Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Tingkat Bahaya Bencana Longsor, Studi kasus: Kawasan Lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Nuri Iswoyo Ramadhani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.961 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22333

Abstract

Kawasan yang berada di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar merupakan kawasan yang memiliki potensi terjadinya bencana tanah longsor. Frekuensi bencana longsor yang terjadi sekitar 300 pada 5 tahun terakhir. Bencana tersebut menyebabkan kerugian baik materiil maupun jiwa. Hal tersebut mengindikasikan kurangnya kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi bencana. Karena kondisi yang berpotensi dan rawan maka perlu dikaji tingkat risiko bencana longsor sebagai upaya pemanfaatan lahan yang sesuai oleh masyarakat berdasarkan tingkat risiko yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan tingkat bahaya bencana longsor di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian pemetaan risiko bencana longsor di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah. Tahapan dalam mengetahui karakteristik bahaya yakni dengan pembobotan melalui AHP untuk analisis overlay weighted sum. Hasil dari penelitian ini berupa peta tingkat bahaya bencana longsor yang terbagi menjadi 3 klasifikasi dalam tingkatan bahaya bencana yakni tingkat bahaya rendah, bahaya sedang, dan bahaya tinggi.
Analisis Kualitas Keterlingkupan Ruang Terbuka Publik pada Koridor Heritage Jalan Rajwali Surabaya Sonya Khaerunnisa; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.8 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i1.22831

Abstract

Ruang publik merupakan aset utama bagi livability dan perekonomian kota. Jalan merupakan ruang publik yang paling mudah diakses. Jalan tak hanya berfungsi sebagai jalur sirkulasi tetapi juga ruang sosial yang dapat merepresentasikan kehidupan dan Identitas Kota. Kota Lama Surabaya berperan penting dalam merepresentasikan identitas Kota Surabaya sebagai “Kota Pahlawan”. Pemanfaatan ruang terbuka publik “street” pada Jalan Rajawali di Kawasan Kota Lama Surabaya belum dioptimalkan, padahal berpotensi sebagai city entries atau pintu masuk Kawasan Kota Lama Surabaya. Mengembalikan peran jalan sebagai ruang publik merupakan solusinya yakni dengan mengoptimalkan fungsinya sebagai tempat masyarakat bersosialisasi dan beraktivitas, serta mengintegrasikan kebutuhan pejalan kaki dengan pembangunan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas ruang terbuka publik pada koridor heritage Jalan Rajawali, sehingga dapan menjadi bahan pertimbangan alternatif dalam menentukan strategi pengembangan jalan sebagai ruang terbuka publik.
Identifikasi Pemanfaatan Danau Ranu Grati oleh Stakeholders dengan Participatory Mapping Elok Wuri Safitri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.086 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24570

Abstract

Danau Ranu Grati merupakan salah satu danau alami di Provinsi Jawa Timur yang berada di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Danau Ranu Grati selain menjadi destinasi wisata wilayah sekitarnya juga digunakan berbagai kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat lokal. Adanya konflik pemanfaatan perairan Danau Ranu Grati yang mengakibatkan kerugian pada kedua kegiatan utama. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir konflik yaitu melalui pengendalian kegiatan pemanfaatan melalui arahan pemanfaatan dan alokasi lahan. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi kegiatan pemanfaatan eksisting melalui participatory mapping yang dilakukan kepada enam responden. Hasil participatory mapping menunjukkan bahwa terdapat kegiatan pemanfaatan meliputi penebaran benih, pembersihan gulma, pemberian probiotik, wisata dan rekreasi air, upacara adat Distrikan, latihan rutin komunitas dayung, budidaya KJA dan keramba tancap, pertanian lahan endapan, sebaran perangkap ikan, pemancingan serta kegiatan ekplorasi kawasan wisata oleh pengunjung. Luas total pemanfaatan mencapai 83,49 hektar atau 42, 8% luas perairan danau.
Penentuan Variabel yang Berpengaruh dalam Penyediaan Air Bersih dengan Konsep Corporate Social Responsibility di Kabupaten Lamongan Inas Yaumi Aisharya; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.535 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25007

