Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Bentuk Penyajian Kesenian Musik Iringan Tari Buto pada Kesenian Kuda Lumping Grup Mergo Utomo di Srimenanti Kecamatan Buay Pamaca Kabupaten Oku Selatan Sari, Nike Puspita; Siswanto, Silo; Firmansyah, Dedy
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.2849

Abstract

Musik iringan memiliki peran yang sangat penting dalam pertunjukan Tari Buto sebagai bagian dari kesenian Kuda Lumping, khususnya dalam menciptakan suasana pertunjukan yang kuat, dramatis, dan penuh energi. Musik ini tidak hanya berfungsi sebagai pengiring gerak, tetapi juga sebagai elemen utama dalam membangun emosi dan atmosfer mistis dalam setiap tahapan pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan bentuk penyajian musik iringan Tari Buto yang terdiri dari enam bagian, yaitu pembukaan acara, musik pembuka, menuju trance, atraksi dalam kondisi trance, proses penyadaran, dan penutupan. Setiap tahapan memiliki karakteristik musik yang berbeda, mulai dari irama lambat dan tenang hingga cepat, keras, dan dinamis yang mendukung perubahan suasana secara bertahap. Bentuk penyajian Musik iringan tari buto memiliki lima elemen pendukuung berdasarkan teori  Djelantik (1999): alat musik, kostum, penonton, tata rias, serta tempat dan waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik iringan dalam Tari Buto tidak hanya menjadi pengiring teknis, tetapi juga sebagai media ekspresi spiritual dan budaya yang menghubungkan antara dunia nyata dan dimensi mistis dalam tradisi masyarakat.
Analisis Sifat Mekanik Lentur Papan Laminasi Kombinasi Bambu Petung dan Bambu Ater Belatrix, Nur Noviana; Arnandha, Yudhi; Firmansyah, Dedy
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v18i1.48260

Abstract

Kemajuan teknologi memunculkan alternatif bahan bangunan pengganti kayu, seperti bambu laminasi. Laminasi bambu menggunakan kombinasi dua jenis bambu yaitu bambu petung dan bambu ater. Bambu petung memiliki kuat lentur lebih besar dibandingkan bambu ater dapat meningkatkan nilai MOR dan MOE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat lentur, pengaruh susunan lapisan laminasi, pengaruh penambahan bambu petung pada laminasi bambu ater dari laminasi kombinasi dua jenis bambu. Pengujian kuat lentur papan laminasi berukuran 55 cm x 10 cm x 2 cm yang mengacu pada ASTM D1037-06a dengan beban terpusat ditengah bentang. Papan laminasi terdiri dari 3 variasi susunan, setiap variasi ada 4 lapisan dengan tebal bilah 0,5 cm. Variasi A terdiri dari susunan bambu ater-ater-ater-ater, variasi B terdiri dari bambu petung-ater-petung-ater, variasi C terdiri dari bambu petung-petung-ater-ater. Hasil pengujian kuat lentur papan laminasi didapat nilai rata-rata Modulus of Rupture (MOR) variasi A sebesar 89,462 MPa, variasi B sebesar 96,778 MPa, dan variasi C sebesar 79,173 MPa. Nilai rata-rata Modulus of Elasticity (MOE) variasi A sebesar 13256,830 MPa, variasi B sebesar 14856,552 MPa, dan variasi C sebesar 12981,294 MPa. Susunan variasi B petung-ater-petung-ater dapat meningkatkan nilai Modulus of Rupture dan Modulus of Elasticity.
Penggunaan inovasi teknologi dalam perawatan di ruang intensif care unit: A literatur review Mufimah, Mufimah; Monica, Rica; Firmansyah, Dedy; Kamaluddin, Ridlwan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1047

