Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Equilibrium: Jurnal Pendidikan

Eksistensi Pak Ogah Pada Ruang Publik Jalan Raya di Kota Makassar Sopian Tamrin; Musfira Putri Irawan; Najamuddin Najamuddin; Arisnawawi Arisnawawi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 11, No 2 (2023): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.192 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v11i2.10619

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya Pak Ogah bermunculan di ruang publik jalan raya kota Makassar.  Mereka memiliki latar usia yang beragam, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana eksistensinya di tengah ruang publik jalan raya di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Informan penelitian terdiri dari Pak Ogah pada beberapa titik di kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ruang publik jalan raya adalah pilihan eksistensi paling memungkinkan bagi pak ogah. Fenomena pak ogah juga menunjukkan masalah kelas bawah pada masyarakat perkotaan. Pak ogah sebagai pekerjaan yang cukup bersahabt dengan masyarakat kelas bawah  karena tidak memerlukan kualifikasi pendidikan yang tinggi, tidak membutuhkan keahlian yang khusus, dan dapat dilakukan dengan waktu yang longgar. Jalan raya sebagai ruang publik dipahami sebagai arena dimana mereka bisa mendapatkan penghidupan sekaligus mengekspresikan eksistensi dan aktualisasinya. Fenomena ini merupakan satu pertarungan eksistensi sekaligus bentuk ekspresi atas minimnya ruang publik yang ada di kota makassar.
Transformasi Perilaku Kelompok Radikal ke Moderat di Era Digital Muhammad Sabiq; Iskandar Iskandar; Andi Burhanuddin; Arisnawawi Arisnawawi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17188

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses transformasi perilaku kelompok radikal menjadi lebih moderat di era digital. Penelitian ini tidak menganggap teknologi digital dan media sosial sebagai satu-satunya faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan dan bergabung dalam kelompok radikalisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian sosiologi digital, dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisa data adalah teori tranfsormasi sosial masyarakat modern. Temuan penelitian ini adalah: pertama, jumlah warga Indonesia yang terpapar radikalisme sangat besar namun terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Kedua, kelompok radikal ini mulai menerima sekularisme, seperti undang-undang, konsep NKRI, serta Pancasila, dan juga menggunakan produk modernitas seperti teknologi digital dan media sosial. Ketiga, penggunaan teknologi digital dan media sosial menyebabkan fenomena psikologis, yang disebut sebagai depersonalisasi. Pengalaman depersonal ini menguat karena kekecewaan individu dalam ruang fisiknya, baik karena ketidakharmonisan keluarga, kekecewaan kondisis sosial politik, dan lainnya. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengayaan khazanah sosiologi digital dan khususnya kajian depersonalisasi paham radikal dan kelompok teroris.
Etika dan Praktik Keagamaan di Era Digital: Mempertahankan Nilai di Tengah Kemajuan Teknologi Iskandar Iskandar; Muhammad Sabiq; Tawakkal Baharuddin; Arisnawawi Arisnawawi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji transformasi praktik keagamaan di era digital dan mengidentifikasi tantangan etika yang timbul akibat penggunaan teknologi dalam ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur untuk menganalisis berbagai referensi terkait etika dan praktik keagamaan di era digital guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan di tengah kemajuan teknologi. Temuan utama menunjukkan bahwa transformasi praktik keagamaan di era digital membawa manfaat dalam hal kemudahan akses, tetapi juga menghadirkan tantangan etika terkait keaslian ajaran, otoritas agama, integritas nilai agama, privasi data, dan komersialisasi. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat mengaburkan ajaran yang sah, sementara kemudahan akses dapat mengurangi pemahaman mendalam tentang agama. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis guna menjaga integritas ajaran agama dan memastikan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Untuk menjaga kesakralan dan integritas ajaran agama, dibutuhkan upaya bersama dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis dalam menghadapi kemajuan teknologi di era digital.
Etika dan Praktik Keagamaan di Era Digital: Mempertahankan Nilai di Tengah Kemajuan Teknologi Iskandar, Iskandar; Sabiq, Muhammad; Baharuddin, Tawakkal; Arisnawawi, Arisnawawi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17184

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji transformasi praktik keagamaan di era digital dan mengidentifikasi tantangan etika yang timbul akibat penggunaan teknologi dalam ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tinjauan literatur untuk menganalisis berbagai referensi terkait etika dan praktik keagamaan di era digital guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai tantangan dan peluang dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan di tengah kemajuan teknologi. Temuan utama menunjukkan bahwa transformasi praktik keagamaan di era digital membawa manfaat dalam hal kemudahan akses, tetapi juga menghadirkan tantangan etika terkait keaslian ajaran, otoritas agama, integritas nilai agama, privasi data, dan komersialisasi. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat mengaburkan ajaran yang sah, sementara kemudahan akses dapat mengurangi pemahaman mendalam tentang agama. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis guna menjaga integritas ajaran agama dan memastikan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Untuk menjaga kesakralan dan integritas ajaran agama, dibutuhkan upaya bersama dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran etis dalam menghadapi kemajuan teknologi di era digital.
Transformasi Perilaku Kelompok Radikal ke Moderat di Era Digital Sabiq, Muhammad; Iskandar, Iskandar; Burhanuddin, Andi; Arisnawawi, Arisnawawi
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2025): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/equilibrium.v13i1.17188

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses transformasi perilaku kelompok radikal menjadi lebih moderat di era digital. Penelitian ini tidak menganggap teknologi digital dan media sosial sebagai satu-satunya faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mengambil keputusan dan bergabung dalam kelompok radikalisme. Jenis penelitian ini adalah penelitian sosiologi digital, dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik kepustakaan. Teori yang digunakan untuk menganalisa data adalah teori tranfsormasi sosial masyarakat modern. Temuan penelitian ini adalah: pertama, jumlah warga Indonesia yang terpapar radikalisme sangat besar namun terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu. Kedua, kelompok radikal ini mulai menerima sekularisme, seperti undang-undang, konsep NKRI, serta Pancasila, dan juga menggunakan produk modernitas seperti teknologi digital dan media sosial. Ketiga, penggunaan teknologi digital dan media sosial menyebabkan fenomena psikologis, yang disebut sebagai depersonalisasi. Pengalaman depersonal ini menguat karena kekecewaan individu dalam ruang fisiknya, baik karena ketidakharmonisan keluarga, kekecewaan kondisis sosial politik, dan lainnya. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengayaan khazanah sosiologi digital dan khususnya kajian depersonalisasi paham radikal dan kelompok teroris.