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang mengalami krisis air bersih yang terus meluas tiap tahunnya. Terdapat alternatif dalam penyediaan air bersih berupa skema kerjasama konsep Corporate Social Responsibility namun selama ini pelaksanaannya masih belum sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan variabel yang berpengaruh dalam penyediaan air bersih dengan konsep CSR. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 variabel, terdapat 5 variabel yang berpengaruh, yaitu kebijakan tarif air bersih, jumlah dan debit sumber air bersih, kualitas air bersih, pengelola air bersih, dan pendanaan untuk air bersih. Sedangkan 4 variabel lain yang tidak berpengaruh adalah jumlah penduduk, ukuran wilayah, sarana penyediaan air bersih, dan lokasi sumber air bersih.
Identifikasi Potensi dan Masalah dalam Revitalisasi Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara Inggar Rayi Arbani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.269 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25021

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya merencanakan untuk merevitalisasi Kawasan Sungai Kalimas sejak tahun 2006 yang memiliki 9 titik revitalisasi secara keseluruhan. Namun, sejak tahun 2010, pemerintah Kota Surabaya memfokuskan revitalisasi di Surabaya Utara yang terbagi menjadi 3 titik revitalisasi, yaitu Kawasan Pelabuhan Kalimas, Kawasan Jembatan Petekan, dan Kawasan Jembatan Merah. Kondisi 3 titik revitalisasi yang belum adanya perubahan yang signifikan maka dibutuhkan kajian mengenai potensi dan masalah masing-masing titik sebagai upaya untuk mengefektifkan proses revitalisai. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian perumusan strategi revitalisasi pada Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara. Pengambilan data pada penelitian ini diperoleh melalui in-depth interview kepada stakeholder yang telah ditentukan sebelumnya serta studi literatur pad dokumen-dokumen perencanaan terkait kondisi eksisting kawasan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Content Analysis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa potensi pada 3 titik revitalisasi ini yaitu kawasan ini masih memiliki peninggalan bersejarah berupa bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Kemudian, masalah pada kawasan ini yaitu adanya ketidakserasian pendapat antara pemerintah dan masyarakat, dan juga pemerintah daerah dengan pemerintah kota terkait penetapan status cagar budaya pada suatu bangunan.
Identifikasi Karakteristik Pengelolaan Ekowisata Mangrove Wonorejo Berdasarkan Preferensi Stakeholder Mega Widiyah Wati; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25545

Abstract

Perubahan kawasan konservasi menjadi kawasan ekowisata ternyata menimbulkan penurunan kualitas lingkungan seperti contohnya kerusakan mangrove, menurunnya hasil tangkapan ikan dan berkurangnya spesies burung peksia. Kerusakan ini disebabkan oleh pengelolaan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Selain itu, pengelolaan ekowisata dianggap belum sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal. Pelibatan masyarakat masih bersifat pasif. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pengelolaan ekowisata mangrove wonorejo berdasarkan prinsip ekowisata. Metode yang digunakan adalah content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pengelolaan ekowisata mangrove wonorejo belum memenuhi prinsip ekowisata khususnya prinsip konservasi lingkungan dan manajemen kelembagaan. Pengelola ekowisata masih terdiri dari 3 pengelola yang tidak terkoordinasi dengan baik sehingga masih adanya konflik antar stakeholder. Karya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola sehingga dapat dilakukan peningkatan kualitas pengelolaan agar ekowisata dapat berkelanjutan.
Pengembangan Kawasan Wisata Prigi Berdasarkan Konsep Tourism Branding Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25971

