Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Minyak atsiri Kapulaga (Elettaria cardamomum) sebagai inhibitor Sap 5 Candida albicans penyebab kandidiasis vulvovaginalis (KVV) secara in silico Gusnia Meilin Gholam; Kurniasih, Rini; I Made Artika
Current Biochemistry Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.11.1.5

Abstract

ABSTRACT Vulvovaginal candidiasis (VVC) is a disease caused by the inflammatory process of the vulva and vaginal mucosa caused by Candida sp., mainly Candida albicans. This study aimed to analyze the molecular interaction between the volatile oil in cardamom and Sap 5 as an inhibitor of Candida albicans causing VVC through In silico molecular interaction analysis. The methods used are analysis of homology, structural quality, and essential areas, receptor and ligand preparation, gridbox validation, virtual screening, Lipinski prediction and toxicity, and ligand-receptor interaction visualization analysis. The results showed that essential oils have the potential to inhibit Sap 5 through molecular bonding and produce interactions in the form of hydrogen bonds, electrostatic bonds, and hydrophobic interactions. The best test ligands were Geranyl acetate (-6.78 kcal/mol), Alpha-terpinyl acetate (-6.07 kcal/mol), 1,8-Sineol (-5.47 kcal/mol), and Linalool (-5.06 kcal/mol). The test ligands have contact with catalytic residues on Asp32/Asp218. In addition, the properties of these ligands also meet the Lipinski and Toxicity rules, so they can be predicted to be safe. Keywords: Candida albicans, Cardamom, Essential oil, In silico, Sap 5 ABSTRAK Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan penyakit akibat dari proses inflamasi vulva dan mukosa vagina yang disebabkan oleh Candida sp. utamanya Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi molekuler antara minyak atsiri yang terkandung pada kapulaga dengan Sap 5 sebagai inhibitor Candida albicans penyebab KVV melalui analisis interaksi molekuler secara In silico. Metode yang digunakan yaitu analisis homologi, kualitas struktur, dan daerah penting, preparasi reseptor dan ligan, validasi gridbox, penapisan virtual, prediksi Lipinski dan toksisitas, dan analisis visualisasi interaksi ligan-reseptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri mempunyai potensi menghambat Sap 5 melalui penambatan molekuler dan menghasilkan interaksi berupa ikatan hidrogen, ikatan elektrostatik, dan interaksi hidrofobik. Golongan ligan uji yang terbaik yaitu Geranil asetat (-6.78 kkal/mol), Alfa-terpinil asetat (-6.07 kkal/mol), 1,8-Sineol (-5.47 kkal/mol), dan Linalool (-5.06 kkal/mol). Ligan uji tersebut mempunyai kontak residu katalitik pada Asp32/Asp218. Selain itu, sifat ligan tersebut juga memenuhi aturan Lipinski dan Toksisitas, sehingga dapat diprediksi aman. Kata kunci: Candida albicans, Kapulaga, Minyak atsiri, In silico, Sap 5
Penerapan Metode GRA-DEMATEL Pada Pilihan E-Commerce Fashion Gen Z Rini Kurniasih; Suhaedi, Didi; Harahap, Erwin
Jurnal Riset Matematika Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Matematika (JRM)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrm.v5i2.8446

