Helmi Asha Aisha Julian Asnari, Muhammad Asyeni Miftahul Jannah Azhari, M. Thohir Bazlina Dawami Afrah Bobby Redian D. Dionisius David Bahrin Dedek Oktari Dwi Anggraini Dwi Budi Santoso Dyos Santoso Eki Saputra Endang Supriyatna Eva Oktarinasari Fachry Abda El Rahman Fahmi Nurusman Faisal Akbar Adin Farid Hayu Kurniawan Fitri Hadiah Fitri, Rizza Fadillah Friskha Hanifah Sakinah Gayatri, Rianyza Guluh Fauziah Marintika Habil Majid Wirawan Hadi Samhudi Herani, Lingga Putri Illovine Hadassa Ilmiaty, R. Silvia Indahsari, Siti Rachmi Januari, Ristian Julian, Asha Aisha Kha-Rizma Yudia Zannah Larasati, Wulan Ayum Leily Nurul Komariah Leonardo R. Ginting Luthfiyah A. Sayyidah Miftahurrizka Afrah Muhammad A. Rizan Muhammad Alik Aziz Muhammad Ardian Muhammad Radhiy Sukandar Nanda Citra Arisma Ni'matul Hakiki Vebri Awan Novia Sumardi Nucke Aurelia Oktarinasari, Eva Omar Ibrahim Patrick Rudy Meizakh Perdana. Ts, Redho Putri Ramadhania Putri, Anisyah Kamila R. Rosalina Rahmadian, M. Rafly Rahmadian, Muhammad R Ramadhanty, Rizky Vasya Riady, M.I. Riduansyah, Muhammad Ripaldi, Alif Rizka Wulandari Putri Rizki, Fadhilah Rosalina Rosalina RR. Ella Evrita Hestiandari Selpiana, Selpiana Shailendra, F. Habib Sinta, Eis Candra Suci Dwijayanti Suhendra, Ahmad Adi Susila Arita Susmanto, Prahady Teddy Suryadinata Tubagus Riadz Tuti Indah Sari, Tuti Indah Tuty Emilia Agustina Untung Waluyo uthfiyah A. Sayyidah wahyuningsih, dwi retno Winandyo Mangkoto Wulan Ayum Larasati Yandriani Yandriani Zalman, Arjun