Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pengembangan Agrowisata Berbasis Komoditas Buah Naga di Desa Kemuning Lor, Kabupaten Jember Sabilla Ananda Putri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.55985

Abstract

Desa Kemuning Lor merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Jember yang ditetapkan sebagai destinasi agrowisata berbasis komoditas buah naga dalam RIPPDA Kabupaten Jember tahun 2015-2025. Desa ini memiliki sumber daya yang berpotensi untuk mendukung pengembangan agrowisata, dilihat dari sumber daya manusia, kondisi pertanian, atraksi wisata maupun aksesibilitasnya. Namun, faktanya potensi sumber daya yang ada di Desa Kemuning Lor belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal, sehingga masih terjadi peningkatan jumlah keluarga prasejatera setiap tahunnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pengembangan agrowisata berbasis komoditas buah naga di Desa Kemuning Lor berkaitan dengan pengembangan Desa Kemuning Lor sebagai desa agrowisata. Dalam penentuan faktor pengembangan agrowisata dilakukan in-depth-interview pada stakeholder terpilih. Kemudian, dilakukan analisis konten pada transkrip hasil wawancara untuk menggali faktor yang memengaruhi pengembangan agrowisata berbasis komoditas buah naga di Desa Kemuning Lor. Hasil dari penelitian ini mengindikasi bahwa dari 19 faktor yang diujikan, seluruhnya berpengaruh terhadap pengembangan agrowisata serta ditemukan 1 faktor baru yang mempengaruhi pengembangan agrowisata berbasis buah naga di desa Kemuning Lor yaitu faktor kualitas SDM.
Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Integrasi Daya Tarik Wisata (DTW) di Kawasan Wisata Pantai Puger, Kabupaten Jember Nina Yuniar Tantri; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v9i2.56164

Abstract

Kawasan Wisata Pantai Puger merupakan kawasan wisata yang berada di deretan pantai selatan Kabupaten Jember. Kawasan ini memiliki keberagaman Daya Tarik Wisata yang menjadi andalan wisata di Kabupaten Jember yaitu Pantai Pancer dan TPI Puger. Kawasan Wisata Pantai Pancer ini memiliki jarak yang berdekatan, namun tidak didukung oleh akses dan sarana transportasi penghubung yang memadai. Sehingga dibutuhkan konsep integrasi untuk pengembangannya. Dalam pengembangan pariwisata dengan konsep integrasi ini perlu mengetahui faktor apasaja berpengaruh di dalamnya. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata terintegrasi di Kawasan Wisata Pantai Puger, dengan melakukan in-depth interview bersama stakeholder terpilih. Kemudian dilakukan content analysis pada hasil transkrip wawancara untuk menggali faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata terintegrasi di Kawasan Wisata Pantai Puger. hasil dari penelitian ini mengindikasikan, bahwa dari 16 sub-faktor yang diujikan, hanya faktor peran swasta yang tidak berpengaruh dalam pengembangannya.
Identifikasi Potensi dan Kendala dalam Pengembangan Ekowisata RTH Pulau Bromo Kota Banjarmasin Nury Ahdiya Rif'ati; Hertiari Idajati
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.65791

Abstract

Pulau Bromo yang berada di Kota Banjarmasin berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banjarmasin tahun 2020-2040 telah ditetapkan sebagai Pelestarian Kawasan Ruang Terbuka Hijau dan Pengembangan Ekowisata. Penetapan tema penanganan ini dilakukan untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau di Kota Banjarmasin yang masih minim dan terbatas yaitu sebesar 2,52% dari total luas wilayah keseluruhan. Dimana berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 ditetapkan bahwa persentase luas RTH publik suatu kota minimal 20% dari total luas wilayah. Ditetapkannya Pulau Bromo serta upaya Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan RTH di Kota Banjarmasin menjadi dasar penelitian ini untuk mengetahui potensi dan kendala dalam mengembangkan Pulau Bromo menjadi kawasan Ekowisata RTH. Teknik analisis yang digunakan adalah Content Analysis (CA) dengan output berupa pemetaan potensi dan kendala pada Pulau Bromo berdasarkan konsep Ekowisata RTH. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei primer berupa wawancara secara mendalam (in-depth interview) dan observasi terhadap responden kunci. Responden kunci pada penelitian ini berasal dari Barenlitbangda Kota Banjarmasin, Disbudpar Kota Banjarmasin, Kelurahan Mantuil dan Tokoh Masyarakat Pulau Bromo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Bromo memiliki lebih banyak potensi daripada kendala, sehingga dengan adanya potensi tersebut dapat mendukung pengembangan Pulau Bromo sebagai kawasan Ekowisata RTH.
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA TAMAN KOTA BERDASARKAN TIPOLOGI TOURISM AREA LIFE CYCLE UNTUK MENDUKUNG PROGRAM REVITALISASI DI SUNGAI KALIMAS SURABAYA Galih Pranata; Wahyu Wicaksono; Alfie Zubaidah; Hertiari Idajati
IPTEK Journal of Proceedings Series No 5 (2018): Seminar Nasional Teknologi dan Perubahan (SEMATEKSOS) 3 2018
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.986 KB) | DOI: 10.12962/j23546026.y2018i5.4436

