Edwardus Iwantri Goma
Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman, Indonesia.

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Daring Pada Mata Pelajaran Geografi Materi Keragaman Budaya Edwardus Iwantri Goma; Zeni Haryanto; Rahma Magfira
LaGeografia Vol 21, No 1 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.565 KB) | DOI: 10.35580/lageografia.v21i1.33691

Abstract

 AbstractThe COVID-19 pandemic has directly changed the learning process in Indonesia, from offline-based learning to online-based learning. This study aims to determine the process and inhibiting factors of online learning carried out in class XI Social Sciences in the geography subject of Indonesian cultural diversity at SMAN 1 Muara Jawa. This study uses a qualitative approach, using interview techniques, observation and documentation in data collection. The research subjects consisted of one teacher of geography and five students of class XI IPS. The data analysis technique was carried out using the Miles and Hubberman model, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of online learning has been carried out quite well, most of the students and teachers already have the basic facilities needed, it illustrates the readiness to implement online learning. In the implementation of online learning, the teacher has carried out lesson plans and has carried out learning well, namely using learning methods, learning media, strategies and learning approaches that are adapted to the character of students; The inhibiting factors in online learning carried out at SMA N 1 Muara Jawa class XI IPS include unstable network conditions and students' difficulties in understanding learning materials.AbstrakPandemi covid-19 secara langsung telah mengubah proses pembelajaran di Indonesia, dari proses pembelajaran berbasis luring menjadi pembelajaran berbasis daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan faktor penghambat pembelajaran daring yang dilaksanakan di kelas XI IPS pada mata pelajaran geografi materi keragaman budaya Indonesia di SMAN 1 Muara Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Subjek penelitian terdiri dari satu guru mata pelajaran geografi dan lima siswa kelas XI IPS. Teknik analisis data dilakukan dengan model Miles dan Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring sudah terlaksana cukup baik, sebagian besar peserta didik dan guru telah memiliki fasilitas dasar yang dibutuhkan, hal itu menggambarkan kesiapan pelaksanakan pembelajaran daring. Dalam pelaksanaan pembelajaran daring guru sudah melakukan perencanaan pembelajaran dan sudah melaksanakan pembelajaran dengan baik yaitu menggunakan metode pembelajaran, media pembelajaran, strategi dan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan karakter peserta didik; Adapun faktor penghambat dalam pembelajaran daring yang dilaksanakan di SMA N 1 Muara Jawa kelas XI IPS diantaranya kondisi jaringan yang tidak stabil dan kesulitan siswa dalam memahami materi pembelajaran.
Analisis Geologi Kejadian Longsor Di Desa Wolotolo Kecamatan Detusoku Kabupaten Ende Edwardus Iwantri Goma; Sunimbar Sunimbar; Ignasius Suban Angin
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v9i2.13471

Abstract

Bencana tanah longsor telah melanda ruas jalan Ende-Maumere Kilometer 17, Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Minggu malam, tanggal 8 Maret 2019, pukul 11.00 WITA, pada saat itu masyarakat sedang melakukan aktivitas terutama pengguna transportasi lintas Flores mengalami lumpuh total sehingga mengalami kemacetan sepanjang 3 (tiga) kilometer (PVMBG, 2019). Lokasi bencana tanah longsor di Desa Wolotolo terletak pada zona kerentanan tinggi. Zona Kerentanan Tinggi merupakan daerah yang berpotensi untuk terjadi gerakan tanah. Jika terjadi hujan dengan intensitas dan durasi yang lama, gerakan tanah lama bisa aktif kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena kejadian tanah longsor, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian longsor, faktor-faktor dominan, mekanisme kejadian, risiko masyarakat yang berada di sekitar lokasi longsor serta rekomendasi pengurangan risiko bencana tanah longsor yang diperlukan.  Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisis kejadian tanah longsor di desa Wolotolo Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologi di Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk memetakan kondisi geologidi Desa Wolotolo, Kecamatan Detusoko. Tahap utama penelitian ini meliputi tahap pra lapangan, lapangan dan pasca lapangan. Tahap pra lapangan berupa pengumpulan data sekunder. Tahap lapangan berupa pengambilan sampel tanah, identifikasi longsor di lapangan. Tahap pasca lapangan berupa pembuatan peta rawan longsor dan laporan hasil identifikasi lapangan. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar jenis tanah di Desa Wolotolo adalah ultisol dan inceptisol. Hal tersebut dapat menyebabkan wilayah ini menjadi wilayah yang rentan terhadap terjadinya longsor. Pada penelitian ini juga ditemukan beberapa faktor dominan kemungkinan penyebab longsor yaitu: kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan sebagai faktor pemicu. Lereng yang curam cenderung berpotensi terhadap longsor, terutama dengan kondisi lereng yang tidak stabil. Hal tersebut menyebabkan banyaknya lereng-lereng yang curam sampai terjal. Berdasarkan hasil analisis, kemiringan lereng pada Desa Wolotolo lebih didominasi pada kemiringan >45% yang merupakan wilayah sangat curam. Maka dapat diidentifikasi bahwa wilayah tersebut berpotensi terjadinya tanah longsor. Penggunaan lahan pada lereng yang curam juga berpengaruh pada kestabilan lereng. Penggunaan lahan di wilayah penelitian didominasi oleh hutan, perkebunan dan semak belukar.
Ketahanan Masyarakat Desa Melintang Terhadap Bencana Banjir Danau Melintang Yaskinul Anwar; Muhammad Farhan Maulana; Edwardus Iwantri Goma; Iya’Setyasih; Mislan; Yunus Aris Wibowo
Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpg.v10i2.48431