Abstract

Background: Although the development of technology in health care in Indonesia has progressed, the application of technology in the ICU is still relatively limited. According to the Indonesian Ministry of Health (2024), several large hospitals in Jakarta and other big cities have implemented electronic-based patient data management systems and remote monitoring. However, it cannot be denied that there are still many hospitals in the regions that have not utilized technology optimally. Purpose: To analyze the use of technological innovation in intensive care unit care. Method:This research is a literature study with the PRISMA approach. Systematic review using PICO. The search databases used were PubMed/NCBI, Scopus and Sciencedirect with the keywords Innovation AND Technology AND Intensive Care Unit. Results: The types of technological innovations used in intensive care unit care are educational multimedia tools designed to improve ICU nurses' compliance with infection prevention and control practices, an intensive care telemedicine (tele-ICU) program called ERIC (Enhanced Recovery after Intensive Care), Ultrasonic technique Combination of Out-of-Plane Orientation and In-Plane Guidance for radial artery cannulation especially in shock patients in ICU, Virtual Reality (VR) to support the development of clinical decision-making skills, Remotely Tele-mentored Ultrasound (RTMUS) telemedicine to perform ultrasonography remotely. And each type of innovation technology used is significantly influential or effective according to the dependent variable measured. Conclusion: The use of technological innovation in intensive care unit care has been proven to provide benefits in all aspects, starting from infection prevention, quality indicators, and decision making.   Keywords: Innovation; Intensif Care Unit (ICU); Technology.   Pendahuluan: Perkembangan teknologi dalam perawatan kesehatan di Indonesia telah mengalami kemajuan, namun penerapan teknologi di ICU masih tergolong terbatas. Menurut Kemenkes RI (2024), beberapa rumah sakit besar di Jakarta dan kota-kota besar lainnya telah menerapkan sistem manajemen data pasien berbasis elektronik dan pemantauan jarak jauh. Namun tak dapat dipungkiri masih banyak rumah sakit di daerah yang belum memanfaatkan teknologi dengan optimal. Tujuan: Untuk menganalisis penggunaan  inovasi teknologi dalam perawatan di ruang intensif care unit. Metode: Penelitian literatur review dengan  pendekatan Preferred  Reporting  Items  for  Systematic  Reviews  and Meta-Analyses (PRISMA) dan menggunakan PICO. Database pencarian yang digunakan adalah pubmed/NCBI, Scopus,dan  Sciencedirect dengan  kata  kunci  "(Innovation) AND (Technology) AND (Intensif Care Unit)” Hasil: Jenis inovasi teknologi yang digunakan dalam perawatan di ruang intensif care unit yakni alat multimedia edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kepatuhan perawat ICU terhadap praktik pencegahan dan pengendalian infeksi, program telemedis perawatan intensif (tele-ICU) bernama ERIC (Enhanced Recovery after Intensive Care), teknik Ultrasonik Kombinasi Out-of-Plane Orientation dan In-Plane Guidance untuk kanulasi arteri radial khususnya pada pasien syok di ICU, Virtual Reality (VR) untuk mendukung pengembangan kemampuan pengambilan keputusan klinis, Remotely Tele-mentored Ultrasound (RTMUS) telemedicine untuk melakukan ultrasonografi dari jarak jauh. Serta setiap jenis teknologi inovasi yang digunakan memberikan pengaruh atau efektif secara signifikan sesuai dengan variabel dependen yang diukur. Simpulan: Penggunaan inovasi teknologi dalam perawatan di ruang Intemsif care unit terbukti dapat memberikan manfaat pada segala aspek mula dari pencegahan infeksi, indicator mutu, dan pengambilan keputusan.   Kata Kunci: Intensif Care Unit (ICU); Inovasi ;Teknologi.
Pembelajaran Menyanyikan Lagu Daerah Menggunakan Metode Drill pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Muara Kulam Saipi, Muhammad; Firmansyah, Feri; Firmansyah, Dedy
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 1 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.122 KB) | DOI: 10.31004/irje.v3i1.157

Abstract

Singing folk songs in unison or individually folk songs is still low, especially for subjects that lead to performance practices, this is seen from the minimum completeness criteria because there is still a lack of knowledge about tonic intonation and articulation. This research is to find out whether learning to sing folk songs using the drill method can improve the learning outcomes of class VII students of SMPN Muara Kulam. The method used in this study is a qualitative description of the data sources used areclass VII students and Mrs. Dian Permata Sari, S. Pd as a teacher of SMP Negeri Muara Kulam, themethod used in this learning is the drill method of data collection techniques in this study, namelyobservation, interviews and documentation based on the data analyzed which was carried out in theconclusion that learning to sing folk songs using the method drill on class VII students of SMP Negeri Muara Kulam can improve student learning outcomes can be seen from the value before using the drill method and after using the drill method before using the drill method subject the number of students in class VII is 29 "very good" 3 students, with the criteria " good' numbered 26 people. After using the subject drill method as many as 29 students of class VII with the criteria of "very good" totaling 22 students, with the criteria of "good" 7 students. In the implementation of the cultural arts teacher hasapplied the right method this can be seen from the learning outcomes of students who get an average score average 86 -100.
Pembelajaran Tari Persembahan Sedulang Setudung Menggunakan Model Direct Instruction pada Mata Pelajaran Seni Budaya Kelas VIII di MTs Al-Ikhsan Betung Rizki, Thesya Ramyta; Elvandari, Evita; Firmansyah, Dedy
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 1 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.323 KB) | DOI: 10.31004/irje.v3i1.179

