Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA SAAT PENYEMPROTAN TANAMAN PERTANIAN DAN APLIKASI PENGGUNAAN PESTISIDA DI DESA TALIMBARU KECAMATAN BARUS JAHE KABUPATEN KARO Sembiring, Haesti; Angin, Susanti Perangin; Bambang, Teddy; Nolia, Helfi; Karo, Marina; Rusli, Mustar; Sinaga, Jernita
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2241

Abstract

Pentingnya penggunaan alat pelindung diri sebagai keselamatan kerja sangat penting dipahami para petani menggingat tingginya risiko terjadinya keracunan pestisida. Menurut perkiraan organisasi kesehatan sedunia World Health Organization (WHO) dan program lingkungan persatuan bangsa-bangsa United Nations Environment Programming (UNEP) 1,5 juta kasus keracunan pestisida pada pekerja di sektor pertanian sebagian besar kasus keracunan tersebut di negara berkembang yang 20.000 di antaranya berakibat fatal. Petani sebagai pengguna pestisida mempunyai resiko tertinggi terpapar pestisida yang mengakibatkan cacat tubuh dan kematian dan hasil peneliti menunjukkan tingginya angka kejadian keracunan di sebabkan oleh pestisida antara 20–50%). Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan aplikasi penggunaan pestisida di Desa Talimbaru Kecamatan Barusjahe. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan demonstrasi, evaluasi kegiatan dilakukan dengan penilaian pengetahuan dan kemampuan peserta dengan secara lisan dan demonstrasi. Diharapkan nantinya dari pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan APD) dan aplikasi penggunaan pestisida dengan benar. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung dan demontrasi penggunaan APD serta Penggunaan Aplikasi Pestisida yang benar sehingga petani terhindar dari keracunan akibat pemakaian pestisida
Cabbage Waste as Raw Material for Biogas Production with Water and Chicken Manure Activator Haesti Sembiring; Riyanto Suprawihadi
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 6 (2023): June, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i6.4552

Abstract

Cabbage is the third largest commodity in North Sumatra after chili and tomatoes. in 2015 which was 70,730 tons, in 2016 the amount of cabbage production was 92,551 tons and in 2017 the amount of cabbage production was 98,325 tons, it can be seen that the trend is increasing every year. Cabbage waste that is wasted and not utilized can cause pollution and environmental pollution
The Effectiveness of Zeolite-Activated Charcoal in Reducing Iron and Manganese Levels in Well Water of Milala Housing in Pancur Batu District, North Sumatra Haesti Sembiring
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 3 No. 9 (2023): September, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v3i9.5993

Abstract

Dug wells are a means of providing clean water that belongs to shallow groundwater and generally contains high levels of iron (Fe) and manganese (Mn). The presence of high levels of iron in water is marked by yellow-brown water color and unpleasant odor. Excess iron can cause poisoning, intestinal damage, premature aging to sudden death, impaired absorption of vitamins and minerals, and hemochromatosis. Based on the observation of the researchers on the condition of the dug well water of the community in Milala Rumah Tengah Block E Simpang Gardu Subdistrict Pancur Batu, it can be seen that the dug well water is very yellow and the community uses it as a source of clean water. The results showed that the iron content of the dug well water in two houses before treatment was >4 mg/l and the manganese content in the first house was 2.60 mg/l and in the second house was 3.02 mg/l. After treatment using activated charcoal zeolite for ten days, the average iron content decreased to 0.08 mg/l (98%) and the average manganese content decreased to 0.26 mg/l (90%)
The effect of behavioral factors of defecation, drinking water sources and housewives' handwashing habits on the incidence of stunting in the working area of the brand health center Br Perangin-Angin, Susanti; Sembiring, Haesti
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020254612

