Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EFEKTIVITAS JURNAL KEBAHAGIAAN DALAM MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA ANAK JALANAN Dhanifa Veda Grimaldy; Rizky Bina Nirbayaningtyas; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.067 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas jurnal kebahagiaan dalam meningkatkan self esteem pada anak jalanan. Peneliti menggunakan alat ukur self liking self competence scale revised (SLCS-R) untuk mengukur self esteem. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one-group prestest-posttest design. Responden pada penelitian ini sebanyak lima orang dan merupakan anak jalanan. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis The Wilcoxon signed-rank t-test dan didapatkan hasil p=0,042 (p< 0,05). Hasil penelitianmenunjukkan jurnal kebahagiaan efektif dalam meningkatkan self esteem pada anak jalanan.
EFEKTIVITAS JALAN KAKI DALAM MENINGKATKAN PERILAKU DUDUK PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDER Mery Oktaviani; Rini Budi Setyowati; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.837 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas jalan kaki pada peningkatan perilaku duduk pada siswa dengan Autism Spectrum Disorder. Subyek penelitian ini adalah seorang anak usia 9 tahun 11 bulan dengan kondisi Autism Spectrum Disorder, yang memiliki gangguan pada perilaku duduk yaitu tidak dapat duduk tenang saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Case Study Pretest and Posttest Design. Alat ukur perilaku duduk yang digunakan adalah alat ukur yang dirancang oleh peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengumpulan data melalui pretest-posttest control one case study design. Penilaian dalam pretest maupun posttest dilakukan pada satu subyek yang sama. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan perilaku duduk pada subyek, setelah diberikan intervensi jalan kaki selama kurang lebih 40 menit setiap hari (selama dua bulan). dengan diberikan pemberian beban sebesar 10% dari berat badan Subyek, yang memberikan sensasi deep pressure dan joint compression yang diterima oleh sistem indera propioseptif dari Subyek.
PERILAKU PROSOSIAL REMAJA PADA SISWA SMA ATAU SEDERAJAT YANG MENGIKUTI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Siti Fatonatul Arifah; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.968 KB)

Abstract

This research aims to describe about Adolescents’s Prosocial Behavior on High School Students Whose joining Extracuricular Activities. Respondent of this research were High School Students Whose joining Extracuricular Activities. The number of respondents in this research were 210 respondents. Convenience sampling technique is used to sample the population. The measuring instrument in this research was Revise Prosocial Tendencies Measure (R-PTM) from Carlo and Randall (2002). There was 22 items in the questionnaire, and there was open question  about respondents perceived benefit of Extracuricular Activities. The results showed that the majority of Prosocial Behavior in low categories. Extracuricular that was having the highest mean was pramuka. The most perceived benefit was training cooperation.
PENGARUH PEMBERIAN AKTIVITAS MERANGKAK TERHADAP KEMAMPUAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK DENGAN DOWN SYNDROME DI KLINIK A Nurazizatul Arifah Zam; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.609 KB)

Abstract

The purpose of this research was to see the effectivity of crawling on visual-spatial ability in child with down syndrome. This study is using single case experimental. The subject of this study is only one which is a child with down syndrome. The result of this study showed that crawling intervention made some effect such as increasing duration of response, but it was not significant. Therefore, this study is need to review for giving significant result that show crawling has been effective on visual-spatial ability for child with down syndrome.
BAGAIMANA KONDISI KESADARAN LINGKUNGAN TERKAIT PENCEMARAN UDARA YANG DIMILIKI OLEH MASYARAKAT PERKOTAAN? (STUDI PENDAHULUAN PADA MASYARAKAT DI JAKARTA). Evan Maulana; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.658 KB)

Abstract

Penelitian awal ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesadaran lingkungan mengenai pencemaran udara pada masyarakat yang beraktivitas di Jakarta. Teknik analisis yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Peneliti memberikan gambaran mengenai kesadaran lingkungan yang terbagi kedalam tiga kelompok kesadaran lingkungan yaitu kesadaran lingkungan tinggi, kesadaran lingkungan sedang, dan kesadaran lingkungan rendah. Responden dalam penelitian ini berjumlah 121 responden yang beraktivitas di Jakarta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini mendasarkan pada dimensi kesadaran lingkungan menurut Grob (1995) yang terdiri dari environmental knowledge dan recognition of environmental problem. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini memiliki kesadaran lingkungan sedang yang mengarah ke tinggi. Untuk hasil penelitian yang lebih detail akan dipaparkan dalam pembahasan. 
BAGAIMANA PERAN AGAMA TERKAIT PERILAKU PRO LINGKUNGAN? Ahmad Mubarok; Handrix Chris Haryanto
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 11 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/inquiry.v11i2.472

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat peran agama terkait dengan perilaku pro lingkungan. Dalam penelitian ini melibatkan 200 responden dengan rentang usia 18-57 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis isi dengan mendasarkan pada pertanyaan terbuka yaitu pertama bagaimana bentuk menjaga lingkungan; kedua Apakah terdapat ajaran di agama anda yang mengajak untuk menjaga lingkungan hidup; ketiga, apakah ajaran dalam agama memainkan peranan penting dalam menjaga lingkungan hidup; keempat, apakah tokoh agama memberikan materi ceramahnya untuk menjaga lingkungan hidup; kelima apakah perlu tokoh agama untuk memberikan materi ceramahnya tentang menjaga lingkungan hidup. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberadaan agama (ajaran dan tokoh agama) diindikasikan baru mampu memberikan efek persepsi terkait perilaku pro lingkungan yang masih bersifat dasar dalam lingkup gaya hidup individu dibandingkan dalam skala yang lebih luas dan massif dalam ranah kebijakan maupun menjaga ekosistem.
Motivational Factors of the Collaborative Consumption in the Era of Sharing Econmy Iin Mayasari; Handrix Chrisharyanto
Gadjah Mada International Journal of Business Vol 20, No 3 (2018): September-December
Publisher : Master in Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamaijb.27552