Abstract

This research is a qualitative research with descriptive research method. The data collectiontechniques in this study are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used in this study are data reduction, data presentation, and conclusions. Based on the results of interviews from the Cultural Arts subject teacher at MTS Al-Ikhsan Betung, Mr. Slamet Riyadi, S.Pd., stated that the students' ability to learn the Sedulang Setudung dance offering was very good, as seen from the enthusiasm and enthusiasm of students in learning activities ranging from theory to practice. This is of course supported by the teacher's ability to choose the right learning model, namely Direct Instruction which plays an important role in achieving student learning outcomes. Based on the results of research on the learning of the Sedulang Setudung dance offering using the direct instruction model in the Class VIII Cultural Arts subject at MTS Al-Ikhsan Betung which wascarried out through 4 learning stages, which included Orientation, Presentation, Practice under the guidance of the teacher, and evaluation which was the final process to determine the level ofunderstanding of students, measuring the level of success of teachers who teach, and knowing theadvantages and disadvantages of the learning model used. 28 students managed to get a scoreabove the predetermined KKM. Of course, it is supported by appropriate learning tools and theselection of the right learning model.
Sajian Lagu Ribu Ribu Dalam Acara Pernikahan di Daerah Rambang Niru Muara Enim Putra, Rian Dwi Pratama; Firmansyah, Dedy; Firmansyah, Feri
Indonesian Research Journal on Education Vol. 3 No. 2 (2023): irje 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v3i2.237

Abstract

Folk songs have moral and ethical values that are very useful, to be used as a life guide for all children of the nation for an ideal stage in character building. Regional songs are often called traditional songs, each song in the archipelago has its uniqueness, be it in terms of beauty, the uniqueness of melodies, instruments, lyrics, and harmonies. The method used in this research is a qualitative descriptive method, which presents data using sentences in the form of narrative text. While the approach of this researchwith a direct approach using musicological science. The originator of the thousand songs is still unknown until now because the songwriter just sparked when doing the tembangan and according to information from the previous story the song ribu ribu the creator has died therefore the ribu ribu song has no patent owner but can be preserved. The ribu ribu song is well developed and very well received because this song includes tembangan or another word for tembangan according to the local language or Rambanglanguage is "Betembang" which means singing, until now the ribu ribu songs is still used in weddings. The use of ribu ribu songs at weddings in the Rambang Niru area is a tradition of the local community because ribu ribu songs are used to release the bride and groom because they are married and will live a new life, ribu ribu songs are a blend of between two families who feel happy because the child has found a soul mate.
Penggunaan Metode Drill pada Ekstrakurikuler Ansambel Gitar di SMK Negeri 1 Tulung Selapan Pratama, Andre; Firmansyah, Feri; Firmansyah, Dedy
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1889

Abstract

Latar belakang dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana kegiatan ekstrakurikuler ansambel gitar di SMK Negeri 1 Tulung Selapan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menganalisis penggunaan metode drill pada ekstrakurikuler ansambel gitar di SMK Negeri 1 Tulung Selapan. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi dari tiga sumber data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler ansambel gitar di SMK Negeri 1 Tulung Selapan sudah berjalan cukup baik, namun untuk siswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler ansambel gitar ini, hal tersebut di sebabkan oleh kurangnya motivasi dalam mempelajari musik daerah itu sendiri, serta tingkat kesulitan siswa dalam mengikuti proses kegiatan ekstrakurikuler ansambel gitar bermacam-macam seperti kesulitan dalam mempelajari teknik-teknik dasar bermain gitar terutama gitar klasik, serta sulitnya untuk mempelajari notasi balok bagi para siswa.
Bentuk Penyajian pada Tari Emban Mangian di Sangar Seni Tosanda Kota Prabumulih Zhorifallah, Naufal; Putra, Rio Eka; Firmansyah, Dedy
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 4 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i4.3003