Abstract

Taman wisata di sepanjang Sungai Kalimas Surabaya merupakan taman yang dibangun untuk merevitalisasi kawasan sungai kalimas yang terdegradasi. Terdapat lima taman hasil program revitalisiasi yang dijadikan sebagai destinasi di kawasan Sungai Kalimas diantaranya Taman Wisata Keputran, Taman Wisata BMX & Skate, Taman Wisata Prestasi, Taman Wisata Ekspresi, dan Taman Wisata Jayengrono. Berdasarkan kriteria Tourism Area Life Cycle (TALC), terdapat dua tipologi tahapan yakni tahap development pada Taman Wisata Prestasi Prestasi, Taman Wisata Ekspresi, dan Taman Wisata Jayengrono serta tahap consolidation pada taman Taman Wisata Keputran, Taman Wisata BMX & SkateAgar seluruh taman wisata tersebut dapat berada pada kondisi yang optimum serta mengantisipasi masuknya taman pada tahap yang menyebabkan degradasi lingkungan, maka penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan wisata taman kota berdasarkan tipologi TALC untuk mendukung program revitalisasi di sungai kalimas dengan metoda analisa SWOT.  Hasil dari penelitian ini adalah untuk taman yang berada pada tahap development, strategi pengembangan cenderung pada pengadaan event rutin agar tetap dapat mendatangkan wisatawan tanpa adanya peremajaan atraksi dan sarana rekreasi karena dianggap masih menarik oleh wisatawan. Sedangkan pada tahap consolidation strategi pengembangan cenderung pada peremajaan dan penambahan atraksi baru untuk menambah daya tarik taman wisata serta pengadaan event untuk mendatangkan wisatawan.
Pengembangan Konsep Kelembagaan sebagai Upaya Rejuvenasi Kawasan Wisata Alam Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan Dian Rahmawati; Hertiari Idajati; Ema Umilia
Jurnal Penataan Ruang Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Penataan Ruang 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v13i1.7060

Abstract

Kawasan wisata alam Ranu Grati Pasuruan merupakan salah satu danau vulkanik yang terletak di dataran rendah dan memiliki kekayaan berupa sumber daya air yang hingga kini masih menunjang kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya dan pemandangan alam yang mengelilingi danau tersebut. Pengelolaan yang kurang optimal telah mendorong kawasan Ranu Grati saat ini mengalami fase stagnan menuju decline jika dilihat dari tipologi Butler. Kualitas air danau menurun akibat limbah keramba dan rumah tangga yang memenuhi daerah sempadan danau, beberapa ladang dan bekas kegiatan pertambangan pasir oleh masyarakat juga berpengaruh ke kualitas air danau, selain itu kegiatan pariwisata juga sangat terbatas perolehannya dalam mendapatkan pengalaman maupun kesempatan terlibat dalam aktivitas pariwisata kecuali jika ada acara tertentu.Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang berjudul Kajian Pengembangan Kawasan Ranu Grati. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan arahan pengembangan Ranu Grati dilihat dari segi kelembagaan pariwisata sebagai upaya merejuvenasi kawasan Ranu Grati yang saat ini berposisi di fase stagnan menuju decline. Tahapan dari penulisan adalah (1) menyusun faktor yang berpengaruh terhadap menurunnya kondisi kawasan wisata Ranu Grati dengan metode Delphi (2) merumuskan arahan pengembangan Ranu Grati dari segi kelembagaan yang meliputi pemerintah, swasta dan masyarakat dengan metode pendekatan quadriple helix diintegrasikan dalam konsep zonasi kawasan. Hasil yang ditemukan didapatkan: (1) Faktor yang berpengaruh terhadap menurunnya kondisi kawasan wisata Ranu Grati yaitu potensi SDM yang belum seimbang, peran serta masyarakat yang masih rendah, dan koordinasi antar stakeholder yang kurang optimal; (2) Zonasi kawasan wisata Ranu Grati yang terintegrasi dengan konsep pengembangan fungsi kelembagaan yang terbagi dalam ruang inti dan ruang pendukung.
Identifikasi Tema Wisata Budaya dan Sejarah di Kota Surabaya (Studi Kasus: Sepanjang Sungai Kalimas) Felicia Esterlita Nugroho; Hertiari Idajati
Jurnal Penataan Ruang Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Penataan Ruang 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v14i2.7163

