Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS UJI PROKSIMAT IKAN GABUS (Channa striata) LAMPUNG SEBAGAI BAHAN BAKU NUGGET IKAN Suci Hardina Rahmawati; Fahrulsyah Fahrulsyah; Novita Herdiana; Arlin Wijayanti
Fisheries Of Wallacea Journal Vol 3, No 2 (2022): Volume 3 No. 2 (Edisi Agustus 2022)
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55113/fwj.v3i2.1286

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melakukan analisis uji proksimat ikan gabus (Channa striata) lampung sebagai bahan baku nugget ikan. Penelitian dan analisa hasil penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan Universitas Nahdlatul Ulama Lampung. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penambahan tepung tapioka pada nugget ikan gabus (Channa striata) Lampung mengakibatkan perbedaan mutu pada nugget yang dihasilkan. Uji Proksimat menunjukkan penambahan tepung tapioka pada pembuatan nugget ikan gabus berpengaruh sangat nyata terhadap kadar protein, kadar lemak dan kadar abu. Semakin besar persentasi tepung tapioca pada nugget ikan gabus maka kadar protein, kadar abu semakin kecil. Namun penambahan tepung tapioka tidak berpengaruh terhadap kadar air nugget ikan gabus. Secara keseluruhan kandungan proksimat nugget ikan gabus hasil penelitian ini berada pada standar yang dianjurkan standar SNI 01-6683-2002 dengan ketentuan batas maksimal nilai karbohidrat, kadar lemak, berturut-turut yaitu 25%, 20% (%bb), dan kadar protein minimum 12% (%bb). 
THE FERMENTED SWEET POTATO FLOUR Deary Amenthy Zahrotinufus Joen; Giffary Pramafisi Soeherman; Fahrulsyah Fahrulsyah
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v1i1.2660

Abstract

Sweet potatoes ( Ipomea batatas L.) is a source of carbohydrates. The high carbohydrate content makes sweet potatoes very potential to be processed into flour. However, naturally processed sweet potato flour has some drawbacks when applied to food. To overcome this problem, it is necessary to modify the processing process for sweet potato flour. One way to modify flour can be done by fermentation using Lactic Acid Bacteria (BAL). The principle of modification by fermentation in a spontaneous way that is thought to grow is Lactic Acid Bacteria (BAL) which produce pektinolytic and sellulolytic enzymes that can destroy the cell walls of yams so that starch hydrolysis occurs. In addition, the duration of fermentation will affect the fermentation results. The purpose of this experiment was to determine the effect of spontaneous fermentation on the color of sweet potato flour.
THE EFFECT OF DIFFERENT ADSORBING AGENT AS PURIFIER ON SMOKED-COPRA OIL CHARACTERISTIC Giffary Pramafisi Soeherman; Fahrulsyah Fahrulsyah; Iyan Indrawan
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v2i1.2883

Abstract

Efforts that can be made in clarifying copra oil made by the smoking method are absorption by adsorbents such as activated charcoal, zeolite, and bleaching earth. The adsorbent can be used for decolourizing and deodorizing. This research aims to determine the characteristics of purified smoked copra oil using different absorbents. Copra oil is weighed properly and the weight is recorded. Each absorbent material as much as 5% (w/w) of oil is added to the oil which has been heated at 70°C. Purification was carried out for 2 hours at a temperature of 70-75°C. The purification process is carried out in one stage. The oil is then filtered using filter paper (separating absorbent material and pure oil). The oil obtained was then subjected to free fatty acid (ALB) and organoleptic analysis. Based on the research results, purification with zeolite adsorbent resulted in the largest ALB reduction with a decrease value of 39.71%. Judging from the organoleptic characteristics, zeolite can significantly reduce the intensity of the brown color, the intensity of the coconut aroma, and the intensity of the rancid aroma. Activated charcoal can significantly reduce the intensity of the brown color, the aroma of smoke, the distinctive aroma of coconut and the rancid aroma of copra oil, while bleaching earth provides a marked reduction in the intensity of the brown color of the oil which at the same time provides a significant increase in oil clarity. The use of absorbent materials can affect the characteristics of smoked copra oil so that it has the potential to improve the quality of smoked copra oil.
Evaluating the Quality and Added Value of Durian Peel Briquettes Using Tar Waste as Adhesive Fahrulsyah Fahrulsyah; K R Ningtyas; T.N Agassi; M. P. M Harahap
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i3.360