Abstract

Abstract. The rapid growth of fashion e-commerce has encouraged Generation Z, as digital natives, to navigate various online shopping platforms. Their unique consumption preferences, shaped by impulsive lifestyles and high exposure to social media, present challenges in selecting the most suitable e-commerce platform for fashion purchases. This study aims to determine the best e-commerce platform for Gen Z in fashion shopping using a Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach. This quantitative research involved 111 Gen Z respondents residing in the Greater Bandung area who have shopped for fashion products on Shopee, Tokopedia, and Lazada. Data were collected through an online questionnaire and processed using the Entropy method to objectively weigh the evaluation criteria, Grey Relational Analysis (GRA) to rank the alternatives, and the Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) to analyze the interrelationships among criteria. The evaluation was based on four main criteria: price, product, appeal, and user experience. The results indicate that Shopee ranks first as the preferred platform. The DEMATEL analysis identified product and price as the most influential criteria affecting appeal and user experience. These findings contribute to a better understanding of Gen Z’s shopping behavior and offer strategic insights for e-commerce platforms seeking to enhance competitiveness and user satisfaction. Abstrak. Pertumbuhan e-commerce fashion yang pesat mendorong Gen Z, sebagai generasi digital native, untuk menghadapi berbagai pilihan platform belanja daring. Preferensi konsumsi mereka yang unik, dipengaruhi gaya hidup impulsif dan eksposur media sosial, menimbulkan tantangan dalam memilih platform e-commerce yang paling sesuai. Penelitian ini bertujuan menentukan platform e-commerce terbaik bagi Gen Z dalam pembelian produk fashion dengan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Penelitian bersifat kuantitatif dengan melibatkan 111 responden Gen Z yang berdomisili di wilayah Bandung Raya dan pernah berbelanja fashion di Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring, kemudian diolah menggunakan metode Entropy untuk pembobotan kriteria secara objektif, Grey Relational Analysis (GRA) untuk pemeringkatan alternatif, serta Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) untuk menganalisis hubungan antarkriteria. Evaluasi dilakukan berdasarkan empat kriteria: harga, produk, daya tarik, dan pengalaman pengguna. Hasil menunjukkan bahwa Shopee menempati peringkat pertama sebagai platform pilihan. Analisis DEMATEL mengidentifikasi produk dan harga sebagai kriteria paling berpengaruh terhadap daya tarik dan pengalaman pengguna. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami perilaku belanja Gen Z serta menjadi referensi bagi pelaku e-commerce dalam merancang strategi yang relevan dan kompetitif.
Inovasi Pangan Berbasis Tempe sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045 Kurniasih, Rini; Safithri, Mega; Ambarsari, Laksmi; Kurniatin, Popi Asri; Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira; Andrianto, Dimas; Falah, Syamsul; Rosyidah, Rara Annisaur; Dwicesaria, Maheswari Alfira; Hudayanti, Martini; Lestari, Ayu; Rahman, Syabilla Aulia; Pratiwi, Anggita Aziz; Ambarsavitri, Rahmadhani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.22074

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045, dengan prevalensi stunting nasional yang masih mencapai 19,8% pada tahun 2024. Peningkatan gizi sejak dini melalui pangan lokal bergizi tinggi seperti tempe, sebagai sumber protein nabati, merupakan solusi yang efektif. Program pemberdayaan masyarakat di Desa Cipalaha, Garut, melibatkan ibu dengan anak usia 0–5 tahun, ibu hamil, serta kader Posyandu dan PKK. Kegiatan meliputi penilaian status gizi anak, edukasi gizi dan stunting, pelatihan pembuatan nugget tempe dan sari kedelai, serta evaluasi melalui kuesioner orang tua, wawancara, dan uji organoleptik. Hasil menunjukkan 24% balita tergolong pendek atau sangat pendek, dan seluruh anak di atas lima tahun memiliki berat badan kurang, menandakan kekurangan energi kronis. Tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua berpengaruh kuat terhadap risiko stunting. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam memproduksi serta mengonsumsi olahan tempe bergizi tinggi dengan tingkat penerimaan yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan anak dan tujuan Indonesia Emas 2045.
Bioactive Compounds, Antioxidant Capacity and HMG-CoA Reductase Inhibitory Potential of Red Fruit Oil (Pandanus conoideus Lam.): An In Silico and In Vitro Study Tande, Ribka; Rimbawan, Rimbawan; Palupi, Eny; Kurniasih, Rini; Haerati, Nur
Indonesian Journal of Chemistry Vol 26, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijc.111565