Abstract

Surabaya memiliki daya tarik potensi wisata dan keunikan budaya dan sejarah sehingga menarik wisatawan domestik dan internasional. Pariwisata menjadi salah satu fokus pembangunan karena meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Surabaya. Pertumbuhan tersebut karena adanya daya tarik potensi wisata dan keunikan budaya dan sejarah di Kota Surabaya, terutama di sepanjang Sungai Kalimas sehingga dapat menarik wisatawan domestik dan internasional. Namun, objek daya tarik budaya dan sejarah di Surabaya sepi peminat, ditunjukkan dengan tidak meratanya kunjungan di setiap DTW. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tema wisata khusus budaya dan sejarah sehingga wisatawan dapat dengan mudah menentukan objek yang akan dikunjungi sesuai minat masing-masing di Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah identifikasi melalui analisis deskriptif yang berasal dari stakeholder kunci ditambahkan dengan hasil observasi di lapangan. Hasil analisis teridentifikasi bahwa terdapat tema 5 kelompok jalur wisata budaya dan sejarah di Surabaya. Tema sejarah maritim, tema perjuangan kemerdekaan, tema budaya Arab dan Pecinan, dan tema permukiman kolonial serta bangunan kolonial.
Metode Spatial Linear Regression dalam Memprediksi Kualitas Perairan Danau Ranu Grati Kabupaten Pasuruan Hertiari Idajati; Elok Wuri Safitri
Jurnal Penataan Ruang Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Penataan Ruang 2018
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v13i1.7063

Abstract

Danau Ranu Grati sebagai tempat penampung air dan menopang berbagai kegiatan pemanfaatan di dalamnya seperti budidaya perikanan, penangkapan ikan dan pariwisata, merupakan potensi sumber daya air alami yang ada di Kabupaten Pasuruan. Kegiatan budidaya perikanan keramba yang semakin marak menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air di danau tersebut sekaligus menimbulkan kerugian di sektor pariwisata, sektor ekonomi maupun sektor ekologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi nilai kualitas perairan Danau Ranu Grati di Kabupaten Pasuruan melalui metode statistik spasial untuk melihat kesesuaiannya dengan pemanfaatan kegiatan eksisting. Hasil yang didapat adalah dengan metode Spatial Linear Regression, kualitas perairan danau Ranu Grati masih mendukung kegiatan pemanfaatan Danau Ranu Grati dengan faktor suhu, pH dan Dissolved Oxygen (DO) yang diketahui memiliki pengaruh terhadap model atau rumus fungsi prediksi nilai kualitas perairan. Hasil lain yang didapat adalah Metode Spatial Linear Regression tidak dapat digunakan untuk karakteristik perairan danau yang berupa perairan tertutup dengan arus permukaan dan gelombang air yang statis. 
Identifikasi Sebaran dan Karakteristik Ruang Terbuka Hijau Publik di Kota Pekanbaru Syifa Nashella Rahmah Astaman; Hertiari Idajati; Fendy Firmansyah
Jurnal Penataan Ruang Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Penataan Ruang 2019
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v14i2.7162

Abstract

Ruang terbuka hijau di Kota Pekanbaru belum memenuhi ketentuan penyediaan 30%, terutama ruang terbuka hijau publik. Penyediaan ruang terbuka hijau tersebut juga belum menyeluruh dan tidak merata. Sehingga, ruang terbuka hijau publik di Kota Pekanbaru, khususnya ruang terbuka hijau publik, belum memadai dilihat dari segi kuantitas dan kualitas. Padahal untuk dapat menjalankan fungsinya, suatu ruang terbuka hijau harus memenuhi ambang batasnya. Apabila ambang batas terpenuhi, maka efek pendinginan akan sesuai dengan target. Sehingga, harus dilakukan identifikasi sebaran dan karakteristik ruang terbuka hijau publik untuk mengidentifikasi masing-masing potensi dan masalahnya. Metode penelitian ini adalah dengan deskriptif. Hasil yang didapatkan adalah teridentifikasinya 48 ruang terbuka hijau publik yang terdiri dari taman, tempat pemakaman umum, lapangan, jalur hijau, dan hutan kota.
Potensi dan Kendala dalam Pengembangan Kampung Wisata Sebagai Upaya Pemeliharaan Kualitas Lingkungan Permukiman di Kampung Sasirangan, Banjarmasin Verlinna Lovely Mapaliey; Hertiari Idajati
Jurnal Penataan Ruang Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Penataan Ruang 2022
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v17i1.9301