Abstract

Berdasarkan RTRW Kabupaten Trenggalek tahun 2012-2032 jumlah kawasan wisata yang ada di Trenggalek sebanyak 23 kawasan yang terdiri atas 9 kawasan pariwisata dan 14 kawasan pariwisata alam. Salah satunya adalah kawasan wisata Prigi yang didalamnya termasuk 2 pantai yaitu Pantai Prigi dan Pantai Karanggongso, yang terletak di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan wisata unggulan yang mempunyai banyak potensi dan daya tarik yang dapat menarik wisatawan. Akan tetapi upaya pengenalan kawasan wisata prigi sebagai destinasi unggulan Kabupaten Trenggalek masih terbatas. Di tingkat kabupaten, Trenggalek belum memiliki slogan maupun kampanye kreatif kepariwisataan. Tahapan pertama penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan masalah kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan content analysis. Kemudian merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini berupa arahan pengembangan berdasarkan brand personality, brand positioning, dan brand identififer.
Identifikasi Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat Kampung Ketandan sebagai Kampung Wisata di Surabaya Maghfirah Bungas Muwifanindhita; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4044.357 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32440

Abstract

Kampung Ketandan sebagai salah satu kampung wisata di Surabaya yang berada di tahap perintisan disiapkan untuk bisa menjadi destiasi wisata yang berdampingan dengan pengembangan kawasan heritage koridor Tunjungan. Namun partisipasi masyarakat Kampung Ketandan dalam mewujudkan kampung wisata masih terbilang kurang. Partisipasi masyarakat yang masih kurang tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang perlu diketahui sehingga, pengembangan kampung wisata dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi partisipasi yang diberikan masyarakat Kampung Ketandan dengan melakukan in-depth-interview pada stakeholder terpilih. Kemudian dilakukan konten analisis pada transkrip hasil wawancara untuk menggali faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam penciptaan kampung wisata di Kampung Ketandan. Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa dari sepuluh sub-faktor yang diujikan, hanya sub-faktor pendidikan yang tidak berpengaruh terhadap kondisi partisipasi masyarakat, serta ditemukan faktor baru sebagai faktor lokal yang memengaruhi partisipasi masyarakat Kampung Ketandan dalam mewujudkan kampung wisata yaitu faktor pendapatan, faktor penggerak, faktor karakter masyarakat, dan faktor moral.
Karakteristik Kawasan Wisata Pantai Paseban Berdasarkan Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Jember Sari Diwanti Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.211 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33543

Abstract

Pantai Paseban merupakan salah satu pantai di Kabupaten Jember yang memiliki daya tarik baik dari segi wisata alam maupun budaya. Namun, potensi tersebut belum dikembangkan dengan optimal. Dimana terdapat kerusakan ekosistem mangrove dan adanya ancaman penambangan pasir besi yang akan dilakukan oleh pihak swasta sedangkan nilai ekonomi pasir besi yang tinggi menyebabkan masyarakat tergiur untuk melakukan penambangan serta pendapatan nelayan sekitar yang masih tergolong kecil. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi yaitu melalui arahan pengembangan wisata dimana responden penelitian dilakukan kepada empat responden yang terdiri dari kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi karakteristik melalui content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kawasan wisata Pantai Paseban belum memenuhi prinsip pariwisata keberlanjutan khususnya dari segi lingkungan dimana lingkungan pantai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan wisata, masih adanya ancaman penambangan pasir besi, belum ada upaya untuk mengurangi abrasi dan kendaraan pribadi, pelayanan jaringan listrik yang belum memanfaatkan SDA, pembuangan limbah warung makan dan kamar mandi umum yang langsung ke tanah, penggunaan iar tanah sebagai sumber pelayanan air bersih, serta upaya pemusnahan sampah dengan cara dibakar. Sedangkan aspek sosial dan ekonomi memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan aspek lingkungan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Integrasi Pengembangan Kawasan Wisata di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep Lailatul Jum'atin Jannah; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.031 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34719

