Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pertumbuhan dan Produksi Hijauan Busi (Melochia umbellata) di Daerah Lahan Kering Menurut Interval Pemangkasan Sulistijo, Edi Djoko
JAS Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Animal Science (JAS) - Januari 2025
Publisher : Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman busi merupakan salah satu jenis tumbuhan asli dan eksotik yang berpotensi untuk pengembangan di daerah lahan kering yang telah teridentifikasi, namun informasi mengenai hasil dan kualitas hijauan yang dihasilkan dan bagaimana hal ini dipengaruhi oleh interval pemangkasan masih terbatas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah interval pemangkasan 8, 12, dan 16 minggu. Selain itu, dilakukan juga uji perbandingan berpasangan antara hasil interval 8 minggu dan akumulasinya dengan 8 minggu selanjutnya. Hasil penelitian pada parameter jumlah tunas, panjang tunas, rasio batang dan daun, kandungan BK, kandungan BO, produksi BS per pohon, produksi BK per pohon, dan produksi BO per pohon tanaman busi (Melochia umbellata) diukur pada minggu ke 8, minggu ke – 12, dan minggu ke - 16 yang ditanam di lahan kering tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05). Kemampuan pertumbuhan dan produksi tanaman busi yang ditanam pada lahan kering dengan interval umur pemotongan minggu ke 8, minggu ke 12, dan minggu ke 16 tidak berbeda nyata namun terdapat respon pertambahan panjang tunasnya yang menunjukkan masih mampu memproduksi hormon pertumbuhan sekalipun ditanam pada lahan kering.
PENGARUH LEVEL PUPUK ORGANIK CAIR TOP G2 TERHADAP DAYA CERNA BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK IN VITRO RUMPUT GAJAH MINI (Pennnisetum purpureum cv. Mott) PADA PANEN KEDUA: The Effect of TOP G2 Liquid Organic Fertilizer Levels on In Vitro Digestibility of Dry Matter and Organic Matter in Mini Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) Vekianus Bulu Peka Milla; Dominggus Benyamin Osa; Edi Djoko Sulistijo; Stefanus Tany Temu
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2331

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh level pupuk organik cair TOP G2 terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro rumput gajah mini (Pennisetum purupreum cv. Mott) pada panen kedua. Penelitian dilaksanakan di Kebun Bela Rasa Pengembangan Sosial Ekonomi/ Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadya (PSE/P4S) Keuskupan Agung Ende yang terletak di Jl. Udayana, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende. Penelitian berlangsung selama 45 hari pasca panen pertama sejak 20 Mei sampai dengan 4 Juli 2023. Metode penelitian adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan yaitu M0: tanpa perlakuan (kontrol), M1: 10 ml pupuk organik cair TOP G2/ 1 liter air, M2: 20 ml pupuk organik cair TOP G2/ 1 liter air, M3: 30 ml pupuk organik cair TOP G2/ 1 liter air. Variabel yang diukur adalah daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada panen kedua. Simpulan bahwa level pupuk organik cair TOP G2 memberikan pengaruh relatif sama terhadap daya cerna bahan kering dan bahan organik in vitro rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada panen kedua. Kata kunci: Daya Cerna Bahan Kering In Vitro, Daya Cerna Bahan Organik In Vitro, Pupuk Organik Cair TOP G2, Rumput Gajah Mini
Kecernaan in Vitro Bahan Kering dan Bahan Organik Hijauan Padang Rumput Alam di Desa Bhezamari dan Raporendu Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende Osaputra Sama, Frederikus; Djoko Sulistijo, Edi; Panca Nastiti, Herayanti
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 12 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i12.1280

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro hijauan pakan padang rumput alam di Desa Bhezamari dan Desa Raporendu Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan survei, pengukuran, dan pengamatan langsung di lapangan. Materi penelitian adalah leguminosa dan hijauan rumput yang tumbuh di padang rumput alam di lokasi penelitian. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro. Data dianalisis dengan Uji t Student. Hasil penelitian diperoleh, rataan kecernaan bahan kering in vitro hijauan pakan padang penggembalaan alam di Desa Bhezamari dan Desa Raporendu adalah 42,989% dan 37,481%. Rataan kecernaan bahan organik in vitro hijauan pakan padang penggembalaan alam di Desa Bhezamari dan Desa Raporendu adalah 41,351% dan 38,764%. Hasil analisis uji t (t-student) KcBK diperoleh nilai t hitung 2,672 t lebih besar (>) dari t tabel 2,12. Nilai t hitung KcBO diperoleh 1,365 lebih kecil (<) dari t tabel 2,12. Kesimpulan KcBK desa Bhezamari lebih tinggi dibanding desa Raporendu, sedangkan KcBO antara Desa Bhezamari dan KcBO Desa Raporendu relatif sama. Nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro pada kedua Desa termasuk dalam kategori rendah
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF) dan Acid Detergent Fiber (ADF) Serta Lignin Tanaman Indigofera zollingeriana Nana, Yohanes Fernando; Sulistijo, Edi Djoko; Temu, Stefanus Tany
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i5.2059

