Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kesehatan Melalui Pengolahan Sumber Daya Herbal Menjadi Minuman Fungsional SIJAKA Safithri, Mega; Andrianto, Dimas; Fitrilia, Tiana; Rosyidah, Rara Annisaur; Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira; Kurniasih, Rini; Hudayanti, Martini; Achyar, Catellia Auliany; Febrina, Adella; Dwicesaria, Maheswari Alfira; Gholam, Gusnia Meilin; Nusyarah, Ayu Tri
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.18127

Abstract

Program pelatihan dan sosialisasi mengenai pemanfaatan SIJAKA (sirih merah, jahe merah, dan kayu manis) sebagai minuman fungsional antidiabetes bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik masyarakat dalam mengelola diabetes secara alami. Desa Sukamaju yang terletak di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor memiliki peluang untuk mengembangkan produksi minuman fungsional berbahan dasar SIJAKA, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Program ini dirancang untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pendirian fasilitas produksi minuman fungsional SIJAKA. Pelaksanaan kegiatan melibatkan kader Posyandu dan PKK melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Metode yang digunakan mencakup pengisian kuisioner pre-test dan post-test guna mengevaluasi tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait minuman fungsional SIJAKA, meskipun sebelumnya pengetahuan mereka masih terbatas. Pelatihan ini juga mengungkapkan bahwa 79,31% peserta mengenal sirih merah dan jahe merah sebagai herbal potensial, sedangkan 72,41% mengetahui manfaat kayu manis. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan potensi herbal dalam mengelola diabetes. Selain itu, mayoritas peserta (92,11%) menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pelatihan dan ingin lebih memahami manfaat serta cara pembuatan SIJAKA. Program ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme dan wawasan masyarakat terhadap SIJAKA, serta memiliki potensi untuk dijadikan sebagai contoh bagi desa-desa lainnya. Secara keseluruhan, program ini memberikan dua manfaat utama, yaitu peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, meskipun masih terdapat kendala dalam mendorong masyarakat untuk memproduksi dan mengonsumsi SIJAKA secara mandiri.
Minyak atsiri Kapulaga (Elettaria cardamomum) sebagai inhibitor Sap 5 Candida albicans penyebab kandidiasis vulvovaginalis (KVV) secara in silico Gusnia Meilin Gholam; Kurniasih, Rini; I Made Artika
Current Biochemistry Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/cb.11.1.5

Abstract

ABSTRACT Vulvovaginal candidiasis (VVC) is a disease caused by the inflammatory process of the vulva and vaginal mucosa caused by Candida sp., mainly Candida albicans. This study aimed to analyze the molecular interaction between the volatile oil in cardamom and Sap 5 as an inhibitor of Candida albicans causing VVC through In silico molecular interaction analysis. The methods used are analysis of homology, structural quality, and essential areas, receptor and ligand preparation, gridbox validation, virtual screening, Lipinski prediction and toxicity, and ligand-receptor interaction visualization analysis. The results showed that essential oils have the potential to inhibit Sap 5 through molecular bonding and produce interactions in the form of hydrogen bonds, electrostatic bonds, and hydrophobic interactions. The best test ligands were Geranyl acetate (-6.78 kcal/mol), Alpha-terpinyl acetate (-6.07 kcal/mol), 1,8-Sineol (-5.47 kcal/mol), and Linalool (-5.06 kcal/mol). The test ligands have contact with catalytic residues on Asp32/Asp218. In addition, the properties of these ligands also meet the Lipinski and Toxicity rules, so they can be predicted to be safe. Keywords: Candida albicans, Cardamom, Essential oil, In silico, Sap 5 ABSTRAK Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan penyakit akibat dari proses inflamasi vulva dan mukosa vagina yang disebabkan oleh Candida sp. utamanya Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi molekuler antara minyak atsiri yang terkandung pada kapulaga dengan Sap 5 sebagai inhibitor Candida albicans penyebab KVV melalui analisis interaksi molekuler secara In silico. Metode yang digunakan yaitu analisis homologi, kualitas struktur, dan daerah penting, preparasi reseptor dan ligan, validasi gridbox, penapisan virtual, prediksi Lipinski dan toksisitas, dan analisis visualisasi interaksi ligan-reseptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri mempunyai potensi menghambat Sap 5 melalui penambatan molekuler dan menghasilkan interaksi berupa ikatan hidrogen, ikatan elektrostatik, dan interaksi hidrofobik. Golongan ligan uji yang terbaik yaitu Geranil asetat (-6.78 kkal/mol), Alfa-terpinil asetat (-6.07 kkal/mol), 1,8-Sineol (-5.47 kkal/mol), dan Linalool (-5.06 kkal/mol). Ligan uji tersebut mempunyai kontak residu katalitik pada Asp32/Asp218. Selain itu, sifat ligan tersebut juga memenuhi aturan Lipinski dan Toksisitas, sehingga dapat diprediksi aman. Kata kunci: Candida albicans, Kapulaga, Minyak atsiri, In silico, Sap 5
Penerapan Metode GRA-DEMATEL Pada Pilihan E-Commerce Fashion Gen Z Rini Kurniasih; Suhaedi, Didi; Harahap, Erwin
Jurnal Riset Matematika Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Matematika (JRM)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrm.v5i2.8446

