Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Potensi dan Masalah dalam Revitalisasi Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara Inggar Rayi Arbani; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.269 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25021

Abstract

Pemerintah Kota Surabaya merencanakan untuk merevitalisasi Kawasan Sungai Kalimas sejak tahun 2006 yang memiliki 9 titik revitalisasi secara keseluruhan. Namun, sejak tahun 2010, pemerintah Kota Surabaya memfokuskan revitalisasi di Surabaya Utara yang terbagi menjadi 3 titik revitalisasi, yaitu Kawasan Pelabuhan Kalimas, Kawasan Jembatan Petekan, dan Kawasan Jembatan Merah. Kondisi 3 titik revitalisasi yang belum adanya perubahan yang signifikan maka dibutuhkan kajian mengenai potensi dan masalah masing-masing titik sebagai upaya untuk mengefektifkan proses revitalisai. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian perumusan strategi revitalisasi pada Kawasan Sungai Kalimas di Surabaya Utara. Pengambilan data pada penelitian ini diperoleh melalui in-depth interview kepada stakeholder yang telah ditentukan sebelumnya serta studi literatur pad dokumen-dokumen perencanaan terkait kondisi eksisting kawasan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Content Analysis. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa potensi pada 3 titik revitalisasi ini yaitu kawasan ini masih memiliki peninggalan bersejarah berupa bangunan cagar budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Kemudian, masalah pada kawasan ini yaitu adanya ketidakserasian pendapat antara pemerintah dan masyarakat, dan juga pemerintah daerah dengan pemerintah kota terkait penetapan status cagar budaya pada suatu bangunan.
Identifikasi Karakteristik Pengelolaan Ekowisata Mangrove Wonorejo Berdasarkan Preferensi Stakeholder Mega Widiyah Wati; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.841 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25545

Abstract

Perubahan kawasan konservasi menjadi kawasan ekowisata ternyata menimbulkan penurunan kualitas lingkungan seperti contohnya kerusakan mangrove, menurunnya hasil tangkapan ikan dan berkurangnya spesies burung peksia. Kerusakan ini disebabkan oleh pengelolaan yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Selain itu, pengelolaan ekowisata dianggap belum sepenuhnya melibatkan masyarakat lokal. Pelibatan masyarakat masih bersifat pasif. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik pengelolaan ekowisata mangrove wonorejo berdasarkan prinsip ekowisata. Metode yang digunakan adalah content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pengelolaan ekowisata mangrove wonorejo belum memenuhi prinsip ekowisata khususnya prinsip konservasi lingkungan dan manajemen kelembagaan. Pengelola ekowisata masih terdiri dari 3 pengelola yang tidak terkoordinasi dengan baik sehingga masih adanya konflik antar stakeholder. Karya penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola sehingga dapat dilakukan peningkatan kualitas pengelolaan agar ekowisata dapat berkelanjutan.
Pengembangan Kawasan Wisata Prigi Berdasarkan Konsep Tourism Branding Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.176 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.25971

Abstract

Berdasarkan RTRW Kabupaten Trenggalek tahun 2012-2032 jumlah kawasan wisata yang ada di Trenggalek sebanyak 23 kawasan yang terdiri atas 9 kawasan pariwisata dan 14 kawasan pariwisata alam. Salah satunya adalah kawasan wisata Prigi yang didalamnya termasuk 2 pantai yaitu Pantai Prigi dan Pantai Karanggongso, yang terletak di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek merupakan wisata unggulan yang mempunyai banyak potensi dan daya tarik yang dapat menarik wisatawan. Akan tetapi upaya pengenalan kawasan wisata prigi sebagai destinasi unggulan Kabupaten Trenggalek masih terbatas. Di tingkat kabupaten, Trenggalek belum memiliki slogan maupun kampanye kreatif kepariwisataan. Tahapan pertama penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi dan masalah kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan content analysis. Kemudian merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata prigi berdasarkan konsep tourism branding menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil dari penelitian ini berupa arahan pengembangan berdasarkan brand personality, brand positioning, dan brand identififer.
Identifikasi Faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat Kampung Ketandan sebagai Kampung Wisata di Surabaya Maghfirah Bungas Muwifanindhita; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4044.357 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.32440