Abstract

Cardiovascular disease, the leading cause of death worldwide, can result from dyslipidemia's ability to promote atherosclerosis. Therefore, it is important to address this issue by utilizing local food sources, such as red fruit oil, an endemic fruit from Papua, Indonesia. Red fruit oil contains some bioactive compounds, making it a promising candidate for use in functional foods. This study aimed to assess the bioactive components of red fruit oil, its antioxidant capacity, and its inhibitory potential against 3-hydroxy-3-methylglutaryl-CoA (HMG-CoA) reductase enzyme, both in silico and in vitro. The results showed that red fruit oil contained total phenolics of 627.42 ± 61.78 mg GAE/g, flavonoids of 128.06 ± 8.94 mg QE/g, and an antioxidant capacity of 2316.15 ± 135.63 μmol TE/g. Based on the outcomes of in silico investigations, the suspected compounds capable of inhibiting HMG-CoA reductase were isochamaejasm, 6-acetylpicropolin, (−)-pinellic acid, and 2-monolinolein, with binding energies of −8.3620, −7.9660, −7.6980, and −7.6970 kcal/mol, respectively. The in vitro results showed that the inhibitory activity of red fruit oil was 48.36 ± 2.46, which was not significantly different from that of lovastatin 50.82 ± 2.46 (p = 0.288). The findings of this study suggest that red fruit oil may be able to manage dyslipidemia by inhibiting HMG-CoA reductase.
Penambatan Molekuler Senyawa Aktif Sirih Merah (Piper crocatum) pada Butirilkolinesterase sebagai Kandidat Antialzheimer Rahmadi Ganesha Putri; Mega Safithri; Husnawati Husnawati; Rini Kurniasih
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 19, No 1 (2023): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.19.1.59676.68-85

Abstract

Alzheimer adalah salah satu penyakit neurodegeneratif kronis dan menjadi penyakit yang sering dialami oleh orang lanjut usia. Perubahan yang terjadi dari penyakit Alzheimer, yakni penurunan fungsi kognitif, memori, dan perubahan perilaku secara permanen. Senyawa aktif pada daun sirih merah memiliki kesamaan kandungan dengan daun sirih hijau untuk menghambat butirilkolinesterase (BChE). Butirilkolinesterase adalah salah satu enzim yang berperan dalam penanganan penyakit Alzheimer dikaitkan dengan terbentuknya Alzheimer, yakni hipotesis kolinergik. Penelitian dilakukan menguji daya inhibisi senyawa aktif yang terkandung dalam daun sirih merah terhadap aktivitas butirilkolinesterase melalui pendekatan simulasi penambatan molekuler. Penelitian menggunakan dua metode, yakni penggabungan penapisan virtual dan penambatan molekuler sebagai tahapan awal pengembangan daun sirih merah terhadap aktivitas penghambatan butirilkolinesterase. Hasil dalam penelitian diperoleh, daya inhibisi terbaik ditemukan pada 1,2,3,4,5,6,7-heptazacycloicosane sebesar 0,4888 µM dan energi bebas pengikatan sebesar -8,6 kkal∙mol-1. Residu yang berperan dalam menghambat butirilkolinesterase, yakni pada pengikatan substrat oleh ligan uji, yakni Tyr-332 dan Trp-82. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi dalam menemukan alternatif pengobatan penyakit Alzheimer. Molecular Docking of the Active Compound of Red Betel (Piper crocatum) on Butyrylcholinesterase as an Antialzheimer's Candidate. Alzheimer's is a chronic neurodegenerative disease often experienced by the elderly. Changes that occur from Alzheimer's disease such as permanent decline in cognitive function, memory, and behavioral changes. The active compounds in red betel leaves have similar contents with green betel leaves to inhibit butyrylcholinesterase (BChE). Butyrylcholinesterase is an enzyme that may play an important role in the treatment of Alzheimer's disease associated with the formation of Alzheimer's, the cholinergic hypothesis. The study tested the inhibition power of the active compounds contained in red betel leaves against the activity of butyrylcholinesterase through a molecular docking simulation approach. The method in the study used the merger of virtual screening and molecular docking as the initial stage for the development of red betel leaves against the inhibitory activity of butyrylcholinesterase. The result in the study found the best inhibitiron power was found at 1,2,3,4,5,6,7-heptazacycloicosane of 0.4888 µM and binding free energy of -8.6 kkal∙mol-1. The residues that play a role in the inhibition of butyrylcholinesterase on substrate binding by test ligands were Tyr-332 and Trp-82. The research result can be used as a reference in finding alternative treatments for Alzheimer's disease.