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) dan Lignin tanaman Indigofera zollingeriana. Materi yang digunakan adalah anakan Indigofera zollingeriana, tanah, pupuk kandang dan air. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan tersebut adalah J1= 1 meter x 1,25 meter, J2= I meter x 1 meter, J3= 1 meter x 0.75 meter, dan J4= 1 meter x 0,50 meter. Variabel yang diukur adalah kandungan Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF), dan Lignin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa jarak tanam berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan NDF, berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan ADF dan Lignin. Simpulan bahwa pada jarak tanam (1 x 1,25 m) yang lebih lebar memberikan kandungan NDF, ADF dan lignin tanaman Indigofera zollingeriana lebih rendah dibandingkan pada jarak tanam yang lebih sempit.
Pengaruh Level Pupuk Organik Cair Top G2 Terhadap Produksi Bahan Segar dan Bahan Kering Serta Bahan Organik Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Panen Kedua Tjadu Hina, Anggi N. C.; Nastiti, Herayanti Panca; Osa, Dominggus Benyamin; Sulistijo, Edi Djoko
Animal Agricultura Vol 3 No 2 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v3i2.127

Abstract

This study was carried out with the aim of determining the effect of applying TOP G2 organic liquid fertilizer (OLF) level on the production of fresh and dry matter, as well as organic matter of mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) in the second harvest. This research used a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 4 treatments and 4 replications to obtain 16 experimental units. The treatments were M0: without TOP G2 organic liquid fertilizer (OLF), M1: 10 ml TOP G2 OLF /1 water liter, M2: 20 ml TOP G2 OLF/1 water liter, M3: 30 ml TOP G2 OLF/1. The variables measured in this research are the production of fresh matter, dry matter and organic matter. The results of the analysis of variance showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the production of fresh matter, dry matter and organic matter of mini elephant grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) for the second harvest. The conclusion of this research is application of TOP G2 OLF at different level has relative same effect on the production of fresh matter, dry matter and organic matter of Mini Elephant Grass. M3 treatment (30ml / 1 liter of water) tends to provide the highest production of fresh matter, dry matter and organic matter.
Pengaruh Substitusi Bahan Sumber Energi dengan Tepung Tongkol Jagung Hasil Fermentasi Probiotik Win Prob dan Imbuhan Zn Biokompleks dalam Pakan Konsentrat terhadap Protein Kasar Tercerna, Energi Tercerna dan TDN Sapi Bali Penggemukan Halek, Hildegardis; Sulistijo, Edi Djoko; Amalo, Daud
Animal Agricultura Vol 3 No 2 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v3i2.129

Abstract

This study examined the effect of rice bran and ground corn substitution levels with Win_prob probiotic fermented corn cob flour (TTJF) and the addition of Zn biocomplex in concentrate feed on the nutrient digestibility of fattening Bali cattle. A total of 12 male Bali cattle aged 1–1.5 years (147–189 kg; 168.08±15.50 kg; KV 9.22%) were tested with 4 treatments × 3 replicates: P0 (control); P1 (bran replaced with 25% TTJF and 15% ground corn); P2 (35% and 25%); P3 (45% and 35%); all treatments supplemented with 100 mg of bio-complexed Zn. Variables: digestible crude protein, digestible energy, and TDN; analysis using ANOVA. The mean showed a downward trend from P0 to P3, but was not significantly different (P>0.05). It was concluded that TTJF could be used up to 45% to replace bran and 35% to replace ground corn from the initial composition of 55% bran + 20% corn in the concentrate, without reducing the digestibility of protein, energy, and TDN in Bali cattle.
Efek Tinggi Pemotongan pada Produksi Bahan Segar dan Bahan Kering serta Bahan Organik Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) Panen Kedua Reinardus Christmas Aga; Edi Djoko Sulistijo; Herayanti P. Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4142

