Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Strategi Pemasaran Simplisia Kunyit (Curcuma domestica Val) (Studi Kasus Pada P4S Menoreh Herbal) Fauzan, Muhammad Dwi; Astuti, Rr Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal (IFAS) dan faktor eksternal (EFAS) serta merumuskan alternatif strategi pemasaran simplisia kunyit (Curcuma domestica Val) pada P4S Menoreh Herbal yang berlokasi di Jl Pule, Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan bulan Juni 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu mixed methods yang merupakan perpaduan antara metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sensus atau sampling total melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan diskusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu kualitas produk baik, harga murah, dan menjalin suatu kemitraan. Faktor internal yang menjadi kelemahan yaitu promosi jarang, pendidikan rendah, produk terjual rendah, dan media pemasaran kurang memadai. Faktor eksternal yang menjadi peluang yaitu pangsa pasar masih terbuka, dan tersedianya fasilitas pemasaran online. Faktor eksternal yang menjadi ancaman yaitu terdapat pesaing usaha, dan pandemi dapat menurunkan permintaan produk. Rumusan alternatif strategi yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu meningkatkan kualitas produk, memperluas pangsa pasar baik lokal maupun ekspor, melakukan pemasaran produk secara online, dan meningkatkan saluran distribusi produk.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR LELANG CABAI (Studi Kasus Pasar Lelang Cabai di Kabupaten Sleman D.I Yogyakarta) Yulianto, Gunawan; Aprilia, Shelva; Astuti, RR. Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 1 (2020): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i1.74

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk merumuskan faktor internal dan eksternal Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman serta merumuskan strategi yang diterapkan dalam pengembangan Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dilaksanakan bulan Februari s.d Juni 2020 di Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer dengan metode pengumpulan data secara triangulasi meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Penentuan informan kajian secara purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Analisa kajian meliputi faktor-faktor utama lingkungan internal dan eksternal, diidentifikasi dengan matriks IFAS dan EFAS. Hasil dari matriks IFAS dan EFAS digunakan untuk dasar penyusunan strategi alternatif dengan matriks SWOT dan matriks IE. Tahap terakhir yaitu pengambilan keputusan dari alternatif strategi yang ada menggunakan QSPM yang menghasilkan prioritas strategi. Prioritas strategi yang dapat direkomendasikan untuk diterapkan terlebih dahulu oleh Pasar Lelang Cabai Kabupaten Sleman adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas cabai di pasar lelang untuk menjamin kepuasan pedagang dengan memanfaatkan teknologi dan dukungan dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman.
PERAN KELOMPOK TANI TERHADAP PEMASARAN CABAI (Capsicum annum L) KE PASAR LELANG Dua Asa, Evi Fania Ribka; Munanto, Totok Sevenek; Astuti, Rr. Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i2.81

Abstract

Peran kelompok tani sebagai (1) kelas belajar; (2) wahana kerjasama; serta (3) unit produksi, sangat penting dalam pembangunan pertanian. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran kelompok tani sebagai kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi terhadap pemasaran cabai ke pasar lelang. Kajian dilaksanakan dari bulan Februari sampai Juli 2019 di Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan deskriptif kuantitatif dan merupakan kajian asosiatif dengan bentuk hubungan kausal, yang bersifat sebab akibat dari variabel independen dan variabel dependen. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan kuisioner. Hasil kajian menunjukkan, peran kelompok tani sebagai kelas belajar berpengaruh signifikan terhadap pemasaran cabai ke pasar lelang yaitu sebesar 2,487; sementara peran kelompok tani sebagai wahana kerjasama dan unit produksi berpengaruh tidak signifikan terhadap pemasaran cabai ke pasar lelang, masing-masing sebesar (-1,440) dan 2,008. Perlu dilakukan peningkatan peran kelompok sebagai wahana kerjasama melalui kegiatan penyuluhan tentang membangun kemitraan antar anggota kelompok tani dengan lembaga pasar lelang dan pihak terkait, diantaranya pemanfaatan informasi teknologi (IT) dalam pemasaran cabai ke pasar lelang.
PERAN BIROKRASI KELEMBAGAAN DALAM PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU Astuti, RR. Siti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 22 No. 2 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to know the role of institutional bureaucracy in the implementation of integrated pest management. The study was conducted in April 2012 in central Java. IPM institutionalization efforts in Indonesia influenced by a lot of constraints such as constraints conceptual, institutional structures, program priorities, ego-sectoral and ego-discipline and empowerment of farmers. Strategies undertaken by the government is the institutionalization of plant protection, the development of management information systems, strengthening forecasting and observation, the provision of appropriate technology and site-specific duna, provision of protection and stabilization of pest control. The role of institutional bureaucracy in the implementation of IPM in central Java is not optimal because of weak cooperation and coordination among stakeholders as well as good organizational structure has not stabilized both central and local levels as a result of regional autonomy policy. Collaborative efforts and networks need both locally, nationally and globally. Cooperation and networking will provide additional information as a result of the activities of the exchange of information related to IPM.
Pengaruh Motivasi Petani terhadap Penerapan Pemupukan Berimbang pada Budidaya Padi (Oryza sativa L.) Royan Hidayat; Sukadi Sukadi; RR. Siti Astuti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1409