Abstract

Kampung Sasirangan merupakan salah satu permukiman tepi sungai di Kota Banjarmasin yang memiliki arahan pengembangan sebagai kawasan kampung wisata, dengan potensi produk unggulan yang dimilikinya berupa kain sasirangan, kain khas dari Provinsi Kalimantan Selatan. Akan tetapi, Kampung Sasirangan ini dahulu merupakan kawasan permukiman kumuh dengan memiliki beberapa permasalahan berupa kualitas lingkungan permukiman. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi dan kendala dalam pengembangan Kampung Sasirangan sebagai kampung wisata dalam upaya pemeliharaan kualitas lingkungan permukiman. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan melakukan in-depth-interview pada stakeholder terpilih yang kemudian dianalisis dengan metode content analysis (CA). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat potensi dalam pengembangan Kampung Sasirangan sebagai kampung wisata yang secara umum yaitu adanya bangunan rumah tua adat Banjar dan permukiman tepi sungai yang menjadi keunikan Kampung Sasirangan, adanya akses jalan yang mudah, hingga sarana prasarana permukiman yang baik. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam pengembangan Kampung Sasirangan sebagai kampung wisata, salah satunya yaitu kondisi bangunan permukiman tepi sungai yang beberapa masih dalam kondisi semi permanen, hingga pembuangan limbah yang rata-rata masih dibuang langsung ke sungai.
Pengembangan Konsep Desain Citra Kawasan Eduwisata Herbal di Kota Batu Choirul Mahfud; Zainul Muhibbin; Niken Prasetyawati; Arman Hakim Nasution; Gogor Arif Handiwibowo; Hertiari Idajati; Ema Umilia; Edy Subali
Janaka, Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): May 2021
Publisher : LP3M STAI Darussalam Krempyang Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/janaka.v3i2.288

Abstract

ABSTRACT The village community needs the development of alternative designs that are suitable for the Herbal Education area in Batu City for the progress of Indonesia. The activities' strategy is planning an alternative design concept for the Batu City Herbal Education Area. This community service has theoretical benefits that add insight and knowledge about determining educational tours' location with various approaches. In practical terms, several added values are useful for providing input to officials and policymakers for Batu City tourism development, specifically in developing tourism with the concept of education through city image theory. This activity's impact is a good effect of these activities, especially landmarks that function optimally in building the area's image for visitors/observers in the development of the herbal education area of Batu City. More than that, it can also provide an impression/experience to visitors/observers regarding the state of the Batu City herbal education area. Also, to support in comparing the herbal education area of Batu city.
Co-Authors Achmad Farabi Calyandra Adi Soeprijanto Alfie Zubaidah Aparamarta, Hakun Wirawasista Arief Abdurrakhman Arman Hakim Nasution Astaman, Syifa Nashella Rahmah Cindy Nur Aziza Rahman Della Kusumaning Putri Deva Danugraha Imandintar Dian Rahmawati Dian Rahmawati Didit Prasetyo Dini Faza Illiyin Edy Subali Eko Budi Santoso Elok Wuri Safitri Elok Wuri Safitri Ema Umilia Fariz Aditya Pratama Fatmala Ulfa Nurliyana Felicia Esterlita Nugroho Ferry Dwi Cahya Ferry Dwi Cahya Firmansyah, Fendy Fitri Dwi Agus Maulidiyah Fortuna, Shellyn Galih Pranata Galih Pranata Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli Handiwibowo, Gogor Arif Hermanto I Dewa Ayu Dinda Gita Dewi I Putu Jiwandana Winata Imam Abadi Inas Yaumi Aisharya Indira Kurnia Dewi Inggar Rayi Arbani Irhamah Iska Desmawati Jatayu, Anoraga Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa KDM Erli Handayeni Lailatul Jum'atin Jannah Lusi Zafriana Maghfirah Bungas Muwifanindhita Mahfud, Choirul Maulidya Aghysta Fristyananda Mega Widiyah Wati Miftahul Faiza Muchammad nurif, Muchammad Mulyadi, Yeyes Nabila Azzahra Tiara Diska Naufan Noordyanto Niken Prasetyawati Nina Yuniar Tantri Nugroho, Felicia Esterlita Nuri Iswoyo Ramadhani Nurif, Muchammad Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nursakti Adhi Pratomoadmojo Nury Ahdiya Rif'ati Prathama, Dimas Wahyu Aji Rabendra Yudistira Alami Rahmawati, Dian Ridho Rahman Hariadi Riswan Sianturi Septriadi Riswan Sianturi Septriadi Sabilla Ananda Putri Safadilla Naurely Widianto Safitri, Elok Safitri, Elok Wuri Santoso, Bagus Jati Saptarini, Dian Sari Diwanti Putri Siti Nurlela Sonya Khaerunnisa Susetyo, Cahyono Syifa Nashella Rahmah Astaman Tambunan, Theresia Tri Prasetyaningsih Tyton Rachmatullah Ummi Fadlilah Kurniawati, Ummi Fadlilah Verlinna Lovely Mapaliey Wahyu Aswin Wicaksono Wahyu Wicaksono Yolandita Septadini Zainul Muhibbin