Abstract

Durian peel has a cellulose content that reaches 64.51%. The high cellulose value in durian peel has the potential to be an energy source for making bio-briquettes. Charcoal biobriquettes require adhesive to hold the charcoal powder together, affecting the calorific value. In this research, the adhesive used was tapioca flour and tar. To measure the quality of durian peel briquettes, the water content, ash content, calorific value, and added value of the product were tested. The research showed that durian peel briquettes treated with variations in tapioca flour and tar adhesive (3:1) had good quality. This can be seen from the water content of 9.41% and the ash content of 13.6%; these values ​​are still by the Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 47 of 2006. The calorific value of the briquette product is 9694.53 cal/g and entered into SNI standards. Calculation or analysis of product-added value is calculated using the Hayami method. IDR is the added value from the one-time processing of durian peel bio briquette production with 30 kg of raw materials. IDR. 7000/kg. Based on the added value ratio when connected to Hubeis theory, the added value of this biobriquette product is in the high category (>40%).
PENERAPAN DIGITAL MARKETING MELALUI MARKETPLACE SHOPEEFOOD DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN KEDAI KOPI (STUDI KASUS DIWA REUNION LAMPUNG) Monica, Helda; Agasi, Taufik Nugraha; Azalia, Ailsa; Fahrulsyah, Fahrulsyah
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v3i1.3356

Abstract

Diwa Reunion merupakan salah satu kedai yang bergerak pada pengolahan minuman kopi yang berlokasi di provinsi. Proses pembelian menu minuman dan makanan pada Diwa Reunion dapat dilakukan secara offline maupun online. Meskipun sudah melakukan pemasaran secara online namun belum memberikan dampak peningkatan penjualan pada Diwa Reunion. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengembangkan sistem digital marketing pada diwa reunion melalui marketplace shopeefood serta menganalisis penerapan digital marketing pada penjualan produk di diwa reunion. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif dalam perancangan strategi peningkatan penjualan Diwa Reunion. Membantu dalam merancang strategi yang lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran untuk meningkatkan penjualan pada kedai kopi Diwa Reunion. Hasil pada penelitian ini yaitu pada penerapan shopeefood pada kedai kopi Diwa Reunion menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 7%. Peningkatan pendapatan ini terjadi selama periode bulan Juni hingga bulan September 2023, pendapatan tertinggi terdapat pada bulan September dengan total pendapatan sebesar Rp. 35.153.000. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi digital marketing yang dikembangkan oleh Penulis berhasil meningkatkan penjualan pada kedai kopi Diwa Reunion.Top of Form
KARAKTERISTIK SEDIAAN BALSEM STICK DENGAN VARIASI FORMULASI PENAMBAHAN MINYAK DAUN EUCALYPTUS GLOBULUS Wulandari, Julia; Fahrulsyah, Fahrulsyah; Agasi, Taufik Nugraha; Joen, Deary Amenthy Zahrotinufus
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v3i1.3452

Abstract

Balsem stick merupakan produk farmasi dengan dasar basis salep yang mengandung zat aktif obat. salah satunya metil salisilat berfungsi untuk meredakan nyeri sendi akibat otot tegang, keseleo, cedera, atau radang sendi. Penggunaan metil salisilat berlebihan dapat menimbulkan efek samping seperti rasa gatal atau terbakar pada kulit, kemerahan hingga pengelupasan dikulit. Eucalyptus Globulus termasuk dalam famili Myrtaceae merupakan salah satu jenis ekaliptus yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Eucalyptus globulus memiliki aktivitas farmakologis karena mengandung senyawa kimia cineole yang berfungsi sebagai metil salisilat alami. Pembuatan balsem stick dimulai dengan penyulingan melalui metode uap air atau steam and water distillationdengan cara memisahkan antara hidrosol dan minyak ekaliptus. Proses selanjutnya pembuatanbalsem stick dilakukan dengan meleburkan semua bahan seperti vaselinealbum, paraffin dan menthol menggunakan hotplate. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yangterdiri atas 1 faktor dengan 4 jenis variasi formulasi penambahan minyak daun ekaliptus yaitu 0,5 ml, 1 ml, 1,5 ml dan 2 ml, melalui 5 kali pengulangan sehingga didapatkan jumlah 20 sampel, kemudian dilakukan pengamatan dengan melakukan uji pH, homogenitas, daya sebar dan organoleptik. Hasil penyulingan didapatkan rendemen minyak 0,005% dengan nilai indeks bias sebesar 1,4598. Minyakdaun ekaliptus ditambahkan pada formulasi sediaan balsem stick, hasil analisis didapatkan sediaan balsem stick terbaikpada formulasi keempat dengan formulasi penambahan minyak daun ekaliptus sebanyak 2 ml.
Upcycling Cangkang Kelapa Sawit Menjadi Green Filler Teraktivasi Ultrasonik dan Aplikasinya Sebagai Pengisi Kompon Karet Soeherman, Giffary Pramafisi; Putri, Pridata Gina; Fahrulsyah, Fahrulsyah; Agassi, Taufik Nugraha; Indrawan, Iyan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol19n1.4