Abstract

Penelitian ini membahas tentang seni sebagai bentuk penciptaan yang melibatkan keindahan dan daya tarik visual. Tari Emban Mangian adalah tari khas kota Prabumulih sebagai persembahan atau disebut penyambutan pengantin, syukuran penyambutan tamu. Tarian ini di tampilkan dalam penyambutan pengantin dan penyambutan tamu yang dimaksud sebagai upacara selamat datang dan ungkapan rasa hormat kepada pengantin dan tamu kehormatan.Dalam konteks tari, gerakan dianggap sebagai bahasa tubuh yang melibatkan anggota tubuh manusia. Setiap gerakan dalam tarian mengalami gaya, yang mengubahnya memiliki daya pikat artistik dan berfungsi sebagai media untuk memberikan efek kepada penonton.Penelitian ini juga mengkaji dua jenis gerakan dalam tarian, yaitu gerakan murni dan gerakan maknawi. Gerakan murni adalah gerakan yang telah dirancang untuk mencapai bentuk artistik tanpa maksud tertentu, sedangkan gerakan maknawi adalah gerakan yang telah mengalami proses penataan dari bentuk wajah menjadi tidak wajar, sehingga tidak memiliki arti yang jelas.Selain itu, busana dalam tari juga menjadi fokus penting dalam penelitian ini. Busana berfungsi sebagai media yang mendukung dan menyatu dengan gerakan tajam, sehingga menciptakan kesatuan yang sempurna antara gerakan dan penampilan.
Studi Literatur: Kemampuan Berpikir Kreatif dan Berpikir Komputasional Peserta Didik melalui Model Project Based Learning pada Konsentrasi Keahlian Teknik Elektronika di Sekolah Menengah Kejuruan Firmansyah, Dedy; Pramana, Heri
Journal of Professional Education Vol. 13 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Pendidikan Perintis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada teknologi abad 21 diutamakan dalam upaya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi peserta didik dengan mengintegrasikan kemampuan berpikir yang kreatif dan berpikir komputasional dalam hal pemecahan suatu permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Keterampilan berpikir kreatif merupakan suatu proses berpikir untuk menentukan hubungan yang baru antara berbagai hal. Berpikir komputasional merupakan metode penyelesaian masalah yang dirancang untuk dapat diselesaikan oleh manusia, komputer, atau keduanya. Ini melibatkan aplikasi ilmu komputasi untuk menganalisis dan menyelesaikan masalah yang kompleks. Penemuan pemecahan baru dari suatu permasalahan, Menemukan metode baru maupun menemukan bentuk artistik baru. Penelitian Ini berbasis literatur review yang dilakukan untuk mengkaji model pembelajaran project-based learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kreatif dan berpikir komputasional peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode literatur review sebanyak 10 artikel berbahasa inggris. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan 10 artikel yang dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian literatur review ini adalah kemampuan keterampilan berpikir keratif dan berpikir komputasional peserta didik melalui penerapan model pembelajaran project-based learning (PjBL) memiliki pengaruh yang sangat signifikan dan baik.
Deskripsi Gerak Tari Pirdi di Sanggar Seni Nusa Kirana Wati, Sartila; Nurdin, Nurdin; Firmansyah, Dedy
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 1 No 4 (2022): Vol 1 No 4. Page: 185 - 239
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v1i4.34

Abstract

The purpose of this research is to describe the movements of the Pirdi dance at the Nusa Kirana Art Studio, Palembang. The method used by researchers is the descriptive qualitative method. Data collection techniques for this study used observation, documentation, and interviews. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained in this study are that the Pirdi dance is a dance from the city of Palembang which is categorized as a creative dance created in 1972 and has been performed in more than 27 countries from 1994 to 2002, this dance functions as entertainment. This dance tells about the life of the people of Palembang city, the number of dancers can be even or odd, it can be danced by females and male dancers, and it can also be female dancers. songket spans, 2) the prayer movement assembling the plate and 3) theprayer movement assembling the jug. Middle/ core movement, consisting of 1) deer jumping motion, 2) begelut squirrel movement, 3) repetition 4) deer jumping motion, 5) squirrel twisting motion, 6) gazing motion, 7) repetition of deer jumping.