Abstract

Banjir seringkali mengharuskan masyarakat dapat bertahan dalam menghadapinya. Desa melintang merupakan desa rawan bencana banjir, karena posisi desa berada di atas Danau Melintang, yang menyebabkan desa ini sering terkena banjir. Fokus penelitian ini guna mengetahui ketahanan masyarakat Desa Melintang terhadap banjir danau. Penilaian ketahanan masyarakat menggunakan pendekatan skoring dari variabel ekonomi, sosial dan lingkungan. Pengumpulan data utama dilakukan dengan metode wawancara guna mengetahui ketahanan masyarakat terhadap bencana banjir. Hasil penelitian menunjukkan ketahanan masyrakat tergolong kelas ketahanan sedang dan tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi tingginya ketahanan ini terutama dari variabel ekonomi dan sosial, sedang veriabel lingkungan lebih cenderung membuat masyarakat kurang memiliki ketahanan dalam menghadapi bencana banjir. Walaupaun variabel lingkungan kurang mendukung masyarakat dapat bertahan untuk tinggal di atas Danau Melintang sampai sekarang dan enggan untuk dievakuasi pada saat bencana banjir ekstrim sekalipun. Guna meningkatkan ketahanan masyarakat perlu adanya peningkatan variabel lingkungan terutama lingkungan sosial yang dalam hal ini peran pemerintah dan komunitas. Penghitungan kerentanan menggunakan skoring merupakan pedekatan secara sederhana dan cepat yang dapat membantu dalam mengetahui faktor ketahanan masyarakat dalam menghadapi banjir danau yang dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam peningkatan ketahanan masyarakat.
ANALISIS KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI SAMARINDA (Analysis of Forest and Land Fire in Samarinda) Edwardus Iwantri Goma; Djurlin Lampang; Fathan Purwadi; Inayah Inayah; Lasdin Sagala; Riska Riska; Deviani Deviani
Jurnal Sains Informasi Geografi (J SIG) Vol 4, No 2 (2021): Edisi November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jsig.v4i2.1082

Abstract

The phenomenon of forest and land fires is also an annual problem that is often faced in East Kalimantan Province, especially in the Samarinda area. The purpose of this study was to determine the causes of forest and land fires, and to identify follow-up actions to reduce the risk of forest and land fires in Samarinda. Data collection techniques were carried out using documentation techniques which were carried out in three stages, namely 1) Editing; 2) Organizing; and 3) Finding: The data analysis technique used in this research is to use the data analysis method of the Miles and Huberman model which is carried out in three stages, namely 1) Data reduction; 2) Display data and; 3) Drawing conclusions. The results showed that forest and land fires that occurred in several areas of the city of Samarinda were caused by two main factors, namely human activities and weather factors. The follow-up for risk reduction is early warning and steps to increase preparedness in the community.
The Mappalili Tradition as a Form of Maintaining Agricultural Culture in South Sulawesi (Cultural Geography Perspective): Tradisi Mappalili sebagai Bentuk Pemertahanan Budaya Pertanian di Sulawesi Selatan (Perspektif Geografi Budaya) Yulian Widya Saputra; Edwardus Iwantri Goma; Aisyah Trees Sandy; Rahmadi
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 7 No 1 (2023): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v7i2.2613

Abstract

Abstrak Menurut pandangan geografi budaya, tradisi ini merupakan hasil budaya masyarakat dengan sebagai respon terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemertahanan budaya pada tradisi mappalili di Sulawesi Selatan. Metode penelitian kualitatif dengan telaah studi pustaka digunakan untuk mengungkap gambaran kondisi tradisi mappalili. Analisa dilakukan secara deskripsi-eksplanasi untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil analisa didapatkan adanya upaya pemertahanan budaya pada tradisi mappalili di Sulawesi Selatan yang menandai awal musim tanam padi. Wilayah yang mempertahankan tradisi mappalili ini diantaranya Kapupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap, dan Kabupaten Pangkep. Temuan utama dari penelitian pustaka ini adalah adanya perkembangan zaman menyebabkan tradisi mappalili mengalami perubahan pada kelengkapan ritual upacaranya. Implikasi hasil penelitian ini selanjutnya dapat dijadikan rujukan untuk dasar kebijakan pemerintah daerah Sulawesi Selatan atau masyarakat Bugis dalam menjaga tradisi yang berkaitan dengan budaya pertanian. Oleh karena itu pemertahanan budaya tradisi mappalili ini menjadi poin penting agar keberlangsungan identitas suatu suku Bugis tetap terjaga.
Valuasi Potensi Wilayah Terhadap Minat Menjadi Migran Permanen di Yogakarta: Kasus mahasiswa asal NTT anggota KESA Goma, Edwardus Iwantri
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v1i1.187