Abstract

Cangkang kelapa sawit (CKS) merupakan salah satu hasil samping produksi industry pengolahan sawit yang hingga saat ini, di Indonesia, masih belum termanfaatkan secara optimal. Salah satu pemanfaatan CKS sebagai bahan dengan serat tinggi yaitu dengan cara mengubahnya menjadi material tinggi karbon. Material karbon ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif bahan pengisi bagi industry pengolahan karet untuk menggantikan Sebagian besar carbon black (CB) yang tidak ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi CB menggunakan green filler CKS teraktivasi ultrasonik terhadap karakteristik mekanis kompon karet berbahan dasar lump. CKS melalui proses pirolisis diubah menjadi arang dan diaktivasi menggunakan ultrasonic dengan frekuensi 40 kHz selama 15 menit. Arang aktif CKS yang diperoleh kemudian ditambahkan ke dalam formulasi kompon sebagai pengganti substitusi carbon black dengan formulasi berbeda sesuai dengan perlakuan. Kompon yang dihasilkan diuji karakteristik curing-nya sebelum dicetak menggunakan hot press. Vulkanisat yang diperoleh kemudian diuji karakteristik mekanisnya yang meliputi kekerasan, kuat Tarik, perpanjangan putus, dan young modulus. Kompon dengan 100% carbon black menghasilkan nilai torsi minimum (ML), torsi maksimum (MH), waktu pemasakan optimum (TC90) dan waktu scorch (ts2) sebesar 13,02 kgf-cm, 34,54 kgf-cm, 232 detik, dan 101 detik secara berturut-turut. Kompon dengan komposisi filler 30 phr CB dan 30 phr arang CKS teraktivasi ultrasonic memiliki ML, MH, TC90, dan ts2 sebesar 9,35 kgf-cm, 12,28 kgf-cm, 98 detik, dan 91 detik secara berturut-turut.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA KARBONISASI DALAM OPTIMALISASI RENDEMEN ARANG DAN REDUKSI VOLUME ASAP DI KELOMPOK TANI SIMBARINGIN DUSUN SIDOSARI LAMPUNG SELATAN Ningtyas, Kurnia Rimadhanti; Fahrulsyah, Fahrulsyah; Agassi, Taufik Nugraha; Soeherman, Giffary Pramafisi; Harahap, M. Perdiansyah Mulia; Putri, Pridata Gina
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.4223