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan efek tinggi pemotongan pada hasil rumput segar, jerami, dan bahan organik Pennisetum purpureum cv. Mott. Selanjutnya, kami menyelidiki tinggi pemotongan optimal untuk memastikan hasil Pennisetum purpureum cv. Mott pada panen kedua. Kajian ini menggunakan pendekatan eksperimental rancangan acak lengkap (RAL). Tinggi pemotongan pada T1 adalah 5 cm, T2 10 cm, T3 15 cm, T4 20 cm, dan T5 25 cm. Hasil bahan organik, jerami, dan rumput segar diselidiki sebagai variabel. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA). Perlakuan T2 memiliki hasil bahan segar tertinggi, yaitu 5,26 kg/1.565 m2 (setara dengan 33,93 ton/ha). Perlakuan T5 memiliki hasil bahan kering dan organik tertinggi, yaitu 0,490 kg/1.565 m2 (setara dengan 3,13 ton/ha). Rata-rata hasil bahan organik di semua perlakuan adalah 0,416 kg/1.565 m2 (setara dengan 2,65 ton/ha). Hasil analisis varians menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) antar perlakuan terhadap hasil bahan segar, kering, dan organik Pennisetum purpureum cv. Mott. Hasil menunjukkan bahwa baik hasil bahan kering maupun organik meningkat pada tinggi pemotongan 25 cm di atas tanah. Rata-rata hasil bahan kering adalah 0,49 kg/1.565 m2, dan rata-rata hasil bahan organik adalah 0,41 kg/1.565 m2.
Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandungan Karbohidrat dan Energi Serta Selulosa Pada Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Yosua Rini; Edi Djoko Sulistijo; Stefanus Tany Temu; Herayanti Panca Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5565

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium lapangan Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana selama 4 bulan (Februari s/d Mei 2024). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) terhadap kandungan karbohidrat, energi, dan selulosa. Metode yang digunakan dalam penelitian aSdalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu T1 = Tinggi pemotongan 5 cm dari atas permukaan tanah; T2 = Tinggi pemotongan 10 cm dari atas permukaan tanah; T3 = Tinggi pemotongan 15 cm dari atas permukaan tanah; T4 = Tinggi pemotongan 20 cm dari atas permukaan tanah; dan T5 = Tinggi pemotongan 25 cm dari atas permukaan tanah. Variabel yang diukur meliputi kandungan karbohidrat, kandungan energi dan kandungan selulosa. Nilai rata-rata kandungan karbohidrat (71,43% BK), energi (2.531,04 kkal/kg BK) dan selulosa (29,98% BK). Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan karbohidrat dan energi, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan selulosa. Hasil uji lanjut menunjukan tinggi pemotongan 20 cm dan 25 cm mengandung selulosa lebih rendah dari 5 cm dan 10 cm. Disimpulkan bahwa tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) 25 cm dari permukaan tanah memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Pertumbuhan Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) Panen Kedua Maria Ria; Herayanti Panca Nastiti; Edi Djoko Sulistijo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan terhadap pertumbuhan Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) panen kedua. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode percobaan dengan menggunakan pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari T1: tinggi pemotongan 5 cm di atas permukaan tanah, T2: tinggi pemotongan 10 cm di atas permukaan tanah, T3: tinggi pemotongan 15 cm di atas permukaan tanah, T4: tinggi pemotongan 20 cm di atas permukaan tanah, dan T5: tinggi pemotongan 25 cm di atas permukaan tanah. Variabel yang diteliti adalah tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA). Berdasarkan hasil penelitian tinggi tanaman terendah di T4 = 66,50±4,34 cm dan tertinggi di T2 = 73,50±2,02 cm sedangkan jumlah anakan terendah di T5 = 29,27±4,62 anakan dan tertinggi T2 = 51,54±3,11 anakan sedangkan jumlah daun terendah di T5 = 132,08±10,52 helai dan tertinggi di T2 = 170,71±2,25 helai. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) panen kedua. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi pemotongan 10 cm di atas permukaan tanah cenderung menghasilkan pertumbuhan yang tertinggi dengan rataan tinggi tanaman 73,50 cm, jumlah anakan 51,54 anakan dan jumlah daun 170,71 helai.