Abstract

Development disparity between two regions including development disparity of education is one of factors causing students migrate to Yogyakarta. This research was conducted in Yogyakarta with student respondents from NTT members of KESA. This study aims to identify the interests of students from NTT members of KESA becoming permanent migrants in Yogyakarta according to the regional potential valuation. The research method used was a mixed method using a survey method of 43 people and in-depth interviews with seven people. The data collected is presented in the form of: (1) descriptive using single frequency tables and cross tables, and (2) qualitative analysis to strengthen or support quantitative research. The results showed that the interest of students from NTT members of KESA based on the valuation of the potential Yogyakarta region and NTT region is known that most migrants who are interested becoming permanent migrants in Yogyakarta assess the potential of Yogyakarta region is better than potential of NTT region.
Deskripsi Indikator Program Keluarga Berencana di Provinsi Kalimantan Utara Ridha, M. Rasyid; Goma, Edwardus Iwantri
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v1i2.373

Abstract

Bagi sebagian besar negara berkembang, jumlah penduduk yang besar, tingkat pertumbuhannya yang masih tinggi, dan penyebaran antar daerah yang tidakseimbang merupakan gambaran umum penduduk secara kuantitatif. Permasalahan jumlah dan komposisi penduduk menjadi masalah utama di bidang kependudukan.Dalam beberapa dekade terakhir sejak era tahun 1980-an negara-negara berkembang dan tertinggal mulai menyadari pentingnya mengurangi tingkat pertumbuhan penduduknya. The International Conference on Population and Development Program of Action (ICPD) 1994 secara eksplisit menjadikan target program demografi dan keluarga berencana untuk mendukung kebijakan secara luas yang mencakup kebijakan reproduksi termasuk didalamnya program keluarga berencana.Hasil sensus penduduk tahun 2010 menunjukkan kenaikan laju pertumbuhan penduduk Indonesia dari 1,45 persen pada periode 1990-2000 menjadi 1,49 persen pada periode 2000-2010. Kalimantan Utara merupakan provinsi pemekaran yang terbentuk tahun 2011 baru menjadi pembahasan dalam SDKI secara terpisah dari Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2017. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan menggambarkan kondisi capaian program Keluarga Berencana di Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan beberapa indikator TFR, CPR, Modern CPR, MKJP, Unmeet Need dan Pengetahuan Akseptor Keluarga Berencana dibandingkan dengan capaian Provinsi lainnya di wilayah Regional Kalimantan dan Nasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder hasil SDKI 2017 dengan analisis deskriptif. Indikator – indikator program Keluarga Berencana disajikan dan dianalisa dalam bentuk grafik. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menunjukkan capaian Provinsi Kalimantan Utara untuk indikator TFR 2,8; CPR 52,8; Modern CPR 46.9; MKJP 8,5; Unmeet Need 15,8. Hampir di semua indikator yang digunakan untuk mengukur program keluarga berencana provinsi Kalimantan Utara mendapatkan nilai di bawah provinsi-provinsi lainnya yang berada di regional Kalimantan dan juga nasional.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pelestarian Hutan Mangrove di Kecamatan Tanjung Harapan Kabupaten Paser Utomo, Budi; Helmi, Helmi; Ningrum, Mei Vita Romadon; Goma, Edwardus Iwantri
geoedusains: Jurnal Pendidikan Geografi Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geoedusains.v3i2.1723

Abstract

Partisipasi merupakan keterlibatan anggota masyarakat dalam pembangunan dan pelaksanaan program yang dilakukan dalam masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Tanjung Harapan Kabupaten Paser. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi dengan metode deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 824 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Cluster Sampling. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove terlaksana dengan cukup baik. Bentuk partisipasi masyarakat berupa partisipasi dalam bentuk nyata ( berwujud) seperti uang, tenaga,dan keterampilan selain itu partisipasi yang tidak nyata (abstrak) diwujudkan dalam penyampaian partisipasi ide/ gagasan dalam musyawarah. Pola partisipasi masyarakat bersifar kemitraan antara anggota masyarakat dan pemerintah serta perusahaan di sekitar kawasan hutan mangrove, unsur partisipasi masyarakat yaitu adanya kesempatan, kemampuan dan kemauan dalam melestarikan hutan mangrove. Masyarakat dilibatkan dalam setiap tahap partisipast yaitu tahap pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Faktor pendukung partisipasi masyarakat yaitu adanya kerjasama dan kesadaran masyarakat. Faktor penghambat partisipasi yaitu minim dana dan kesibukan masyarakat.