Abstract

Pulau Segitiga Emas yang terdiri dari Pulau Gili Iyang, Gili Labak, dan Gili Genting terletak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur merupakan salah satu wisata yang mempunyai perbedaan distribusi dan trend jumlah wisatawan. Hal ini karena beberapa masalah seperti minimnya penyediaan sarana prasarana terutama di Pulau Gili Labak, akomodasi wisata yang kurang memadai di Pulau Gili Iyang, tidak adanya sarana kesehatan di destinasi wisata Pulau Gili Genting,  serta tidak adanya  dermaga wisata di Pulau Gili Iyang dan Gili Labak. Hal ini perlu adanya penyelesaian secara terintegrasi di tiga pulau yang disebut Pulau Segitiga Emas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi berdasarkan konsep integrated tourism di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengidentifikasi potensi dan kendala di masing-masing pulau. Tahap kedua menggunakan Analisis Delphi, untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi di Pulau Segitiga Emas. Tahap terakhir menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi pengembangan kawasan wisata, seperti membuat tema wisata di tiga pulau sesuai dengan karaktertistik, menentukan diferensiasi kegiatan, menyelaraskan penyediaan fasilitas penyebrangan, menkoordinasikan penyediaan informasi moda transportasi berdasarkan jadwal wisata, mengintegrasikan penjadwalan penyebrangan antar pulau melalui paket wisata, dan melakukan sinergi publikasi wisata Pulau Segitiga Emas.
Co-Authors Achmad Farabi Calyandra Adi Soeprijanto Alfie Zubaidah Aparamarta, Hakun Wirawasista Arief Abdurrakhman Arman Hakim Nasution Astaman, Syifa Nashella Rahmah Cindy Nur Aziza Rahman Della Kusumaning Putri Deva Danugraha Imandintar Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didit Prasetyo Dini Faza Illiyin Edy Subali Eko Budi Santoso Elok Wuri Safitri Elok Wuri Safitri Ema Umilia Fariz Aditya Pratama Fatmala Ulfa Nurliyana Felicia Esterlita Nugroho Ferry Dwi Cahya Ferry Dwi Cahya Firmansyah, Fendy Fitri Dwi Agus Maulidiyah Fortuna, Shellyn Galih Pranata Galih Pranata Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Handiwibowo, Gogor Arif Hermanto I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi I Putu Jiwandana Winata Imam Abadi Inas Yaumi Aisharya Indira Kurnia Dewi Inggar Rayi Arbani Irhamah Iska Desmawati Jatayu, Anoraga Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa KDM Erli Handayeni Lailatul Jum'atin Jannah Lusi Zafriana Maghfirah Bungas Muwifanindhita Mahfud, Choirul Maulidya Aghysta Fristyananda Mega Widiyah Wati Miftahul Faiza Muchammad nurif, Muchammad Mulyadi, Yeyes Nabila Azzahra Tiara Diska Naufan Noordyanto Niken Prasetyawati Nina Yuniar Tantri Nugroho, Felicia Esterlita Nuri Iswoyo Ramadhani Nurif, Muchammad Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nury Ahdiya Rif'ati Prathama, Dimas Wahyu Aji Rabendra Yudistira Alami Rahmawati, Dian Ridho Rahman Hariadi Riswan Sianturi Septriadi Riswan Sianturi Septriadi Sabilla Ananda Putri Safadilla Naurely Widianto Safitri, Elok Safitri, Elok Wuri Santoso, Bagus Jati Saptarini, Dian Sari Diwanti Putri Siti Nurlela Sonya Khaerunnisa Susetyo, Cahyono Syifa Nashella Rahmah Astaman Tambunan, Theresia Tri Prasetyaningsih Tyton Rachmatullah Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Verlinna Lovely Mapaliey Wahyu Aswin Wicaksono Wahyu Wicaksono Yolandita Septadini Zainul Muhibbin