Abstract

Proses karbonisasi atau pengarangan pada usaha arang tempurung kelapa di kelompok tani simbaringin memiliki beberapa permasalahan antara lain proses pengarangan masih menggunakan alat yang sederhana sehingga rendemen arang belum optimal dan volume asap yang yang cukup banyak dari proses pembakaran tempurung kelapa. Oleh sebab itu kegiatan PKM ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dengan memodifikasi alat karbonisasi dengan teknologi tepat guna sehingga terdapat peningkatan rendemen pada produk arang dan dapat mereduksi volume asap dari proses pembakaran, serta melakukan transfer pengetahuan terkait proses produksi arang yang memiliki kualitas yang sesuai standar. Program PKM ini dilakukan dalam beberapa tahapan kegiatan antara lain: tahap awal berupa dikusi dengan pengusaha arang, dilanjutkan dengan membuat desain alat pirolisis untuk proses karbonisasi tempurung kelapa dilanjutkan dengan transfer iptek kepada pengusaha arang di Desa Simbaringin serta dilakukan diskusi bersama kembali sebagai bentuk monitoring dan evaluasi kegiatan PKM. Kegiatan awal PKM dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024 di tempat usaha Bapak Andri M. Solihin. Pada kegiatan tahap awal ini dilakukan diskusi bersama untuk menyatukan persepsi. Teknologi tepat guna berupa alat pirolisis yang diterapkan di kelompok tani Simbaringin ini diharapkan dapat meningkatkan rendemen dari produk arang tempurung kelapa sebesar 10 % dan dapat mereduksi asap yang dihasilkan dari proses pembakaran dengan suhu berkisar dari 200 o C – 400 o C. Prinsip dari alat ini adalah pembakaran tidak langsung dimana bahan bakar tidak bersentuhan langsung dengan tempurung kelapa serta merubah asap yang ada pada ruang reaktor menjadi asap cair. Kata kunci : arang, karbonisasi, rendemen, teknologi tepat guna
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA AGROINDUSTRI KERUPUK IKAN LELE (Clarias batrachus) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri blume) Rahmawati, Suci Hardina; Putra, Muhammad Apandi; Fahrulsyah, Fahrulsyah; Harahap, M Perdiansyah Mulia
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v2i2.3244

Abstract

Tepung porang dari umbi porang (Amorphophallus muelleri blume) memiliki kandungan serat pangan larut yang strukturnya mirip dengan pectin atau disebut juga glukomanan dengan kandungannya sebanyak 67%. Menurut salah satu petani porang di lampung selatan menyebutkan bahwa ekspor porang di berhentikan karena kualitas porang di Indonesia kurang baik. Oleh karena itu penelitian ini memanfaatkan porang untuk diambil tepungnya guna bahan campuran kerupuk ikan lele. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kerupuk ikan lele baik secara sensori maupun proksimat. hasil yang telah dicapai pada penelitian ini pengolahan kerupuk ikan lele dengan penambahan bahan dasar tepung porang diuji dengan parameter organoleptik dan proksimat yaitu : Uji proksimat sampel kontrol pada kadar air 9,3865, kadar abu 6,0316, lemak 0,3452, protein 3,5992, serat kasar 1,2993, dan karbohidrat 80,6374 dan pada sampel produk kadar air 10,3687, kadar abu 5,7409, lemak 0,4752, protein 4,7991, serat kasar 1,5307, dan karbohidrat 78,6252. Uji organoleptik sampel kontrol warna rata-rata 2,3=23 penilaian panelis biasa sedangkan sampel produk warna 2,8=28 penilaian panelis suka, sampel kontrol aroma rata-rata 2,2=22 penilaian panelis biasa sedangkan sampel produk aroma 2,8=28 penilaian panelis suka, sampel kontrol tekstur rata-rata 2,3=23 penilaian panelis biasa, sedangkan sampel produk tekstur 2,9=29 penilaian panelis suka, sampel kontrol rasa rata-rata 2,3=23 penilaian panelis biasa, sedangkan sampel produk rasa 3=30 penilaian panelis suka.
Color Change of Red Dragon Skin Anthocyanin Extract Biosensor for Freshness Application of Gurame Fish (Osphronemus Goramy) Agassi, Taufik Nugraha; Putri, Pridata Gina; Ningtyas, Kurnia Rimadhanti; Deary Amethy Zahrotinufus; Fahrulsyah
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i2.647

Abstract

Freshness of gourami fish is essential in determining the quality of fishery products because fish in fresh conditions will have good quality, so they are safe for consumption. Innovative packaging allows real-time fish freshness monitoring through color changes on the biosensor label. This study aimed to determine the color changes of the biosensor during application to the product. The results of this study, the biosensor applied to the product at a temperature of 4 ° C had a reddish-brown color until the 6th day of storage and on the 7th to 9th day it changed to greenish yellow, this is by the decrease in product quality indicated by the TVN-N value on the 7th day 19,413 mgN / 100g, the 8th 25,883 mgN / 100g and the 9th 33,650 mgN / 100g. The color of the biosensor on the 9th day is the L * value of 50.6, the a * value of 0.4, the b * value of 49.6, and the Hue value of 47 °. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 2: Zero HungerSDG 3: Good Health and Well-beingSDG 9: Industry, Innovation and InfrastructureSDG 12: Responsible Consumption and Production