Abstract

Abstract. The rapid growth of fashion e-commerce has encouraged Generation Z, as digital natives, to navigate various online shopping platforms. Their unique consumption preferences, shaped by impulsive lifestyles and high exposure to social media, present challenges in selecting the most suitable e-commerce platform for fashion purchases. This study aims to determine the best e-commerce platform for Gen Z in fashion shopping using a Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach. This quantitative research involved 111 Gen Z respondents residing in the Greater Bandung area who have shopped for fashion products on Shopee, Tokopedia, and Lazada. Data were collected through an online questionnaire and processed using the Entropy method to objectively weigh the evaluation criteria, Grey Relational Analysis (GRA) to rank the alternatives, and the Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) to analyze the interrelationships among criteria. The evaluation was based on four main criteria: price, product, appeal, and user experience. The results indicate that Shopee ranks first as the preferred platform. The DEMATEL analysis identified product and price as the most influential criteria affecting appeal and user experience. These findings contribute to a better understanding of Gen Z’s shopping behavior and offer strategic insights for e-commerce platforms seeking to enhance competitiveness and user satisfaction. Abstrak. Pertumbuhan e-commerce fashion yang pesat mendorong Gen Z, sebagai generasi digital native, untuk menghadapi berbagai pilihan platform belanja daring. Preferensi konsumsi mereka yang unik, dipengaruhi gaya hidup impulsif dan eksposur media sosial, menimbulkan tantangan dalam memilih platform e-commerce yang paling sesuai. Penelitian ini bertujuan menentukan platform e-commerce terbaik bagi Gen Z dalam pembelian produk fashion dengan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Penelitian bersifat kuantitatif dengan melibatkan 111 responden Gen Z yang berdomisili di wilayah Bandung Raya dan pernah berbelanja fashion di Shopee, Tokopedia, dan Lazada. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring, kemudian diolah menggunakan metode Entropy untuk pembobotan kriteria secara objektif, Grey Relational Analysis (GRA) untuk pemeringkatan alternatif, serta Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL) untuk menganalisis hubungan antarkriteria. Evaluasi dilakukan berdasarkan empat kriteria: harga, produk, daya tarik, dan pengalaman pengguna. Hasil menunjukkan bahwa Shopee menempati peringkat pertama sebagai platform pilihan. Analisis DEMATEL mengidentifikasi produk dan harga sebagai kriteria paling berpengaruh terhadap daya tarik dan pengalaman pengguna. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami perilaku belanja Gen Z serta menjadi referensi bagi pelaku e-commerce dalam merancang strategi yang relevan dan kompetitif.
Inovasi Pangan Berbasis Tempe sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045 Kurniasih, Rini; Safithri, Mega; Ambarsari, Laksmi; Kurniatin, Popi Asri; Purwanto, Ukhradiya Magharaniq Safira; Andrianto, Dimas; Falah, Syamsul; Rosyidah, Rara Annisaur; Dwicesaria, Maheswari Alfira; Hudayanti, Martini; Lestari, Ayu; Rahman, Syabilla Aulia; Pratiwi, Anggita Aziz; Ambarsavitri, Rahmadhani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.22074

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045, dengan prevalensi stunting nasional yang masih mencapai 19,8% pada tahun 2024. Peningkatan gizi sejak dini melalui pangan lokal bergizi tinggi seperti tempe, sebagai sumber protein nabati, merupakan solusi yang efektif. Program pemberdayaan masyarakat di Desa Cipalaha, Garut, melibatkan ibu dengan anak usia 0–5 tahun, ibu hamil, serta kader Posyandu dan PKK. Kegiatan meliputi penilaian status gizi anak, edukasi gizi dan stunting, pelatihan pembuatan nugget tempe dan sari kedelai, serta evaluasi melalui kuesioner orang tua, wawancara, dan uji organoleptik. Hasil menunjukkan 24% balita tergolong pendek atau sangat pendek, dan seluruh anak di atas lima tahun memiliki berat badan kurang, menandakan kekurangan energi kronis. Tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua berpengaruh kuat terhadap risiko stunting. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam memproduksi serta mengonsumsi olahan tempe bergizi tinggi dengan tingkat penerimaan yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan anak dan tujuan Indonesia Emas 2045.