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh motivasi petani terhadap penerapan pemupukan berimbang pada budidaya tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Gemah Ripah, di Kalurahan Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman pada bulan Oktober 2024-Maret 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan analisis regresi linear berganda yang didasarkan pada kuisioner yang dibagikan kepada 30 petani. Hasil penelitian menunjukan motivasi fisiologi pada kategori tinggi dengan skor 77%, motivasi sosiologi pada kategori sedang dengan skor 72%, dan motivasi aktualisasi diri pada kategori tinggi dengan skor 85%. Hasil dari analisis regresi linear berganda menunjukan bahwa secara simultan variabel motivasi fisiologi, motivasi sosiologi, dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh signifikan terhadap penerapan pemupukan berimbang (F hitung= 12.044; sig.=0,000). Namun secara parsial hanya dua variabel yang berpengaruh signifikan yaitu; motivasi fisiologi berpengaruh negatif (t = -0,202; sig. = 0,046) dan motivasi aktualisasi diri berpengaruh positif (t = 0.729; sig. = 0,000). Koefisien determinasi(R2) sebesar 0,533 menunjukan bahwa 53,3% variasi pada variabel pemupukan berimbang dapat di jelaskan oleh tiga variabel independen yang digunakan dalam model ini Sisanya yaitu 46,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain dari luar model yang diteliti seperti luas lahan, umur, modal, akses sarana dan prasarana produksi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi aktualisasi diri merupan faktor motivasi yang paling dominan dalam upaya mendorong petani untuk menerapkan pemupukan berimbang. Oleh karena itu penting bagi penyuluh pertanian, pemerintah, dan lembaga pendidikan agar dapat memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kesadaran diri petani supaya mampu berinovasi dan bertindak secara berkelanjutan dalam pengelolaan usahataninya.  
INOVASI ALOFLO TISANE BERBASIS BUNGA LIDAH BUAYA: UJI HEDONIK DAN KELAYAKAN USAHA Elita Aulia; RR. Siti Astuti; Novia Aristi Rahayu
ZIRAA'AH MAJALAH ILMIAH PERTANIAN Vol 51, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Publikasi Jurnal Universitas Islam Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/zmip.v51i2.23392

Abstract

ABSTRACT            AloFlo Tisane, an herbal beverage based on aloe vera flowers (Aloe vera), was developed as a functional drink utilizing local bioactive resources. This study aimed to evaluate consumer acceptance and business feasibility of the product. Experimental methods were applied through product formulation and hedonic testing involving 50 untrained panelists assessing color, aroma, taste, and overall preference. Data were analyzed using Independent Sample T-test. Business feasibility was evaluated through cost analysis, cost of goods sold, profit, Break Even Point, and R/C ratio. The results indicated that the formulation with a 1:4:3 ratio of aloe flower, ginger, and sappan wood showed the highest acceptance level. Financial analysis demonstrated a cost of Rp7,576 per unit and a selling price of Rp17,000, indicating profitability and feasibility (R/C ratio > 1). The product shows potential as a functional beverage with economic value.Keywords:  AloFlo Tisane, aloe flower, hedonic test, feasibility, herbal beverage  
Peran Desain Kemasan dan Penyajian Dalam Keputusan Pembelian Es Krim Lidah Buaya Siti Zaleha; R R Siti Astuti; Nur Rohmah Lutfi A'yuni
Journal of Food Security and Agroindustry Vol. 4 No. 2 (2026): JUNE
Publisher : PAKIS JOURNAL INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/jfsa.v4i2.980