Abstract

Kampung Ketandan sebagai salah satu kampung wisata di Surabaya yang berada di tahap perintisan disiapkan untuk bisa menjadi destiasi wisata yang berdampingan dengan pengembangan kawasan heritage koridor Tunjungan. Namun partisipasi masyarakat Kampung Ketandan dalam mewujudkan kampung wisata masih terbilang kurang. Partisipasi masyarakat yang masih kurang tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang perlu diketahui sehingga, pengembangan kampung wisata dapat berjalan secara berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi partisipasi yang diberikan masyarakat Kampung Ketandan dengan melakukan in-depth-interview pada stakeholder terpilih. Kemudian dilakukan konten analisis pada transkrip hasil wawancara untuk menggali faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat dalam penciptaan kampung wisata di Kampung Ketandan. Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa dari sepuluh sub-faktor yang diujikan, hanya sub-faktor pendidikan yang tidak berpengaruh terhadap kondisi partisipasi masyarakat, serta ditemukan faktor baru sebagai faktor lokal yang memengaruhi partisipasi masyarakat Kampung Ketandan dalam mewujudkan kampung wisata yaitu faktor pendapatan, faktor penggerak, faktor karakter masyarakat, dan faktor moral.
Karakteristik Kawasan Wisata Pantai Paseban Berdasarkan Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Jember Sari Diwanti Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.211 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.33543

Abstract

Pantai Paseban merupakan salah satu pantai di Kabupaten Jember yang memiliki daya tarik baik dari segi wisata alam maupun budaya. Namun, potensi tersebut belum dikembangkan dengan optimal. Dimana terdapat kerusakan ekosistem mangrove dan adanya ancaman penambangan pasir besi yang akan dilakukan oleh pihak swasta sedangkan nilai ekonomi pasir besi yang tinggi menyebabkan masyarakat tergiur untuk melakukan penambangan serta pendapatan nelayan sekitar yang masih tergolong kecil. Upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi yaitu melalui arahan pengembangan wisata dimana responden penelitian dilakukan kepada empat responden yang terdiri dari kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi karakteristik melalui content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik kawasan wisata Pantai Paseban belum memenuhi prinsip pariwisata keberlanjutan khususnya dari segi lingkungan dimana lingkungan pantai belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan wisata, masih adanya ancaman penambangan pasir besi, belum ada upaya untuk mengurangi abrasi dan kendaraan pribadi, pelayanan jaringan listrik yang belum memanfaatkan SDA, pembuangan limbah warung makan dan kamar mandi umum yang langsung ke tanah, penggunaan iar tanah sebagai sumber pelayanan air bersih, serta upaya pemusnahan sampah dengan cara dibakar. Sedangkan aspek sosial dan ekonomi memiliki kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan aspek lingkungan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Integrasi Pengembangan Kawasan Wisata di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep Lailatul Jum'atin Jannah; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.031 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i2.34719

Abstract

Pulau Segitiga Emas yang terdiri dari Pulau Gili Iyang, Gili Labak, dan Gili Genting terletak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur merupakan salah satu wisata yang mempunyai perbedaan distribusi dan trend jumlah wisatawan. Hal ini karena beberapa masalah seperti minimnya penyediaan sarana prasarana terutama di Pulau Gili Labak, akomodasi wisata yang kurang memadai di Pulau Gili Iyang, tidak adanya sarana kesehatan di destinasi wisata Pulau Gili Genting,  serta tidak adanya  dermaga wisata di Pulau Gili Iyang dan Gili Labak. Hal ini perlu adanya penyelesaian secara terintegrasi di tiga pulau yang disebut Pulau Segitiga Emas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi berdasarkan konsep integrated tourism di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengidentifikasi potensi dan kendala di masing-masing pulau. Tahap kedua menggunakan Analisis Delphi, untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi di Pulau Segitiga Emas. Tahap terakhir menggunakan Analisis Deskriptif Kualitatif untuk merumuskan strategi pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi di Pulau Segitiga Emas, Kabupaten Sumenep. Hasil dari penelitian ini yaitu strategi pengembangan kawasan wisata, seperti membuat tema wisata di tiga pulau sesuai dengan karaktertistik, menentukan diferensiasi kegiatan, menyelaraskan penyediaan fasilitas penyebrangan, menkoordinasikan penyediaan informasi moda transportasi berdasarkan jadwal wisata, mengintegrasikan penjadwalan penyebrangan antar pulau melalui paket wisata, dan melakukan sinergi publikasi wisata Pulau Segitiga Emas.
Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Ekternal Permukiman Kumuh di Kawasan Peri Urban (Studi Kasus: Sidoarjo Peri Urban Surabaya) Indira Kurnia Dewi; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.47789