Abstract

The aim of this study was to analyze the motivational factors of collaborative consumption in the era of the sharing economy, as a part of consumers’ behavior by online media platforms. Collaborative consumption is about people’s willingness to share and to collaborate to meet certain needs. The study used the qualitative method with interviews for the data’s collection. The context of the study was using consumers who had experience of using Airbnb, Go-Jek, and selling their product via online media. Twenty-four respondents were obtained for the interviews. The length of each interview was approximately 1.5 hours. The analysis of this shifting consumption across its different facets provided an analysis of the motivational aspect of sharing resources, and the change in consumer consumption patterns. The motivational research examined the underlying reasons for consumers to act, and to undertake collaborative consumption; home sharing and selling second-hand goods were analyzed from the perspectives of their economic aspects, utility reasons, social orientation, emotional aspects, ecological aspects and personal values.
Counterfeit Purchase Intention of Fashion Brands: The Personal Values and Social Aspect of Consumers as Determinants iin mayasari; Handrix Chris Haryanto; Iyus Wiadi; Adrian Azhar Wijanarko; Willy Abdillah
Gadjah Mada International Journal of Business Vol 24, No 1 (2022): January-April
Publisher : Master in Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamaijb.54660

Abstract

Counterfeiting has become a growth industry in Indonesia. Consumers in Indonesia tend to find counterfeit products very easily, especially fashion products. The aim of this quantitative study is to analyze personal values and social factors toward counterfeit items and the intention to purchase counterfeit goods in Indonesia, with a focus on fashion products. The study also aims at analyzing the influence of novelty seeking, integrity values, and status consumption on people’s attitudes toward counterfeit goods. Furthermore, this study also addresses the influence of perceived risk, information susceptibility, physical vanity, and vanity-achievement on the intention to purchase counterfeit products. One hundred and ninety-three respondents were included in our study after survey questionnaires had been distributed in Indonesia. The respondents were 19 to 44 years old, living in Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Bandung, Medan, Jambi, Batam, Pekanbaru and Samarinda, all of which are larger cities in Indonesia. Data were analyzed using partial least squares. The results of the study showed that the attitude toward counterfeit items was the most important factor in the willingness to purchase counterfeit goods. Novelty seeking, integrity, status consumption, and information susceptibility were also important determinants of people’s attitudes toward counterfeit products. Perceived risk, physical vanity, and achievement vanity were found to have an insignificant relationship with the intention to purchase counterfeit products .  This study also has an impact on marketing strategies. One of them is marketers can offer very prestigious brands to reduce the trade in counterfeit luxury brands.
Dinamika Pengelolaan Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka Pada Kampus Swasta Alfikalia Alfikalia; Handrix Chris Haryanto; Agustin Widyaningsih
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2022): Januari - April 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.5.1.2022.1557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program MBKM untuk mahasiswa serta memberikan rekomendasi terhadap pelaksanaan program MBKM untuk mahasiswa selanjutnya. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil dengan menggunakan metode focus group discussion (FGD) terhadap 13 orang responden yang dibagi dalam tiga sesi FGD yang berbeda, yaitu sesi FGD bersama 2 orang wakil rektor, sesi FGD bersama 3 orang dekan, dan sesi FGD bersama 8 orang ketua program studi. Data yang diambil kemudian dikodekan untuk mendapatkan tema dan alur cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendukung pelaksanaan program MBKM bagi mahasiswa adalah adanya inisiatif mahasiswa untuk terlibat, adanya mitra, arahan universitas untuk implementasi OBE yang mendukung MBKM serta dukungan pengelola fakultas dan prodi untuk mekanisme konversi nilai. Faktor penghambat yang diidentifikasi antara lain adalah kurangnya sosialisasi mengenai program, perspektif negatif terhadap program pada sebagian dosen, kurangnya panduan teknis, serta faktor keterbatasan sumber daya. Dari dinamika faktor pendukung dan penghambat dihasilkan beberapa rekomendasi kepada Kemendikbud sebagai regulator dan kepada para pengambil kebijakan di Universitas Paramadina.
The Implementation of Leverage Secondary Association through Stakeholder Approach in Reinforcing Brand Knowledge: The Case Study of Wanderlust, Local Tourism Agent, Indonesia Iin Mayasari; Fatchiah E. Kertamuda; Handrix Chris Haryanto; Mochammad Rivee Arham
International Journal of Business Economics (IJBE) Vol 1, No 1 (2019): September - February
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.03 KB) | DOI: 10.30596/ijbe.v1i1.3443

Abstract

There are three main objectives of this study namely 1) analyzing the application of secondary association leverage in strengthening the Wanderlust company brand products, 2) analyzing the implementation of stakeholder approaches in supporting brand strengthening and the sustainability of Wanderlust, and 3) determining the extent to which the application of secondary association leverage, whose main orientation is in strengthening the brand and the sustainability of the company, basically directly or indirectly reinforces the cultural products of one region. This study uses a qualitative approach as a method for data retrieval. Case study research raised in this regard relates to the existence of tour and travel companies under the name of Wanderlust in strengthening the company's brand awareness. The interview approach with the owner of Wanderlust is the most appropriate method in its efforts to explore the processes carried out by Wanderlust in strengthening branding using the Leverage Secondary Association approach. Based on the results of empirical research that has been done it can be concluded that the leverage secondary association in the Wanderlust company has shown strength in the company. This can be seen from the four elements that support it, namely people, places, things, and other brands. These four elements have been optimally carried out by Wanderlust to support the sustainability of his company in order to create equity in his company.