Abstract

Stunting a critical nutritional issue affecting toddlers in low- and middle-income countries like Indonesia, leads to significant economic losses through reduced productivity, increased healthcare costs, and diminished human resource quality. This study explored how factors such as defecation behavior, drinking water sources, and maternal handwashing habits influence stunting in the Brand Health Center area of Karo Regency. Findings revealed that toddlers aged 0-3 years were predominantly affected by stunting, with 100% of the stunting group showing underweight issues. While gender did not significantly impact stunting rates, nutritional status was severely compromised in the stunting group compared to the control. Maternal income was a notable factor, with lower income linked to higher stunting rates, although maternal education and working status did not show significant correlations. Larger family size and poor sanitation practices were more prevalent in the stunting group, as were unqualified drinking water sources. Handwashing with soap was slightly more common in the non-stunted group but did not significantly affect stunting rates. These results underscore the need for a comprehensive approach to improve clean water access, sanitation, and handwashing practices to address and reduce stunting in affected areas.
Analysis of Factors Caused by Non-Ownership of Waste Water Drains (Spal) and Efforts to Approach Environmental Health Aspects to Increase Spal Ownership in Communities of Tigapanah District in 2023 Susanti Br Perangin-angin; Haesti Sembiring; Nelson Tanjung
International Journal of Educational and Life Sciences Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijels.v1i2.460

Abstract

This type of research is qualitative with an exploratory study approach to get an overview of the factors that cause people not to have SPALs so that efforts can be made to overcome them, in the form of education and making environmentally friendly SPALs. Based on demographic data regarding the factors causing the lack of ownership of waste water disposal channels (SPAL) and efforts to approach environmental health aspects to increase SPAL ownership in the Tigapanah sub-district community in 2023, namely the most dominant age group is 41-60 years old, 175 people (49%) and the most aged 10-20 years as many as 5 people (1.4%), the most dominant occupation is farmers as many as 247 people (69.2), the most dominant education is middle school - high school as many as 232 people (65%), at least D1 education there were 31 people (8.7%), the most addresses were in Seberaya village as many as 79 (22.1%), and the fewest addresses were in Aji Julu village as many as 6 people (1.7%). The number of household residents who predominantly live in 1 house with 4 people or more is 186 people (52.1%) while 1 -3 people are 171 people (47.9).
Edukasi Standar Rumah Sehat Dan Pengelola Sampah Domestik Dengan 3 R (Reuse, Reduce Dan Recycle) Di Desa Panombeian Kecamatan Simalungun Kabupaten Simalungun Tahun 2023 Haesti Sembiring; Restu Auliani; Risnawati Tanjung; Susanti Perangin-angin; Desy Ari Apsar; Jernita Sinaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi Rumah Sehat dan pengelolaan sampah domestik menjadi fokus utama dalam pengabdian kepada masyarakat ini. Dilaksanakan di Desa Panombeian, Kabupaten Simalungun, kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menciptakan rumah yang sehat dan lingkungan yang bersih melalui pendekatan 3R (Reuse, Reduce, Recycle).Melalui serangkaian kegiatan, seperti workshop, sosialisasi, dan demonstrasi praktik, masyarakat Desa Panombeian dibekali dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya standar rumah sehat dan praktik 3R dalam pengelolaan sampah. Hasilnya, terjadi perubahan sikap dan perilaku masyarakat dalam meminimalkan sampah, memanfaatkan kembali barang-barang, serta mendaur ulang material-material tertentu. Praktik 3R telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari memilah sampah, menggunakan kembali barang, hingga mengikuti program daur ulang lokal. Selain itu, terbentuknya komunitas peduli lingkungan juga menjadi bukti nyata akan kesuksesan kegiatan ini, yang menjadi motor penggerak dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi masyarakat sekitar. Pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan dampak positif secara langsung pada kesehatan dan lingkungan Desa Panombeian, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik kebersihan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.  
Penyuluhan dan Pelatihan Pengelolaan Sampah Domestik di Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Karo Tahun 2025 Nelson Tanjung; Auliani, Restu; Syaputri, Deli; Halomoan Manalu, Samuel Marganda; Sembiring, Haesti; Apsari, Desy Ari
JUKEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): JUKEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jukemas.v2i4.1272

Abstract

Indonesia menghadapi permasalahan sampah yang sangat serius. Volume sampah terus meningkat, sementara kapasitas pengelolaan sampah masih terbatas. Hal ini menyebabkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian. Maka perlunya edukasi untuk masyarakat agar dapat mengolah sampah menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk kompos dengan metode biopori, pembuatan barang berguna dari sampah anorganik, dan pembuatan ecobrick dari sampah plastik. Daerah Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga termasuk lingkungan yang tercemar akibat sampah, maka pengabdian ini akan fokus melakukan penyuluhan dan pelatihan mengelola sampah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan masyarakat mengolah sampah secara mandiri dan berkelanjutan.