Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

EFEKTIFITAS PSIKOEDUKASI KEMAMPUAN EMPATI DALAM MENINGKATKAN TOLERANSI BERAGAMA PADA MAHASISWA SALAH SATU PERGURUAN TINGGI SWASTA DI JAKARTA Sofwana, Hania Maria; Rosiana, Fitri; Haryanto, Handrix Chris
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 22 No. 2: Agustus 2020
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v22i2.1141

Abstract

Konflik akibat intoleransi hingga saat ini masih sering terjadi dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa. Mahasiswa sebagai harapan masa depan bangsa dalam mengemban amanah kepemimpinan dan agen perubahan sosial, kiranya harus dibekali dengan pengetahun, pengalaman, dan kebijaksanaan yang cukup dalam menyikapi pluralitas bangsa yang sangat tinggi. Toleransi beragama mencakup masalah-masalah keyakinan dalam diri manusia yang berhubungan dengan akidah atau ketuhanan yang diyakininya. Salah satu faktor yang memengaruhi toleransi adalah empati. Adapun intervensi yang dapat meningkatkan kemampuan empati salah satunya adalah psikoedukasi. Penelitian ini, bertujuan untuk menguji efektifitas psikoedukasi empati dalam meningkatkan toleransi beragama pada mahasiswa-mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain dua kelompok non-randomized pretest-posttest control group design. Penelitian ini terdiri dari 94 orang mahasiswa dengan kriteria mahasiswa semester 1 dan semester 3 (dimana 49 mahasiswa semseter 3 sebagai kelompok eksperimen dan 45 mahasiswa semseter 1sebagai kelompok kontrol).  Skala toleransi beragama digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian dengan analisis statistik Uji Mann Whitney dan hasil yang diperoleh adalah taraf signifikansi p=0,000 (<0,05). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor posttest antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok yang mendapat psikoedukasi kemampuan empati menunjukkan peningkatan dalam toleransi beragama dibandingkan kelompok yang tidak mendapat psikoedukasi kemampuan empati. Maka dapat disimpulkan bahwa psikoedukasi kemampuan empati efektif dalam meningkatkan toleransi beragama mahasiswa.
Perilaku Konsumsi Berkelanjutan di Sektor Wisata Kuliner pada Generasi Milenial: Model SCB-Cube Mufidah, Aisyah Wahyu; Sijabat, Riris Amelia; Haryanto, Handrix Chris
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 11 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i11.9783

Abstract

                Sustainable consumption behavior, particularly in the culinary tourism sector, is one of the consumption behaviors that can be practiced in efforts to maintain the sustainability of human life and nature in the future. The purpose of this study is to examine the dynamics of sustainable consumption behavior in the culinary tourism aspect among millennials aged 25–34 years using the Sustainable Consumption Behavior (SCB-Cube) model. The research method used is a qualitative case study involving 4 Respondents who meet the criteria of being aged 25-34 years and have visited the Warung Betawi H. Jaja location more than 3 times. Data collection was conducted through face-to-face and online interviews to examine the dynamics of sustainable consumption behavior among Respondents based on the aspects and stages of the SCB-Cube Model. The research results indicate that the economic aspect still has a significant influence on the dynamics of Respondents' sustainable consumption behavior across various stages, including the selection, use, and disposal stages. Meanwhile, regarding the social and environmental aspects, not all Respondents incorporated them into their consumption behavior stages. Additionally, beyond the existing aspects, the influence of emotional attachment plays a crucial role in consumers' decisions during the disposal stage of consumption.