Mahmudi Efendi
Universitas Mataram

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Bahasa dalam Pembentukan Budaya Sasak: Perspektif Linguistik Hasanuddin Chaer; Sukri Sukri; Mahmudi Efendi; Ade Jauhari
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i2.34637

Abstract

This research aims to understand the close relationship between language and culture as two elements that influence each other in social life, particularly in the Sasak community in Lombok. The Sasak language serves as a means of communication and a medium for conveying values, norms, and cultural identity from generation to generation. This research uses a literature study research method with the following steps: a. Collecting sources from journals; b. Books; c. Related documents; d. Analyzing articles in Indonesian and English; e. Reviewing cultural manuscripts, which were then summarized and analyzed using a linguistic approach. Theoretically, this research draws on the social linguistics perspective of Dell Hymes, which emphasizes the role of language in shaping and maintaining culture through social interaction. In addition to viewing language as a reflection of social reality and a cultural symbol with philosophical meaning, such as in the vocabulary of "pare," "matur Suksma," "nine, mame," "tuak," "saik," and oral traditions such as "Dewi Anjani." The findings of this study reveal that the Sasak language plays a fundamental role in maintaining the sustainability of its culture, as an expression of cultural identity and a medium for preserving traditions. Besides serving as a means of establishing social structures and hierarchies through the use of language and vocabulary, particularly in traditional rituals such as weddings and funerals, each vocabulary reflects life values, beliefs, and human relationships with nature and spirituality. Therefore, the loss of language has the potential to diminish the community's cultural identity and heritage.
Representasi Nilai Budaya Sasak dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Syaiful Musaddat; Muh. Syahrul Qodri
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1248

Abstract

Nilai budaya merupakan hal penting yang senantiasa hidup dan terekspresi dalam hidup sebuah komunitas budaya. Penelitian ini mencoba membedah dan menemukan sajian kesejatian nilai budaya Sasak dalam novel Jatiswara tersebut yang kemudian akan dijadikan sebagai bagian dari pembelajaran Seni dan Budaya pada siswa, sehingga diharapkan mampu memberikan pemahaman nilai budaya yang dapat dijadikan sebagai pedoman perilaku yang sesuai dengan nilai budaya masyarakat Sasak. Hasil penelitian Novel Jatiswara juga merupakan gambaran representasi nilai budaya Sasak, sesuai dengan budaya yang melingkungi pengarangnya. Representasi tersebut tampak dalam sikap dan tindakan tokoh Jatiswara dan tokoh lainnya dalam novel ini. Representasi sikap tersebut dalam nilai budaya tindih, maliq dan merang yang kemudian dijabarkan dalam nilai dan perilaku taoq diriq (tahu diri), paut-patut (sesuai dan benar), idup jari lemaq (hidup untuk hari esok), adiqte tao jauq aiq (agar bisa membawa air), pacu-pacu puniq akherat (giat menyiapkan lahan akhirat), ndak piwal leq dengan towaq (jangan mengkhianati orang tua). Representasi semua sikap dan tindakan sesuai dengan nilai budaya di atas dilakukan oleh tokoh Jatiswara dan tokoh lainnya dalam novel Jatiswara ini.
Estetika Profetik dalam Novel Jatiswara Karya Lalu Agus Fathurrahman: Perspektif Sufisme Fariduddin Attar Murahim Murahim; Mahmudi Efendi; Muh. Syahrul Qodri; Hasanuddin Chaer; Mari’I Mari’I
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v8i2.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan estetika profetik novel Jatiswara karya Lalu Agus Fathurrahman dalam perspektif sufisme Fariduddin Attar. Novel ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang Jatiswara mencari Ki Sajati, adiknya. Perjalanan yang membawanya pada banyak pelajaran dan bertemu dengan orang-orang yang membawanya pada penemuan hakikat diri dan kesejatian dirinya. Penelitian ini menggunakan perspektif sufisme dari Fariduddin Attar yang tertuang dalam buku Musyawarah Burung yang meliputi; tahap pencarian, tahap cinta/mahabbah, tahap kearifan atau makrifat, tahap kebebasanatau kepuasan, tahap tauhid, tahap hayrat atau ketakjuban, tahap faqir dan fana. Hasil penelitian menunjukkan Jatiswara mengalami tujuh tahapan ini hingga menemukan rahasia penciptaan dan pemahaman bahwa hanya Tuhan saja yang diperlukan, karena hanya Dia yang dapat mencukupi hidup seseorang. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi pada pengembangan kajian sastra dalam dimensi profetik lebih luas dalam berbagai perspektif sehingga agama tidak hanya dipahami sebagai panduan hidup bermasyarakat belaka tetapi lebih dalam dari itu.