Abstract

Kurangnya ketersediaan lahan dan peningkatan kebutuhan rumah murah di Surabaya, mengakibatkan banyak masyarakat berpenghasilan rendah memilih kawasan peri urban sebagai salah satu solusinya. Namun peningkatan kebutuhan rumah di wilayah peri urban Surabaya khususnya di Kabupaten Sidoarjo tidak diimbangi dengan pemeliharaan lingkungan yang baik, sehingga terdapat kelurahan/desa yang termasuk kumuh. Ini terjadi di Desa Berbek dan Desa Wadungasri, dimana lokasi kedua desa yang berbatasan dengan Surabaya dan berhubungan erat dengan kegiatan yang orientasi ke Kota Suarabaya. Artikel ini bertujuan untuk mengindentifikasi faktor internal dan faktor ekternal yang terjadi di permukimanan kumuh kawasan peri urban.  Hasil penelitian faktor internal berupa karakteristik permukiman kumuh peri urban dan faktor eksternal berupa tantangan serta peluang penanganan permukiman kumuh peri urban yang didasari pendapat key responden dari hasil Content Analysis. Kedua desa, Desa Berbek dan Wadungasri, memiliki karakteristik, tantangan, dan peluang yang hampir sama sehingga dapat mewakilkan karakteristik permukiman kumuh di kawasan peri urban. Tantangan dan peluang di kedua desa terdapat sekitar 7 kesamaan tantangan dan peluang, dengan sekitar 2 tantangan dan peluang yang berbeda. Karakteristik yang dominan adalah kepadatan penduduk dari banyaknya migrasi datang dan kedekatan lokasi dengan tempat kerja, selain itu dari radius jangkauan sarana yang dapat dan dipilih masyarakat sebagian didapatkan dari Surabaya.
Karakteristik Desa Wisata Religi Dalam Pengembangan Desa Bejagung sebagai Sebuah Desa Wisata Religi Deva Danugraha Imandintar; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48404

Abstract

Desa Bejagung merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Tuban yang memiliki arahan pengembangan sebagai desa wisata, dengan fokusan sebagai desa wisata yang berbasis religi. Desa Bejagung masuk dalam Zona I kawasan peruntukan pariwisata Kab. Tuban, Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) Kab. Tuban, serta masuk dalam Destinasi Pariwisata Daerah (DPD) Kab. Tuban. Destinasi yang diusung oleh Desa Bejagung berupa Makam Sunan Bejagung Lor, Makam Sunan Bejagung Kidul, Situs Watu Gajah, serta Makam Citrosoman. Akan tetapi sampai saat ini belum ditemukan ciri khas yang membedakan Desa Wisata Religi Bejagung dengan desa wisata lain yang ada di Kabupaten Tuban. Suasana desa wisata di Desa Bejagung masih belum menunjukkan suasana khas desa wisata yang bertemakan religi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik desa wisata religi yang dimiliki oleh Desa Bejagung berkaitan dengan pengembangan Desa Bejagung sebagai desa wisata religi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan pendekatan yang bersifat rasionalistik. Tahapan yang akan dilakukan pada penelitian ini berupa pengamatan menggunakan metode observasi partisipatif dan wawancara stakeholder dengan menggunakan metode content analysis. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 28 karakteristik desa wisata religi yang dimiliki oleh Desa Bejagung, antara lain: salah satu daya tarik budaya yang berupa tradisi yang ada di Desa Bejagung berupa barikan, sedekah bumi (manganan), keduk sumur, dawetan, dan juga haul Sunan Bejagung, Desa Bejagung menjadi patokan sebagai awal dari pelaksanaan tradisi sedekah bumi yang ada di Kabupeten Tuban, serta di Desa Bejagung tidak dijumpai penjual kuliner khas khususnya nasi, dikarenakan kepercayaan masyarakat yang masih dipercaya berupa larangan untuk jual beli nasi.
Karakteristik Desa Berdasarkan Kriteria Community Based Tourism di Desa Wisata Kamasan, Kabupaten Klungkung I Putu Jiwandana Winata; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.475 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.48910