Abstract

This study aimed to examine the effect of packaging design as well as product presentation on consumer purchasing decisions for aloe vera ice cream. The study employed a quantitative method with an associative approach. Data were obtained through questionnaires distributed to 31 respondents who had previously purchased the product, selected using purposive sampling techniques. The research instruments were tested for validity and reliability, and the data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. Prior to hypothesis testing, classical assumption tests were conducted to ensure the suitability of the regression model. The results showed that packaging design and product presentation simultaneously had a significant effect on purchasing decisions. However, partially, packaging design did not have a significant effect on purchasing decisions. In contrast, product presentation had a positive and significant effect and became the most dominant factor influencing consumer purchasing decisions. The coefficient of determination indicated that the model had a moderate explanatory ability, suggesting that other factors outside this study also influenced consumer purchasing decisions. In conclusion, purchasing decisions were more influenced by the visual appearance of product presentation than by packaging design itself. M Therefore, product development should focus more on improving presentation quality while continuing to optimize packaging design as a supporting factor for product attractiveness.
Efektivitas Penggunaan Media Medali Pecahan dan Proyek Kelompok dalam Meningkatkan Hasil Belajar Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan melalui Model TaRL pada Peserta didik Kelas VI di SDN 02 Malangjiwan Saputri, Galuh Ajeng; Astuti, Siti Aisyah Puji; Hidayati, Agustinawati Tri; Matsuri, Matsuri; Setyaningrum, Siska Putri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media medali pecahan (media perkalian gambar makanan) dan proyek kelompok dalam meningkatkan hasil belajar perkalian bilangan asli dengan pecahan peserta didik kelas VI di SDN 02 Malangjiwan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2024, sedangkan siklus II dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2024. Dalam penelitian ini diperoleh hasil pada siklus I yakni nilai rata-rata kelas 73, dari 25 peserta didik, ada 11 peserta didik yang mendapat nilai diatas 75, sehingga sudah ada 11 peserta didik yang mencapai nilai ketuntasan minimal, namun demikian masih ada 14 peserta didik yang mendapat nilai dibawah nilai ketuntasan belajar karena masih mendapat nilai dibawah 75. Nilai terendah peserta didik adalah 65 dan nilai tertingginya adalah 93. Pada siklus II perolehan nilai rata-rata kelas mencapai 82 dengan tingkat ketuntasan klasikan 93%. Dari 25 peserta didik 22 diantaranya telah mencapai nilai ketuntasan minimal, dengan nilai tertinggi 98, sedangkan nilai terendahnya adalah 60, dengan rata-rata kelas 82. Kesimpulannya adalah penggunaan media medali pecahan dan proyek kelompok dengan pendekatan TaRL terbukti efektif untuk meningkatkan hasil belajar perkalian bilangan asli dengan pecahan pada peserta didik kelas VI di SDN 02 Malangjiwan.
Persepsi Petani Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L) terhadap Penggunaan Pestisida Kimia dan Biopestisida Maharani Simbi Rohsejati; Epsi Euriga; Rr Siti Astuti
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.6422

Abstract

Salah satu kendala dalam budidaya cabai merah keriting (C. annuum L) adalah serangan hama dan penyakit sehingga menyebabkan petani banyak menggunakan pestisida realita di lapangan penggunaan pestisida kimia lebih mendominasi dibandingkan penggunaan biopestisida. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui penerimaan; persepsi mengenai risiko dan penggunaan pestisida kimia, (2) untuk mengetahui kesadaran; persepsi dan penggunaan berbagai alternatif pengendalian hama menggunakan biopestisida pada petani cabai merah keriting. Lokasi penelitian di Kalurahan Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Desember 2024 sampai Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif dengan melibatkan responden penelitian petani cabai menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan terhadap penggunaan pestisida kimia brada pada kategori tinggi (83%). Persepsi mengenai risiko pestisida kimia dan berada pada kategori tinggi (83%). Penggunaan pestisida kimia berada pada kategori tinggi (84%). Persepsi terhadap biopestisida berada pada kategori tinggi (84%). Penggunaan berbagai alternatif pengendalian hama menggunakan biopestisida berada pada kategori tinggi (83%). Kesadaran terhadap penggunaan biopestisida paling rendah dari pada variabel lain dengan nilai (51%) berada pada kategori sedang (51%). Temuan ini memberikan manfaat mengenai pemahaman persepsi petani tentang kesadaran biopestisida.
Analysis of Internal and External Factors Influencing Rice Farmers’ Interest in Using Beauveria bassiana in Tirtomartani Village, Special Region of Yogyakarta: Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Minat Petani Padi terhadap Penggunaan Beuaveria bassiana di Kalurahan Tirtomartani, Daerah Istimewa Yogyakarta Satria Budi Kusuma; RR Siti Astuti; Rika Nalinda
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 26 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa26120265429

Abstract

This study analyzed internal and external factors influencing rice farmers' interest in using Beauveria bassiana to control Brown Planthoppers in Tirtomartani Village, Yogyakarta. A descriptive quantitative approach was used. The population consisted of 120 rice farmers, with a sample of 55 respondents selected using the Slovin formula and purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires using a Likert scale, then analyzed using multiple linear regression. Results showed that farmers' interest in using Beauveria bassiana was high, with achievement scores of 85% for attention, 84.5% for interest, and 84% for involvement. Simultaneously, variables including age, education, farming experience, land area, extension intensity, and the role of farmer groups significantly influenced interest, with an R² value of 0.565 (meaning 56.5% of the variation in interest was explained by these variables). However, partially, only the role of farmer groups had a significant effect (p<0.05), while other variables showed no significant effect. These findings indicate that strengthening farmer groups as learning platforms and production units is important for increasing farmers' interest in adopting environmentally friendly pest control innovations.