Abstract

Desa Wisata Kamasan memiliki daya tarik utama berupa daya tarik wisata budaya seperti lukisan gaya kamasan, kerajinan seni logam dan kerajinan tenun. Selain itu terdapat beberapa komunitas lokal yang terbagi atas jenis pekerjaan yang sudah ada di dalam peraturan adat Desa Kamasan. Akan tetapi, pengelolaan kawasan Desa Wisata Kamasan belum optimal dikarenakan masih belum optimal perencanaan dan pelaksanaannya dikarenakan kurang sinkronnya pelaksanaan peran masing-masing pihak pada umumnya dan kurangnya pelibatan kelompok masyarakat pada khususnya dalam pengembangan kawasan Desa Wisata Kamasan sehingga masyarakat lokal kurang merasakan dampak ekonomi dari kegiatan pariwisata tersebut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dari segi pariwisata melalui arahan pengembangan wisata dimana responden penelitian dilakukan kepada tiga responden yang terdiri dari kelompok pemerintah, swasta, dan masyarakat. Guna mencapai hal tersebut diperlukan identifikasi karakteristik melalui content analysis.
Identifikasi Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di RW 07 Kelurahan Kampung Melayu Jakarta Timur Tri Prasetyaningsih; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56092

Abstract

RW 07 Kelurahan Kampung Melayu merupakan salah satu RW kumuh yang ada di Kelurahan Kampung Melayu dan telah ditetapkan menjadi permukiman kumuh berat. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kekumuhan di RW 07 kelurahan Kampung Melayu akan tetapi upaya tersebut kurang memberikan hasil yang signifikan. Hal ini disebabkan karena rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengikuti program. Rendahnya partisipasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang perlu diketahui sehingga peningkatan kualitas permukiman kumuh berjalan dengan optimal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam peningkatan kualitas permukiman kumuh berupa program perbaikan jalan, drainase, persampahan dan ruang terbuka hijau. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Delphi yaitu dengan melakukan wawancara dan kuisioner kepada stakeholder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kesadaran dan kemauan masyarakat.
Co-Authors Achmad Farabi Calyandra Adi Soeprijanto Alfie Zubaidah Aparamarta, Hakun Wirawasista Arief Abdurrakhman Arman Hakim Nasution Astaman, Syifa Nashella Rahmah Cindy Nur Aziza Rahman Della Kusumaning Putri Deva Danugraha Imandintar Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didit Prasetyo Dini Faza Illiyin Edy Subali Eko Budi Santoso Elok Wuri Safitri Elok Wuri Safitri Ema Umilia Fariz Aditya Pratama Fatmala Ulfa Nurliyana Felicia Esterlita Nugroho Ferry Dwi Cahya Ferry Dwi Cahya Firmansyah, Fendy Fitri Dwi Agus Maulidiyah Fortuna, Shellyn Galih Pranata Galih Pranata Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Handiwibowo, Gogor Arif Hermanto I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi I Putu Jiwandana Winata Imam Abadi Inas Yaumi Aisharya Indira Kurnia Dewi Inggar Rayi Arbani Irhamah Iska Desmawati Jatayu, Anoraga Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa KDM Erli Handayeni Lailatul Jum'atin Jannah Lusi Zafriana Maghfirah Bungas Muwifanindhita Mahfud, Choirul Maulidya Aghysta Fristyananda Mega Widiyah Wati Miftahul Faiza Muchammad nurif, Muchammad Mulyadi, Yeyes Nabila Azzahra Tiara Diska Naufan Noordyanto Niken Prasetyawati Nina Yuniar Tantri Nugroho, Felicia Esterlita Nuri Iswoyo Ramadhani Nurif, Muchammad Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nury Ahdiya Rif'ati Prathama, Dimas Wahyu Aji Rabendra Yudistira Alami Rahmawati, Dian Ridho Rahman Hariadi Riswan Sianturi Septriadi Riswan Sianturi Septriadi Sabilla Ananda Putri Safadilla Naurely Widianto Safitri, Elok Safitri, Elok Wuri Santoso, Bagus Jati Saptarini, Dian Sari Diwanti Putri Siti Nurlela Sonya Khaerunnisa Susetyo, Cahyono Syifa Nashella Rahmah Astaman Tambunan, Theresia Tri Prasetyaningsih Tyton Rachmatullah Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Verlinna Lovely Mapaliey Wahyu Aswin Wicaksono Wahyu Wicaksono Yolandita Septadini Zainul Muhibbin